Perjalanan Cinta, Antara Aku Kamu Dan Dia

Perjalanan Cinta, Antara Aku Kamu Dan Dia
pernikahan


__ADS_3

Hari ini pernikahan Kevin dan Cristyal pun terlaksana di hotel bintang lima. Dan pagi ini, seluruh keluarga Wijaya sudah ada di hotel untuk menemani Cristyal yang harus didandan bak seorang ratu.


Sedangkan keluarga Kevin sudah berangkat menuju hotel, walaupun acara akan di mulai jam sepuluh pagi.


"Al, kamu tidak ikut ke nikahan Kevin dan Cristyal?" Tanya Aries pada adik nya yang hanya memakai pakaian rumah.


"Kalian duluan aja, nanti aku kesana saat resepsi aja" sahut Alona memasukan roti ke mulut nya.


"Kenapa tidak dari sekarang saja Al, resepsi nya kan malam" ujur Anin.


"Aku hanya ingin makan dan dansa malam nanti, dan aku malas lihat Kevin pakai baju pengantin" sahut Alona.


"Kamu tidak rela Kevin menikah dengan Cristyal?" Tanya Aries dengan senyum nya.


"Iya engak lah, aku tidak tahu kenapa aku sangat kesal dengan es batu nya Cristyal itu" ujur Alona.


"Nanya sama kita, ya mana tau kenapa kamu kesal sama Kevin" kata Aries.


"Udah berangkat sana muka kak Aries jelek" ujur Alona pergi.


"Aneh udah seperti orang ngidam aja" kata Aries menatap langkah adiknya.


"Jangan ngomong seperti itu mas, gadis di bilang ngidam, emang bisa ngidam tanpa begitu" ujur Andini.


"Begitu apa ya sayang?" Tanya Aries mulai menjahili istrinya.


"Selalu aja kamu mas, nanti malam tidak aku kasi" sahut Andini.


"Hahaha, rasain" ujur Damar senang.


"Papa selalu aja bahagia diatas penderita ku" sahut Aries.


Setelah semuanya siap, Damar pun membawa mereka pergi ke pernikahan anak besannya dan anak sahabat nya. Sedangkan Alona memilih untuk menunggu Jamal yang katanya akan datang malam nanti pada saat resepsi nya saja.


"Cantik sekali anak bunda" ujur Imel pada putrinya.


"Bunda" ujur Cristyal mencabik kan bibir nya.


"Kan emang benar, anak bunda cantik sekali hari ini" ujur Imel lagi.


"Terima kasih bunda, Bun setelah pernikahan ini aku mau tinggal di rumah kita aja" ujur Cristyal.


"Tidak boleh begitu nak, tanya sama suami kamu dulu, dia mau tinggal di mana" ujur Imel.

__ADS_1


"Kevin pasti mau mengikuti apa mau ku" sahut Cristyal.


"Yakin dia mau, dia punya rumah sayang, dan mungkin kalian akan tinggal di sana" kata Imel.


"Aku juga punya apartemen Bun" sahut Cristyal.


"Lebih baik kalian bicar aja dulu, mu tinggal di mana, bunda tambah senang jika kalian mau tinggal di rumah" ujur Imel.


"Terima kasih ya Bun" kata Cristyal.


"Kamu siap ya, bunda kebawah dulu, mau lihat apa Kevin dan keluarga nya udah datang" ujur Imel.


"Iya" sahut Cristyal yang masih di rapikan rambut nya.


Pintu kamar pun tertutup dan tidak lama kembali di buka, Andini masuk bersama mertua nya ke dalam kamar di mana Cristyal masih di dandani.


"Wah cantiknya adik ipar ku" puji Andini.


"Terima kasih kak, tapi apakah aku tidak cantik saat hari biasa?" Tanya Cristyal.


"Kamu tetap cantik mau hari apa pun" ujur Anin senyum.


"Tante belum peluk aku hari ini" pinta Cristyal.


"Tumben minta peluk, bukanya kamu sudah lupa dengan pelukan ku setelah hari" sahut Anin memeluk anak sahabat nya.


"Dasar manja" ujur Andini.


"Iri bilang bos" kata Cristyal.


"Eh, Alina mana?" Tanya Cristyal.


