Perjalanan Cinta Randy

Perjalanan Cinta Randy
Episode 17


__ADS_3

Kebimbangan Lasni


Semenjak waktu itu Lasni sering memikirkan Randy.


Karna dia seperti menemukan sosok lain di diri Randy. Diri Randy yang tak pernah tampak sebelumnya bagi nya dan mungkin bagi kebanyakan teman kelas yang lain.


Pribadi malam itu yang selama ini tertutupi dengan sikap nya yang dingin dan cuek.


Tiba-tiba handphone Lasni bergetar tanda ada notifikasi yang masuk. Notifikasi itu berasal dari aplikasi what's aps, disana tertera nama Deo.


"Kamu dimana sekarang?," Deo.


"Aku di kamar, di kontrakan ku. Ada apa Deo?," Lasni


"Tidak, aku hanya ingin memastikan keberadaanmu saja."Deo


"Ku dengar semalam kau jalan dengan seorang laki-laki ya." lanjut Deo


"Iya, aku jalan dengan Randy. Dia juga mengenalmu, katanya dia teman mu tapi kalian tidak terlalu akrab ya," Lasni.


"Jangan salah paham, kami jalan itu bukan ada maksud lain. Kami kan berada di divisi yang sama (divisi acara) untuk sebuah kegiatan yang akan terlaksana beberapa bulan lagi. Jadi kami tadi di tugaskan oleh senior untuk mencari tahu harga dari barang-barang yang kami butuhkan nantinya," kata Lasni mencoba berbohong untuk menghindari masalah yang berkepanjangan.


"Oh, apakah harus kalian berdua haa !!!" balas Deo mulai marah.


"Kami ada lima orang di divisi acara, dan tiga yang lainnya itu senior, mereka sudah semester 3. Terlebih saat itu mereka sedang ada jadwal perkuliahan, jadi kami berdua di minta untuk melakukannya, "jawab Lasni lagi.


"Sudah diam lah kau, aku tak suka alasan-alasanmu. Kau memang wanita liar ya," kata Deo kasar tanpa memikirkan perasaan Lasni.


"Tega kamu bilang aku cewek liar ya, sekarang aku tanya ke kamu. Kemana aja beberapa hari ini, dan beberapa minggu ini juga sikapmu ke aku sudah berubah. Kamu seakan tidak peduli denganku, dan kamu juga kasar." jawab Lasni.


"Aku sibuk, jadi tak perlu aku selalu memberimu kabar," Deo.


"Kamu jahat, aku tak sanggup seperti ini. Kamu berubah, kamu ga seperti yang dulu, seperti saat kita masih belum bersama," Lasni.


"Aku tak mau masalah ini menjadi panjang, sebaiknya kita sama-sama berpikir apa yang terbaik untuk hubungan kita ini ke depannya." tambah Lasni lagi.


Tak ada balasan lagi what's aps dari Deo. Lasni pun meletakkan hp nya. Mencoba menenangkan diri dan menekan emosinya.


Setelah merasa sedikit tenang, dia keluar mencari makan ringan untuk menemani malamnya.


Sambil menghabiskan coklat yang baru saja dia beli, Lasni pun terbaring di tempat tidur. Membawa pikirannya mengingat semua yang sudah terjadi, antara dirinya, Randy dan Deo.

__ADS_1


Tapi pikiranya di dominasi akan kejadian saat mereka sedang makan malam. Makan malam kecil antara dia dan Randy.


Di malam itu, Randy sedikit berbeda.


"Oh, tidak tidak. Dia sangat berbeda dari biasanya." batin Lasni membenarkan.


Randy tampak beberapa kali menanggapi perkataan Lasni dengan ekspresi wajah, padahal selama ini wajah itu hanya terpampang ke dataran saja.


Baik senyum, maupun ekspresi penasaran akan kelanjutan cerita Lasni.


Ya, Randy yang biasanya dingin dan cuek di malam itu banyak bertanya pada Lasni. Baik itu hal penting maupun yang tidak penting sekalipun hanya untuk mengisi pembicaraan.


Tentang apa kesibukkan Lasni selama pulang kampus hingga apa saja pengalamannya yang spesial selama hidupnya.


Tak lupa pula Randy menanyakan sejauh apa hubungannya dengan Deo.


Ketika Randy bertanya perihal hubungannya dengan Deo, seketika Lasni kaget dan bingung, kemana arah pertanyaan ini selanjutnya. Mencoba menerka-nerka dalam pikirannya sendiri.


