
Suasana Kantin
Di kantin, tidak jarang Ade dan Randy saling tatap.
Bukan tatapan seorang teman yang hangat, dan tidak juga tatapan benci benci terhadap musuh.
Entahlah, tatapan itu sangat sulit untuk diartikan.
Teman-teman mereka yang lainnya bisa menyadari suasana diantara Randy dan Ade saat ini.
Terutama teman yang sudah akrab dengan mereka berdua.
Tedi, dia adalah salah satu teman yang palinh akrab dengan Ade dan Randy.
Karna Ade, Randy, dan Teddy mereka sudah berteman sejak SMP.
Dan pertemanan Tedi dan Randy sudah terjalin sejak anak-anak.
Randy seakan ingin terus melanjutkan keinginannya.
Keinginan supaya Ade tidak mempermainkan perasaan Filla.
Perasaan dari seorang wanita, yang saat ini sudah di sadari olehnya, jika dia juga menyukai sosok wanita itu.
Namun Ade, dia seorang laki-laki yang tidak pernah serius dalam menjalani hubungan percintaanya dan dia selalu merasa bisa mendapatkan wanita manapun yang dia mau.
Ade yang selalu menganggap wanita hanya sebatas mainan baginya.
Saat melihat sikap Randy seperti sekarang, Ade merasa ada yang mengganggu mainannya, walaupun itu adalah temannya sendiri.
Setelah menghabiskan makan siang, tidak lama kemudian bell sekolah berbunyi.
Yang menandakan sebentar lagi kegiatan belajar-mengajar akan segera dimulai.
Dan siswa/i semuanya pun berhamburan menuju ke kelas masing-masing.
Ade, Tedi, dan Randy yang biasanya selalu jalan bersama, untuk saat ini seakan jalan mereka terpisah.
Tedi tidak tau apa masalah yang terjadi diantara kedua temannya ini.
Namun dia sudah menyadari jika ada masalah diantara kedua temannya ini tapi dia memutuskan untuk tidak ikut campur dan menjaga jarak untuk kedua temannya ini.
Karena menurutnya dengan menjauhi keduanya merupakan pilihan yang terbaik untuk saat ini, dia berharap Randy dan Ade bisa menyelesaikan masalah mereka sendiri.
Sepulang sekolah, Randy menunggu Ade.
Ya, dia merasa pembicaraan diantara mereka belum selasai.
Dan pertemanan mereka juga seakan merenggang saat ini.
Randy tau, jika saja dia tidak mencampuri urusan temannya itu, tentu saja tidak akan seperti ini.
Terlebih lagi dia sudah cukup mengenal sifat dari Ade.
Ade yang sudah tau jika dirinya sudah di tunggu, dia hanya menatap Randy.
Seolah bertanya "Mengapa kau menungguku disini?"
__ADS_1
"Apa kau ingin menbahas yang tadi?"
"Apa kau juga menyukainya?" pikir Ade dalam hati.
Randy, "De, mampir ke cafe bentar kita ya"
Ade, "Oke Ran, tapi gue engga bisa lama-lama ya. Soalnya sore kan gue ada urusan gitu".
Randy, "Iya aman itu, cuman bentar. Ngabisin segelas minuman aja kita."
Mungkin mereka masih anak SMA, dan mungkin kita menilai mereka terlalu dewasa untuk seumuran mereka.
Tapi sesungguhnya, bukan itu yang menjadi pikiran terbesar diantara keduanya. Melainkan, mereka lebih memprioritaskan pertemanan mereka.
Randy dan ade tidak ingin pertemanan mereka menjadi hancur hanya karena masalah wanita.
Dan percayalah, di dalam pikiran keduanya saat ini sudah ingin mengalah dan mengaku salah demi ikatan pertemanan yang sudah mereka jalani sejak SMP.
¤ Sesampainya di Cafe X
Setelah memesan minuman masing-masing.
Keduanya hanya diam, dan saling menunggu satu sama lain.
Ini karena masing-masing dari mereka sudah merasa tidak enak dan sebaiknya meminta maaf duluan, namun tidak tau bagaimana cara untuk memulainya.
Sampai akhirnya Randy memulai pembicaraan terlebih dulu.
Randy, "De, maaf gue udh nyampuri urusan loe.
