
Lasni yang ditinggal di dapur sendirian masih berpikir tentang masalahnya saat ini.
Apa yang terbaik untuk dilakukan dan dipilihnya.
Merasa tidak menemukan jalan keluar, akhirnya dia pun kembali ke kamarnya.
Bersiap untuk tidur karena diapun sudah mulau mengantuk.
¤ Keesokan harinya
Lasni yang terbiasa bangun pagi untuk menyiapkan sarapan bersama.
Lasni dan kakaknya Iwan selalu menyiapkan sarapan pagi untuk 4 orang penghuni rumah kontrakan itu.
Selesai menyiapkan sarapan pagi, Lasni lantas langsung pergi ke kamar untuk mengambil handuk dan segala perlengkapan untuk dia mandinya.
Setelahnya mereka sarapan bersama.
Iwan berangkat bersama Lasni ke kampus, dan kakak mereka berangkat ke tempat kerja mereka.
Sesampainya di kelas, Lasni tidak menemukan keberadaan Randy di ruang kelas tersebut. Dia pun meletakkan tasnya di bangku belakang, di tempat biasa Randy duduk.
Dan dia pergi keluar, bergabung dengan beberapa teman wanita yang lainnya, ya tujuannya untuk menyambut Randy.
Dia tau Randy memang sering datang terlambat, oleh karena itu pula makanya Randy duduk dibangku paling belakang. Agar kedatangannya tidak mengganggu yang lainnya.
Hari ini Lasni ingin memberi beberapa kata nasihat untuk laki-laki itu, supaya tidak terlambat lagi.
Penantian Lasni berakhir percuma, dari kejauhan sudah terlihat seorang wanita paruh baya berjalan ke arah ruang kelas mereka saat ini. Wanita itu yang akan mengajar di jam pertama ini. Sementara Randy, belum terlihat keberadaannya.
Sehingga Lasni dan teman-temannya yang tadi di luar pun seger mereka masuk ke dalam kelas.
Di kelas sudah dimulai pelajaran. Ibu dosen sudah menerangkan beberapa materi kepada mahasiswa nya.
Randy terlambat sekitar 15 menit kurang lebih, dan alasannya dia bisa terlambat tidak lain karena dia terlambat bangun.
Randy tidak terlambat sendiri, melainkan ada Yadi, Doni, dan Wawan yang menemani keterlambatannya.
Semalaman mereka begadang bermain game, sampai sekitar pukul 03.00 dini hari baru mereka tertidur. Itupun mereka tertidur di kamarnya Randy, dengan posisi tidur yang acak-acakan.
Mereka bangun tidur sudah pukul 07.50, yang membuat mereka semua panik dan berlari ke kamar masing-masing untuk mandi dan bersiap-siap.
__ADS_1
Dan naas nya bagi Yadi dan Doni. Mereka lupa memasukkan tugas yang di berikan dosen yang saat ini ada di depan. Tugas yang sudah 1 minggu yang lalu telah di berikan. Sebenarnya tugas itu sudah selesai mereka kerjakan, tapi karena terburu-buru sehingga tertinggallah tugas itu.
Sudahlah terlambat, tugasnya juga tertinggal. Maka Yadi dan Wawan pun di hukum, mereka berdua tidak di ijinkan masuk di jam perkuliahan pelajaran tersebut hari ini.
Sementara Doni dan Randy, mereka mengarang alasan yang sudah mereka persiapkan selama di perjalanan tadi.
"Kenapa kalian terlambat di jam pelajaran saya?," tanya dosen tersebut.
"Maaf buk, tadi ban motor saya bocor buk. Sehingga saya harus menambalnya terlebih dulu buk," jawab Randy.
Alasan bodoh yang terucap dari Randy, mungkin karena dia sudah gugup dan hanya itu yang terpikirkan. Padahal sudah jelas dia tidak bawa motor, karna lokasi kosannya kan dekat dengan kampusnya. Terlebih lagi saat ini dia juga dilarang oleh mama nya untuk bawa motor ke kampus.
Dan teman-temannya yang lain sudah tau jika Randy berbohong. Tapi mereka semua memilih diam, karena walau Randy cuek dan dingin, dia juga sering membantu teman-temannya tersebut di kala belajar.
"Kamu Doni, apa alasan kamu sehingga terlambat di jam pelajaran saya?," tanya dosen itu ke Doni.
"Saya tadi nyari sarapan terlebih dulu buk, karena saya tadi malam masuk angin. Jadi saya harus pergi sarapan terlebih dulu buk." jawab Doni.
