
Di Sekolah
Pagi ini semua terlihat biasa saja, seperti hari hari sebelumnya.
Filla yang sudah merasa nyaman dengan Ade, tidak lagi merasa canggung untuk menegur bahkan menghampiri Ade lebih dulu walaupun dia seorang wanita.
Begitulah Filla, dan mungkin sama untuk kebanyakan wanita lainnya.
Merasa canggung di awal perkenalan, tapi jika sudah merasa nyaman dia tidak perlu berpikir jauh hanya untuk berada di sisi orang yang membuatnya nyaman itu.
Ade menyadari jika Filla berjalan menuju ketempatnya. Dia pun dengan senang menyambut Filla dan seperti menunggu apa maunya wanita ini.
Awalnya Filla hanya tersenyum memandang Ade, senyum pertama di hari ini yang tulus di tujukan pada lelaki itu.
Filla masih mengingat pembicaraannya dengan Randy di hari minggu kemarin. Dimana Randy mengatakan jika Ade tidak memiliki pacar dan yang paling membuat hatinya tenang dan bahagia karena Randy juga mengatakan jika mungkin dirinya merupakan tipe wanita yang di sukai Ade.
Sekejap wajahnya merona merah dan senyum selalu terpancar jika mengingat hal itu.
Sementara Ade yang hanya menerima senyuman itu tanpa mendengar sepatah katapun dari pemilik senyum akhirnya memalingkan wajahnya.
Dia merasa ada yang aneh pada Filla hari ini.
Bahkan terbesit di pikirannya jika wanita itu sudah sedikit gila karena datang padanya tanpa ada kata, hanya senyum.
Melihat Ade yang memalingkan wajahnya, akhirnya Filla tersadar dengan apa yang dilakukannya.
Filla. "De, nanti kita pulang bareng ya. Aku nebeng motor kamu boleh? Soalnya hari ini aku harus cepat sampai ke rumah." (kata Filla memberi alasan yang hanya dibuat-buat olehnya).
Ade, "Aku gabisa hari ini. Sepulang sekolah aku tidak langsung pulang, karna ini jadwal Less ku. Jadi aku ga pulang ke rumah".
Filla. "Yaudah deh, mungkin besok bisa ya De?".
Ade. "Hemm, ya liat besok ya.
Tapi kalau hari ini kamu mau pulang cepat mungkin Randy bisa mengantar mu."
Filla. (berpikir sejenak, kiranya tak masalah pulang dengan Randy, walaupun sejujurnya dia sebenarnya tidak harus sampai ke rumah dengan cepat karna tadi hanta alasannya saja untuk dekat dengan Ade. Toh saat dengan Randy, dia bisa bertanya dan mendapat saran dari Randy).. "Ya, baiklah kalau begitu aku pulang dengan Randy saja, thank's ya De. Kamu ternyata peduli denganku😊"
Ade, "Iya sama sama" (tapi fakta yang sebenarnya, Ade hanya ingin memberi space ruang dan waktu untuk Randy agar bisa mendekati Filla.)
Filla pun mendatangi bangku Randy untuk mengatakan jika nanti dia ingin pulang bareng dengan Randy.
__ADS_1
Filla. " Ran, ntar pulang sekolah kemana?"
Randy. "Haa kemana, ya pulang lah. Mau kemana cobak?"
Filla. "Hemm aku pulang ikut kamu ya, bisa ga ni?"
Randy. "Eh bisalah, kenapa engga. Yaudah nanti aku tunggu di gerbang sekolah, atau kita barengan aja ke parkiran?" (jawab Randy semangat).
Filla. "Kita barengan aja ya, ngapain juga aku nunggu di gerbang.." (Sebenarnya dia tak menyangka dengan jawab Randy beserta semangatnya yang tiba tiba keluar).
Randy. "Okey"
Setelah selesai pembicaraan mereka pun kembali ke tempat duduk masing masing, karna sebentar lagi guru akan masuk.
Selama pelajaran berlangsung, tidak semua siswa benar benar memperhatikan penjelasan dari guru di depan.
Ya, mungkin karna guru yang saat ini di depan mereka termasuk di salah satu jajaran 5 guru paling menyebalkan di sekolah itu.
Tak jarang guru ini menuntut siswa/i nya untuk paham benar apa yang di sampaikannya dengan cepat, bahkan terlalu cepat untuk di tangkap nalar oleh kebanyakan siswa.
Tapi, Randy dengan perasaan hati yang senang membayangkan jika nanti dia akan pulang dengan Filla, terlihat selalu memasang senyum di bibirnya. Ya mungkin jika ada yang melihatnya tersenyum selama pelajaran kali ini, sudah pasti akan menganggap Randy sudah gila.
