Perjalanan Cinta Randy

Perjalanan Cinta Randy
Episode 19


__ADS_3

Memikirkan Apa Yang Terbaik?


Semakin kesini, Lasni merasa jika hubungannya dengan Deo sudah tidak bisa dilanjutkan.


Selain karna sifat Deo yang sudah berubah drastis baginya. Waktu mereka bersama juga memang sudah tidak ada lagi, bahkan untuk sekedar menanya kabar via sosial media seperti what's aps saja sudah sangat jarang.


Bukan karena kesibukkan masing-masing sehingga menciptakan situasi seperti ini.


Tapi karena Deo memang seperti sudah tidak menganggapnya lagi.


Mungkin, di tambah lagi Lasni seakan mendapat angin baru, penghangat hati di kala sedang dingin.


Karena hubungannya dengan Deo seperti saat ini.


Perlahan Lasni mulai tidak memikirikan Deo, dia hanya berfokus pada apa yang ada di depanya dan segala yang membuatnya bahagia.


Dia tak ingin memenuhi pikirannya dengan masalah, antara dirinya dan Deo, karna sudah cukup pikirannya dipenuhi dengan urusan perkuliahannya.


Jika pun nanti Deo minta putus padanya, dia sudah siap. Atau bahkan mungkin dia tidak akan bersedih.


Karna kesedihan itu sudah dia rasakan sejak beberapa hari yang lalu. Sejak dia merasa Deo tidak menganggap dirinya sebagai pacar.


Setelah makan malam, Lasni pun pergi belajar, mengulang-ulang pelajarannya hari ini di kampus.


Itulah kebiasaan Lasni setiap malam seusai makan malam.


Mungkin karna kebiasaannya inilah sehingga dia tumbuh menjadi sosok yang pintar dalam belajar.


Disela-sela belajarnya, dia teringat dengan Randy.


"Jika dirinya bisa mengikuti setiap pelajaran yang di beri dosen dengan cara mengulang-ulangnya di malam hari. Apakah Randy juga demikian", pikir Lasni.


Lasni pun mencoba mengirim pesan kepada Randy.


"Ran, kamu sibuk sekarang?", tanya Lasni memulai obrolan mereka.


Namun dia tidak langsung menerima balasan dari Randy.


Sambil menunggu balasan, dia pun mencoba melanjutkan belajarnya, walaupun saat ini konsentrasinya sudah terpecah.


Ingin rasanya dia berkirim pesan dengan Randy saat ini, setelah laki-laki itu terlintas di pikirannya.


Walau tidak dalam konsentrasi penuh, tapi dia tetap berusaha fokus membaca setiap materi perkuliahan yang tadi dia dapat.


Beberapa saat Lasni pun sudah kembali fokus dan mendapatkan konsentrasinya yang sempat terpecah tadi.


Dia pun melanjutkan pelajarannya dengan baik hingga selesai. Tak lupa dia juga mencari bahan tambahan dari internet, dan mengerjakan beberapa soal latihan yang ia dapat dari sana.


Setelah selesai belajar, dia melihat handphone nya yang ternyata sudah ada beberapa notifikasi disana.


Dan salah satu dari notifikasi itu berasa dari Randy yang mengirimi nya pesan lewat what's aps.


"Engga, aku gak sibuk. Kenapa nanya?", balas Randy.


"Aku tadi sedang belajar, mengulang pelajaran kita tadi di kelas. Dan ada beberapa yang sulit untuk ku pahami tadi, dan kupikir pasti kamu paham maksudnya. Jadi aku ingin menanyakan itu padamu tadi", jawab Lasni berbohong. Karna dia tidak mungkin jujur jika tadi dirinya teringat dengan laki-laki itu. Lagipula jika dia menjadikan pelajaran sebagai alasan, dia yakin jika Randy akan membantunya.

__ADS_1


Karna sedari awal dulu pun, walau dia punya sifat dingin, cuek, dan tidak peduli sekitar, tapi untuk pelajaran dan setiap teman bertanya padanya pasti dia selalu menjawab pertanyaan itu.


"Oh, iya. Sekarang berarti udah tau kan", balas Randy.


Tentu saja Randy membalas demikian, karna Lasni kan mengatakan jika tadi dirinya tidak memahami. Yang menandakan jika sekarang sudah paham.


"Eh, iya sudah kok. Aku udah paham sekarang. Tadi aku coba mencari beberapa penjelasanna di internet", balas Lasni.


"Ehmm, kamu tadi ga belajar?", tanya Lasni.


"Udah, aku udah belajar tadi", balas Randy singkat langsung ke poinnya.


"Pantas saja kamu pintar ya Ran, kamu rajin belajar juga ternyata", Lasni.


"Iya, sedari pagi hingga siang tadi aku sudah belajar. Dan aku merasa itu sudah cuku, aku tak ingin terlalu membebani otakku dengan harus belajar lebih dari itu", balas Randy.


"Looo, jadi kamu malam ini ga belajar sama sekali. Dan kamu hanya belajar saat di kelas tadi. Aku kira kamu tadi belajar sehingga lama membalas pesan ku", Lasni.


"Iya aku tau tadi begitu pesanmu masuk", Randy.


"Eh, jadi kenapa lama baru di balas", jawab Lasni.


"Apa pentingnya ya, intinya udah aku balas ya. Udah itu aja", balas Randy cuek, dia tak ingin terlalu di atur, kenapa juga harus cepat balas pesan darinya, pikir Randy.


