Perjalanan Cinta, Antara Aku Kamu Dan Dia

Perjalanan Cinta, Antara Aku Kamu Dan Dia
Pendarahan


__ADS_3

Sampai di rumah sakit, Cristyal langsung di larikan ke ruangan UGD, dan Alona kembali menghubungi suaminya namun ponsel Kevin mati dan tidak bisa di hubungi.


"Kami dimana mas, apa yang kamu lakukan pada Cristyal" ujur Alona panik dengan kondisi Cristyal saat ini.


"Non, aku ke depan sebentar, bilang supir untuk menjemput nyonya Imel" kata asisten rumah tangga.


"Iya bik" sahut Alona.


Setelah satu jam, akhirnya ruangan UGD pun terbuka, dokter keluar dan menghampiri Alona yang sedang duduk di kursi tunggu.


"Apa keluarga pasien?" Tanya dokter pada Alona.


"Iya dik gimana keadaan nya Cristyal?" Tanya Alona balik pada dokter.


"Keadaan ibu Cristyal sudah mulai membaik, pendarahan sudah berhasil di hentikan, dan untuk janin nya ibu Cristyal sangat lemah, kami sudah memberikan obat penguat kandungan pada nya" kata dokter


"Cristyal hamil dok?" Tanya Alona.


"Iya, usia kandungan nya baru empat Minggu" ujur dokter.


"Terima kasih dok, sudah menyelamatkan mereka berdua" sahut Alona senyum.


"Jika suami ibu Cristyal datang, suruh dia menghadap saya" kata dokter pada Alona.


Alona hanya mengangguk, dan sekarang Alona paham apa yang terjadi tadi di kamar, dan kenapa Kevin minum dan mabuk.


Bahkan pria itu pergi tanpa ijin pada nya dan Cristyal, tidak lama Indra dan Imel pun datang. Dan di susul oleh Agatha dan James.

__ADS_1


"Apa yang terjadi?" Tanya Imel.


"Aku kurang tau bunda, tapi Cristyal pendarahan untung saja janin nya tidak kenapa-kenapa" sahut Alona.


"Cristyal hamil, berapa bulan?" Tanya Imel lagi.


"Empat Minggu bunda" sahut Alona lagi.


"Kevin mana?" Tanya James karena putra nya tidak ada di rumah sakit.


"Aku tidak tau yah" sahut Alona.


"Apa kamu tau apa yang di lakukan anak itu pada Cristyal?, Tidak mungkin ia bisa pendarahan seperti itu jika Kevin tidak melakukan hubungan intim, atau Cristyal terjatuh?" Tanya James.


"Maaf ayah, tadi saat Cristyal datang dari Kalimantan, mas Kevin memang masuk ke kamar mereka, setelah dua jam lamanya, baru ia keluar" sahut Alona.


Tidak lama Kevin pun datang, iya berjalan sangat santai menuju ruang rawat Cristyal, tidak ada panik sama sekali.


"Aku hanya melakukan hubungan intim saja, tidak lebih" sahut Kevin masih dalam mode marah.


"Dasar anak tak di ajar, kamu hampir saja membuat putriku dan anaknya kehilangan nyawa nya" ujur Indra langsung memukul Kevin, hingga darah segar mengalir dari hidungnya.


"Cristyal hamil?" Tanya Kevin menyeka darah dari hidung nya.


"Iya Cristyal hamil, dan kamu apakan dia?" Tanya James.


"Aku, melakukan hubungan intim dengan kekerasan" sahut Kevin jujur karena semua orang meminta kejujuran pada nya.

__ADS_1


"Kamu jahat mas, jika Cristyal dan calon anaknya kenapa napa, aku yang akan pergi dari kamu" kata Alona sambil menampar pipi suaminya.


Tanpa aba aba James menghajar Kevin dan ia tidak suka dengan sikap Kevin yang sudah berani melakukan kekerasan untuk hal yang belum ia ketahui kebenaran.


Kevin hanya terdiam dan tak membalas pukul dari ayahnya, ia tidak menyangka jika Cristyal telah hamil, dan tadi ia juga merasa kan jika badan istrinya itu panas, dan apa benar yang di kata Cristyal tadi.


Semua orang telah pulang ke rumah masing-masing, dan tinggal lah Kevin sendiri di rumah sakit, menunggu Cristyal yang belum sadar. Bukan Imel dan Agatha tidak mau menunggu Cristyal, tapi keduanya juga begitu marah dengan Kevin.


Dan tadi sebelum pulang mereka juga sudah melihat Cristyal, mereka meninggalkan Cristyal ada alasan, karena Alona tiba saja ngidam minta untuk di belikan rambutan yang memang bukan musim buah itu, dan pasti nya tidak akan ada.


Kevin pun bingung karena semua orang pergi, dan tinggal dia lah yang harus menjaga istri nya, sedangkan Alona sudah merajuk karena Kevin meminta orang lain untuk mencari buah yang bukan musimnya.


"Maaf kan aku sayang" ujur Kevin mengusap rambut Cristyal.


"Aku salah sama kalian, mungkin aku akan gila jika harus kehilangan kalian, aku tidak pernah berfikir dan mencari kebenaran terlebih dahulu sebelum melakukan tindakan" kata Kevin.


"Sayang bangun lah, maaf kan aku" ujur Kevin lagi.


Cristyal yang sempat membuka mata tadinya, kembali lagi berpura pura belum sadar, ia masih marah sama Kevin dan ia juga tidak percaya Kevin tega pada nya.


Hati Cristyal bergetar saat tau jika di perutnya sudah ada kehidupan, dan ia juga menangis dalam hati nya, ia bersyukur karena anaknya tidak kenapa-kenapa.


Sampai hari malam pun Cristyal masih saja berpura-pura belum sadar, hingga rasa kantuknya pun membuat nya tertidur, begitu juga dengan Kevin ia tertidur pulas dan melupakan permintaan Alona yang menginginkan buah rambutan.


Pagi menjelang Cristyal pun bangun dari tidur, ia melihat jika ruang rawat nya sedang kosong, ia pun bangun dan mengambil air untuk ia minum.


Karena Kevin masih di kamar mandi ruang rawat nya, Cristyal pun pergi dari ruang rawat nya, dengan membawa beberapa uang milik suaminya.

__ADS_1


Cristyal takut Kevin kembali melakukan hal yang tidak baik untuk nya dan calon anaknya, hingga wanita yang sedang berbadan dua itu pun pergi, ia sudah tidak percaya lagi dengan Kevin, dan ia juga takut jika Kevin kembali menanyakan masalah Dimas yang melakukan skin to skin pada nya.


happy reading


__ADS_2