
Ibuku yang tidak mengurusku sejak aku kecil tiba tiba datang ke rumah ayah.
ayah dan ibu sudah pisah sejak aku berusia lima tahun.
Ibu lebih memilih laki laki kaya itu dibanding ayah yang sederhana dan kami anak anaknya.
aku anak bungsu dari 3 bersaudara.
kedua abangku bekerja serabutan demi menghidupi dirinya sendiri sejak usia 13 tahun.
saat ini usiaku 17 tahun dan sekolah duduk di kelas tiga SMA.
Ibu tiba tiba datang kerumah ayah membawakan oleh oleh berupa cake dan buah buahan segar.
aku sangat bahagia karna sudah bertahun tahun ibu tidak pernah datang menemuiku dan kedua saudaraku.
kupeluk ibu dengan sangat erat.
kurasakan kebahagian saat melihat ibuku.
rindu yang bertahun tahun ku pendam,akhirnya terobati.
saat kami berbicara, tertawa ria dengan bahagia diruangan sempit itu.
ibu kemudian meminta izin kepada ayah untuk membawaku jalan jalan kerumah ibu dan akan segera membawaku liburan ke kuala lumpur.
aku sangat bahagia mendengarnya ternyata ibu yang sudah lama kurindukan kini Dia kembali datang menemui kami bahkan dia juga akan mengajakku liburan keluar negri.
ayah sempat keberatan dan tidak mengizinkanku.
namun aku menangis dan merengek.
" ayah..biarkan dara pergi bersama ibu.
sudah sangat lama aku merindukan ibu,
dara juga sangat jarang, bahkan gak pernah jalan jalan jauh apalagi keluar negri.
jadi dara mohon izinkan ya ayah
plis ayah." pintaku pada ayahku dengan mengantupkan jari jariku pada kedua tanganku demi memohon agar diberi izin.
" tapi nak kamu masih sekolah," alasan ayah yang mungkin sepertinya tau keburukan ibu yang masih belum berubah.
"Nantikan izin gak apa apa ayah..lagian, kan sesekali saja ayah." pintaku sambil membujuk ayah.
" baiklah nak.
tapi kamu harus tetap tau diri ya nak, bahwa kita orang susah." ucap ayah
" baik ayah.
terimakasih ayah." kataku pada ayahku
kupeluk ayah erat sangkin bahagianya.
akhirnya ayah pun mengizinkanku pergi bersama ibu.
dan ibu mengurus paspor express untukku.
sebelum ke kuala lumpur ibu mengajak ku ke mall untuk membeli baju baju cantik dan mewah serta sepatu bagus.
dan itu semua membuatku bertambah sangat bahagia.
Segala urusan dimulai dari paspor.
Segala keperluan baju sudah rapi tersimpan dikoper tinggal menunggu keberangkatan pesawat.
Saat didalam pesawat.
" terimakasih ya ibu, aku sudah merasakan naik pesawat. aku sangat bahagia ibu." kupeluk erat erat ibuku.
" iya nak.
hanya itu yang bisa ibu berikan untuk saat ini nak.
namanya aku ibu kandungmu.."jawab ibu sambil tersenyum.
sampai dibandara kuala lumpur.
kami disambut hangat oleh ajudan ajudan tegap berpakaian hitam dengan kaca mata hitam dengan mobil hitam yang sangat mewah.
aku sempat tidak mau ambil pikir.
ibu mengajakku untuk masuk ke dalam mobil mewah itu tersebut.
tiba tiba rasa takut, perasaan tidak enak timbul pada diriku.
namun ku lawan semua rasa itu dan gak mau ambil pusing tentang rasaku,
__ADS_1
aku percaya ibuku menyayangiku.
kami pun masuk ke dalam mobil mewah tersebut.
mobil yang kami naiki berjalan.
Berselang beberapa menit sambil menikmati suasana di jalan tiba tiba mobil yang ku naiki berhenti di depan rumah yang sangat mewah bak istana.
" kita sudah sampai nak.
ayuk kita keluar. " ajak ibuku
aku hanya diam dan mengikuti ajakan ibuku.
tanganku mulai dingin karna rasa takut.
" ini hotel tempat kita nginap ya bu." tanya ku pada ibu
"bukan..
ini rumah teman ibu
Ayuk la kita masuk.
ibu akan kenalkan kamu sama teman ibu."ucap ibu ku
"ohhhh rumahnya mewah ya bu kayak istana " jawabku
kami pun di sambut oleh pembantu pembantu rumah itu,
" silakan duduk bu." kata salah satu pelayan di rumah itu.
"sebentar ya bu saya panggilkan majikan kita."kata pelayan yang lain di rumah itu dan memanggil majikannya.
"baik.. "kata ibuku
kami pun duduk di kursi ruangan tamu.
pelayan yang lain menyuguhkan minum dan cemilan di meja.
