Perjalanan Cinta Randy

Perjalanan Cinta Randy
Episode 2


__ADS_3

Penasaran


Di kosan, Randy dan Yadi sama-sama penasaran dengan penjelasan Lasni tadi dan ingin memastikan satu sama lain perihal yang mereka dengar tersebut.


Pendengaran mereka tentang kedua temannya itu yang tinggal di satu rumah kontrak apakah mungkin tadi meraka salah dengar atau tidak.


Randy yang membuka pembicaraan terlebih dahulu,


"Apakah benar jika Iwan dan Lasni tinggal di 1 rumah yang sama dimana mereka mengontrak rumah tersebut bersama kakak dan abang mereka?", Randy


Pertanyaan itu hanya di balas anggukkan oleh temannya itu, Yadi, Wawan, dan Doni, dengan wajah yang seperti terkejut. Karna mereka tidak salah dengar dengan penjelasan Lasni tadi.


Randy keliatannya mulai bingung, mengapa seorang gadis berani tinggal di rumah yang sama dengan laki-laki lain yang bukan saudaranya ataupun ayahnya.


Melihat Randy yang memasang tampang seperti kebingungan itu.


"Yadi malah jadi ikutan bingung dengan sikap temannya Randy, kenapa bisa dia menanyakan hal itu, terlebih sekarang seperti kebingungan, apakah saat ini dia mengkhawatirkan Lasni?", Yadi.


"Ahahaha tapi ga mungkin lah, si muka datar ini dan master cuek, mana peduli dengan hal itu", pikir Yadi dalam hati.


Keesokan hari nya


"Yadi menaruh sedikit rasa curiga dengan Randy. Dia menunggu waktu, apakah temannya yang satu ini akan berani atau peduli untuk menanyakan hal yang sama seperti di tanya nya kemarin di kos.


Apakah dia berani bertanya hal tersebut secara langsung pada orangnya, yaitu Lasni dan Iwan", pikir Yadi dalam hati.


Namun penantian Yadi berakhir sia-sia, karna temannya itu tak kunjung bertanya apapun dan tak terlihat di mata Yadi jika temannya ini melirik ke arah Lasni.


Randy adalah sosok anak yang pintar, walaupun dia duduk di bangku barisan belakang, dan sering pula dia merasa mengantuk. Tapi sebenarnya dia tetap menangkap setiap penjelasan yang di berikan oleh dosen dari depan.


Bahkan disuatu matakuliah, dia sangat bersemangat mengikutinya.


Karna dosen yang membawa matakuliah tersebut sering membuat sebuah perlombaan.


Perlombaan nya yaitu dengan memberikan soal-soal latihan, dimana jika mereka bisa menjawab pertanyaan dari soal itu, maka akan di beri nilai tambahan, Dan hanya sepeluh orang tercepatlah yang bisa mendapat nilai tambahan itu.


Randy sangat menyukai perlombaan semacam ini, menurutnya belajar menjadi tidak menjadi membosankan dan akan menciptakan seperti kompetitor di dalam pikiran setiap orang yang ikut di dalamnya.


Randy tidak peduli itu perlombaan apapun, dia akan berusaha menang dan mendapat nilai tambahan yang di janjikan sebagai hadiah itu.

__ADS_1


Karna kepintarannya jugalah, dia selalu menjadi yang nomor satu di setiap perlombaan itu di laksanakan.


Dia selalu menjawab pertanyaan yang diberikan dan mengumpulkannya yang pertama diantara teman kelasnya karna selain otaknya yang tergolong lancar, kecepatan tangannya dalam menulis juga termasuk diatas rata-rata temannya.


Tentu hal itu menarik bagi Lasni.


"Lasni selalu menjadi orang kedua mengumpulkan setelah nya, dan ada rasa ingin mendahului Randy, setidaknya sekali saja", pikir Lasni


Lasni juga mahasiswa yang pintar di kelasnya. Hal ini sudah terlihat sejak mereka di awal perkuliahan.


Lambat laun Lasni dan Randi pun mulai dekat.


Bahkan Lasni beberapa kali bertanya mengenai pelajaran ke Randy.


Ya walaupun cuek, tapi Randy tidak mengabaikan sepenuhnya orang orang yang bertanya padanya. Karna membantu orang lain memang harus dilakukan, terlebih jika memang kita mampu untuk membantunya.


Karna seringnya terlibat percakapan dengan Lasni, baik itu tentang pelajaran ataupun hal yang lainya hingga membuat sifat cuek Randy sedikut berkurang, khusus ke wanita yang bernama Lasni ini.


