Perjalanan Cinta Randy

Perjalanan Cinta Randy
Episode 26


__ADS_3

Kejujuran


Lasni terdiam dalam hati dia merasa sangat senang mendengar perkataan Randy. Karena, Randy dengan segala sifatnya itu, ternyata mengkhawatirkan dirinya, peduli padanya, dan tidak ingin melihatnya meneteskan air mata.


Lasni menarik tangannya dari bahu Randy, meletakkan kedua tangannya di depannya.


Menatap mata Randy, mencari kejujuran di mata itu.


Apakah perkataannya barusan itu benar adanya atau hanya sekedar omong kosong?


Dengan seksama di tatap Lasni, dan hanya kejujuran dan ketulusan yang dia dapat dari sana.


"Iya Ran, makasi ya udah mengkhawatirkanku seperti ini, ternyata kamu peduli samaku", kata Lasni sambil tersenyum.


"Iya", balas Randy singkat dan memalingkan wajahnya dan pandangannya yang sempat sekian detik bertemu dengan sepasang bola mata Lasni.


Selanjutnya mereka pun kembali fokus ke sekitar, dimana sudah mulai ramai anggota atau teman-teman mereka yang datang.


Mungkin pertemuan kali ini lebih cocok untuk disebut rapat. Karena, yang dibahas hari ini tentang bagaimana persiapan dari setiap divisi untuk acara yang akan diselenggarakan. Tak terkecuali divisi acara memaparkan sejauh apa persiapan mereka, dimana pemaparannya diwakili oleh kak Miya, selaku ketua divisi acara sekaligus senior bagi Lasni dan Randy.


Setelah semua hal penting selesai di bahas, ketua organisasi pun menutup pertemuan kali ini. Dan nama ketua itu adalah Charles, salah satu cowok yang sering terlihat melirik Lasni, dan beberapa kali seperti mencoba menarik perhatian Lasni baik di pertemuan organisasi ini maupun di luar.


Di akhir pertemuan, semua anggota keluar ruangan. Hanya menyisakan beberapa anggota saja. Diantaranya anggota divisi acara, sekretaris umum, notulen rapat, dan Charles selaku ketua.


Charles mendatangi ke tempat divisi acara berkumpul, karena masih ada beberapa hal yang ingin disampaikan oleh kak miya.


"Miya, kenapa kalian belum pulang?", tanya Charles.


"Iya Les, nanggung nih. Mumpung lagi ngumpul, kita mau bahas gimana persiapan selanjutnya", jawab kak Miya.


"Ooh iya iya baguslah kalau begitu. Pokoknya acara kita harus sukses besar ya.,


Oiya, Lasni nanti balik kemana?", Chares.


Mendengar pertanyaan itu ditujukan untuknya, lantas Lasni pun menjawab, "Nanti pulang ke kontrakan lah aku bang", jawab Lasni sopan.


"Pulangnya bareng siapa?


Sendiri kan", tanya Charles memastikan.


"Iya bang", jawab Lasni singkat dengan sedikit senyum.


"Yaudah, nanti pulang abang antar aja ya.

__ADS_1


Kalian gimana, masih lama lagi kah Miya?", Charles.


"Engga usah bang, aku bisa naik angkutan umum aja", tolak Lasni.


"Udah, pokoknya diantar. Masak ditolak gini, namanya engga menghargai abang lo", jawab Charles agar Lasni tidak menolaknya.


Sementara Randy sudah memasang ekspresi yang sulit untuk diartikan. Dia memang diam dan tidak sedikitpun menatap Lasni ataupun Charles. Namun, dia sangat memfokuskan telinganya untuk mendengar pembicaraan itu.


Sementara Lasni, dia mengira jika Randy mungkin peduli padanya tapi tidaklah menyukai dirinya. Buktinya Randy tidak memberi tanggapan apapun, pikir Lasni.


Dan akhirnya Lasni pun menganggukan kepala tanda setuju dengan tawaran Charles tadi.


Tidak lama mereka pun keluar dari ruangan tersebut, berjalan turun ke lantai bawah. Lasni berjalan di depan bersama Charles di sampingnya. Sementara Randy berjalan seiring dengan kak Miya dan 2 anggota divisi acara lainnya.


Randy terus menatap dua orang di depannya dengan seksama. Tanpa ada kata apapun, dan tanpa ada berbicara apapun dengan siapapun. Hanya diam menuruni anak tangga.


Hingga mereka berpisah di parkiran. Tatapan dan ekspresi wajah Randy sulit untuk diartikan.