Dia takut suasana menjadi canggung setelahnya, dia juga memang tak pernah memikirkan Deo saat sedang bersama lelaki di depannya ini.


Mungkin orang yang dia sukai sebenarnya bukanlah Deo, tapi Randy. Itulah suatu fakta yang mungkin terjadi saat ini.


Karna tak kunjung mendapat jawaban, Randy pun bertanya dengan lebih santai.


"Kapan kalian saling kenal? " Randi.


"Hmm, kami mulai kenal saat pertama kali mendaftar untuk masuk kampus, disitu kami tak sengaja bertemu karna sesama menunggu giliran pendaftaran. Disitu juga kami tukaran nomor Whats aps." jawab Lasni.


"Menurutmu Deo itu apakah dia baik? " tanya Lasni.


"Kau pacarnya, seharusnya kau lebih tau. Jawaban apa yang kau harapkan dariku. Walau kami tidak akrab, tapi kami berteman." balas Randy.


"Iya, menurutku dia baik, perhatian dan suka menolong aku disaat aku tidak tau ingin meminta pertolongan pada siapa. Itulah awal penilaian ku padanya" Lasni


"Jadi, karna itu kamu menyukainya ?" Randy.


"Iya, tapi sekarang dia sudah berubah. Dia sekarang pemarah, jarang ada waktu untuk ku, egois, dan suka mengaturku semau nya." Lasni.


Randy tak memberi tanggapan apapun perihal semua perkataan Lasni, karna dia juga tau bagaimana sikap dan watak Deo.


Walaupun mereka tidak akrab, tapi dia sudah cukup mengetahui bagaimana Deo yang sebenarnya.

__ADS_1


"Tapi, kau memang pacarnya kan. Lantas bagaimana perasaanmu saat ini." Randy


"Aku tak tahu, dengan sifat yang sekarang dan waktu yang kami miliki untuk berdua juga tidak ada. Itu membuat tak terlalu berharap banyak dalam hubungan ini. Lagipula kami masih baru pacaran." Lasni.


"Dan lagi, saat ini mungkin ada orang lain yang memberi kenyamanan untuk ku dibanding yang pernah Deo berikan." tambah Lasni.


"Oooh, iya. Baguslah," Randy.


"Dengan terkejut dan perasaan yang entah apa namanya Randy menjawab kata kata Lasni tadi. Dia tak tau ingin berkata apa, karna saat ini wanita di depannya ini sedang dekat dengan laki-laki lain lagi. Padahal saat ini dia masih sebagai pacarnya Deo," pikir Randy dalam hati.


¤hening sejenak. . .


"Boleh aku tau siapa laki laki yang kau maksud tadi ?"tanya Randy


"Ehhh, engga. Besok besok aku cerita. "jawab Lasni cepat antara refleks atau sangkin gugupnya dia.


*Lasni sebenarnya memikirkan Randy, ya dia adalah lelaki yang membuat nya merasa nyaman. Walaupun dingin dan cuek, tapi beberapa hal yang penting dia akan sangat peduli. Apalagi jika ada temannya yang benar benar kesulitan.


Selain itu, mungkin karna banyak nya waktu yang mereka habiskan bersama. Sehingga menimbulkan perasaan nyaman itu.


Randy yang tidak mendapat jawaban mengenai siapa sosok laki-laki yang di maksud Lasni, sehingga memunculkan rasa penasaran dalam hati dan pikirannya.


Saat ini Randy hanya menghargai Deo sebagai temannya, sehingga dia tak mau berharap terlalu besar pada Lasni, tapi dia mengetahui bagaimana Deo, sehingga dia berpikir sebaiknya Dia lah yang bersama Lasni.


Randy tak membohongi perasaannya pada Lasni, tapi dia juga tak menunjukkannya secara langsung.


Tiada seorang pun di dunia ini, baik itu lelaki maupun perempuan, yang rela melihat orang yang dia sayangi terluka ataupun akan terluka nantinya. . .


Mulai besok, Randy ingin mencari tahu sendiri mengenai siapa sosok laki-laki yang dimaksud Lasni, laki-laki yang memberinya kenyamanan, walaupun saat ini statusnya sebagai pacar Deo.


•~•~•~•~•~•~•


Sampai disini ceritanya untuk eps kali ini.


Mohon maaf jika ada penulisan kata atau kalimat yang salah, sehingga menyulitkan pembaca untuk memahami maksud yang ingin di sampaikan oleh penulis.😁


Tinggalkan Like, comment, and rating ya.


Jika suka, mohon bantu Vote. . .


Hepiiii Reading. . . . .

__ADS_1


__ADS_2