Perjalanan Cinta, Antara Aku Kamu Dan Dia

Perjalanan Cinta, Antara Aku Kamu Dan Dia
Pertunangan


__ADS_3

"cris, buka pintu nya nak" bujuk Imel pada putrinya.


"Aku tidak mau Bun, aku tidak mau bertunangan dengan es batu" teriak Cristyal.


"Nak, jangan begitu, jangan buat ayah kamu sedih nak" ujur Imel masih membujuk putrinya.


"Dia tidak mencintai ku Bun, ini terpaksa , aku tidak mau" teriak Cristyal lagi.


"Iya, nanti kita bicarakan, tapi buka dulu pintu kamarnya" kata Imel.


Keluarga Sharon dan Damara pun sudah masuk ke dalam rumah Wijaya. Pelayanan pun sudah menghidangkan makanan dan minuman di atas meja.


"Maaf, Cristyal tidak mau menerima pertunangan ini, dan dia mengunci pintu kamar nya dari tadi" keluh Indra.


"Ini yang aku takutkan tadi" kata Anin.


"Maksudnya?" Tanya James.


"Ada satu orang di antara mereka berdua yang menolak pertunangan ini, karena itu terlalu mendadak bagi nya, dan itu juga sulit dia terima karena malam ini sebenarnya adalah pertunangan Kevin dan Alona" ujur Anin.


"Apa sebaiknya kita tunda dulu, beri mereka kesempatan dua bulan lagi, untuk lebih mengenal satu sama lain" sambung Anin lagi.


"Tidak bisa, sekarang saja" ujur Damar.


"Kenapa kamu mas yang menjawab?" Tanya Anin penasaran karena suaminya meminta supaya pertunangan ini di adakan saja malam ini.


"Akan ada yang terjadi, jika ini kita tunda" kata Damar.


"Kalau begitu biar aku bujuk, si cerewet itu" kata Agatha beranjak menuju lantai dua dimana kamar Cristyal berada.


Sampai di lantai dua Agatha mendengar teriak Cristyal, mengusir bundanya supaya pergi meninggalkan.


"Tata, kalian udah datang?" Tanya Imel melihat Agatha berjalan ke arah nya.


"Apa cerewet ku, tidak mau menerima pertunangan ini?" Tanya Agatha.


"Nanti juga mau ta" sahut Imel.


"Biar aku yang bujuk" kata Agatha.


"Silahkan saja, aku tunggu ke bawah dulu" kata Imel ingin menemui Anin


"Iya" sahut Agatha.


Setelah kepergian Imel Agatha pun mulai mengetik pintu kamar Cristyal, namun Cristyal menulikan telinga nya.


"Cerewet ku, ayo keluar nak, Tante ingin bicara sama kamu" kata Agatha.


Membuat seorang Cristyal mendongak kan kepada nya.


"Ayo buka pintu nya, Tante capek ini berdiri terus" ujur Agatha.


Cristyal pun membuka pintu kamar nya dengan wajah cemberut.

__ADS_1


"Aku tidak mau tunangan dengan Kevin, hubungan Kevin dan Alona masih bisa di perbaiki" kata Cristyal.


"Sayang ku, Alona sudah memutuskan untuk berpisah dengan Kevin nak, dan dia juga sudah menjelaskan pada kami tadi siang apa yang sudah terjadi" kata Agatha.


"Aku tidak percaya" sahut Cristyal.


"Pokoknya aku tidak mau tunangan dengan es batu" kata Cristyal.


"Kita turun dulu ya, nanti kita bicarakan" bujuk Agatha.


Setelah di rayu Agatha, akhirnya Cristyal pun mau mau menemui yang lainnya. Sampai di bawa ia melihat semua keluarga Damara dan Sharon ada di sana.


"Putri kalian berdua memang sangat cerewet, dan cocok untuk es batu kesayangan ku"ujur Agatha senyum.


"Sekarang kita mulai pembicaraan nya, mumpung si calon tunangan Kevin sudah di sini" ujur James.


"Silahkan" sahut Indra.


"Aku tidak mau ayah" tolak Cristyal.


"Nak ini udah jadi kesepakatan kita semua, harus ada satu di keluarga kita yang akan menikah dengan keluarga Sharon" kata Indra.


"Kan ada bang Galang" sahut Cristyal menatap wajah Galang.


"Enak saja, kamu aja" ujur Galang takut jika nanti berakhir dengan nya, karena di sini juga hadir Anya.


