
Pengamatan Randy
Hari ini Randy mulai memperhatikan Lasni. Bukan memperhatikan secara menyeluruh, tapi memperhatikan dengan siapa wanita itu banyak menghabiskan waktu, dan siapa laki-laki yang membuatnya nyaman, walaupun saat ini statusnya sedang pacaran dengan Deo.
Di kelas Randy tidak melihat ada yang aneh yang pada diri Lasni, dia memang ada terlihat ada beberapa kali terlibat dengan teman di kelas baik itu laki-laki maupun perempuan. Tentu saja, karna Lasni salah satu anak pintar di kelas. Jadi wajar jika orang banyak menegurnya.
Namun, respon yang di beri Lasni terlihat biasa saja. Bahkan terkesan hanya sekedar nya.
Hingga semua kelas berakhir, Randy tidak ada melihat jika Lasni dekat dengan laki-laki.
Randy yang masih menyimpan rasa penasaran mengenai siapa laki-laki itu akhirnya memutuskan untuk melanjutkan ini semua.
Karna berhubung besok tidak ada tugas, jadi dia ingin mengikuti Lasni seharian ini, tapi tanpa diketahui oleh wanita itu jika dirinya sedang di ikuti.
Saat Lasni pulang ke kontrakannya, dia pulang bersama iwan.
Tentu saja ini wajar, karna mereka satu kontrakan.
Randy mengikuti mereka berdua, dan berenti tepat di depan rumah kontrak mereka.
Tepat di depan rumah kontrak Lasni dan Iwan terdapat warung nasi, sehingga saat pas untuk Randy dalam menjalankan pengintain nya.😅
"(Astaga, ini anak sifat nya cuek dan dingin tapi kok malah jadi gini coba. Kurang kerjaan kali kan)".
Randy makan siang sambil tetap mengarahkan pandangannya ke kontrakan Lasni.
Tapi tetap saja tidak ada yang aneh, misal ada laki-laki yang datang atau semacamnya.
Setelah menghabiskan makanannya, Randy lantas memesan minuman untuk menemani nya.
Sebenarnya dia juga sudah merasa segan dengan pemilik warung karna tak kunjung pergi dari sana.
Tapi dia berusaha menghiraukan semua itu, demi kelancaran tujuannya. Tujuan untuk mengetahui sosok laki-laki yang dimaksud Lasni.
Menunggu hingga pukul 5 sore sudah terpampang di jam tangannya. Tapi yang ditunggu tidak ada hasil.
Baik orang yang datang ke kontrakan itu ataupun Lasni keluar dari sana.
Akhirnya, Dia memutuskan untuk pulang.
Sudah sangat bosan dan merasa bodoh pada dirinya.
Bodoh karna melakukan hal yang tak berguna hanya berlandaskan rasa penasaran.
Penasaran yang tak ada pengaruhnya dengan dirinya sendiri.
__ADS_1
"Sebenarnya apa ini sebenarnya, apakah aku hanya sekedar ingin tahu, atau sebenarnya aku cemburu.
Ya, mungkin aku cemburu. Karna aku menyukainya, dia bisa membuatku nyaman. Dia mau berada di sampingku di waktu yang lama, walau tanpa bicara," batin Randy.
Sepulang dari tempat itu, Randy langsung kembali ke kos. Disana sudah ada Dony, sementara Wawan dan Yadi sedang keluar bermain PS.
"Darimana Ran, kok lama banget lo sampe ko", tanya Doni.
"Engga, tadi dari tempat teman aja. Bosan gua di kos aja", jawab Randy.
"Don, lo tau cowoknya Lasni?", tanya Randy
"Iya taulah, anak kelas lain satu jurusan kita dan seangkatan juga sama kita. Tapi gue juga baru - baru ini tau nya. Ya dari cerita temen-temen cewek di kelas kita", jawab Dony.
"Oh iya, gua kira lo gatau", Randy
"Ran, kita ini dua manusia yang beda. Loe tau apa perbedaan terbesar kita?", Doni.
"Haa, apa bedanya. Loe ya lo lah dan gue ya gue. Ya jelas beda", jawab Randy.
"Ran, loe itu kelewat cuek dan gamau tau. Dan gue agak kepo-an. Ya walau aneh juga si kalau cowok punya sifat kepo, wkwkwkkw", balas Doni.
