Perjalanan Cinta Randy

Perjalanan Cinta Randy
Episode 3


__ADS_3

Rasa Muncul


Semenjak berada di Divisi yang sama, tentu memberi mereka waktu yang lebih lagi untuk selalu bersama, selain di kelas.


Randy yang biasanya minim bersuara kini mulai sering berbicara, terlebih kepada Lasni.


Karna begitu banyak waktu bersama. Randy pun merasakan kenyamanan dan mulai merasa kagum pada Lasni.


Mungkin banyak hal bagi Randy yang ada pada diri Lasni yang bisa di kagumi nya.


Beberapa kali pula Randy menggodanya, dengan memberi pujian-pujian ataupun sekedar mengejek nya untuk keakraban dan mendapat perhatian darinya.


Lasni menanggapi itu semua dengan senang pula, sehingga tiada kecanggungan pada keduanya kini.


Walaupun itu semua terjadi hanya beberapa kali, dan di waktu-waktu tertentu saja.


Suatu hari, sepulang dari perkumpulan divisi acara.


Mereka awalnya berjalan bersama, ya mereka berdua.


Berjalan menelusuri lingkungan kampus, tampak banyak pembicaraan di keduanta dan saling bercanda.


Namun belum sampai ke gerbang utama, Lasni sepertinya mendapat What*ap dari seseorang, sehingga dia harus kembali ke kantin lagi.


Kantin yang berada di belakang Kampus.


Lasni meminta ijin kepada Randy untuk kembali lagi, dan menyilahkan Randy untuk pulang duluan.


Randy pun kini berjalan menyusuri lingkungan kampus seorang diri. Dengan rasa penasaran melintas di pikirannya, tentang siapa yang mengabari Lasni tadi.


Yang membuat Lasni harus kembali lagi ke dalam Kampus.


Dia pun berencana untuk menunggu Lasni di depan gerbang, di tempat orang biasa berdagang, menjajakan jualanannya.


Pikirannya masih bergelut penasaran. Sadar atau tidak, Randy sudah terlalu jauh berubah untuk Lasni, bahkan dia melakukan hal yang sangat tidak penting dan konyol jika mengingat bagaimana dirinya sebelumnya dan bagaimana dirinya sekarang. Apa yang dia lakukan saat ini.


Sekitar 15 menit Lasni pun keluar, dan dia di boncengi oleh seorang laki-laki yang tak asing bagi Randy, namun tak terlalu dia kenal, ditambah lagi motor yang membawa mereka melaju dengan kecepatan yang tergolong cepat.


Jadi penglihatan Randy kurang jelas untuk menangkap sosok itu untuk di kenalinya.


Seketika hati Randy seperti merasa kecewa, kesal namun tak tau apa yang membuatnya merasakan demikian.


"Apa aku sedang cemburu saat ini.Tapi kenapa, bukan kah aku tidak ada hubungan apala dengannya" , batin Randy .


Hati Randy bagaikan bunga yang gagal untuk mekar.

__ADS_1


Itulah perumpamaan yang dapat menggambarkan perasaan Randy saat ini.


Dia dan perasaanya sudah dekat dengan kata nyaman. Hingga dapat merubah hatinya, sifat dan perbuatannya.


Alasannya untuk berubah, sebagai motivasi untuk membuka diri lagi. Membuang tekadnya. Namun alasan itupula yang membuat mendadak layu.


Motivasi nya seakan menjauh dari nya.


Keesokan harinya, di kelas dia sudah seperti Randy yang dahulu.


Randy yang tidak peduli sekitar, terlebih jika tidak berhubungan dengannya, Randy yang cuek, dingin dan hanya mementingkan dirinya sendiri.


Hal ini tentu dapat dengan mudah di tangkap oleh Lasni. Karna tatap dan hawa dingin itu sangat terasa jika semua itu ditujukan untuk diri nya.


Melihat perubahan pada Randy, akhirnya Lasni pun menarik nafas dalam dan mencoba untuk memulai percakapan.


Lasni dengan sedikit keraguan bertanya kabar, yahh hanya itu yang terpikirkan olehnya.


"Apa kabar Ran, kenapa hari ini lebih pendiam dari kemaren ya", tanya Lasni.


Pertanyaan yang jika dipikirkan sungguh lucu, karna baru saja semalam mereka menghabiskan waktu bersama.


Randy yang ditanyai pun terlihat sangat enggan untuk menjawab.