Gila ya, sementang-mentang dia senior dia ketua jadi bisa suka-suka hati dia gitu.


Lasni juga mudah kali ya jadi cewek diajak pulang bareng gitu. Nolak kek atau apalah, masa cuman sekedar di bilang engga menghargai doang udah langsung terima gitu aja. Sekelebet pikiran yang bersarang di otak Randy.


Randy melangkahkan kakinya menyusuri jalanan menuju kosannya. Berharap jika ketiga temannya sudah pulang dari nonton, karena sekarang memang sudah sore, jam tangannya sudah menunjukkan pukul 17.49 wib.


Namun sialnya, sesampainya di kos Randy tidak menemukan satupun temannya di sana.


Diambil Randy hp nya untuk menanyakan keberadaan teman-temannya itu.


"Woyy, dimana kalian. Pulang udah sore ini, gua sendiri", Randy mengirim pesan ke Dony.


Beberapa menit kemudian


"Sabar napa, lagi makan ni Ran. Loe aja yang diajak tadi malah nolak dan lebih mentingin ke organisasi loe itu😑", balas Dony.


Mendapat kabar jika keempat temannya itu sedang makan. Randy pun segera masuk ke dalam kamar mandi, dan bersiap-siap untuk mencari makan malamnya. Karena, sepulangnya nanti teman-temannya ini pasti sudah tidak makan malam lagi.


Setelah selesai, Randy pun pergi keluar mencari makanan untuk mengisi perutnya sebagai santapan makan malamnya. Dia sudah tidak memikirkan Lasni saat ini.


Saat membeli makanan di warung depan gang kos nya, Randy melihat Charles dan Lasni tidak jauh dari tempatnya sekarang.


Seketika moodnya berubah, yang tadinya sudah membaik sekarang malah tambah buruk dari sebelumnya.


Orang yang tidak mengenal Randy dengan baik, pasti sulit mengartikan ekspresinya.

__ADS_1


Setelah menerima pesanannya, Randy pun segera pergi dari tempat itu.


Dan di jalan dia melihat ada teman-temannya di depan.


"Woyy", panggil Randy.


Sambil menoleh ke belakang ketiga temannya itu menjawab serentak,


"Eh Ran, dari mana?".


Randy pun terus berjalan menghampiri ketiga temannya itu yang sedang menunggunya.


"Engga, beli makan di depan gua. Kalian udah makan parah", jawab Randy.


"Kenapa muka loe Ran, sama seperti muka loe pas lagi ngeliat Yadi deketi Lasni, wkwkwkwk", kata Wawan.


"Haaa!!!" balas Randy menatap Wawan.


"Becanda Ran, gausah marah gitu juga lah", Wawan.


"Yaudahlah yaudah, gausah bahas. Yok lah kita ke kos, capek gua ni", ajak Dony.


"Ran, loe ngapain beli makan tadi. Ini kita udah beliin makan malam loe lagi Ran", kata Yadi sambil mengangkat bungkusan yang dia bawa di tangan kanannya.


"Iya Ran, pas loe nge-whats aps tadi. Gue pesenin makan malam loe, ya kita tiga patungan si, sukur-sukur kalau loe ganti" kata Dony menyambung kata-kata Yadi.


"Hemm", jawab Randy sekedar, karena dia tidak percaya kalau temannya membelikan makan malam untuknya.


Sesampainya di kos, mereka semua masuk ke kamar masing-masing. Randy masuk karena ingin mengisi perutnya, dan yang lainnya karena ingin mandi dab membersihkan tubuh mereka dan mencari kesegaran.


}•~•~•~•~•~•{


**Sampai disini ceritanya untuk episode kali ini.


Maaf untuk pembaca yang mengikuti cerita nya karena semalam author tidak up eps nya.


Boleh tinggalkan jejaknya berupa Like, Comment, and Rating bintang 5.


Jika suka dengan cerita pengalaman author ini yang dimana author jadikan tulisan.


Bolehlah bantu Vote novelnya, sebagai bentuk dukungan dari para pembaca sekalian dan sebagai support untuk author.


Jika ada kesalahan dalam penulisan baik itu kata atau apapun didalam cerita ini. Author mohon maaf untuk itu. Dan boleh di tuliskan di kolom komentar untuk setiap kesalahan yang author perbuat.

__ADS_1


Sehingga, author dapat memperbaikinya dan menjadi lebih baik kedepannya.


Hepiiii Reading****. . .


__ADS_2