Perjalanan Cinta Randy

Perjalanan Cinta Randy
Episode 6


__ADS_3

Pertemuan Randy dan Filla


Saat ini jam sudah menunjukkan pukul 13.30, dan Randy pun sedang bersiap-siap untuk bertemu dengan Filla, karena tepat 30 menit lagi dia harusnya sudah sampai di taman depan sekolah seperti janji mereka tadi pagi.


Sementara Filla, dia sudah dalam perjalanan. Dia ingin secepatnya bertemu dengan Randy untuk membicarakan keperluannya.


Sesampainya Filla di taman, dia tidak melihat adanya keberadaan Randy disana.


Sehingga diapun memutuskan untuk menunggu kedatangan Randy di kursi taman yang di sekitarnya ada pepohonan yang rindang. Tempat yang sejuk dan pas untuk duduk bersandar di tengah mentari yang saat ini sedang memancarkan kejayaannya.


Sambil menunggu, dia bergumul dalam hatinya, memikirkan setiap kata yang ingin dia sampaikan nantinya.


Apakah yang akan di sampaikannya ke Randy ini merupakan hal yang benar atau tidak, apakah itu hal penting atau tidak.


Karna mengingat ini libur akhir pekan, namun karena ke egoisannya sampai menyuruh temannya itu datang ke sekolah pada hari ini hanya untuk mendengarkan ceritanya.


Karna terlalu asik bergumul dalam hatinya, dia sampai tidak sadar jika sosok laki-laki yang sedari tadi dia tunggu kedatangannya kini sudah berada di dekatnta, bahkan mengejutkan dirinya.


Randy, "Udah lama Fil ?" tanya Randi.


Filla, "Oh belum kok, aku juga baru saja sampai."


¤ Diam sejenak tanpa suara, Randy ya memang sosok tak terlalu banyak bicara lebih memilih memainkan Hp nya sembari menunggu Filla yang berbicara.


Namun Filla masih bingung ingin memulainya dari mana.


Filla, "Bagaimana kabarmu ? kamu tidak sedang sibuk kan hari ini" , tanya Filla memulai percakapan.


Randy, "Ya tidak begitu lah, hanya seharian dirumah menghabiskan waktu santai di akhir pekan, seharusnya," jawab Randy.


Filla, "Hahaha, iya maafkan aku ya," Filla.


Sejujurnya Randi merasa sangat nyaman dengan suasana seperti ini, dimana hanya ada mereka berdua di taman.


Menghabiskan waktu bersama dengan tenang.


Karna jika boleh jujur, dia sebenaranya menaruh sedikit rasa suka pada perempuan di sebelahnya ini.


Rasa kagum yang mungkin dimiliki oleh kebanyakan laki-laki lainnya jika melihat sosok Filla dan kepribadiannya.


Filla kembali tertunduk, karna dia mulai berpikir bagaimana cara terbaik untuk menyampaikannya. Menyusun setiap kata yang akan dia katakan.


Kata yang sebenarnya sudah di siapkan, namu selalu terasa kurang tepat jika di ucapkan, pikirnya.


Sementara Randy, dia menatap Filla lewat sudut matanya, menikmati pemandangan yang menurutnya sangat indah dan jarang terjadi.


Kapan lagi bisa berdua duduk di taman bersama Filla, di hari minggu pula. Hari dimana tidak ada orang yang datang ke sekolah.


Filla, "Ran, kamu sudah berteman dengan Ade cukup lama kan," tanya Filla lagi.


Randy, "Ya begitulah, kami sudah saling kenal sejak SMP dan semenjak itu kami memulai pertemanan kami" tampak raut wajah yang sudah mulai berubah, karna sejujurnya dia sedikit cemburu. Tapi dia berusaha untuk bersikap normal. Randy langsung paham kenapa Filla memintanya ke tempat ini. Tidak lain hanya untuk menggali informasi tentang temannya Ade lewat dirinya.


Filla, "Menurut kamu dia seperti apa ya?"

__ADS_1


Randy, "Dia baik, dewasa, tampan, dan seperti yang kamu lihat"


Filla, "Apakah kamu tau siapa pacarnya? "


(Sudah terjawablah apa maksud dan tujuan Filla yang mengajaknya untuk bertemu.)


Randy, "Setauku saat ini tidak ada" dengan sedikit cuek dia manjawab pertanyaan tersebut.


Filla, "Baguslah kalau begitu, dan bagaimana ciri wanita yang disukai Ade ya?


Apa kamu tau Ran?," tanya Filla lagi.


Randy, "Kau menyukainya?"


Filla, "Yaah mungkin, akhir akhir ini kami sering menghabiskan waktu bersama seperti yang kamu lihat, tapi terkadangj aku merasa dia hanya mempermainkanku," jawab Filla, tampak sedikit kesedihan di setiap katanya.


