
Ingatan
Disuatu tempat, Randu duduk dengan segelas coffee menemaninya. Menenangkan diri setelah dirinya meninggalkan Lasni di ruangan tadi sendirian.
Dia sebenarnya bukan lah orang yang terbiasa menikmati coffee, tapi semenjak kuliah, dengan tugas yang sering kali menumpuk dan mengharuskannya untuk tidur sampai larut malam sehingga dia mulai terbiasa meminum coffee.
Efek coffee yang mengilangkan rasa kantuknya dan tetap membuatnya terjaga memang sangat cocok bagi anak kuliahan yang malas mengerjakan tugasnya di kala hari masih siang.
Seteguk coffee berhasil masuk lewat mulutnya, melintasi kerongkongannya dan berakhir di perutnya.
Sambil melepas khayalannya terbang, teringat kejadian dulu yang pernah dialaminya.
Kejadian yang menjadi alasan mengapa sifatnya menjadi seperti saat ini. Sifat dingin, cuek, dan tidak peduli dengan sekitar, bahkan dia selalu merasa jengah jika berada di dekat orang lain, terutama pada wanita.
Kejadian itu terjadi tepat 2 tahun yang lalu.
Di masa SMA dulu, dimana kebanyakan orang akan mengatakan jika masa SMA merupakan masa yang paling indah.
Masa dimana kita mengenal cinta, masa dimana tiada tugas berat yang harus membebani, masa dimana terdapat banyak teman. Hanya ada kenangan indah dan manis di SMA untuk kebanyakan orang.
Namun sayang, masa SMA Randy harus dia lalui dengan pengalaman yang tidak demikian. Terutama untuk kisah cinta nya.
Kisah yang dia tidak inggin untuk mengingatnya lagi, tapi sulit pula untuk melupakannya.
Pada saat dia duduk dibangku kelas XI.
Randy belum pernah sama sekali mengenal apa itu pacaran.
Yang dia tau dari teman-temannya, jika pacaran itu adalah saat-saat yang indah dimana temannya akan memberikan kasih sayangnya hanya pada seorang wanita yang menjadi pacarnya, bahkan tidak jarang sampai melupakan teman hanya karena pacarnya.
Saat dimana banyak waktu dihabiskan bersama, menjalani berbagai kegiatan. Mau itu hal penting hingga yang tidak penting sekalipun.
Hanya sebatas itulah Randy mengenal apa itu pacaran, apa itu cinta tanpa pernah sekalipun merasakannya ataupun mencoba untuk memahami rasa itu.
Rasa yang sama yang di nikmati oleh rata-rata temannya.
Namun pada saat XI ini, dia ada dekat dengan seorang siswi pindahan dari sekolah lain, sebut saja SMA X.
Saat itu wali kelas menyuruhnya duduk di bangku kosong yang berada tepat di depan bangku Randy.
__ADS_1
Awalnya Randy biasa saja menanggapi kehadiran siswi baru ini, ya semua berjalan dengan sekedarnya seperti berkenalan dan berbagi nomor whats apps untuk di masukkan ke dalam grup kelas.
Siswi baru itu bernama Filla, berparas manis dengan warna kulit yang eksotis, pintar, dan mudah bergaul, seperti itulah penilaian Randy padanya.
Karna tempat duduk mereka yang beredekatan, jadi sering kali Filla mengajak Randy berbicara padanya.
Filla tidak tau jika Randy ini tidak terbiasa terlibat percakapan dengan orang yang baru dia kenal, terlebih pada perempuan.
Namun, karena terlalu seringnya Filla begitu hingga akhirnya Randy mulai terbiasa.
Randy pun tidak begitu menjaga jarak dengan perempuan yang satu ini. Karena walau bagaimana pun mereka duduk berdekatan, ditambah lagi perempuan itu tukang bicara dan banyak nanya nya.
Di suatu hari, Ade yang merupakan teman Randy sudah sejak dari SMP bertanya perihal Filla.
Pertanyaan-pertanyaan yang menyiratkan jika dia menyukai perempuan yang duduk tepat di depan Randy itu.
Awalnya Randy membantu, dan tidak ada masalah untuk itu.
Randy bahkan rela pindah dari bangkunya saat Ade melancarkan usahanta. Usaha untuk mendekati Filla.
