
Randy dan Filla
Saat Randy mengambil motornya ke tempat dimana dia memarkirkan motornya tadi pagi, dia meminta Filla untuk menunggunya di dekat gerbang yang tidak jauh dari tempat motornya terparkir.
Filla yang menunggu Randy, dia sambil memainkan hp nya.
Sekedar menyibukkan diri agar tidak bosan menunggu walaupun hanya sebentar.
Awalnya hanya sekedar, hingga dia pun menaruh fokus pada hp nya.
Dan tanpa dia sadari Randy dengan motornya sudah berada tepat di sebelahnya.
Randy pun menyodorkan helm untuk Filla, karna dia hanya membawa satu helm.
Dan dia merasa sebaiknya wanita yang akan duduk di boncengannya inilah yang lebih baik memakai helm tersebut.
"Untuk keamanan dan juga menghindari kepala wanita itu dari panasnya matahari di siang hari ini", pendapat Randy, Dia tidak ingin wanita ini kepanasan.
Namun Filla tidak mau menerima helm pemberian Randy.
Dan dia malah mengatakan jika sebaiknya Randy lah yang menggunakan helm tersebut.
Karna tidak ada satupun dari mereka yang mau mengalah untuk memakai helm tersebut.
Randy pun meminta Filla untuk memegang helm itu saja, setidaknya biar adil.
Randy mendapat motor sportnya ini dari pemberian orang tuanya ketika dia naik kelas tahun kemarin.
Seperti umumny motor sport, dimana mengharuskan orang yang duduk di bangku boncengan akan sangat dekat dengan pengemudinya bukan.
Begitulah Filla saat ini, dia sangat dekat dengan Randy saat di boncengan. Tubuh belakang Randy hampir menempel dengan Filla.
Randy, tipe laki-laki yang sangat sulit untuk bangun pagi.
Beberapa kali dia bahkan ketahuan sedang tertidur di kelas saat jam pelajaran berlangsung.
Paling sering di jam pelajaran terakhir saat menjelang bell pulang sekolah.
Tidak jarang pula dulu dirinya terlambat.
Tapi bukan itu yang menjadi alasannya meminta motor sport, tapi dia minta dibelikan motornya ini, karena letak rumahnya yang jauh. Jadi supaya engga terlambat harus bawa motor sport, lagipula temannya yang lain banyak yang sudah memakai motor sport ke sekolah.
Itulah alasan Randy pada orang tuanya, sehingga orang tuanya pun membelikannya sebagai hadiah atas kenaikan kelas Randy.
Filla tau kebiasaan Randy.
Untuk menghindari keterlambatannya, Randy selalu melajukan motornya dengan kecepatan yang gila.
Ya, Randy dan Ade memang terkenal suka tancap gas di jalanan.
Memikirkan hal itu, Filla memegang jaket kulit yang dipakai Randy dengan kuat, sampai jaket itu terlihat kusut.
Filla memegangnya di bagian pinggang Randy, mungkin nyaris seperti memeluknya dari belakang sambil berharap jika Randy tidak tancap gas kali ini.
__ADS_1
Setidaknya jangan saat ini, saat dirinya sedang duduk di bangku boncengan.
Randy tersenyum senang dengan tindakan Filla tersebut.
"Ya, sebaiknya memang kencangkan peganganmu.
Atau bisa saja kau terjatuh kebelakang nanti." kata Randy sambil tertawa.
Mendengar itu mata Filla mendelik tajam, membayangkan bagaimana dirinya nanti.
Sejujurnya, perlakuan Filla ke Randy tidaklah jauh berbeda dengan perlakuannya ke Ade. Namun dia tidak tau bagaimana perasaannya yang sebenarnya, dia juga sadar saat bersama Randy ada rasa nyaman di hatinya.
Di perjalanan awalnya mereka hanya diam, menikmati pepohonan dan jalanan yang bergerak berlawanan dengan mereka.
Merasa bosan dengan keheningan, Filla pun mencoba memecah kebisuan ini.
Dia teringat akan tujuannya yang sebelumnya. Tujuan untuk mengenal Ade lebih dekat lagi lewat Randy.
"Apa benar tipe wanita yang disukai Ade sepertiku Ran?" tanya Filla
"Hemm..." jawab Randy yang mulai tak suka arah pembicaraan ini.
Namun Filla tidak begitu paham dengan ketidaksukaan Randy saat ini, dan terus melanjutkan pertanyaan pertanyaan yang semakin membuat Randy bosan, jengah, dan muak karena nya.
