Perjalanan Cinta Randy

Perjalanan Cinta Randy
Episode 16


__ADS_3

Malam


Setelah perpisahannya dengan Lasni, dia pun langsung pulang ke kosnya.


Di kos sudah ada Yadi, Wawan dan Dony yang sedang berkumpul di kamar Dony.


Mereka tinggal bersama di kosan yang sederhana ini, namun dengan kamar yang berbeda.


Disini mereka saling berbagi baik itu makanan maupun cerita dan masalah yanh mereka hadapi.


Randy sebenarnya sudah di suruh oleh orang tua nya untuk pulang ke rumah dan tidak usah mengekos lagi.


Karna rumahnya juga tidak lah terlalu jauh dengan kampus, terlebih jika membawa sepeda motornya tentu tidak akan terlambat.


Tapi bagi Randy, disini dia bisa tumbuh menjadi sosok yang lebih dewasa lagi dalam berpikir, dan dia juga merasa lebih bebas.


Walaupun dia tidak di ijinkan membawa sepeda motornya.


Ketiga temannya itu menanyakan darimana saja dirinya seharian ini, kenapa setelah makan siang tadi langsung menghilang dan menjelang malam baru pulang.


"Aku habis keluar, jalan sama temen. Cuman nonton gadak yang lain." jawab Randy tanpa memberitahu siapa taman jalannya seharian ini.


"Eh, nonton. Bareng cewek loe ya" Dony.


"Sudahlah" Randy tak ingin menjawab pertanyaan tersebut dan berlalu ke kamarnya.


Di kamar,,, Randy hendak mandi, membasuh seluruh tubuh yang sudah tampak kusam dan begitu banyak kotoran yang menempel.


Tapi dia menyempatkan diri untuk mengirim Whats Apps ke Lasni.


"Las, kamu udah sampai ke kos?" tanya Randy.


Beberapa menit dia menunggu, tapi tak kunjung ada jawaban.


Randy pun meletakkan handphone nya dan masuk ke kamar mandi.


Dikamar mandi dia teringat akan kejadian hari ini.

__ADS_1


Dirinya seharian menghabiskan waktu bersama Lasni.


Jujur dirinya merasa nyaman saat di dekatnya. Tersenyum kecil saat mengingat Lasni yang memesan popcorn ukuran besar dan dua minuman. Mengingat tubuh Lasni yang bisa dikatakan kecil jika dibanding dengan ukuran tubuh teman wanita sekelasnya yang lain.


"Tapi kenapa ya dia memesan ukuran yang besar dengan dua minuman pula?"


Padahal kukira dia tak banyak makan, mengingat perawakannya yang langsing namun tak terkesan kurus."


Terlebih, dia bahkan tak sampai setengah menghabiskan makanannya." batin Randy.


Randy tak menyadari kalau Lasni tadi sangat merasa kesal dengannya, dan menganggap jika dirinya itu sangat pelit terhadap orang lain tanpa terkecuali untuk wanita.


Sehingga Lasni menunjukkan jika dirinya bisa membeli yang lebih lagi, walaupun biaya untuk di akhir bulan nanti dalam bahaya.


Selesai mandi dan berpakaian, Randy mengecek hp nya. Memastikan apakah pesannya sudah ada balasan dari Lasni.


"Aku udah sampai, kenapa?"


"Apa kau mau minta ganti uang tiket dan Grab mu tadi iya?" jawab Lasni kesal...


"Aku hanya ingin memastikanmu jika sampai dengan selamat, hanya itu"


"Iya, aku salah. Kau orang yang sangat baik, jadi terima kasih untuk hari ini" balas Lasni yang sebenarnya sudah emosi dengan pengakuan dari Randy jika dirinya tidaklah jahat.


"Aku sebenarnya mau mengajakmu makan, karna tadi juga kita tidak ada makan kan?"Randy


"Tidak terima kasih, makanlah kau sendiri sana" Lasni


"Tapi aku tadi berniat meneraktir mu. Apa kau betulan gamau?" Randy.


Mendengar kata di traktir, Lasni lantas senang. Karna uang makan malamnya bisa disimpan. Terlebih tadi dia sudah banyak menghabiskan uangnya.


"Baiklah, kau memang harus meneraktirku, jadi jam berapa dan makan dimana."Lasni


"Sekarang kita jumpa di depan, aku mau makan nasi soto di depan simpang depan kos."Randy.


"Oke, otewe"beginilah seharusnya memang. sudah sewajarnya cowok yang membayari cewek. Hahaha siapa suruh tadi membuatku menghabiskan uang makan ku," batin LasniπŸ™€πŸ™€πŸ™€

__ADS_1


Setelah selesai percakapan dengan Lasni, dia pun bergegas memakai pakaian. Agar wanita yang akhir akhir ini membuatnya nyaman. tidak. terlalu lama menunggu.


Randy bisa merasa nyaman berada di dekat Lasni karna menurutnya wanita itu sabar, dan pintar dalam belajar, hal ini diketahui dari caranya belajar di kelas.


#Setelah mereka sampai di tempat makan


"Maaf aku tadi tak mengajak mu makan ya."Randy


"Engga apapa, biasa aja Ran." kata Lasni seakan dia tidak pernah marah pada Randy. padahal kenyataannya.πŸ˜‘πŸ˜‘πŸ˜‘πŸ˜‘


Malam ini Randy beberapa kali ketahuan jika dirinya memperhatikan wajah wanita yang menjadi temannya makan malam ini.


Dan orang yang menangkap kejadian itu tentu saja Lasni.


Tatapan mereka beberapa kali jumpa pada satu titik, dan tak lama saling berpaling dan menyisakan senyum di keduanya.


Baginya sosok Randy pada malam ini berbeda dengan laki laki yang selama ini dikenalnya, bahkan sangat berbeda jika dibandingkan dengan laki laki yang bersamanya tadi sore.


Orang yang sama tapi terasa berbeda.


Tidak terlalu dingin dan pendiam.


Bahkan tak jarang Randy mengajaknya bicara di sela sela makan mereka.


β€’~β€’~β€’~β€’~β€’~β€’


Up eps nya kali ini segini aja. Kan heran kan kok bisa Randy nya berubah berubah.


Authornya jugak bingung, kok bisa kadang kek ngajak berantem kadang baik ke Lasni dulu.


Ikutin aja ceritanya ya.


Jangan lupa tinggalkan Like, comment, and rating 5* nya yaa.


Kalau suka bantu vote nya yaa.😁😁😁


NB:

__ADS_1


Mohon maaf jika ada kesalahan kata dalam penulisannya sehingga pembaca merasa bingung yaaa.


#PEMULA


__ADS_2