Randy juga sering dimintai tolong oleh Ade untuk bertanya pada Filla, tentang bagaimana penilaian dari perempuan terhadap dirinya.
Randy sudah sangat mengenal bagaiman sifat Ade.
Sifat seorang playboy, ya itulah yang dapat di sematkan pada diri temannya itu.
Dengan postur tinggi, wajah tampan, kulitnya yang putih sehingga tidak sulit baginya mendapatkan wanita yang dia suka.
Ditambah lagi satu hal yang menjadi poin pentingnya, yaitu kata-kata yang keluarkan dari mulutnya sangatlah manis dan indah jika di dengar oleh wanita manapun, walaupun jika yang mendengar itu seorang laki-laki, pastilah laki-laki itu akan geram mendengar kata-kata manis yang seakan menjebak setiap wanita yang mendengarnya.
Ade dan Filla pun mulai sering bersama, makan, jalan, pulang, bahkan sering belajar bersama.
Sangat dikenal baik oleh Randy tentang temannya itu. Dan belajar bukanlah hal yang masuk dalam kategori disukai oleh Ade. Bahkan beberapa kali tugas sekolah miliknya tidak dia kerjakan.
Tapi melihat perubahan yang ada pada Ade itu, dia sedikit merasa senang.
Rasa senang karna temannya ini sepertinya berubah ke arah yang lebih baik menurutnya, dan semua itu berkat Filla tentunya, pikir Randy
Namun antara sadar atau tidak sadar, dia sedikit merasa kesal, rasa kesal yang dia sendiri juga tidak tau kepada siapa perasaan itu dia tujukannya.
__ADS_1
Yang jelas dia merasa kesal saat melihat kebersamaan Ade dan Filla yang semakin hari semakin dekat.
Tapi untuk alasannya dia tidak tau kenapa.
Di suatu hari tepatnya Minggu pagi-pagi, saat akhir pekan tentunya libur. Tidak ada kegiatan di sekolah, dan banyak anak muda yang biasanya bangun pagi karna harus pergi ke sekolah, namun di hari ini seakan serentak untuk menambah jam tidur.
Filla menelpon Randy lewat Whats apps.
Hal yang sangat jarang terjadi, terutama saat Ade dan Filla sudah dekat akhir-akhir ini.
Dengan rasa kantuk yang masih melekat jelas di matanya dia mencari keberadaan benda yang bergetar itu, dan timbullah rasa penasaran muncul di benaknya.
Tentang apa yang diinginkan oleh Filla terhadap dirinya.
"Kenapa dia menelpon hari minggu ya, terlebih masih pagi juga", Randy.
Sebenarnya dia malas untuk menjawab panggilan itu, namun ada pula sedikit rasa penasaran dalam hatinya sehingga Randy pun menjawab panggilan itu.
Filla, "Kamu dimana Ran, bisa kamu bantu aku sekarang?" suara yang terdengar seperti menyembunyikan bahwa dirinya saat ini sedang menangis atau baru saja menangis yang jelas menyembunyikan suatu hal.
Randy, "Aku dirumah, ada apa? apa kamu ada masalah?"
Filla, "Engga ada kok, aku cuman mau cerita sama kamu. Jadi kita bisa ketemuan kan?" tanya Filla lagi mencoba memastika apakah Randy bisa menemuinya atau tidak hari ini.
Randy, "Bisa, tentu saja. Kita ketemu dimana dan jam berapa?"
Filla, "Jam 2 siang di taman depan sekolah ya." Kata kata yang dikeluarkan dengan harapan jika Randy akan menyetujui nya.
Randy, "Ok baiklah", dan kemudian sambungan pun terputus.
}•~•~•~•~•~•~•~•{
Maaf semuanya, kita berenti dulu cerita bagaimana perasaan diantara Randy dan Lasni terlebih dulu. Author mencoba menggambarkan bagaimana sosok Randy dan mengapa Randy bisa memiliki sikap yang dingin, cuek, dan tidak peduli dengan orang lain terutama pada sosok wanita.
Mohon bantuan para pembaca untuk Vote dan memberi komentar untuk Author baik isi cerita ataupun bahasa dalam cerita ini sehingga menjadi lebih baik kedepannya.
Thank's, sekali lagi jangan lupa VOTE dan Komentar. Sebagai tanda Support untuk Author
HEPIIII READING. . .
__ADS_1