Perjalanan Cinta Randy

Perjalanan Cinta Randy
Episode 4


__ADS_3

Jaga Jarak


Melihat Lasni yang datang menghampiri nya ke tempat duduknya saat ini.


Randy hanya diam saja dan tampak sorot mata nya yang dingin.


Ya dingin seperti biasa, seperti dahulu sebelum tatapan sedikit menghangat terutama pada Lasni.


Lasni yang merasa suasana menjadi canggung di keduana, berusaha mencari cara agar mencairkan suasana itu. Dia pun membuka pembicaraan kecil dengan Randy.


"Kok lama banget kamu datangnya, kan aku sendirian, sepi sunyi tau disini," ujar Lasni.


"Hem, belum mulai juga kanπŸ˜’. Tatapan mata yang seolah mengatakan, itu salahmu yang selalu datang terlalu cepat atau seharusnya disebut tepat waktu," Randy.


"Iya belum mulai memang, tapi kan gadak salahnya kalau kita hadir lebih dulu kan, lagipula menunggu lebih baik daripada kita yang harus di tunggu yang lain. Karna kita juga junior-junior mereka," jawab Lasni.


"Menunggu sendirian seperti tadi membuatku bosan," tambah Lasni lagi.


"Tapi kalau sekarang udah ga lagi kok, malah sekarang aku senang karna kita berdua aja seperti ini," tambah Lasni lagi terus berbicara. Karna dia tau, saat dirinya berhenti bicara, maka di saat itupula suasana akan menjadi hening.


Dia berbica terua dengan sebuah senyum tulus yang hangat terukir di bibirnya.


"Sudahlah, jangan membohongi diri sendiri," jawab Randi dengan tegas dengan aura yang amat dingin.


"Lasni yang mendengar jawaban Randy sebenarnya kebingungan. Apa yang di maksud olehnya?


Jangan membohongi diri sendiri?


Siapa yang berbohong?


Apa dia sedang menyinggung hal lain ya, pikiran-pikiran Lasni berusaha menduga apa maksud perkataan Randy barusan."


Tapi Lasni tak ingin membahas itu, karna dia khawatir malah akan menciptakan suasana yang tidak enak nantinya.


"Kamu akhir-akhir ini kenapa Ran?


Apa aku ada buat salah sama kamu?


Karna aku merasa kamu sedang jaga jarak dariku, kamu seakan tidak menyukai keberadaanku di dekatmu.


Kenapa kamu tiba-tiba bersikap seperti inu?


Katakan saja apa salah ku, kenapa kamu berubah? Sudah tak tertahan lagi baginya, dia pun mengeluarkan pertanyaan-pertanyaan yang sudah sangat mengganggu pikirannya merasakan perubahan Randy pada nya," Lasni


Lasni yang sudah mulai meninggikan suaranya, tapi sangat jelas terdengar jika suara itu menyimpan kekecewaan yang dalam di setiap katanya.


Kekecewaan yang jelas ditujukan entah pada Randy atau pada sikap dan perlakuannya yang berubah akhir-akhir ini.


Randy berusaha menjawab setiap pertanyaan Lasni padanya dengan santai dan terdengar menyakinkan.

__ADS_1


"Aku tidak berubah, aku memang seperti ini. Jangan pernah merasa jika kau mengenalku." Jawaban yang pelan namun terasa tajam makna yang dibawa oleh setiap kata-katanya, seakan mengatakan kau bukan siapa siapaku, jadi berhentilah seolah mengenalku.


Iya aku salah, aku salah mengartikan kedekatan kita selama ini.


Perhatian kamu selama ini.


Tatapan mu selama ini itu apa.


Sempat terpikir oleh ku, jika keberadaanku di dekatmu memberi sebuah arti yang lain.


"Aku tau jika kamu memang memiliki sifat yang dingin, cuek dan tidak peduli dengan sekitarmu."


?Aku tau itu sejak awal."


"Sejak awal kedekatan kita, awal perkenalan kita antara kau, aku, Yadi, Wawan, Doni dan Iwan."


"Disaat kita sama-sama menghabiskan waktu menunggu hujan berhenti di kantin dulu". jawab Lasni, dia sudah tidak tau bagaimana perasaanya, yang jelas terselip sedikit rasa kecewa dihatinya.


"Aku salah, mungkinkahn seharusnya aku tetap seperti itu hingga kini."


"Karna itulah diriku, aku sudah membongi diriku dengan menjadi orang lain, jawab Randy yang berusaha sekuat mungkin untuk terdengar se normal mungkin. Padahal saat ini hatinya juga sudah gelisah. Dia sungguh tidak menyukai suasana yang seperti ini.


"Tidak ada yang salah dengan kehangatan, tidak ada yang salah jika kita peduli dengan orang lain.


