Perjodohan Menjerumuskanku Ke DUNIA MALAM

Perjodohan Menjerumuskanku Ke DUNIA MALAM
Pernikahan di percepat


__ADS_3

mobil baru sudah di belikan oleh datuk untuk ku,


ternyata benar mobil itu di beli untuk hadiah buatku..


aku semakin bahagia.


datuk menyuruh ajudan nya untuk mengajariku menyetir mobil.


aku juga ikut kursus menyetir.


karna niat ku yang besar ingin pandai menyetir mobil sendiri, dalam jangka 1 bulan aku bisa menyetir sendiri.


aku bahagia saat datuk tidak di sampingku uang, mobil, apartemen semua di atas kuasa ku..


aku seperti orang yang jahat,yang hanya mencintai materi dan kemewahan datuk saja.


,*******


1 bulan berlalu..


datuk kembali ke medan dan menemui ku.


ajudan dan pelayan sibuk bercampur senang menyambut kedatangan datuk.


tapi..


tidak denganku ..


tidak tau mengapa hatiku merasa kurang senang saat aku mengetahui datuk akan ke sini,


rasanya aku mau melepas kemewahan ini asal tidak bersama datuk.


ajudan dan datuk sudah sampai dan sedang duduk santai melepas lelah di ruang tamu apartemen ini, itu berarti pernikahan ku dengan datuk sudah dekat..


gak tau kenapa hatiku mulai gelisah.


tak sengaja terdengar oleh ku dari kamar pembicaraan datuk bersama ayahku lewat telefon.


ternyata pernikahanku di percepat menjadi dalam bulan ini,namun resepsi akan di bicarakan setelah akad nikah selesai.


aku semakin gelisah..


rasanya aku ingin pergi saja aku tidak ingin pernikahan ini.


gak tau kenapa saat aku dan datuk berjauhan aku seperti sedang di mabuk cinta melihat surat dan hadiah surprise surprise dari datuk.


namun saat berdekatan seperti ini rasanya tak ingin di sentuh atau bahkan melihat datuk.


ada apa denganku??


kemewahan sudah ku terima dan ku rasakan.


tapi mengapa aku punya rasa sejahat itu pada datuk.


Tuhan..


apa yang harus ku lakukan??


saat ini aku sedang gelisah,


tak lama kemudian, aku mendengar suara datuk memanggilku sambil mengetuk pintu kamarku.


"dara.."suara datuk memangil ku


"ya datuk.."ku buka pintu kamarku


datuk menaruh kebiasaan nya pada istri istri lain nya padaku.

__ADS_1


dia memberi kan tangan kanan nya untuk ku salam dan ku cium.


aku merasa kurang senang atas kebiasaan itu.


namun tak ku hiraukan rasaku dan ku ambil tangan datuk lalu mencium nya.


"Ayuk kita ke ruang makan.. kita makan sebentar lalu ke salon ya..refresh kan diri dan hati ini..


rasanya sangat penat.."ucap datuk


"Baik datuk.."aku seperti pasrah, apa pun yang terjadi biarlah terjadi


kami makan bersama di ruang makan,


ternyata ajudan dan pelayan datuk sudah terbiasa ikut makan bersama di meja yang sama.


datuk tidak membedakan mereka.


semakin terlihat kebaikan datuk. tapi ntah kenapa hatiku tidak terbuka sedikit pun untuk datuk.


"dara.."datuk memanggilku dengan lembut dan memulai bicara dari kesunyian ruang makan ini.


"ya datuk.. "saut ku dari panggil datuk dengan lembut


"tadi ayah kamu menelpon kata nya pernikahan kita akan di percepat.


mungkin bulan depan saat saya sudah bereskan semua kerja saya yang ada di luar negri sana ya..


tapi resepsi mungkin setelah kamu selesai ujian akhir gimana..


paham tidak..?? tanya datuk padaku


"apa tidak terlalu cepat datuk.??"tanyaku dengan rasa takut.


"Tidak lah..akad saja lah..supaya tidak jadi dosa karena kamu tinggal bersama saya di apartemen ini..paham kan maksud saya?? "ucap datuk mencoba menjelaskan.


"ohhhh terserah datuk saja dehhh mana baiknya.." aku mencoba terima apa pun keputusan nya nanti. toh aku harus tetap menikah dengan datuk cepat atau lambat.