"Dia datang pas resepsi pernikahan kalian saja, sama temannya" sahut Anin.


"Bukannya Sena, Gracia, Melda, dan Thania, datang pasti aku nikah dan resepsi nya mereka juga datang" ujur Cristyal.


"Tante juga tidak tau, dia hanya bilang begitu" sahut Anin.


"Tidak apa, yang penting Alona datang" ujur Cristyal.


"Sayang, sudah siap kita turun, Kevin udah nungguin kamu" kata Imel dan Cristyal pun hanya mengangguk saja.


Cristyal pun turut ke lantai bawah hotel itu dengan di temani oleh sahabatnya sendiri, sedangkan Imel dan Anin berjalan di samping nya.

__ADS_1


Langkah Cristyal pun melambat karena gaun pengantin yang ia gunakan agak berat, hingga membuat ia susah berjalan, namun itu tidak membuat kecantikan nya memudar.


Mereka pun sampai di tempat pernikahan yang di dekorasi oleh Bian asisten pribadi Cristyal sendiri. Kevin menatap tidak berkedip pada kecantikan Cristyal saat ini.


Cristyal pun semakin mendekat pada Kevin yang sudah berdiri untuk menyambut sang ratu nya.


"Fokus kev, nanti masuk lalat mulut kamu" ujur Digo melihat mulut Kevin terbuka.


"Kamu ya" kata Kevin memukul tangan temannya.


Cristyal pun menerima uluran tangan Kevin, yang akan membawanya ke pelaminan tempat mereka akan mengikat janji suci.


Acara inti pun berjalan lancar dan sekarang Cristyal dan Kevin sudah resmi menjadi suami istri, dan sekarang mereka sedang duduk di kursi pelaminan mereka.


Karena acara inti sudah selesai, mereka pun kembali ke kamar nya untuk beristirahat karena malam nanti akan ada resepsi yang mungkin akan memakan waktu lama, dan pasti mereka akan capek berdiri menyambut tamu.


"Mas aku mandi dulu ya, gerah" ujur Cristyal.


"Silahkan, habis ini kamu tidur, malam nanti akan capek berdiri untuk menyambut tamu" ujur Kevin.


Dimana malam nanti para pembisnis akan datang, dan itu adalah undangan khusus dari Wijaya, Sharon dan Damara.


"Iya" sahut Cristyal berjalan ke kamar mandi.


Ia pun langsung menguyur tubuh nya dengan air, belum resepsi Cristyal merasa sudah sangat gerah sekali mengunakan gaun pengantin, apa lagi nanti ia akan mengunakan gaun pengantin ala India.


Setelah puas menikmati guyuran air yang turun dari shower, ia pun meraih handuk yang ada di kamar mandi.


Cristyal keluar dari kamar mandi, dan langsung mengambil pakaian nya yang ada di koper dan mengenakan nya.


Melihat Cristyal yang sudah selesai mandi Kevin pun beranjak dari tempat tidur nya. Ia pun ingin membersihkan dirinya.


Namun mata nya tidak sengaja melihat bagian bawah Cristyal yang hanya tertutup sedikit handuk, karena handuk yang di gunakan Cristyal hanya bisa menutupi bagian bawah nya sedikit saja.


Jika lelaki Kevin pun meronta, benda pusaka nya pun sudah berdiri tegak. Karena hal itu pernah ia lakukan, saat masih bersama Alona.


"Kev, mau apa" kata Cristyal kaget saat Kevin memeluknya dari belakang.


Bukan menjawab Kevin malah mencium leher Cristyal membuat Cristyal kegelian dan berusaha menjauh kan bibir Kevin dari leher nya.


Karena tidak tahan dengan perbuatan Kevin Cristyal pun meronta supaya pelukan Kevin terlepas dari tubuh nya. Bukan pelukan Kevin yang lepas tapi handuk yang ada di tubuh Cristyal yang terlepas dari tubuh nya.


Tanpa Cristyal sadari bahwa dia sudah tidak mengunakan apapun lagi, Kevin tersenyum melihat keindahan yang ada di matanya itu.

__ADS_1


Tanpa aba ia mengangkat tubuh Cristyal wanita yang sudah resmi menjadi milik nya itu.


happy reading


__ADS_2