
Awal Perkenalan
Randi anak yang tergolong cuek dan beraura dingin seperti es balok, tampang yang datar tak lupa selalu terpampang di wajahnya. Dia juga tidak peduli dengan sekitar terlebih jika dia merasa tidak berhubungan dengannya, pasti sangat enggan baginya untuk terlibat di sana.
Randy memiliki sifat seperti ini bukan tanpa alasan. Tapi karna suatu kejadian yang dulu pernah dia alami.
Di awal perkuliahan sebenarnya dia suka dan selalu duduk di bangku paling belakang, karna baginya akan sangat merepotkan jika harus duduk di depan, karna sudah pasti posisi itu akan sangat dengan dosen yang sedang menjelaskan, selain itu dia juga akan mengantuk jika terlalu lama mendengar orang lain bercerita atau kita sebut menjelaskan sekalipun itu dari seorang dosen.
Di bangku belakang adapula sosok wanita yang lumayan cantik (menurutnya) dan juga pintar dalam belajar (itulah awal penilaiannya).
Namanya wanita itu Lasni.
Berparas cantik, kulit putih, dengan tinggi sekitar 155-an dan juga memiliki dada yang tidak besar namun bentuk bulatnya indah.
Walau begitu Randy hanya melihatnya lewat lirikan mata tanpa pernah berniat untuk menegur ataupun berkenalan dengan wanita itu secara langsung. Padahal mereka sudah saling mengetahui nama masing-masing karna saat absensi, dosen akan memanggil setiap nama mahasiswa yang hadir di kelas.
Jadwal perkuliahan pun selesai, sehingga semua orang keluar dari ruangan dan hanya menyisakan beberapa orang saja, termasuk Randy, Lasni, dan 3 orang lainnya yang sudah menjadi teman Randy. Teman yang selalu duduk di belakang dengannya, serta seorang lelaki yang selalu berada di samping Lasni.
Alasan mereka tidak keluar dari ruangan itu karna, diluar cuacanya sedang turun hujan dengan derasnya.
Untuk mengisi waktu dan menghilangkan rasa bosan akibat menunggu hujan reda, ketiga teman Randy yang bernama Wawan, Yadi, dan Doni bernyanyi dengan kuatnya.
Suara mereka seakan melawan suara berisik dari derasnya air hujan yang turun.
Setelah mereka menyanyikan beberapa lagu Randy pun ikut bernyanyi dengan suara pelan, karna jujur dia memiliki suara yang tidak dapat dikatakan bagus, suara jelek yang sudah di sadari nya 😅
Tapi karna dia sudah merasakan kebosanan akibat menunggu ketidakpastian ini, maka dengan sedikit menahan diri dan suaranya ikut bernyanyi namun tidak merusak suara teman-temannya.
Setelah ikut menyanyikan beberapa lagu, kini rasa bosan itu tak lagi dapat di bendung.
Randy merasa kesal akan penantian yang tak tak pasti ini, ditambah lagi dia sudah mulai merasa lapar pada perutnya.
Wajar saja demikian, karna perut itu sudah seharusnya di isi sejak tadi, dan ini sudah melewati jam makan siang yang seharusnya.
Di tatapnya ke jendela, dan dia merasa hujan sudah lebih tenang, walaupun sebenarnya tetap deras. Namun karna rasa lapar yang sudah mendesak nya, dia pun memutuskan untuk keluar dan berniat untuk pergi ke kantin.
Di pintu, sebelum dia pergi. Di tatapnya wajah orang-orang di ruangan itu,
"Apa kalian tidak merasa lapar?
Aku mau ke kantin, kalian ga ikut?" ujar Randy.
__ADS_1
Seketika teman-temannya pun mengemas buku-bukunya ke dalam tas mereka dan berdiri bergegas menyusul Randy.
Sebenarnya, dia ingin menegur dan mengajak Lasni beserta temannya yang selalu bersamanya itu.
Namun dia memutuskan untuk diam. Karna sifatnya tidak suka basa basi pada hal yang menurutnya konyol, toh kalau dia lapar pasti juga makan nantinya. Lagipula udah mahasiswa loo, "pikir Randy".
Lasni dan teman laki-lakinya itu pun kemudian mengeluarkan suara karna melihat ke empat orang yang tadinya bersama mereka di ruangan ini hendak pergi.
"Heii, hmm bolehkah kami ikut bersama kalian" kata Lasni.