Ini harus kesepakatan kita berdua lah..


sebab ini yang nikah kita berdua bukan saya saja.."ucap datuk sedikit jengkel,


Namun hatiku mulai ketakutan.


"hmmmm maksud dara datuk..


dara setuju setuju saja bukan karna gak peduli tapi karna cepat atau lembat kita akan tetap menikah..


jadi mana yang lebih baik dara setuju setuju saja datuk.."ucap ku di dampingi rasa takut ku dengan terbata bata.


"ohh Tuhan kenapa rasanya seluruh tubuh ku bergetar karna rasa takut saat melihat Datuk mulai sedikit kesal.


apa rasa takut ini akan hilang ketika kami sudah menjadi suami istri??


jika tidak... bagaimana nanti jika kami punya perbedaan pendapat dalam 1 masalah..


apa rasa yang ku alami sekarang akan terus ada saat kami ada masalah??


aku harus bagaimana Tuhan.


belum lagi perasaanku sudah mulai gak enak.."gumam ku di dalam hati..


"ohhh baik lah...saya paham maksud kamu..


cepat lah dihabisi makan nya supaya kita pergi ke salon. Seperti nya di mall lantai bawah gedung ini ada salon bagus.


daraaaaaa..apa kamu melamun kah???" ucap datuk hingga membuyarkan pikiranku

__ADS_1


"ohhh ya datuk...


saya sudah selesai kok makan nya ayuk lah kita pergi.."aku langsung berdiri dan bergegas untuk pergi


"hmmm apa kamu tidak perlu ganti baju dulu kah?? " tanya datuk


"ohhhhh ok..


dara ganti pakaian sebentar ya datuk.."aku langsung beranjak pergi ke kamarku.


aku gak tau rasa yang ku miliki sekarang entah grogi atau karna rasa takut.


***


ku temui datuk yang sudah menunggu lama di ruang tamu.


"maaf datuk kalau dara lama, tadi setting setting baju..


dara bingung mau pakai baju yang mana..hehehe"ucapku pada datuk..aku tertawa centil untuk mengurangi rasa takutku.


"tidak mengapa lahh..


jadi kamu sudah merasa nyaman tidak dengan baju ini..??" tanya datuk kepadaku


"emang kalau dara bilang belum datuk masih mau menunggunya..hehehe " candaku kepada datuk agar pembicaraan tidak canggung


"tidak mengapa kok..saya akan tunggu..pergilah ganti baju yang lebih nyaman untuk kamu pakai.."ucap datuk.


"Hem gak usah deh datuk..


ini sudah nyaman kok,.."jawabku


"ok lah kalau gitu..Ayuk lah gerak kita tidak perlu naik mobil, kita turun saja sudah sampai mall. sampai lah salon dekat mall itu.."ajak datuk


oh my God..


masih di rumah sihhh..tapi datuk kembali meraih pinggangku..


rasanya sangat risih..


"hmmmm nanti rambut kamu ini di kriting bawah ya..


saya sudah ingin melihat nya pasti elok sangat.." ucap datuk padaku sambil berjalan dengan muka yang berseri seri..


"hehehe boleh datuk.." jawab ku mulai lemas dan ingin rasanya melepaskan pelukan datuk atas pinggangku.


"tapi tidak langsung lah di kriting itu rambutnya..


Di refresh dulu lah..


cuci rambutnya sambil di kusuk kusuk santai kan begitu."ucap datuk saat kami di jalan.


ya..


mungkin untuk menghilangkan kesenyapan antara aku dan datuk.


kami jalan jalan keliling mall, dan selama perjalanan datuk tak melepas tangan nya dari pinggangku.


kami jalan jalan di dampingi oleh 4 ajudan datuk.


aku sangat risih dengan keadaan ini.


ternyata datuk sudah sering jalan jalan di mall ini,kenapa tidak semua penjaga toko di mall ini mengenalinya mereka sangat ramah terhadap datuk..


mungkin semua penjaga penjaga toko di sini mengira aku adalah perempuan malam.


tapi ya biarlah mereka berpikir apa pun itu tentang aku,

__ADS_1


aku harus tetap kuat dan semangat


****


__ADS_2