Wanita yang membuatnya penasaran.


Suatu hari, Randy memilih masuk ke suatu organisasi.


Di kelas, Randy bertanya ke Lasni apakah dia mau masuk ke sebuah organisasi yang baru-baru ini dia masuki.


Tawaran tersebut pun menarik bagi Lasni, dan mengundang rasa penasaran untuknya.


"Apakah kamu juga bergabung di dalamnya?'', tanya Lasni.


''Hem, ya aku bergabung di dalamnya minggu lalu, jadi kupikir untuk mengajak mu. Mungkin bisa menjadi pengisi waktu'', jawab Randi.


Akhirnya setelah mendengar bahwa Randi juga ikut di dalamnya, maka dia pun memutuskan untuk ikut, karna seperti adanya dorongan semangat yang dia rasakan saat ini.


Tepatnya hari senin jam 3 sore, sepulang dari kampus mereka makan dan melakukan beberapa kegiatan mereka.


"Berjanjilah jika kita akan jumpa di depan gerbang kampus, jangan tinggalkan aku", ujar Lasni.


"Jam 14.30 Lasni sudah menunggu Randy di depan gerbang, dia tau jika dirinya terlalu cepat datang. Tapi tidak apalah daripada dia meninggalkan ku",pikir Lasni sambil terus menunggu.


Lima menit sebelum jam menunjukkan pukul 15.00 tepat, Randy baru sampai. Randy mengajak Lasni untuk segera ke tempat perkumpulan organisasi itu.

__ADS_1


Mereka berjalan bersama, menaiki tangga menuju lantai 4.


Karna pada lantai 4 di gedung inilah tempat perkumpulan itu dilaksanakan pertemuan.


Lasni memilih duduk tepat di sebelah kanan dari Randy.


Hal ini tentu wajar. Karna mengingat Lasni yang belum mengenali satu orang pun disini.


Seorang pengurus dari Organisasi pun maju ke depan, dengan beberapa kata sambutan untuk seluruh anggota terkhusus yang baru saja bergabung.


Setelahnya, langsung membahas agenda utama untuk pertemuan hari ini.


Dalam waktu dekat ini, mereka akan membuat sebuah acara besar. Sehingga di perlukan pembentukan panitia penyelenggara.


Sedari awal Randy sudah tau acara apa yang akan dibuat, sehingga dia mengatakan pada kakak nya untuk tidak melibatkan dirinya pada acara tersebut.


Karna baginya hanya akan merepotkan saja.


Kakak Randy merupakan salah satu pengurus juga di sini.


Namun, Randy malah merekomendasikan Lasni untuk bergabung ke divisi acara, padahal dirinya sendiri saja tidak mau.


Mendengar dirinya di rekomendasikan, Lasni pun malah memberi syarat pada Randy. Syaratnya yaitu, dia akan menerima dan bergabung ke divisi acara, jika Randy juga bergabung ke divisi tersebut.


Ya, sangat sedikit orang yang mau bergabung ke dalam divisi acara, karna jika di bandingkan dengan divisi yang lainnya, dapat dikatakan jika, divisi ini akan menguras energi yang lebih banyak.


Mendengar itu, tentu Rendy tidak suka. Dan dia memilih diam, menganggap perkataan Lasni tidak pernah dia dengar.


Namun berbeda dengan kakaknya, Dia menatap Randy dengan tajam.


Tatapan yang tajam, seolah berkata jika Randy juga harus ikut bergabung ke dalam divisi ini. Karna begitu sulit mencari anggota yang mau bergabung di dalam divisi ini.


Akhirnya melihat tatapan kakaknya yang seakan menusuk itu membuat Randy tidak ingin membantah, karna dia tau jika di bantah pun, tidak akan berujung hal baik.


Akhirnya Randy dan Lasni pun bergabung di divisi acara, dengan 3 orang lainnya yang merupakan kakak senior mereka di kampus, namun dengan jurusan yang berbeda.


Dari sinilah, menjadi titik awal mereka banyak menghabiskan waktu. Bahkan sangat banyak hingga memungkinkan banyak hal yang bisa terjadi pada mereka.


#Maaf cerita yang mungkin dianggap terlalu lamban, karna author juga berusaha mengingat setiap kejadian tanpa ingin melewatkan bagian walaupun hanya kejadian terkecil sekalipun🌿🌿🌿

__ADS_1


__ADS_2