Perjalanan Cinta Randy

Perjalanan Cinta Randy
Episode 21


__ADS_3

Bersama


Lasni tersadar dengan kata-kata dari Iwan barusan.


Mereka berdua pun berjalan kearah tempat duduk Randy, Doni, Yadi, dan Wawan.


"Boleh gabung kan semuanya?," tanya Iwan ke mereka.


"Iya bolehlah Wan, sini-sini gabung sama kita," jawab Doni.


"Kalian rencananya mau kuliah online dimana?," tanya Iwan.


"Kami rencananya kuliah onlinenya dari kantin ini aja Wan, kan lumayan kita bisa makan sambil belajar, iya gak," kata Yadi ke teman-temannya.


"Hahahaha bener tuh Yad, kalau perut kita kenyang, kan belajar jadi lebih fokus iyakan," tambah Wawan lagi.


"Okelah, aku juga kuliah online nya dari sini jugalah, gabung sama kalian semua. Bolehkan?," tanya Iwan ke mereka.


"Kamu gimana?


Engga sekalian gabung aja sama kita Las?," tanya Yadi ke Lasni.


Lasni melirik ke arah Randy yang sejak tadi tidak memberi tanggapan apapun, bahkan menoleh pun tidak. Selain saat Iwan menyapa mereka tadi di awal.


"Apa boleh aku gabung juga?," tanya Lasni, sambil melirik ke arah Randy sebentar.


"Bolehlah, memang siapa coba yang berani ngelarang kamu disini Las?," kata Yadi penuh semangat.


"Iya, makasi ya. Baiklah aku juga gabung bareng kalian ya," Kata Lasni dengan nada yang terdengar kurang semangat, yang disebabkan karena Randy tidak ada memberi tanggapan sedikitpun untuknya.


Lasni dan Iwan pun memesan makanan dan minuman untuk menemaninya dalam belajar yang sebentar lagi akan dimulai.


Semuanya sudah mengeluarkan laptop masing-masing dan sudah bersiap untuk masuk ke room class online yang di sediakan oleh Dosen pengajar.


Yadi memang menyukai Lasni, dia pun sangat memanfaatkan kesempatan ini untuk bisa dekat dengannya.


Yadi mengambil posisi duduk tepat berada di samping Lasni. Dan Lasni duduk tepat di depan Randy, namun tidak ada sekalipun Randy meliriknya.


Tanpa diketahui oleh Lasni, jika saat ini Randy menahan rasa tidak suka.


Karena saat Yadi duduk tepat disebelah Lasni. Dan terlebih lagi Randy tau jika Yadi menyukai Lasni.


Tapi apa yang bisa dia perbuat dengan itu?


Tidak ada, karena Lasni dan dia hanya sebatas teman, sama halnya antara Yadi dan Lasni yang juga sebatas teman.


Selama perkuliahan tampak Yadi sering sekali menyita perhatian dari Lasni, mulai dari bertanya tentang pelajaran sampai menawarkan minuman untuk Lasni, karena minuman yang tadi dia beli sudah hampir habis.


Randy masih mencoba untuk diam saja, dan tidak menoleh sedikitpun ke arah Lasni dan Yadi hingga perkuliahan online ini selesai.


Setelah selesai, Randy pamit duluan kepada semuanya. Dia sudah bosan berada disana, melihat Yadi yang selalu berusaha mendekati Lasni.

__ADS_1


Dan yang lebih tidak disukainya adalah respon Lasni yang sepertinya tidak menolak sedikitpun.


Diperjalanannya Randy mulai teringat dengan sosok laki-laki yang tempo hari di katakan Lasni.


Sosok laki-laki yang membuatnya nyaman dikala Deo sudah mengabaikannya.


Setelah melihat semua kejadian di kantin tadi, Randy menarik kesimpulan. Jika Yadi adalah sosok laki-laki yang di maksud oleh Lasni tempo hari.


Dia tidak menyukai sedikitpun dengan kesimpulan yang dia pikirkan itu sendiri.


Karena, jika dibanding antara dirinya dan Yadi. Tentulah dirinya lebih sering menghabiskan waktu bersama Lasni, karena selain di kelas mereka juga akan bersama saat di organisasi dan saat perkumpulan divisi acara.


Tapi, dia juga tidak punya alasan yang kuat untuk menyangkal, bahwa tadi di kantin tampak jelas Lasni dan Yadi keliatan dekat.


(Yadi yang berusaha mendekati Lasni).


Merasa pusing dengan pikiran sendiri, diapun mempercepat langkah kakinya supaya segera sampai ke kosnya.