Hanya di anggukan oleh Rendy, tanda setuju
dan langsung di sambut
"tentu saja, ayolah gabung sama kami" balas Yadi.
Sesampainya di kantin, Rendi dan ketiga temannya langsung memesan mie kuah untuk menghangatkan tubuh dan mengisi perut mereka yang sudah terlambat di isi itu. Derasnya hujan dan udara dingin yang bertiup menyentuh kulit mereka seakan menambah rasa lapar yang mereka rasakan.
Lasni dan Iwan, (nama laki-laki yang menjadi teman Lasni dan selalu bersama) memilih untuk membeli roti sebagai penahan rasa lapar mereka.
Di tengah perkumpulan mereka berenam, hanya Yadi, wawan, dan Doni saja yang berbicara, sambil sesekali bertanya pendapat Randy.
Namun Randy hanya selalu membalas pertanyaan itu dengan "anggukan" tanpa jawaban dan ekspresi apapun.
Randy lebih memilih untuk sibuk dengan handphonenya, walaupun sebenarnya tidak ada kegiatan yang dia lakukan disana.
Melihat itu, Lasni bersuara
"Apakah kalian awalnya sudah saling mengenal sebelumnya?" kata Lasni.
Mendengar pertanyaan itu berasal dari Lasni, membuat Yadi langsung semangat,
"Kami baru kenal, dan kebetulan Randy dan aku satu tempat kos, tapi kami besa kamar, kamar kami bersebelahan" jawab Yadi dengan senyum anehnya.
Sebenarnya Yadi suka melihat Lasni, karna memang Lasni punya paras yang lumayan, sama seperti penilaian Randy sebelumnya.
Mendengar jawaban yang berasal dari Yadi, membuat Lasni menatap ke arah Randy,
"Apakah anak ini tidak punya telinga atau dia punya masalah dengan pendengarannya. Atau dia tak punya mulut untuk menjawab pertanyaanku ya. Karna sangat jelas jika pertanyaanku tadi, aku tujukan padanya kan," pikir Lasni dalam hati.
Pesanan mie kuah akhirnya pun datang.
__ADS_1
Dan Randy segera meletakkan Hp nya dan bersiap untuk memanjakan perutnya serta cacing yang sudah meronta sedari tadi.
Randy dan ketiga temannya pun langsung makan.
Selama makan tak sedikit pun dia berbicara tapi tidak untuk ketiga temannya yang lain.
Mereka sesekali berbicara dan bertanya pada Lasni dan Iwan tentang mereka berdua.
Karna sejak awal masuk, mereka selalu melihat jika kedua orang ini selalu bersama, sehingga timbul pertanyaan untuk mereka bertiga. Setelah saling tatap diantaranya,
Doni pun memutuskan jika dia yang akan bertanya,
"Iwan, hem apakah kalian berdua pacaran?
maksudku kamu dan Lasni" kata Doni.
Mendengar pertanyaan Doni itu, Lasni pun langsung menjawab,
" Tidak, kami berdua tidak pacaran, tapi kami berdua tinggal di satu rumah kontrak. Disana ada kakak perempuan iwan dan juga kakak laki-laki ku," jawab Lasni.
Seketika, Randy yang awalnya tidak peduli langsung mendongak menatap ke arah mereka, dengan pertanyaan di kepala,
"Kok bisa mereka tinggal di rumah kontrakan yang sama, bukankah itu tabu?" Itulah yang dipikirakan Randi di kepalanya.
Mendengar jawaban Lasni itu, hanya disambut "oooh begitu" oleh Wawan, Yadi , dan Doni
Dengan raut wajah yang ingin bertanya lagi dan lagi, pertanyaan yang mungkin sama seperti yang dipikirkan Randy.
Namun melihat wajah Randy yang sudah kembali datar, sehingga mereka memutuskan untuk tidak bertanya.
"Mungkin lebih baik seperti Randi, karna jika mereka bertanya lebih jauh, mungkin akan menyinggung perasaan Lasni dan Iwan," pikir ketiga teman Randy ini.
Setelah selesai makan, tak lama kemudian hujan pun sudah mulai berenti.
Dan tak membutuhkan waktu yang lama, kini hanya menyisakan gerimis - gerimis kecil.
Mereka semua pun memutuskan untuk pulang.
~•~
Tunggu di episode selanjutnya. Cerita akan mulai menceritakan jarak Lasni dan Randi.
__ADS_1
😁😁