Randy, Ade, Tedi dan banyak lagi teman temannya yang lain segera berhamburan keluar ruangan. Mereka semua satu arah tujuan, ke kantin makan untuk mengisi energi mereka yang sudah terkuras untuk belajar tadi.
Hari ini Randy dan Ade sudah terlihat akrab, dan teman teman yang lainnya juga menyadari demikian. Dan Tedi pun berjalan seirama dengan langkah kedua sahabatnya itu, sahabat yang baru saja semalam seperti orang yang tak saling kenal.
Hahahahaha rasanya lucu, melihat Ade dan Randy berjalan terpisah semalam. "itulah yang dipikirkan Tedi"
Setelah memesan makanan masing-masing, Randy dan Ade duduk di meja yang sama. Ini sudah di persiapkan Randy, karna dia ingin menceritakan kejadian tadi pagi. Kejadian yang membuatnya senang sampai saat ini.
Randy. "De, loe tau ga. Tadi Filla ngajakkin gue pulang bareng tau"
Ade. "Iya, gue tau. Tadi kan dia ngajak gue, tapi gue bilang kalau hari ini sibuk, jadi gue suruh pulang bareng loe aja. Itung-itung supaya loe bisa deket sama dia juga kan"
Randy. "Oh, itu yang sebenarnya terjadi ya"
(Tampak sedikit kecewa dari jawaban Randy, karna awalnya dia mengira jika Filla hanya mengajaknya)
Ade. " Udahlah Ran, loe semangat aja. Gue yakin ntar Filla juga nyaman dan suka sama loe kok.
Gue bakal bantu semuanya, tenang aja deh. Kita kan temenan udah lama juga kan, jadi loe percaya sama gue kan..."
__ADS_1
Randy. "Hahaha iya aman, gue ngerti. Tapi gue jujur, sepertinya memang gue suka sama Filla De".
Ade. "Iya, gue tau. Keliatan jugak loe semalam ga senang saat tau kalau gue ga suka amat sama Filla.
Ya gimana ya Ran, loe kan tau gue gimana, tapi karna Loe suka sama Filla, jadi ambillah dan usaha Loe itu tambahin lagi. Hahahaha"
Mereka berdua pun tertawa yang lumayan kuat hingga menarik perhatian teman teman di sekitarnya, padahal sejak awal pembicaraan mereka seminim mungkin mengeluarkan suara agar tidak ada yang dengar.
Setelah selesai makan mereka pun kembali ke kelas. Karna jam sudah menunjukkan kalau sebentar lagi akan bell tanda jam pelajaran di mulai.
Selama menantikan jam pelajaran berakhir, Randy berulang kali menatap jam di tangannya, berharap jam itu cepat berputarnya. Dia juga berulang kali menatap ke arah Filla, sambil memikirkan apa kira kira pembahasan yang cocok untuk menemani mereka selama di perjalanan.
Sementara Filla, saat ini yang dia pikirkan hanya fokus pada pelajaran yang saat ini di sampaikan pak guru. Tatapannya hanya tertuju pada persegi panjang di dapannya, setiap tulisan yang ada di papan tulis itu tal luput dari pandangannya dan tak lupa juga dia menyalinnya di dalam buku catatannya.
Karna hal ini pula lah, sehingga banyak orang yang menyukai dan menaruh hati padanya.
Saat jam pelajaran berakhir, tampak lah wajah Randy yang tersenyum dan merasa lega. Karna akhirnya penantiannya sampai juga.
Ade yang mendengar bell tanda berakhirnya pelajarab langsung memasukkan semua perlengkapan belajarnya ke dalam tasnya. Dan berlalu pergi sesaat guru meninggalkan ruang kelas. Ini karna Ade tak ingin terlihat oleh temannya yang lain, terutama Randy.
Filla pun menghapiri Randy, dan mengajaknya berangkat ke parkiran bersama. Tentu saja Randy semangat seketika.
Di jalan menuju parkiran tak jarang Filla menanyakan banyak hal pada Randy. Baik itu mengenai tugas yang baru saja diberikan, apa kegiatan Randy sepulang sekolah ini, dan berbagai pertanyaan lainnya.
Melihat kedekatan mereka, orang lain dapat menyimpulkan jika kedekatan mereka tak sebatas teman. Karna tak jarang Filla memukul bahu Randy seperti mempelihatkan manjanya diri.
}~•~•~•~•~•~{
Sampai sini dulu ceritanya di episode kali ini.
Harap di tunggu cerita di episode selanjutnya yaaa.
Semoga para pembaca menyukai ceritanya.
Dan jika tidak merepotkan bisa bantu beri support untuk author lewat Vote, Like, dan Komentar
Sehingga menjadi semangat author untuk menceritakan dan menyelesaikan novel ini yang akan menjadi novel yang panjang.
#**Maaf untuk setiap kesalahan kata yang ada dalam penulisan/pengetikkannya....
HEPII READING**. . .
__ADS_1