
supir sekalian ajudan sudah datang.
mobil sudah berhenti tepat di depan gedung.
namun aku dan datuk masih tertawa terbahak bahak.
ajudan datuk ikut senang saat menyaksikan tawa ria kami berdua.
ajudan pun tidak mau mengganggu momen momen bahagia dan lucu ini, dia tidak memanggil kami atau menyuruh kami untuk masuk kedalam mobil
ajudan hanya diam dan tersenyum melihat aku dan datuk dari dalam mobil.
aku tersadar, dan seperti melihat ajudan datuk di dalam mobil itu saat kami tengah tertawa.
aku terdiam sejenak dan melirik kearah mobil tersebut ingin memastikan benar atau tidak yang berada di dalam mobil itu adalah ajudan datuk.
ternyata benar, yang di berada di dalam mobil yang berhenti itu adalah ajudan datuk.
"datuk.." aku memanggil datuk dengan lembut saat datuk lagi tengah tertawa ria.
dalam seketika datuk terdiam dari tawa nya dan menjawab spontan "Ya..."
"itu ajudan datuk sudah di sana, ayuk kita masuk mobil,
malu juga datuk,semua melihat kita tertawa lebar seperti orang yang kurang waras.." kataku serius pada datuk.
"hmmmm ok..
baik lah, Ayuk kita masuk kedalam mobil.."datuk menarik tangan ku lalu menarik ku berjalan menuju mobil.
ternyata ajudan sudah mengetahui bahwa kami akan masuk mobil.
ajudan datuk sudah siap siaga membuka pintu mobil.
lalu datuk menghantarkan ku masuk kedalam mobil dan menutup pintu mobil.
datuk pun menyusul masuk ke mobil dari pintu sebelahnya,dan pintu mobil kembali di tutup oleh ajudan datuk.
mobil melaju, namun ku lihat dari kaca spion dalam mobil ajudan datuk senyum senyum sendiri.
"kenapa bapak jacky senyum senyum sendiri ya?
apa ada yang salah dengan kami pak??
atau bapak sedang jatuh cintakah makanya tadi lama datang jemput kita di depan gedung?? " kataku dengan penasaran pada pak jacky ajudan terbaik datuk .
"hmmm bukan lah buk..
tadi saya melihat ibu dan datuk tertawa terbahak bahak di depan gedung itu, bahkan ibu dan datuk tidak menghiraukan orang orang sekeliling yang tertawa melihat kalian yang mengira kalian berdua adalah orang yang kurang waras.."
kata pak jacky sambil tertawa membayangkan kelucuan tingkah kami berdua tadi di depan pintu utama gedung elit tersebut.
__ADS_1
"ohh tidak perlulah urus orang orang yang tidak penting itu,
asalkan bahagia, saya tidak peduli pandangan pandangan orang asing terhadap hidup saya"
ucap datuk yang hanya ingin kebahagiaan bukan omongan omongan orang yang gak penting.
aku mulai paham kenapa datuk bisa menjadi orang hebat dan kaya seperti ini? karna datuk adalah orang yang kuat mental,di hina,di buang,tidak makan..itu semua mampu datuk lewati, hingga dia sangat sukses seperti yang sekarang ini.
"iya memang benar boss tapi setiap orang kan berbeda beda,mungkin ibu dara bukan orang yang kuat mental makanya dia sering menangis..
atau mungkin karna umur nya yang kurang matang, pikirannya masih labil.. " ucap ajudan datuk menyambung percakapan di dalam mobil sambil menyetir mobil.
"iya benar..
tapi saya juga dulu orang yang pemalu dan benci sama hidup saya sendiri, bahkan saya sampai putus asa ingin bunuh diri saja rasanya, ingin melompat kan diri dari titi sungai gitu..
tapi saya sadar, saya harus melihat orang tua saya yang membuang saya dulu, saya ingin membuktikan bahwa saya nanti bisa menjadi orang yang sukses..
dan Tuhan kabulkan itu.." ucap datuk dengan suara yang sedikit keras dan datuk mulai menjatuhkan air matanya.
datuk selalu sangat sedih jika mengingat kesakitan di masa lampau.