Dia mengingat hal bodoh yang sudah dilakukannya hari ini.


Sampai jam 5 sore dia mengintai Lasni dari warung yang berada tepat di depan kontrakan Lasni dan Iwan. Memikirkan perbuatannya itu sudah cukup menyadarkan dirinya, akan kebodohan yang sudah dilakukan nya.


"Hemm iya, aku tadi hanya berharap kamu membantu ku, dan barangkali kita dapat belajar bersama", jawab Lasni.


"Iya sudah, adalagi kah?", tanya Randy.


"Apa yang sedang kamu lakukan, apakah kamu sedang sibuk hingga tidak bisa aku mengganggu waktumu?", jawab Lasni.


"Aku tak suka banyak basa-basi, jadi jika tidak ada yang penting lagi ya sudah. Dan sebaiknya juga kau menghubungi Deo saja.


Jangan nanti karna ini, aku jadi salah paham dengannya", balas Randy.


Randy tau jika Deo itu orangnya pemarah, dia tak ingin berurusan dengan Deo. Terlebih jika Deo salah paham padanya, jangan sampai Deo berpikir jika dia mendekati Lasni.


Walaupun pada kenyataannya bahwa dirinya memang senang saat berada di dekat wanita itu.


"Iya, maafkan aku. Mungkin aku sudah mengganggu waktumu ya", Lasni.


"Selamat malam Ran", kirim Lasni lagi.


"Iya, malam", balas Randy.


Saat ini Lasni merasa bingung dengan dirinya. Dia merasa sakit saat Randy mengingatkannya dengan Deo.Terlebih dia tadi berkata supaya aku menghubungi Deo.


"Gila ya, aku kan cewek. Seharusnya dia yang menghubungi terlebih dahulu kan, dia yang seharusnya menanyakan kabarku.


Tapi dia malah terus mengabaikanku, bahkan dia seperti menggantung hubungan kami ini.


Jika dia sudah tidak menyimpan rasa lagi denganku, bukankah sebaiknya dia memutuskan ku saja.

__ADS_1


Atau dia ingin supaya aku yang memutuskannya terlebih dulu?", segala pertanyaan yang dia tujukan pada dirinya sendiri.


Namun untuk memutuskan Deo pun, dia tak memiliki keberanian. Masih teringat kebaikan, perhatian, dan segala perbuatan Deo padanya. Segala yang Deo lakukan sebelum mereka resmi berpacaran.


Bingung dengan segala pikirannya sendiri. Lasni pun keluar dari kamarnya, dia hendak mengambil segelas air putih dan beberapa roti yang selalu ada di dapur.


Roti yang selalu menjadi sarapan dikala mereka semua terlambat bangun 😅.


Di dapur ia tak sengaja bertemu dengan Iwan yang kebetulan dari kamar mandi.


Mereka pun duduk di dapur bersama.


"Iwan, bisa temani aku sebentar disini?", tanya Lasni.


"Iya bisalah, kenapa Las?", jawab Iwan.


"Menurutmu, bagaimana sebaiknya mengenai hubunganku dengan Deo saat ini. Kau tau kan kalau Deo sudah tidak seperti dulu lagi. Dia berubah drastis. Aku udah coba untuk bertahan, tapi dia terus saja mengabaikanku. Jadi bagaimana menurutmu, aku butuh saran saat ini", Lasni.


"Apakah kau masih menyayangi nya?", tanya Iwan.


"Aku tidak tau untuk saat ini. Mungkin masih ada rasa sayangku padanya. Tapi aku seakan tidak mencari keberadaannya saat dia tidak mengabariku. Aku tidak merasa sedih atau kehilangan lagi", jawab Lasni.


"Why?, kenapa kau bisa merasa seperti itu?", tanya Iwan lagi.


Lasni terdiam dalam pikirannya, memikirkan jawaban terbaik untuk pertanyaan Iwan ini. Karna tidak mungkin dia menjawab jika mulai terasa nyaman baginya saat berada di dekat Randy.


"Aku juga gatau, mungkin karna dia terlalu sering mengabaikan ku, iyaa mungkin karna itu ya", jawab Lasni.


"Sudahlah, cobalah untuk lebih bersabar lagi. Mungkin dia punya suatu kesibukkan lain kan", jawab Iwan untuk minyakinkan Lasni.


"Iya, mungkin kata-katamu benar. Ya sudah, terima kasih ya untuk saranmu", Lasni.


"Ah iya, ya sudah aku balik ke kamarku ya", Iwan.


"Iya wan", jawab Lasni.


Iwan pun meninggalkan Lasni yang masih duduk di meja dapur dengan segelas air putih yang tersisa hanya setengah nya saja beserta beberapa keping roti di genggamannya.


Menemaninya dalam pikiran dan hatinya.


Menimbang-nimbang apa yang terbaik untuknya saat ini.


}•~•~•~•~•~{


**Sampai disini cerita yang author bagikan di eps kali ini. . .


Semoga pembaca menikmati dan memahami segala yang ingin author sampaikan.


Mohon maaf jika adanya kesalahan kata dalam penulisannya.


Tinggalkan Like,comment, and rating bintang 5* untuk semangat author.


Terlebih jika suka sama cerita pengalaman author ini, boleh bantu VOTE novel ini.


HEPII READING**. . .

__ADS_1


__ADS_2