Perjalanan Cinta, Antara Aku Kamu Dan Dia

Perjalanan Cinta, Antara Aku Kamu Dan Dia
kabur


__ADS_3

Siang itu Cristyal pun sudah sampai di sebuah pulau kecil, dimana pulau itu tidak jauh dari kota Jakarta. Ia mengendarai mobil kesayangan nya yang memang ada di pulau itu.


Tidak lama ia pun datang ke rumah minimalis modern milik nya, rumah yang ia beli saat ia ke pulau kecil ini.


Cristyal membuka pintu rumah nya, ia berjalan menuju kamar nya, rasa lelah pun menghampiri nya, Cristyal membaringkan tubuh lemah nya di atas kasur empuk miliknya.


Tanpa terasa ia pun tertidur dengan pulas, dan melupakan jika ia belum makan sama sekali. Karena suara dari luar begitu ramai, Cristyal pun bangun dan berjalan menuju pintu rumah nya.


Saat ingin membuka pintu rumah, ia kaget karena Bian tiba saja masuk dalam rumah.


"Ngapain kamu di sini?" Tanya Cristyal pada Bian.


"Ngapain mbak cris disini?" Tanya Bian bukan menjawab tapi ia justru bertanya.


"Ini rumah ku, dan kamu kenapa ke sini?" Tanya Cristyal menatap Bian.


"Aku tau mbak cris ada di sini, maka nya aku kesini" sahut Bian.


"Jangan bilang sama siapa pun jika aku ada di sini" ujur Cristyal.


"Kenapa Mbak?" Tanya Bian.


"Jika kamu berani memberi tahu aku ada di sini, maka mulai saat ini kamu saya pecat" ancam Cristyal.


"Baik lah mbak, aku akan menjaga mbak di sini, dan aku janji tidak akan memberi tahu sama siapa pun jika mbak ada di pulau ini" sahut Bian yang mang takut jika ia di pecat.

__ADS_1


"Kalau begitu kamu cari kan aku makanan, dan jangan lupa beli susu hamil" perintah Cristyal setelah berhasil membuat seorang Bian takut.


"Mbak cris hamil?" Tanya Bian.


"Iya, aku hamil" sahut Cristyal


"Kalau menurut ku, mbak cris jangan minggat dari rumah mbak, kan lagi hamil" ujur Bian.


"Pokoknya aku tetap di sini, sampai anak ku lahir, aku tidak mau anak ku di sakiti lagi" sahut Cristyal.


"Tapi jika mbak ingin sesuatu jangan lupa kasi tau saya, kalau tidak mas duck" kata Bian yang tau jika Cristyal sedang takut pada Kevin.


Bian memang tidak tau apa yang terjadi pada bos nya itu, tapi ia sudah membaca jika ada yang tidak beres, dan untuk apa Cristyal memilih tinggal di sebuah pulau kecil yang penduduknya tidak terlalu banyak itu, dan transfortasi menuju pulau pun mengunakan perahu, walaupun banyak warga pulau juga memiliki kendaraan roda empat.


"Iya, maaf kan aku jika merepotkan mu nanti nya" sahut Cristyal.


"Emang sekarang kamu tidak mau mencari aku?" Tanya Cristyal.


"Untuk apa mbak, kan mbak ada di depan aku" sahut Bian.


"Bian kamu harus tetap berpura-pura mencari aku, karena nanti nya mereka akan tau dimana aku berada, dan kamu tau kan jika sampai mereka tau maka kamu akan saya pecat" kata Cristyal.


"Iya mbak, akan aku lakukan apapun itu" sahut Bian pasrah.


Sedangkan di Jakarta, Kevin sangat panik, karena tiba saja Cristyal hilang dari rumah sakit. Ia sudah mencari di seluruh rumah sakit itu, tapi Cristyal tetap tidak ada.

__ADS_1


Kevin pun pulang ke rumah nya, dan tetap saja Cristyal tidak ada, bukan menemukan Cristyal tapi ia malah kena marah oleh Alona, wanita itu sangat marah pada nya.


Kevin yang panik pun tidak bisa berfikir dengan baik, ia bahkan menangis di depan pintu rumah orang tua nya, melihat putranya yang seperti itu, Agatha pun meminta suaminya untuk mencari Cristyal, karena mereka takut jika Cristyal kenapa-kenapa di luar sana.


"Kamu makan dulu ya, ayah yang kan cara Cristyal" bujuk Agatha pada Kevin.


"Aku lagi kenyang Bun, aku takut Cristyal kenapa napa, aku yang salah aku yang sudah membuat dia pergi" kata Kevin dengan air mata yang terus mengalir.


"Sudah, jangan nangis lagi, Cristyal pasti ketemu" ujur Agatha dia juga tidak bisa berbuat apa apa, karena ia juga sama khawatir dengan Kevin.


Bagaimana pun berita Cristyal yang hilang dari rumah sakit sudah sampai pada Indra dan Damar mereka mencari Cristyal kurang lebih dua jam terakhir ini, namun Cristyal tidak juga ketemu.


Rasa panik dan takut jika Cristyal akan pergi jauh pun menghampiri mereka semua, sedangkan Alona selalu saja menceramahi suaminya, hingga Kevin pun akhirnya mengakui semua kesalahannya. Begitu juga dengan Dimas ia juga terlibat dalam pencarian Cristyal.


"Aku takut jika ia pergi dari hidup ku" kata Kevin pada bundanya.


"Cristyal bukan anak yang seperti itu kev, ia tidak akan meninggalkan kamu, kecuali kamu yang melepas kan nya" sahut Agatha.


"Tapi ia selalu saja minta cerai pada ku Bun" ujur Kevin.


"Sudah jangan mikir jika Cristyal akan membawa anak kamu pergi jauh dan meninggalkan kamu, sekarang bunda temui Dimas dulu, ia sudah menunggu dari tadi" kata Agatha.


"Untuk apa dia kesini?" Tanya Kevin pada bundanya.


"Dia yang akan membantu ayah mu mencari Cristyal kev, dan kamu jangan berfikir yang tidak tidak, kamu mau salah paham lagi, hingga kamu hampir saja membunuh istri dan anak kamu" kata Agatha.

__ADS_1


Kevin hanya diam, ia belum bisa berfikir secara baik, dan ia juga tau akan kesalahan fatal itu, dan hampir saja ia membunuh kedua orang yang ia cintai hanya karena masalah sebuah foto.


happy reading


__ADS_2