Perjalanan Cinta Randy

Perjalanan Cinta Randy
Episode 24


__ADS_3

Iwan, Doni, Yadi dan Adit pun membayar makanan mereka termasuk makanan Randy tadi dengan uang yang sudah diberikan Randy.


Setelahnya mereka semua pergi dari kantin dan menuju ke kelas mereka yang sebentar lagi akan dimulai.


Mereka semua sebenarnya ingin menyusul Randy, karena meraka khawatir kalau Randy nanti terlambat.


Tapi saat mereka memasuki gedung kelas mereka, disana sudah ada Randy dan Lasni.


Timbullah pertanyaan di dalam benak mereka semua, karena Randy tadi pamit meninggalkan mereka semua di kantin tadi dengan alasan ke kelas, tapi kenapa dia malah ada di sana bersama Lasni. Terlebih tempat itu biasanya dipakai wanita untuk berkumpul dan menunggu giliran masuk ke toilet wanita jika sedang ramai.


"Ran, ngapain disitu. Tadi loe bilang mau ke kelas ngambil barang yang ketinggalan", tanya Yadi yang curiga dan sedikit cemburu dengan Randy yang berduaan dengan Lasni.


"Iya, tadi gue liat ada Lasni duduk sendirian. Yaudah gue samperin, itu doang", jawab Randy.


"Jujur loe Ran, engga macem-macem loe kan", kata Doni dengan nada menggoda.


"Macam-macam apa Don, udahlah bagus kita ke kelas aja", kata Randy mengelak dengan nada bicara yang terbata-bata.


"Iya udah ayoklah, jadi ngapain loe masih disitu Randy haa", seru Wawan dan Adit bersamaan.


Randy pun berdiri dari tempatnya dan menghampiri teman-temannya tanpa menatap Lasni di belakangnya yang masih diam di tempatnya itu.


"Lasni ga loe ajak tuh Ran?", tanya Doni sambil mengarahkan matanya menunjuk ke Lasni.


"Ayok ke kelas", kata Randy singkat.


tanpa menunggu balasan apapun, Randy terus berjalan setelah mengatakan itu.


"Las, ayok kita ke kelas. Sebentar lagi mau mulai pelajarannya", kata Iwan.


"Iya, aku nanti menyusul. Kalian duluan saja", balas Lasni sambil tersenyum.


Mendapat jawaban itu, akhirnya mereka semuapun pergi meninggalkan Lasni disana.


Lasni segera masuk ke kamar mandi, membasahi wajahnya agar dia merasa segar.


Membuang pikiran-pikiran yang membebaninya.


Di kelas, Lasni melihat Randy duduk di belakang. Tepat di sebalah kursi yang tadi pagi di duduki oleh Lasni.


Lasni merasa senang, karena disaat seperti ini Randy ada di dekatnya.


Lasni meletakkan tasnya di kursi tepat di samping Randy, dan menatap ke arah Randy untuk melihat reaksinya.


Dan reaksi yang dia lihat dari Randy hanya senyuman, tapi tidak menoleh ke arah nya.


Randy senyum dengan tatapan ke depan.

__ADS_1


"Setidaknya dia tidak menolakku dengan duduk tepat disebelahnya.


Untuk senyum aneh mu yang tidak tau untuk siapa dan mengapa kau tersenyum terserahlah", batin Lasni.


Sepanjang sisa hari ini, selama di kampus Randy selalu berada di samping Lasni.


Karena, masih ada beberapa jam pelajaran lagi untuk mereka.


Walau melihat Lasni sepertinya baik-baik saja, tapi dia tidak percaya akan hal itu. Dia lebih percaya dengan apa yang dilihat olehnya tadi di kantin.


Lasni justru malah sebaliknya, kekesalan, amarah, dan rasa sedih yang ada dihatinya kini sudah berganti dengan rasa hangat.


Dia senang, karena disisa hari ini Randy terus bersamanya.


Haripun berlalu begitu cepat bagi mereka berdua, baik itu Lasni maupun Randy.


Memang benar, jika kita menikmati jalannya waktu, maka semua terasa cepet berlalu.


Apalagi kita melaluinya dengan nyaman.


"Ran, kamu kenapa hari ini di atas gedung?", tanya Lasni mengisi pembicaraan, memecah keheningan.


