Perjalanan Cinta Randy

Perjalanan Cinta Randy
Episode 10


__ADS_3

Berpikir


Dirumah, Filla kembali memikirkan kata-kata dari Randy yang tadi dia dengar.


Randy yang marah saat dia menanyakan tentang Ade.


"Apakah dia cemburu?


Apakah dia sebenarnya menyukaiku? "pikiran Filla mencoba menjawab dua pertanyaan yang selalu terlintas di kepalanya siang ini.


Tapi melihat kemarahan Randy tadi dan mendengar kata-kata Randy rasanya sudah cukup untuk menjawab pertanyaan itu semua.


Tapi entah kenapa, dia berusaha menyangkal fakta itu.


Mungkin karna dia masih terobsesi dengan sahabatnya Randy, orang yang akhir akhir ini selalu memenuhi pikirannya, dialah Ade.


Sementara Randy yang baru saja sampai di rumah langsung membersihkan dirinya ke kamar mandi, dan langsung terbaring di atas tempat tidurnya.


Memikirkan kebodohannya, karna mengatakan itu semua pada Filla, yang jelas-jelas untuk saat ini hatinya terkunci untuk laki-laki lain selain Ade.


"Yah, mungkin esok tidak akan seperti hari kemarin",


"Mungkin dia akan menjauh dariku karna kata-kata ku tadi", pikir Randy.


"Haa bodohnya aku mengungkapkan perasaan pada wanita yang sedang jatuh cinta dengan laki-laki lain..." pikir Randy sambil merutuki kebodohannya.


Niatan awal untuk tidur sepertinya tidak bisa berjalan lancar.


Terus-menerus otaknya memikirkanya kejadian-kejadian yang tadi dilakukannya.


¤Keesokan hari


Keesokan harinya, di sekolah mereka.


Semua tampak biasa, hanya saja diantara Randy, Ade dan Filla belum terlihat sama sekali mereka saling bertegur sapa.


Seakan ketiganya jaga jarak satu sama lain.


"Ada apa sebenarnya ini." pikir Ade yang tidak tau sebabnya, mengapa Randy tidak menegurnya sama sekali hari ini.


Karna merasa penasaran akan apa yang terjadi. Ade menemui Filla untuk menanyakan apa yang terjadi sebenarnya.


"Semalam jadi pulang bareng Randy kan?" tanya Ade basa basi.


"Iyaa, jadi kok. Aku diantar sampai rumah." jawab Filla, namun raut wajah yang tampak takut jika ternyata Randy sudah menceritakan semua yang terjadi semalam.


"Oooh, baguslah. Kalian baik baik saja kan?" tanya Ade mencoba mencari tau apa yang sebenarnya terjadi.


Srrr, pertanyaan yang tak ingin di jawab Filla. Dia terus berpikir jika semua kejadian semalam sudah sampai ke Ade.


"Iya kami baik, tapi mungkin aku sudah membuat kesalahan pada Randy," ucap Filla yang sudah mulai merasa tidak nyaman.


"Kesalahan?


Apa yang sudah kau lakukan?" tanya Ade dengan penasaran.


"Nanti saja bisa kita bicarakan ini ya",


jawab Filla berharap.


Dia tak ingin membahas masalah ini sekarang, setidaknya jangan di dalam kelas.


"Baiklah, nanti sepulang sekolah aku kerumah mu, sekalian nanti kita pulang bareng aja.

__ADS_1


Semalamkan aku tidak bisa, tapi hari ini bisa kok," kata Ade sambil meninggalkan bangku Filla dan menuju bangku nya sendiri.


Tanpa mereka sadari, sejak awal Randy menatap ke arah mereka dari tempat dia duduk.


Dia merasa jika sahabatnya menusuk dirinya dari belakang.


Dia merasa seakan Ade memberi kesempatan untuknya mendapatkan Filla, namun disisi lain dia juga mencekal usahanya.


Sepulang sekolah


Hari ini Randy tidak langsung pulang ke rumah. Dia memilih untuk pergi menenangkan dirinya, menganggap semuanya baik baik saja.


Sementara Filla hari ini pulang bersama Ade. Karena Ade juga ingin mendengar cerita dari Filla dengan detail.


Cerita mengenai kejadian apa yang sudah terjadi semalam antara Randy dan Filla, tanpa ada maksud yang lain.


"Namun Filla, dia merasa jika Ade saat ini sedang mendekatkan diri dengannya. Mungkin semuanya akan baik-baik saja nantinya." Pikir Filla.


Sesampainya di rumah Filla


Ade di suguhkan minuman dan cemilan supaya saat mereka ngobrol lebih santai.