Yang salah itu dirimu saat ini yang seakan dapat hidup sendirian di dunia ini, tanpa peduli dengan orang lain, tatapanmu juga terasa sangat dingin sekarang," Suara Lasni kembali meninggi, dengan disertai emosi dia berucap itu semua, mengatakan semua yang ingin dia katakan tanpa menahan diri sedikit pun.


Siapa kau, kenapa kau memarahiku seperti ini, terlebih kau juga meninggikan suaramu, kau membentakku?


Lebih baik kau urus dulu Deo, bukankah dia pacarmu !!!


Apakah kau sangat mengenal sikap Deo? Sebuah ucapan yang sangat dalam, dengan senyum meremehkan. Karna Randy tau bagaimana sifat-sifat Deo walau tidak secara mendetail.


Dan kata -katanya barusan pastilah membawa rasa sakit yang mungkin akan menyentuh ke hati Lasni saat itu," Randy.


Lasni hanya terdiam, benar saja dia merasakan sakit hati mendengar ucapan Randy barusan, bahkan sakitnya melebihi sakit hatinya kepada Deo dengan segala ketidakpeduluaan Deo terhadapnya.


Deo adalah anak yang pemarah, pemalas dan suka mengatur.


Dia dengan segala keangkuhannya ingin semuanya berjalan sesuai dengan keinginan nya.


Hal inilah yang membuat Lasni sangat tidak nyaman padanya.


Namun saat sebelum pacaran, Deo merupakan sosok yang lain. Kepribadian yang jauh berbeda dengan saat ini.


Sebelum mereka pacaran dulu, Deo sangat perhatian padanya, sangat terlihat perjuangan dan perbuatannya untuk mendapatkan hati Lasni saat itu.


Dan tak jarang pula dia memberi hadiah-hadiah kecil kepada Lasni.


Tapi sekarang, Lasni sangat menyesal karna semudah itu dia membuka hati dan perasaannya. Semudah itu dia percaya akan kebaikan dan perlakuan Deo yang hanya sepert topeng penutup sifat keburukannya yang asli.

__ADS_1


Sementara Randy, dia cukup mengenal sifat Deo.


Dia dapat mengenal sifat Deo karna, beberapa teman Randy juga merupakan temannya Deo.


Sehingga dia sangat tidak menerima kenyataan bahwa Lasni, seorang yang sudah sedikit mencairkan hatinya yang dingin ini.


Yang sudah memberi celah pada hatinya, hati yang sebelumnya tertutup karna kejadian di masa lalu dimana dia merasakan bahwa dirinya tidak boleh menaruh rasa percaya pada orang lain, terutama pada wanita.


Kini mereka berdua pun diam tanpa suara sedikitpun


Hanya hembusan nafas berat yang terdengar di ruangan itu.


Sampai akhirnya, Randi berdiri dan beranjak pergi meninggalkan Lasni sendirian di ruangan itu.


Lasni yang melihat kepergian Randi, hanya bisa diam.


Sebenarnya dia ingin menarik tangan Randy dan kembali duduk bersamanya saat ini.


Dia ingin menghentikan kepergian Randy, atau setidaknya dia ingin ikut kemana pun Randy pergi.


Karna sekarang seakan tersadar, jika dirinya merasa nyaman berada di sisi Randy.


Dia sadar akan rasa itu saat dia merasakan sakit pada hatinya oleh perkataan Randy.


Randy yang sudah sampai di sudut pintu, menoleh kebelakang, memastikan Lasni sekali lagi sebelum kepergiannya.


Tampak raut kekecewaan dari sorot matanya.


Kecewa karna Lasni tak begeming sedikitpun melihat kepergiannya, Randy ingin Lasni mengehtikannya atau ikut berjalan berasamanya, di sampingnya dan selalu disisi nya.


Tapi walau begitu, Randy tetap pergi dari tempat itu.


Sejujurnya dia belum tau akan pergi kemana untuk menenangkan pikiran dan suasana hatinya.


Hati yang tak ingin percaya pada kenyataan jika Lasni pacar dari Deo.


Hati yang tidak sanggup kasar pada Lasni. Karna Lasni sosok wanita yang membuat dapat menaruh sedikit rasa percaya lagi.


Langkah kaki nya sebenarnya tak rela menjauh dari wanita itu.


}β€’~β€’~β€’~β€’~β€’~β€’~β€’{


Maafkan penulis yang update tidak menentu. Karna penulis tak ingin melewatkan setiap kejadian yang sudah terjadi.


Penulis juga tidak pandai menuangkannya dalam kata kata. Penulis menyadari setiap kekurangan penulis.


Sehingga harapan penulis, para pembaca untuk memberi dukungan dan komentar untuk penulis agar lebih baik kedepannya.


Jangan lupa vote ya, heheheh bantu penulis dengan support kalian. πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…

__ADS_1


__ADS_2