Pasti lo sekarang engga suka kan liat gue karna ini kan.
Seperti yang udah sering loe lakuin. Terutama ini Filla, dia cewek.yang baik-baik De, jangan sampai loe nyesel nantinya," kata Randy.
Ade, "Ran, gue yang salah.
Sifat gue yang engga pernah mikirin hati dari cewek-cewek yang gue permainkan.
Dan loe memang sahabat gue yang peduli sama gue ya.
Loe bahkan mau ngigetin gue dan bahkan negur kesahalan gue ini, walaupun loe tau kalau gue orangnya keras kepala.
Loe kan kenal gue gimana. Sejak SMP Ran kita udah sama-sama.
Maafin gue ya," kata Ade dengan tulus.
Randy, "Bukan gitu De, gue cuman ngerasa kasian sama cewek-cewek yang patah hati akibat loe mainin De.
Tapi gue lebih baik tutup mata sama itu semua.
Asalkan pertemanan kita engga hancur De.
Gue janji engga bakal nyampurin urusan pribadi loe lagi De," balas Randy.
Ade, "Hahaha, jadi lo udah engga peduli lagi ke gue ya.
Loe gamau ngingetin gue kalau gue salah. Teman macam apalo Ran?
__ADS_1
Gini Ran, disini gue yang salah, jadi gue yang minta maaf sama loe.
Sekarang gantian, gue yang nanya sama loe ya, bisa?"
Randy, "Nanya apa De?"
Ade, "Sebenarnya kenapa loe bisa segitu pedulinya ke Filla, padahal dari dulu gue perhatiin, Loe ga segininya menanggapi perbuatan gue ke cewek-cewek yang jadi pacar gue.
Cewek yang cuma jadi mainan gue.
Apa loe sebenarnya suka sama Filla ya?".
Randy, "apaan coba pertanyaan gitu, engga gitu De". (dengan agak terburu-buru menjawab Ade, tampak jelas dia terkejut mendengar pertanyaan itu).
Ade, "Udahlah Ran, gue tau dan gue kenal sama loe.
Toh kalau loe suka sama Filla malah bagus kan. Jadi loe bisa jagain dia dari orang-orang kayak gue Ran.
Gue rela ngelepas Filla dengan senang hati. Kan loe juga tau, kalau gue ngedeketin dia karna gua ada maksud dan tujuan, bukan karena gua suka samanya.
Jadi sekarang gue mau lo jujur sama perasaan loe, kenali perasaan loe yang sebenarnya.
Gue bakal bantu lo dapatin Filla," kata Ade mantap.
Randy hanya diam mendengar kata-kata Ade barusan.
Kata-kata yang keluar dengan lugasnya, dan dia sudah tidak tau akan berkata apa lagi.
Melihat Randy yang sudah terdiam, Ade pun memutuskan untuk mengakhiri pembicaraan ini. Dan membiarkan temannya ini untuk mengenali perasaannya sendiri saat ini.
Tentang perasaannya terhadap Filla.
Udah jam segini Ran, loe masih mau disini sampe sore atau kita cabut bareng sekarang?, tanya Ade.
"Iya pulanglah, ngapain gue disini sendirian," Randy.
Setelah mereka membayar minuman. Randy dan Ade pun pulang ke rumah mereka masing-masing.
Sedikitpun Randy tidak mengira jika Ade akan berkata seperti tadi.
Ade mengalah padanya dan mengaku jika dirinya sudah salah karna mempermainkan perasaan wanita selama ini.
Saat ini, dia senang karena sahabatnya sepertinya sudah mulai berubah.
Terlebih lagi, dia juga tau kalau Ade mendukung dirinya untuk mendekati Filla. 😁
}~•~•~•~{
Segini dulu ceritanya, next episode ceritanya lebih fokus ke perjuangan Randy dekat dengan Filla.
Dan apakah Randy berhasil atau tidak mendapatkan Filla?
Author mohon supaya para pembaca menantikan ceritanya ya.
Bantu author dengan Support dari pembaca lewat Vote dan Like serta Komen sehingga author dapat memperbaiki karya ini. Sehingga tulisan dan cerita ke depannya lebih baik dan menarik.
Salah Damai dari Author untuk pembaca semua.
__ADS_1
HEPIII READING. . .