"Tapi, kenapa sama diri loe ini Ran. Gak biasanya nanyain tentang orang lain, terlebih ini cewek lah, dan ini Lasni. Hahahah jujur loe ada apa in sebenarnya Ran, ayolah cerita sama gue mumpung kita cuman berdua. Yadi sama wawan kan lagi keluar ni", bujuk Doni berusaha mencari tahu sesuatu pada diri temannya ini.
"Oke oke, percaya gua. Yaudah loe gausah marah juga lah Ran sama gua karna ini. Hehehe gue kan becanda doang. Oke ya piss bro pisss", jawab Doni berusaha membujuk temannya ini agar tidak marah padanya.
"Hemmm, iya iya. Yaudah gua masuk kamar dulu lah ya. Loe ga mau ke kamar gua, ngadem dulu. Sambil cerita, ngapain juga lu sendiri cobak kan", tawar Randy.
"Oke boleh lah, sambil ngegame kita mau ga Ran? ", tanya Doni.
"Iya, amanlah itu", jawab Randy.
Randy dan Doni pun masuk ke kamar Randy dan langsung memulai game mereka.
Game yang mereka mainkan yaitu Mobile Legends.
Randy termasuk ahli dalam bermain game ini, sehingga Doni sangat senang jika main bareng (Mabar) sama Randy.
Disela-sela permainan, Randy kembali menanyakan perihal Lasni kepada Doni.
"Don, loe tau ga gimana kondisi hubungan Lasni sama Deo?, tanya Randy.
sambil tetap bermain, untuk menciptakan kesan bahwa dia hamya sekedar bertanya tanpa maksud lain.
"Ya aku gatau lah Ran, lagian aku juga gak pernah ngeliat mereka bersama saat di kampus Ran", jawab Doni.
__ADS_1
"Dari yang aku tau ni ya Don, kalau Deo sama Lasni sering berantem", jawab Randy.
"Ah, lu tau dari mana?", tanya Doni sambil menatap ke arah Randy sebentar.
"Ya tau aja, Deo kan agak kasar dan suka ngatur-ngatur semaunya. Ya lu kan pasti tau lah", jawab Randy dengan berusaha se normal mungkin.
"Oh, gatau gua kalau Deo gitu orangnya. Lah lagian kita kok jadi bahas masalah mereka cobak. Fokus dong Ran, awas aja kalau kita kalah ya", jawab Doni kesal karna posisi mereka sedang tidak bagus dan hampir kalah dalam game ini.
"Iya iya gue fokus, dari tadi juga gue fokus ya. Loe aja yg nub, ga pinter mainnya. Jadi beban aja loe emang ya. Liat tu berapa kali lu mati cobak", ujar Randy lagi.
"Heheheh, ya di maklumi aja kalau gue napa. Ya kan karna inilah makanya gue suka mabar bareng elu Ran, loe bisa di andalkan kalau urusan ini, heheheh", balas Dony sambil cengengesan.
Randy pun menambah keseriusannya kali ini. Dan benar saja, keadaan yang tadinya sudah teredesak perlahan-lahan mulai membaik.
Arah permainan kali ini mulai memihak tim mereka dan akhirnya mereka pun menang.
Merasa sudah memberi kemenangan yang membuat Doni senang, dia pun menghentikan permainan mereka sebentar.
Terlintas dipikiran Randy, jika laki-laki yang di maksud oleh Lasni adalah Iwan.
Tapi jika orang itu Iwan, kenapa di awal dulu mereka menjawab jika mereka hanya teman.
Sebenarnya Randy ingin menanyakan ini pada Doni, tapi dia takut jika temannya ini malah curiga padanya.
Sementara Doni terus mengajak Randy untuk melanjutkan permainan mereka lagi. Dan Randy pun menyetujuinya, karna dia juga tidak tahu harus melakukan kegiatan apalagi selain bermain game.
Akhirnya, mereka pun terus bermain game hingga malam hari.
Mereka baru sadar jika hari sudah malam saat Wawan dan Yadi pulang.
•~•~~•~•~•
**Sampai disini cerita di episodenya yaa
tetap ikuti ceritanya. Perlahan kita sama sama menghayati isi nya.
Mungkin author kurang pandai menyampaikan dan menyajikan cerita ini
Mohon maaf untuk setiap kesalahan yang ada. Baik kata maupun penulisannya**.
Tinggalkan Like, comment, and rating bintang 5* ya.
Jika suka boleh di Vote ya.
HEPIII READING. . .
__ADS_1