"Ohh, gapapa. Iya nyari ketenangan aja", jawab Randy.


"Jadi tadi maksud kamu, makananmu diantar Doni gimana?", Lasni menanyakan hal yang menurutnya aneh tadi.


"Iya tadi kamu bilang gitu, sewaktu kita beluk masuk kelas tadi", kata Lasni mencoba mengingatkan.


"Oo iya, hmmm tadi Doni ngantarkan ke atas", jawab Randy kikuk.


"Haa, Doni ngantarkan makanan kamu ke atas? Itu lantai 4 lo padahal, engga ada lift juga.


Terlebih Doni kan gendut😵", kata Lasni seolah tak percaya.


"Eh, eeem. Oiya tadi dia ngantarkan makanan itu cuman sampai lantai 2, disana kami bertemu. Yaudah aku bawa ke atas makanannya", jawab Randy.


"Tadi kenapa sendirian di kursi dekat toilet?", tamya Randy sambil mengganti topik pembicaraan.


"Nanti aku ceritakan ya", jawab Lasni singkat.


Selanjutnya hanya keheningan yang ada diantara mereka. Hingga sore hari datang dan mereka pun berpisah.


Lasni pulang ke kontrakannya dan Randy pulang ke kosannya.


Sore hari di kos


Sore ini keempat orang penghuni kos kumpul di satu kamar.

__ADS_1


Ya, mereka kumpul di kamar Randy, karena jika Randy yang datang ke salah satu kamar mereka, pastillah sangat jarang.


"Ran, tadi alasan loe ninggalin kita di kantin tadi sebenarnya apa?", tanya Yadi membuka pembicaraan.


"Mau berapa kali loe nanya itu", tanya Randy balik.


"Iya gue penasaran sama alasan loe yang sebenarnya itu aja. Soalnya loe pergi ninggalin kita, saat Lasni juga pergi ninggalin Deo tadi di kantin", jawab Yadi.


"Jadi loe pikir gue nyusulin Lasni gitu?", Randy.


"Iya kali aja, kan gue ga tau. Makanya gue nanya", Yadi.


"Loe nanya tapi berulang Yad, loe seakan mikir yang lain-lain dari pertanyaan loe itu", jawab Randy dengan nada tidak suka.


"Husttt udah-udah Ran, loe gausah kebawa emosi gitu. Udah lupain aja, mending kita ngegame bareng aja ya", kata Doni untuk memecah suasana.


"Loe juga Yad, jangan nanya hal yang sama berulang-ulang", kata Doni lagi menasehati, padahal dirinya sendiri juga penasaran dengan hal tersebut.


"Iya, yaudah ayoklah log-in kita", kata Wawan.


"Eeh, bentar-bentar gue ambil hp di kamar dulu. Soalnya lagi di cazz tadi", kata Doni sambil berlari menuju kamarnya untuk mengambil hp nya dengan semangat.


Doni memang sangat senang jika mabar game dengan teman-temannya. Karena persentase untuk menang menjadi besar.


Terlebih dengan Randy yang sangat-sangat bisa di andalkan kalau urusan game.


Sore ini pun mereka berempat menghabiskan waktu mereka hanya untuk bermain game.


Sampai malam hari, sampai perut mereka terasa lapar, sampai hp mereka semua panas, dan sampai hp mereka kehabisan batrai.


}•~•~•~•~•~•{


**Sampai disini ceritanya untuk episode kali ini.


Maaf untuk pembaca yang mengikuti cerita nya karena semalam author tidak up eps nya.


Boleh tinggalkan jejaknya berupa Like, Comment, and Rating bintang 5.


Jika suka dengan cerita pengalaman author ini yang dimana author jadikan tulisan.


Bolehlah bantu Vote novelnya, sebagai bentuk dukungan dari para pembaca sekalian dan sebagai support untuk author.


Jika ada kesalahan dalam penulisan baik itu kata atau apapun didalam cerita ini. Author mohon maaf untuk itu. Dan boleh di tuliskan di kolom komentar untuk setiap kesalahan yang author perbuat.


Sehingga, author dapat memperbaikinya dan menjadi lebih baik kedepannya.


Hepiiii Reading**. . .

__ADS_1


__ADS_2