Selain Randy yang mungkin cemburu, alasan atas ketidaksukaannya yaitu karena pertanyaan yang sama terus di lemparkan Filla padanya.
Siapa coba yang bisa tahan jika diberi pertanyaan yang sama terus-menerus.
Pertanyaan yang keluar dari mulut wanita yang kamu sukai namun bertanya tentang laki-laki lain.
Tanpa mendengar apa isi pertanyaan itu, dia tidak peduli dan dia juga tak ingin mendengar apapun dari Filla saat ini.
Karna merasa Randy tidak serius saat menjawab pertanyaannya, Filla pun kesal dan beberapa kali memukul punggung Randy pelan dan menyubit pinggangnya tanda dirinya marah.
Randy yang diperlakukan seperti itu tetap tidak bergeming sedikitpun, dan tetap konsisten untuk tidak menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan padanya sesuai dengan keinginan dari orang yang bertanya tersebut.
Randy tiba-tiba menghentikan motornya, dan meminta helm yang sedari tadi dipegang oleh Filla.
Dia ingin memakai helm tersebut untuk menghindari pertanyaan yang terus keluar dari mulut Filla.
Dan juga untuk berjaga-jaga, jika nantinya Filla jadi emosi dan sampai memukul kepalanya karena kesal.
"Hahaha, lebih baik aku mencegah kemungkinan itu terjadi kan," pikir Randy dalam hati.
Sejenak mereka saling diam, tanpa ada yang tau isi pikiran mereka masing-masing
Menciptakan suasana yang tenang dan damai bagi Randy, karna tidak lagi mendengar pertanyaan tentang sahabatnya Ade yang keluar dari mulut Filla.
Tapi tidak berapa lama ke tenangan itu ada, Filla sudah bertanya lagi tentang hal yang sama.
Mendengar itu tentu Randy sudah benar benar bosan dan sangat muak.
"Bisakah kau hentikan pertanyaan tidak berguna mu itu?"
__ADS_1
"Tau kah dirimu aku tidak suka mendengarnya?"
"Tau kah dirimu kalau aku menyukai mu?"
"Jadi berhentilah menanyakan lelaki lain dihadapanku !!"
"Terlebih pertanyaan yang sama !!",
ucap Randy pelan namun dengan getaran emosi" (Randy menjawab semua itu tanpa dia sadari).
Mendengar jawaban Randy, membuat Filla seketika terdiam.
Dia belum memahami apa maksud perkataan Randy.
Tapi satu hal yang dia tau, Randy saat ini sedang marah denganya.
Karna walau kata-kata itu diucapkan secara pelan, tapi jelas terdengar ada nada ketidaksukaan disana.
Sepanjang perjalanan mereka berdua hanya diam, Filla pun sudah tidak ingin bertanya apapun lagi.
Karna sadar jika Randy marah padanya tanpa tau apa maksud perkataan Randy tadi.
Sesampainya di rumah Filla.
Randy memilih untuk langsung pulang, walaupun sudah ditawari untuk singgah oleh pemilik rumah (ibu Filla).
Randy mengucapkan kata maaf kepada wanita yang tadi duduk di boncengannya.
Pelan namun jelas terdengar sangat tulus.
"Maaf untuk kata kata ku tadi. Aku tak bermaksud begitu," kata Randy.
"Aku juga minta maaf ya, aku mungkin terlalu bersemangat tanpa sadar mengulang-ulang pertanyaanku hingga membuatmu kesal," balas Filla.
Setelahnya Randy pamit dan melajukan motornya perlahan-lahan hingga ia ngebut di jalanan seperti biasa yang dia lakukan.
Sambil terus memikirkan semua yang baru saja terjadi antara Dia dan Filla di atas motornya ini.
}~•~•~•~•~•~{
Sampai disini author ceritanya untuk eps ini.
Awalnya mohon maaf karena terlambat untuk update. Dimana yang seharusnya pagi.
Untuk nama Randy
Maaf jika di eps sebelum-sebelumnya banyak kesalahan, dimana terkadang author menulis Rendy terkadang Randy. Hal itu karna author ingin menyamarkan nama tokoh.
Tapi sepertinya mulai sekarang dan selanjutnya author memakai nama Randy
Jangan lupa tinggalkan jejaknya Like, Comment, dan Rating bintang 5* yaa
Dan Jika suka boleh bantu vote. . .
__ADS_1
Hepi reading. . . . .
Maaf jika ada salah penulisan🙏🙏🙏