"Kamu kan bisa sarapan di kantin, kamu berani berbohong ya", kata dosen yang sudah mulai marah karena tidak bisa menerima alasan dari Doni.
"Iya buk saya salah, maafkan saya buk. Lain kali tidak akan saya ulangin lagi buk, sekali lagi maafkan saya bui", jawab Doni sambil menundukkan kepala, karena dia sudah tidak tau lagi bagaimana untuk membela dirinya. Lagipula, apapun yang dia katakan pasti ujungnya dia akan dihukum. Jadi menurutnya, lebih baik mengakui kesalahan dan minta maaf lebih dulu sebelum dihukum, barangkali dapat melunakkan hati ibuk dosen yang sedang marah itu, batin Doni.
"Baiklah, kali ini kamu saya maafkan. Ingat, lain kali kalian tidak boleh terlambat lagi di jam pelajaran saya. Atau lebih baik kalian tidak usah masuk lagi ke pelajaran saya. Paham kalian !", kata dosen.
"Yasudah, duduk lah kalian. Dan jangan berisik", dosen.
Lasni menawarkan ke Randy untuk duduk di sebelahnya. Karena bangku itu memang tempat yang biasa dia duduki. Bangku belakang yang tepat berada di sudut kanan.
Randy meminta Lasni untuk menunjukkan catatannya, untuk di salin ke dalam buku catatan miliknya.
"Las, boleh liat catatanmu. Akukan ketinggalan tadi", pinta Randy.
"Iya boleh lah, ini catat lah cepat. Nanti dimarah lagi kalau tidak ada catatanmu kan", kata Lasni.
"Iya, makasi ya", jawab Randy sambil berbisik pelan.
"Aku pasti selalu ada untuk membantumu, tenang aja", kata Lasni.
"Hemm, iya-iya", balas Randy sambil fokus menyalin semua isi catatan tersebut.
Setelah jam pelajaran pertama berakhir, Lasni penasaran dengan alasan penyebab keterlambatan ke empat orang temannya tadi.
__ADS_1
"Ran, tadi kenapa kalian terlambat?", tanya Lasni memulai pembicaraan.
"Kami terlambat bangun, karena malamnya kami begadang", jawab Randy tanpa menatap ke arah lawan bicaranya.
"Eh, kalian kok begadang. Itu ga bagus untuk kesehatan. Pantas aja kalian sering mengantuk di kelas. Lain kali sebaiknya kalian jangan begadang lagi ya", jawab Lasni sambil memberi nasihat.
"Iya-iya makasi", jawab Randy singkat dan langsung berdiri hendak keluar.
Pelajaran jam kedua hari ini sedang kosong. Karena dosen yang seharusnya mengajar saat ini sedang pergi keluar kota. Sehingga kegiatan belajar dilakukan secara online dan bisa dilakukan dimana saja.
Randy yang melangkah keluar segera diikuti oleh Doni. Mereka hendak ke kantin menghampiri kedua temannya yang tadi tidak diijinkan masuk kelas di pelajaran pertama.
Randy tau jika kedua temannya itu pasti sedang duduk di kantin. Makan sambil merenung.
Memikirkan apa nanti nilai yang mereka dapat dari dosen itu tadi, dosen yang memarahi mereka berdua.
"Yad, Wan. Kenapa kalian.
Udahlah gausah pikiri kali", kata Doni.
"Iya udah, tenang aja. Yang penting ke depannya kita jangan terlambat lagi. Ini karena kau juga ini Don. Kalau kau engga ngajak main game sampai begadang. Kita pasti engga terlambat, terus Yadi sama Wawan ga di hukum gini kan", ujar Randy.
"Iya, sorry ya. Yaudah makan kali ini aku yang traktir. Tapi jangan marah lagi kalian ke aku", jawab Doni.
"Oke, hahahahah baguslah gitu", balas Randy, Yadi, dan Wawan serentak.
Sementara di tempat yang tak jauh dari mereka. Ada Lasni dan Iwan.
Lasni sebenarnya ingin menghampiri mereka, terutama Randy. Tapi dia takut menggnggu waktu bersama mereka. Terlebih tadi Randy meninggalkannya di kelas tanpa ada kata apapun.
Iwan melihat tatapan Lasni terus mengarah menuju ke empat orang yang di kenalinya itu.
Iwan pun mengajak Lasni untuk menghampiri mereka.
}•~•~•~•~•~•~•{
**Sampai disini ya cerita eps kali ini
maaf telat update nya.
Semoga suka, jangan lupa tinggalkan Like, comment, and rating bintang 5*.
__ADS_1
Jika suka bantu Vote nya
HEPIIII READING**. . . . .