Perjalanan Cinta Randy

Perjalanan Cinta Randy
Episode 14


__ADS_3

Waktu Bersama


Randy ternyata mengajak Lasni ke sebuah mall di kota itu. Berjalan bersama tapi tidak terlihat akrab.


Karna Randy hanya membolehkan Lasni berjalan di sebelahnya tanpa pegangan tangan dan tanpa bicara.


Walaupun Lasni berusaha untuk bersuara, dia hanya akan di tatap oleh Randy. Tatapan menusuk seakan mewakili kata "Diamlah!!! "


Randy berdiri di barisan pengantri untuk membeli 2 tiket untuk mereka, sementara Lasni hanya di tinggalkannya begitu saja di tempat tunggu.


Randy memang membeli 2 tiket, tapi dia hanya membeli satu cup coffee dan satu box popcorn untuk menemaninya saat menonton nanti. Tanpa memperdulikan Lasni...


*Randy ini termasuk orang yang cukup uang tanpa kekurangan. Tapi dia memang tidak peduli kepada sekitar...


Dan alasannya mengajak Lasni bukan karna dia menyukai atau apapun.


Tapi karna dia tak ingin terlihat sendiri saat masuk dan keluar bioskop.


Terlebih dia merasa sedikit bersalah tentang kejadian tadi di ruangan saat mereka menunggu anggota seksi acara lainnya.


Karna Randy pergi meninggalkan Lasni sendirian di ruangan itu*...


Saat ini Randy kuliah dengan fasilitas yang sederhana. Bahkan untuk berpergian kemanapun dia harus naik angkutan umum atau dengan Gojek / Grab.


Karna orang tuanya, terutama mama nya tidak memberi ijin jika Randy membawa motor sport nya.


Beberapa kali sampai ke telinga orang tuanya jika Randy sering melajulan sepeda motornya dengan kecepatan diatas rata-rata. Memberikan kepanikan tersendiri bagi orang tua.


Namun untuk keuangan, dia sangat dicukupi oleh orang tua nya.


Setelah mendapatkan tiket tersebut, dan makanan serta minumannya, Randy mendatangi Lasni dan memberikan kedua tiket tersebut kepadanya.


Sebenarnya Lasni bingung,


"kenapa juga tiketnya dikasih ke aku? Dia bahkan tak memberitahu ku jika kami ingin nonton dan parahnya lagi dia memilih film tanpa bertanya padaku."

__ADS_1


"Dan apalagi ini, kuliat dia hanya membawa satu cup coffee dan satu box popcorn, apa dia mau kami kongsi berdua atau itu hanya untukku sendiri. Ah tak mungkin Randy memberi itu untuk ku sementara dia tidak makan dan minum nanti."


"Tapi dia akan sangat keterlaluan jika membawa ku nonton tapi tidak membelikan ku makanan apapun, parahnya lagi dia hanya membeli untuknya sendiri*."


Tapi dengan berusaha dia mengabaikan semua pertanyaan di kepala nya. Dia menerima tiket yang di serahkan Randy, dan mereka berdua menuju ke dalam room karna sebentar lagi film nya juga akan dimulai.


Randy duduk di bangku paling pinggir rapat dengan dinding, sementara Lasni tepat di sebelah kirinya.


Sambil menunggu film akan dimulai, Randy memakan popcorn yang tadi di belinya.


Dan Lasni yang mencoba berpikir positif, berpikir bahwa Randy tak sejahat seperti yang di dalam kepalanya tadi.


Tanpa bertanya, dia mengambil beberapa popcorn dari box nya yang dipegang Randy di atas telapak tangannya.


"Heyy, kalau mau belilah. Itu kakak itu menjual popcorn ini, bantulah dia untuk cepat menghabiskan jualanannya." kata Randy


Karna seperti biasa, sebelum film dimulai, tentu banyak pelayan yang menjual makanan dan minuman untuk para penonton yang tidak sempat atau lupa membelinya saat diluar tadi.


Mendengar itu Lasni mendelikkan matanya, namun hal itu tak di tangkap oleh mata Randy, karna kondisi pencahayaan yang gelap.


Lasni pun memanggil kakak penjual yang tak jauh darinya.


Lasni sebenarnya bukan cewek yang suka makan, dan juga Randy belum pernah melihatnya meminum coffee, walaupun itu coffee yang terasa manis sekalipun.


Lasni juga sebenarnya menyesali pesanannya itu, karna selain harus bayar mahal dia juga tidak yakin dapat menghabiskan semuanya.


Sementara dirinya merupakan anak rantuan, yang jauh dari rumah dan orang tua.


Lasni tingggal di pulau sebut saja X, dan saat ini dia sedang melanjutkan pendidikannya di medan tepatnya universitas yang kita sebut saja Z. .


Yang mengharuskannya untuk berhemat jika tak ingin kekurangan uang di akhir bulan.


Tapi karna kesalnya dengan sikap Randy, hingga dia terbawa emosi.


"Ternyata aku salah menilainya, dia tukang makan." pikir Randy dalam hati.

__ADS_1


Selama menunggu pesanan datang, Lasni tampak tak mau ada percakapan diantara mereka.


Karna dia sangat kesal pada laki-laki di sebelahnya saat ini. Dia bahkan tak mau menatapnya...


Dan saat pesanannya datang, dia melirik Randy sekejap. Seakan menunjukkan aku juga punya makanan ku sendiri. Lebih besar dan lebih banyak. "kata Lasni dalam hati"


Tapi bukannya senang, malah Lasni mungkin terlihat lebih kesal.


Karna sedari tadi Randy tak melihat ke arahnya, atau barang sekejap hanya untuk melirikku saja dia tidak ada.


Karna Randy malah melihat trailer film yang akan tayang...


"Aku tak akan mauuu kau ajak pergi lagi kemanapun setelah ini, walau kau ajak aku ke tempat yang baguss sekalipun, atau bahkan surga sekalipun. Jika denganmu aku tak kan mau." batin Lasni


Merasa berdebat dengan pikirannya merupakan hal yang tak berguna, akhirnya Lasni mencoba fokus dan menunggu film yang sebentar lagi akan dimulai, dengan santai dia makan dan minum pesanan nya.


•~•~•~•~•~•


Sorry telat update ceritanya. Karna berhubung sinyal author lagi ga baguss, dan authornya juga kurang semangat ini hari.


Jadinya nya telat update.....😅


Maafkan alasan author yang ***********


Oke selamat baca ya, semoga suka.


Author ga pelit, cuman ga peka aja.


Lagian Lasni juga bukan siapa siapa author. Jadi kan ga harus di traktir makan juga, tiket nonton 🎫 aja cukuplah 😅😅😅😅


Jangan lupa tinggalkan Like, comment, and ratingnya.


Jika suka sama ceritanya, tolong bantu vote novelnya ya...


NB:

__ADS_1


maaf untuk kesalahan kata yang mungkin ada di dalam penulisan cerita.....


HEPIII READING 🙌🙌**


__ADS_2