"Mungkin tidur merupakan pilihan terbaik saat ini", pikir Randy.


Sesampainya dia di kos.


Randy langsung melepas sepatu, menggati pakaian dan mencuci tangan, kaki, dan wajahnya.


Supaya dia bisa tidur dengan nyenyak nantinya.


Namun, belum lagi dia tertidur, dia sudah merasa terganggu dengan suara dari handphonenya.


"Ran, kamu kenapa tadi?


Kamu marah samaku? Tidak ada sedikitpun kamu melihatku sejak di kantin tadi," tanya Lasni.


"Engga, biasa ajalah perasaanku," balas Randy.


"Kamu kenapa tadi duluan pulang?," tanya Lasni lagi kepada Randy.


"Iya ngapain lagi di kantin, ngeliati kalian?," Randy.


"Kalian? Maksudnya siapa?," tanya Lasni tidak mengerti dengan perkataan Randy.


"Iya ngeliatin kalianlah, siapa lagi. Ya loe sama Yadi", Randy.


"Maksudnya?


Aku sama Yadi kenapa rupanya?", tanya Lasni lagi yang sudah semakin tidak mengerti dengan perkataan Randy.


"Percuma pintar belajar ya, tapi loe engga pintar memahami kata-kataku", balas Randy.


"Semua orang juga bakal engga paham sama maksud kamu, kalau kamu engga memberitahunya secara jelas Ran", Lasni.


"Baiklah aku perjelas ya. Pasti Yadi kan laki-laki yang tempo hari loe maksud kan.

__ADS_1


Laki-laki yang buat diri loe nyaman. Iyakan?", jawaban Randy seperti sedang bertanya dan memberi pernyataan.


Lasni semakin bingung lagi, kenapa bisa Randy berpikir begitu.


"Memang apa aku terlalu dekat tadi sama Yadi ya", batin Lasni.


"Ran, bukan gitu. Aku sama Yadi ya cuman teman itu aja. Engga ada rasa-rasa nyaman atau apalah. Hanya perasaan sebetas teman", jawab Lasni.


"Eh, jadi itu alasan kamu tadi pulang duluan ya", tambah Lasni lagi.


"Engga, gue memang ngantuk.


Udah gue bilang jugakan, kalau tadi malam gue begadang", balas Randy.


"Oh iyalah, aku kira tadi itu alasan kamu makanya cepat pulang tadinya", Lasni.


Lasni sempat berpikir jika Randy tadi cemburu padanya karena dia dekat dengan Yadi.


Karena jika benar Randy cemburu, berarti secara tidak langsung Randy juga memiliki perasaan padanya.


Perasaan yang sudah dia rasakan akhir-akhir ini. Perasaan nyaman saat berada di dekatnya, (Lasni).


Dan Randy saat ini merasa malu, dia takut jika Lasni menyadari rasa cemburunya ini.


Pertama, dia menyesal karena pulang duluan tadi (tapi dia juga tidak tahan jika lebih lama lagi menikmati tontonan di depannya tadi)


Kedua, dia menyesali karena membalas pesan Lasni tadi seperti itu. Karena itu secara tidak langsung menyiratkan kalau dia cemburu, (Randy).


Jika perasaannya ini diketahui orang lain, maka akan banyak masalah yang terjadi.


Pertama, mungkin dirinya akan mendapat masalah dengan Deo.


Dia tidak ingin berurusan apapun dengan Deo, karena sifat Deo sudah dia kenali.


Kedua, mungkin pertemanannya dengan Yadi akan berdampak juga. Karena Yadi sudah sangat jelas kelihatan jika dia suka dengan Lasni.


Ketiga, dia juga malu dengan semuanya. Karena bisa-bisanya dia suka dengan wanita yang sudah menjadi pacar orang lain, terlebih pacar temannya walaupun bukanlah teman akrab baginya.


Yang jelas saat ini, baik Lasni dan Randy sedang sibuk dengan pikiran mereka masing-masing.


}•~•~•~•~•~•{


**Sampai disini cerita Lasni dan Randy untuk episode kali ini ya.


Tetap ikuti ceritanya, dan bantu author dengan Like, comment, and rating bintang 5* ya.


Jika suka dengan pengalaman author ini dan suka dengan cerita author ini, boleh bantu author lewat VOTE.


Jika ada kesalahan kata di dalam penulisannya, sehingga mengganggu pembaca dan menyulitkan pembaca dalam memahami ceritanya, Author mohon maaf untuk itu.


HEPII READING**. . .

__ADS_1


__ADS_2