"Dek Anya mau kan tunangan dengan abang ku yang jahat itu?" Tanya Cristyal pada Anya.


"Tidak boleh" sahut Indra dan James bersama membuat Cristyal menatap kedua orang tua itu bergantian.


"Anya mansih kecil dan masih sekolah" sahut James.


"Aku juga masih sekolah' ujur Cristyal mencari cara untuk tidak bertunangan dengan Kevin.


"Tapi kamu udah mau selesai tal" kata Galang.


"Kalian jahat, aku tidak cinta dengan Kevin begitu juga dengan nya" kata Cristyal menatap Kevin.


"Bertunangan lah dengan ku, kalau tidak aku suntik kamu dengan terong ku" ancam Kevin.


"Apa" teriak Agatha.


"Awas saja jika kamu berani membuat anak ku bunting sebelum sekolah nya selesai" kata Indra.


"Bercanda om" ujur Kevin senyum.


"Sudah kapan kita mulai?" Tanya Damar.


Setelah Damar mengingat kan mereka pun akhirnya memaksa Cristyal untuk bertunangan dengan Kevin, karena acara ini sudah mereka rancangan dan tidak bisa di undur lagi.


Walaupun sebenarnya mereka mu menunggu dua bulan lagi untuk melaksanakan pertunangan antara Kevin dan Cristyal, namun mereka mengurungkan niatnya karena perkataan Damar.


Alona hanya menatap dengan senyum saat mantan kekasihnya menyematkan cincin di jari manis Cristyal. Dan ia juga berusaha untuk terlihat baik-baik saja, turut senang melihat pertunangan antara Kevin dan sahabat nya.

__ADS_1


"Selamat ya tal, semoga lancar sampai hari itu datang" kata Alona.


"Terima kasih, dan kamu harus menjelaskan pada ku tentang ini semua" sahut Cristyal.


"Tidak perlu aku jelaskan" ujur Alona.


"Al, apa ini ada hubungannya dengan wanita itu?" Tanya Cristyal curiga.


"Tidak ada" sahut Alona.


"Al, semua nya karena ulah mu, aku jadi terjebak dalam perjodohan paksa ini" omel Cristyal.


"Kamu pasti akan jatuh cinta pada es batu itu" kata Alona.


"Jahat kamu Al" ujur Cristyal


"Ia aku memang jahat" sahut Alona.


Keluarga itu pun makan malam bersama, setelah kedatangan Andini dan Aries, yang baru saja pulang dari Kalimantan.


"Jadi Cristyal tunangan Kevin dan bukan Alona?" Tanya Andini.


"Iya, Alona sudah punya pilihan nya" sahut Anin.


"Tidak apa, yang penting jangan musuhan aja" ujur Ariel.


Sebenarnya keluarga Damar sudah mencium ada yang tidak beres, tapi itu akhirnya menjadi jalan untuk menyatukan Wijaya dan Sharon, karena Sharon dan Damara sudah bersatu.


"Jangan kamu sakiti wanita Vin, sayangi dia, jangan seperti kakak kamu itu" ujur Andini pada Alfa.


"Alfa setia kok kak" sahut Alfa tidak terima.


"Setia kamu bilang" ujur Andini.


"Buktinya Alfa tidak pernah mencintai orang lain selain Siska" sahut Alfa.


"Apakah aku harus percaya?" Tanya Andini.


"Iya harus" sahut Alfa.


"Buktikan, jika perkataan ku benar kamu harus menikahi wanita yang sudah menjadi korban dari kamu" ujur Andini.


"Siapa takut" jawab Alfa.


Malam pun makin larut, keluarga damai pun sudah pulang bersama Alona dan Aries sekeluarga.


"Aku pulang dulu, besok jemput" kata Kevin pada Cristyal yang sudah resmi menjadi tunangan nya.


"Iya, hati-hati, tapi besok tidak usah jemput" kata Cristyal.


"Oh iya lupa" sahut Kevin.


Kevin memang seperti es batu menurut Cristyal, karena Kevin jarang sekali menegurnya, namun bukan berarti Kevin harus cuek pada nya di saat Kevin sudah mengikat Cristyal menjadi tunangan nya.

__ADS_1


Kevin bukan lah pemuda yang membenci wanita lain, di saat wanita yang dia kasihi menghianati nya. Namun sebaliknya Kevin akan menjadi kan wanita itu sebagai bahan untuk melupakan kejadian yang pahit itu.


happy reading


__ADS_2