"tapi semua berlalu kan?? , memang segala sesuatu jika kita tenang dan sabar dan berdoa maka semua akan indah pada waktunya jika kita tetap kuat."ucap ajudan pada datuk.
dara hanya diam dan mendengar ucapan ucapan yang gak penting menurutnya.
karna mungkin mereka kuat atas semua itu,tidak dengan aku,
aku muak perjodohan ini.
aku muak di hina,
aku muak di sepelekan! "pikirku didalam diam ku
"tapi ibu kuat kan dengan keadaan dan posisi ibu sekarang?? " tanya ajudan datuk padaku, sehingga menghempaskan lamunan ku
"hmmm "aku terdiam sejenak
"yaaa mungkin untuk saat ini saya kuat, aku gak tau gimana ke depannya.."ucapku menjawab pertanyaan jacky ajudan sekaligus supir datuk itu.
ajudan datuk dan datuk diam mendengar jawabanku,
mungkin datuk berfikir aku sudah mulai gak sanggup hidup bersama datuk atau memikirkan yang lain.
ahhhh aku tidak perduli lagi apa pun itu yang sedang di pikirkan datuk, yang ku mau sekarang adalah memutuskan perjodohan ini,
sehingga aku tidak tersiksa lagi seperti yang ku rasakan sekarang.
hanya keheningan di dalam mobil ini semenjak ucapan ku tadi,
aku gak tau apa karna kata kataku tadi atau memang sudah tidak ada lagi yang mau di bahas.
__ADS_1
secara perlahan ku lihat datuk mulai mengantuk, dan tertidur di dalam mobil.
ajudan datuk juga terlalu fokus dalam menyetir.
hatiku terus bertanya tanya,,kenapa mereka terdiam??
mungkin memang aku sembarangan dalam berbicara jadi aku ingin minta maaf, tapi aku gak berani mengucapkan nya langsung dan hanya memendam nya sendiri di dalam hatiku.
mobil berlaju kencang dan kami sampai di apartemen.
biasanya datuk selalu merangkul pinggul ku, namun kali ini datuk tidak merangkul pinggulku saat berjalan dari lobby parkiran menuju apartemen.
aku merasa datuk mungkin memang sedang marah.
tapi aku tidak perduli akan kemarahan nya.
kami berjalan bertiga menuju apartemen dengan saling berjarak bagaikan orang yang tidak saling kenal.
saat tiba di apartemen aku langsung bergegas ke kamar ku,
aku hendak mengganti pakaian ku namun aku tersadar akan jaket jass yang di kenakan malaikat itu padaku.
aku tersenyum senyum sendiri mengingat saat malaikat tak bersayap itu menolongku dan membuat diriku di dalam dekapannya.
bahkan hanya saat mengingatnya saja jantung ku berdebar debar.
apa yang sedang terjadi pada diriku??
apakah aku sudah jatuh cinta pada pria yang bahkan wajahnya aku tidak tau.
ahhhh mana mungkin aku bisa jatuh cinta dengan orang yang tidak ku kenal sama sekali.
aku menggeleng geleng kepala sambil mengambil handuk ku dan mandi.
sambil mandi aku terfikir betapa menyesalnya aku tidak membuka mataku saat pria itu berbicara padaku dan mengajak dia berkenalan.
tapi ya.. jika memang jodoh kami pasti akan bertemu lagi suatu saat. rencana Tuhan pasti lebih baik dari pada rencanaku.
Saat ini yang tersisa dan masih terngiang ngiang di telinga ku hanyalah suaranya.
ku bersihkan semua badanku.
lalu aku langsung rebahan,
ku tarik bantal dan selimut, hingga akhir nya aku tertidur lelap.
aku gak tau lagi apa yang terjadi,
yang ku tau aku istirahat sangat terlelap
***"
__ADS_1