Filla pun menceritakan semuanya pada Ade, karna dia merasa jika Ade akan menjelaskan semua nya pada Randy.


Karna dia percaya, jika Ade saat ini juga menyukainya.


Bahkan terbesit di pikirannya setalah ini Ade dan dirinya akan jadian.


Namun, tak selamanya semua harapan bisa terwujud dengan menjadi kenyataan.


Dan persahabatan berada setingkat diatas Cinta bagi Ade.


Dan terlebih lagi, dia juga memang sedari awal tidak menaruh rasa yang spesial pada wanita di depannya ini.


Tapi melimpahkan semuanya pada Randy dan perasaanya.


Randy yang salah karena yang menaruh perasaan pada hati wanita yang salah dan waktu yang salah pula.


Bagi Ade, sosok sahabatnya itu merupakan hal yang penting.


Karna banyak hal sudah mereka lalui bersama.


Walau Randy berteman dengan laki-laki sepertinya, dengan sifat PlayBoynya tapi tidak sekalipun Randy tertular oleh sifatnya ini.


Randy tidaklah sombong dan cuek kepada siapapun, bahkan sebaliknya dia malahan punya sifat yang ramah.


Tapi untuk perasaan suka kepada wanita, memang Randy tidak terlalu memikirkannya.


Dan Ade tau itu, dia sudah mengenal Randy.


Saat ini Ade memikirkan bagaimana perasaan Randy saat ini.


Wanita pertama yang Randy sukai, malah menyukai dirinya sendiri.


Ade pun memegang pundak Filla, dan manatap tajam, sedikit rasa marah pada wanita itu karna melukai perasaan sahabatnya.


Walaupun sebenarnya bukan kesalahan wanita itu juga, ini masalah hati.


Karna benar, kita bisa berteman dengan siapapun, dekat dengan siapapun.


Tapi untuk urusan hati, kita tidak bisa mengaturnya sesuai kehendak kita sendiri, karena perasaan suka, sayang, cinta dapat tumbuh dengan sendirinya tanpa kita sadari.


"Aku tidak menyukaimu, aku hanya menganggapmu teman."

__ADS_1


"Kedekatan kita hanya sebatas teman."


"Aku sudah biasa dekat dengan banyak wanita."


"Bukankah kau sering mendengar


gosip tentang ku."


"Jadi kuharap kita untuk menjaga jarak saat ini."


"Terlebih Randy sahabatku, aku tak ingin dia membenciku dan persahabatan kami jadi hancur.


Akan lebih baik kau cobalah membiasakan diri, mencoba menyukai Randy, dia jauh lebih baik dari pada aku."


Ucap Ade panjang lebar menjelaskan tanpa terputus, dia berharap agar Filla mengerti akan semuanya.


Sekejap air bening jatuh membasahi wajah wanita yang di depannya.


Ya, Filla menangis karena menyadari semua maksud perkataan Ade.


Bahwa perlakuan Ade pada dirinya selama ini, hanya perlakuan dari seorang teman terhadap temannya.


Rasa kecewanya yang diluapkannya lewat tangisnya..


Randy tanpa sengaja melihat Ade memegang bahu wanita yang dia kenal itu, karna dia ingin pulang kerumah.


Jalan menuju rumahnya yang melewati rumah Filla.


Sedikit rasa kecewa melanda hatinya.


Dia kecewa bukan pada Filla, tapi pada sahabatnya sendiri Ade.


Randy berlalu pergi, dan menyesali karena melihat apa yang barusan di lihat nya tadi.


Ade sekali lagi menyakinkan Filla untuk menjauh darinya.


Dan berusaha suasana hati Filla.


Setalah wanita itu tenang, dia pun ingin segera pulang.


Dan menganggap semua sudah selesai dan tidak ada kesalahpahaman, serta tidak ada lagi masalah untuk kedepannya.


Persahabatannya dengan Randy juga baik-baik saja.


Itulah yang diharapkan Ade.


}•~•~•~•~•~•~•{


Terima kasih untuk pembaca yang udah meluangkan waktunya.


NB


Maaf, seperti flashbacknya kita lanjutkan dulu. Mungkin 2 eps lagi sebelum kita balik ke masa kuliah.


Dimana scane nya Randy lagi duduk menikmati coffee di kantin sambil menghayalkan kejadian di SMA nya dulu.


Sabar ya nunggu ceritanya balik ke Randy dan Lasni.


**Mohon maaf jika ada kesalahan dalam penulisan kata, sehingga menyulitkan pembaca untuk memahami ceritanya.


Tinggalkan Like, comment, and Rating bintang 5* . Dan jika suka boleh bantu VOTE novel author ini.


HEPIII READING**. . .

__ADS_1


__ADS_2