"oh oh oh sudah lama tidak jumpa.
gimana kabarnya ibu.?? " tanya datuk yang tiba tiba datang dengan pakaian rapi dengan berkaca mata dan terlihat sudah tua
"haha baik datuk." jawab ibuku
aku hanya diam dan senyum saat datuk melihatku
" ini la Datuk orangnya. Dia anak saya yang ingin saya jodohkan ke datuk untuk jadi istri datuk di indonesia."jawab ibuku
aku kaget mendengarnya dan dunia serasa berhenti berputar.
jantungku serasa mau berhenti berdetak,kaki ku gemetaran,dan tanpa menyadari air mataku pun meleleh di pipiku
tak ku sangka semua niat dan kebaikan ibu padaku hanya karna ingin niat lain bukan karna rindu denganku dan ingin membahagiakanku.
"hmmmm cantik cantik.
tapi masih muda kan?
dan tidak bersuami?. " tanya datuk kembali
"dia masih sekolah datuk, cuma tahun ini ujian akhir dan tamat dari sekolahnya.." jawab ibuku pada datuk
aku hanya diam, dan air mataku terus berderai
"oh bagus lah.
hem.
kenapa menangis
saya bukan memakan oranglah.
saya orang baik baik " ucap datuk saat melihatku menangis.
"hahaha dia mungkin kaget datuk..
maklum la dia baru ke sini." jawab ibu ku menutupi kejelekannya
"ohh iya ya ya.
sudah sudah jangan menangis ya." ucap datuk sambil memegang kepalaku dengan lembut
"oh ini rumah datuk di kuala lumpur ini ya."tanya ibu melarikan pembicaraan sembari memandangi seisi rumah
"iyalah.ini rumah pribadi saya.
di kuala lumpur ini ada juga rumah saya yang di tempati istri saya yang di kuala lumpur ini.." kata datuk menjelaskan
__ADS_1
"ohhh kapan datuk ke indonesia lagi datuk..?? " tanya ibuku
"hmmm pokoknya dalam 1 bulan sekali saya pasti ke Indonesia urus kerjaan di sana.
1 bulan sekali juga harus ke brunai,bangkok,singapore, dan makau..saya harus menjalani negara itu setiap bulan dan memang harus saya jalani,
makanya saya ingin punya istri di indonesia,
di semua negara itu saya sudah ada istri,
hanya di Indonesia yang belum ada..
di karenakan baru ada kerja kontrak beberapa bulan lalu.
Maka dari itu saya ingin mencari istri orang Indonesia.." Datuk menjelaskan kesehariannya.
jadi kamu siapa namanya..?" tanya datuk kembali dan melihatku
"namanya dara datuk.
dara kirana Putri.. " jawab ibuku dengan ketus
"saya tanya dia ,bukan ibu..
nama kamu cantik ya,sama kayak paras kamu.." kata datuk sambil melihatku.
"terimakasih datuk.." jawabku
"hmmm...
kamu mau kan menikah dengan saya..
saya bukan ingin niat jahat sama kamu,saya ingin memperistri kamu..
semua keperluan kamu pasti saya cukupi..
gimana kamu mau tidak..? " tanya datuk kepadaku ketus seolah tak sabar memperistrikan diriku.
aku hanya diam dan terlihat pucat
Dan tanpa ku sadari cairan bening keluar dari mataku dan membasahi pipiku
"hmmm mungkin kalian kelelahan di jalankan??
kamu terlihat pucat ..sudah
pergilah istirahat...
pelayan antar lah tamu kita ini ke kamarnya.." ucap datuk kepada kami tanpa menghiraukan air mataku.
"baik lah datuk..
memang kita sangat kelelahan.." jawab ibu
"ohhhh iyalah..
pergi lah istirahat saya juga ada urusan pula ini di luar..
kalian di antarkan pelayan tidak apa apa kan?.. " tanya datuk
"oh ya gak apa apa lah datuk..
kita juga sudah pengen banget rebahan..
kita permisi ya datuk.." ucap ibu sambil menarik tanganku dan pergi dari hadapan datuk
"ok..rebahan lah sana.." jawab datuk
aku dan ibu meninggalkan datuk dan pergi ke kamar tamu di rumah itu.
kami pun di antarkan oleh pelayan datuk tersebut.
saat di jalan aku pun menangis.
"sudah dong nak...jangan nangis lagi jangan buat malu ibu deh.."ucap ibu dengan nada sedikit keras dan sedikit marah.
tapi aku hanya diam sambil menangis menjatuhkan air mata tanpa suara.
"Tuhan..apa yang harus ku buat..
kok rasanya ibuku seperti menjual ku.
ayahhhhh ternyata ibu jahat.
ternyata ibu belum berubah,dia masih sama seperti dulu, yang gila dengan harta dan kemewahan"
ucapku dalam hati sambil menangis.
********
__ADS_1
********