Dia tau, jika wanita ini takkan berhenti untuk bertanya sebelum dia bersuara, menjawab setiap pertanyaan nya sampai akhirnya dia merasa puas.


Akhirnya dia menjawab, "aku tidak apa, hanya sedikit tidak enak badan", jawab Randy sambil berdiri lalu beranjak dari tempatnya dan meninggalkan Lasni untuk menghindari pertanyaan-pertanyaan selanjutnya.


Hari ini, mereka tidak memiliki pertemuan di organisasi.


Sehingga sepulang dari kampus mereka berpisah dan langsung pulang ke tempat masing-masing.


Randy pulang ke kos nya dan Lasni pulag ke kontrakannya bersama Iwan.


Lasni menyimpan banyak pertanyaan didalam benak, tentang apa penyebab sikap Randy kembali seperti Randy yang dulu.


Begitu pula dipikiran Randy, dia yang penasaran akan hubungan Lansi dan seorang lelaki yang semalam dilihatnya.


Lasni tidak nyaman dengan sikap Randy seharian ini padanya. Karna jika di haruskan untuk jujur, ternyata waktu yang sering mereka habiskan bersama, kedekatan mereka yang sudah terjadi seakan memberi kenyamanan tersendiri baginya.


Bahkan mungkin kenyamanan ini terasa lebih jika dibandingkan dengan pacarnya sendiri.


Keesokan harinya, Randy tetap bersikap seperti hari semalam.


Kali ini Lasni tidak berani untuk bertanya, dia lebih memilih untuk diam.

__ADS_1


Dan dia juga merasa lebih baik berbicara dengan Randy saat pertemuan antara seksi acara nanti.


Tepatnya jam 2 siang, karna dia berpikir di saat itu tidak ada teman kelas yang lainnya, sehingga dia dapat bertanya dengan lebih leluasa dan lugas.


Hari ini perkuliahan pun telah usai, semua mahasiswa kembali pulang.


Ada yang pulang ke kos nya atau pun kontrakan ada pula yang pulang ke rumah masing masing. Melanjutkan kegiatan yang biasa dilakukan.


Sepulang dari kampus, Lasni segera melaksanakan rutinitasnya. Makan siang, mengerjakan tugas dan yang lain sebagainya.


Sambil menunggu hingga jam menunjukkan pukul 2 siang.


Setelah semua pekerjaannya selesai, dan jam dinding juga menunjukkan hampir jam 2.


Lasni pun segera berangkat, namun seperti dugaannya pula. Walau sudah menunjukkan pukul 2 siang, tapi anggota dari divisi acara ini belum ada yang datang.


Lasni sudah menunggu teman-teman sesama divisi acara acaranya.


Karna ya seperti ini lah biasanya, saat di janjikan jam 2 maka jam 2.30 juga belum tentu semua anggota berkumpul.


Hingga dia menanyakan dimana keberadaan Randy saat ini.


Randy sudah tau watak dari semua orang di divisi acara ini, tidak pernah menghargai waktu. Dan selalu terjadi pengaretan jadwal kumpul.


Dia yang juga malas menunggu, jadilah dia baru akan datang saat yang lainnya sudah ribut di dalam grup untuk semua anggota segera berkumpul.


Lasni saat ini terus menelpon nya, memintanya untuk segera datang, karna saat ini dia sendiri dan merasa sangat bosan.


Lasni terus membujuknya hingga akhirnya, membuat handphonenya terus bergetar.


Randy pun memutuskan untuk berangkat karna sudah berulang kali dikabari, sebenarnya dia merasa terpaksa saat ini


Sesampainya Randi di tempat pertemuan, dan benar saja hanya Lasni seorang yang ada di tempat itu.


Lasni pun datang menghampiri Randy, dan duduk bersebelahan dengan nya.


Lasni mempersiapkan diri dan kata-katanya di dalam pikirannya.


Kata-kata untuk menanyakan apa yang terjadi pada temannya ini, apa yang mengakibatkan terjadinya perubahan di diri Randy.


~•~


Next chapter akan ada beberapa percakapan antara Lasni dan Randy. Bagaimana suasana di pertemuan mereka? Bagaimana perasaan mereka, apakah terungkap satu sama lain atau hanya diam diantara keduanya?


Tunggu kelanjutan ceritanya. Author juga sedang berusaha mengingat bagaimana kejadian itu terjadi...

__ADS_1


__ADS_2