Randiy, "Mungkin sepertimu." Kata Randy menyemangati, karena dia menyadari perubahan suasana di Filla, saat perempuan itu seperti hilang ssmangat.


Namun di dalam hati dia mulai tidak rela jika Filla bersama dengan Ade.


Disamping dia memang menyukai sosok Filla, dia juga tidak ingin jika Filla nantinya akan patah hati karena Ade.


Karena sifat Ade yang sangat sering mempermainkan perasaan wanita.


Setelah mengatakan itu semua, Randy mengambil handphone nya, dan berpura-pura menerima notifikasi chat disana, sehingga dia harus pulang saat ini juga.


Randy tidak tau ingin berkata apa lagi.


Karna sejak awal dulu pun, dialahorang yang membantu untuk medekatkan Filla dan Ade.


Disisi lain Ade adalah temannya, ya pertemanan yang sudah terjalin sejak SMP. Dia kenal bagaimana Ade, dan dia tak ingin Ade melukai Filla.


Dan merekapun berpisah, pulang ke rumah masing-masing.


¤Keesokan paginya


Hari ini Randy akan bicara dengan Ade.


Memperingatkannya untuk tidak mempermainkan perasaan Filla.


Karna dia tidak ingin Filla sedih, padahal dirinya juga akan merasa sedih.


Sesaat bell tanda istirahat berbunyi.


Randy menghampiri Ade ke tempat duduknya.


Sementara teman mereka yang lainnya sudah keluar dan menuju kantin.


Ade di tahan oleh Randy hingga lokal kelas mereka benar-benar kosong, agar dia bisa bicara dengan lebih tenang.


Ade, "Ada apa Ran, lo kok nahan gue, memang loe ga lapar apa?


Randy, "De, lu suka sama Filla kan?"

__ADS_1


Ade, "Gue gatau pasti, loe juga tau kan kalau gue masih pacaran sama Sinta sekarang."


Randy, "Mana gue tau, pacar loe cepat berubah, mana gue hapalin siapa pacar loe De.


Jadi loe ke Filla gimana, apa dia cuman mau loe jadiin mainan doang iya !


Seperti cewek-cewek lain yang cuman loe baperin kemudian loe tinggal gitu aja iya?" Randy sudah mulai tidak suka dengan sifat temannya ini, walaupun dia sudah tau sedari dulu.


Ade, "Filla ya, hemm gue ga bakal ngelepas dia. Dia anak yang cantik dan pintar. Ya akhir-akhir ini gue jadi punya lebih banyak waktu untuk kegiatan gue.


Karna tugas gue semuanya dikerjakan sama Filla.


Ya walau di awal gue harus ngabisin banyak waktu untuk ada di dekatnya.


Tapi sekarang dia bisa gue manfaatin kan,"


jawab Ade, yang membuat Randy semakinn tidak suka pada nya.


Randy sudah mulai geram mendengar perkataan Ade


Dia tidak menyangka jika ada niat yang sekotor itu di pikiran Ade.


Tanpa ada perasaan, dia mempermainkan hati setiap wanita dan hanya memanfaatkannya.


Randy, "De gue harap loe bisa sayangi dia. Karna gue tau Filla udah berharap besar sama lo.


Ade, "Udah gini aja, loe bukan siapa-siapanya Ran, gausah terlalu peduli.


Atau loe juga suka ya sama Filla?


Hebat loe ya, bisa-bisanta suka sama cewek yang jadi gebetan temen loe sendiri.


Dan satu hal lagi Ran yang perlu loe tau, gue liat kok semuanya.


Gue liat loe samalam jalan sama Filla kan. Udah lah, malas gue ngomongin ini."


Sambil beranjak keluar dan meninggalkan Randy, namun sebelum dia benar-benar menghilang dari balik pintu, dia memanggil Randy dan memecah keheningan pada Randy.


Ade, "Gausah lu pikirin, ayo kantin makan dulu kita."


Mendengar ajakan itupun, Randy pun segera bangkit dan bergegas menuju kantin belakang sekolah untuk makan siang.


Tapi percayalah, makan siang kali ini terasa canggung diantara keduanya.


Dan sangat jelas bisa di tangkap teman-temannya yang lain.


Bagaimana ekspresi kedua orang ini saat ini dari pandangan yang keluar dari mereka, tampak menyimpan ketidaksukaan satu sama lain.


}•~•~•~•~•~•~•~•{


Sampai disini dulu ceritanya.


Author juga sedang usaha untuk mengingat setiap kejadian-kejadian yang terjadi di masa itu.

__ADS_1


Karna kejadian ini sudah lama, jadi bukanlah hal mudah untuk mengingat setiap detailnya.


Bantu ingatan Author dengan Support lewat Vote dan beri Komentar sehingga Author bisa Update episode selanjutnya dengan lebih baik lagi.


__ADS_2