Perjodohan Menjerumuskanku Ke DUNIA MALAM

Perjodohan Menjerumuskanku Ke DUNIA MALAM
#24 Bertemu sahabatku


__ADS_3

Saat sore, Datuk dan semua ajudan kembali ke apartemen..


Aku sudah menunggu mereka di meja makan,


Saat semua makan, hanya ada keheningan.


Hingga selesai makan,


Kami semua mengambil langkah masing masing, ada yang ke kamar, ada yang sigap menjaga, dan ada yang ke dapur.


Aku kembali ke kamarku dengan membawa banyak pertanyaan di benak ku.


Apa yang sebenarnya yang telah terjadi?


Aku tidur dengan membawa rasa penasaran ini.


*****


Sinar pagi kembali membangunkan tidurku yang nyenyak.


Seperti yang dilakukan anak anak lain seumuran ku yaitu membangkong.


Aku bangun pukul 8 pagi, kembali teringat kejadian tadi malam dengan rasa penasaran.


Aku bergegas mandi dan langsung keluar dari kamar,


Ternyata Datuk dan semua ajudannya sudah pergi sejak pukul 6 tadi pagi,


Rasanya hatiku sangat kesal karena kenapa tidak ada satupun dari antara mereka yang membangunkan ku..


Harusnya Datuk pergi memberitahuku !!


Kenapa aku seperti tidak di anggap ada di sini.


Dan tidak di beri kabar sama mereka semua.


Huuuu kok rasanya hatiku nyesek dan terbawa emosi ya..


Jika aku ada salah harusnya Datuk beritahu aku lalu menasehatinya bukan diam seperti ini.


Itu membuatku bingung.


Harusnya Datuk sudah lebih dewasa menanggapi gadis labil seperti ku.


aku mulai menyantap serapan yang sudah tersedia di meja makan setelah itu kembali ke kamar ku dengan murung.


Ku raih benda pipih yang berlogokan apel di gigit itu mencoba menghubungi Datuk lewat wats up.


Namun keberanianku tidak cukup untuk Melakukannya dan hanya terdiam.


Selama 2 hari ini hariku hariku kok berasa kosong dan sangat membosankan.


Ku ganti style ku layaknya anak gadis jaman sekarang, berpakaian kaus kasual dengan celana jeans pendek,


Ku sandang kan tas, dan sepatu ku yang bermerk kualitas original,


Aku mencoba menenangkan pikiran.


Dengan uang dua miliar yang ada di ATM, membawa mobil Fortuner ku yang telah di belikan Datuk bulan lalu.


Beruntung selama kursus membawa mobil aku sangat cepat tanggap dan langsung di beri SIM A dalam berkendara mobil.


Aku memberanikan diri untuk keluar sendiri dari gedung ini,


Aku pergi ke sebuah cofee bagus di kota ini,


Selama 2 bulan ini hidup mewah dan berkecukupan.


Membuatku sangat cepat hafal daerah kota ini.

__ADS_1


Mungkin karena rasa ingin tau ku sangat besar membuatku sangat cepat hafal kota ini, bahkan barang barang yang brand bagus dan terkenal aku juga sangat muda untuk mengetahuinya.


Aku memasuki kota itu dan mencoba menghubungi teman dekatku waktu aku di sekolah, rasanya 2 bulan lebih tidak sekolah rindu mereka.


Kebetulan sekali teman aku Ninda saat ini sedang ada di kota ini, ku ajak dia bertemu.


Dia menyetujuinya.


Selang beberapa menit ninda menghampiriku di cofee stturbuck ini.


Betapa kaget aku melihatnya, dia berubah drastis.


Perempuan lugu, yang selalu di ejek ejek bauk, kotor, jelek dan tidak rapi di sekolah kini Dia menjelma lebih cantik, stylish, wangi serta menyandangkan barang barang yang mahal dengan berpakaian yang lebih terbuka.


aku melihatnya seperti kebingungan mencari tempat duduk ku.


"Ninda..." Panggil ku dengan mengangkat satu tanganku.


"Dara.." Ninda melontarkan senyuman manisnya dan menghampiriku lalu duduk


"Wah dara...


Apa kabar ...


Rasanya sudah lama banget kita tidak ketemu ya.."


"Iya...hanya beberapa bulan saja kok, tapi kamu sudah sangat berubah banget Ninda..


Ehhhh apa sihhh rahasianya??" Tanyaku


"Apaan sihhh begini kok berubah,, ehh tapi Lo juga berubah deh gue lihat..apa kamu maen sama om om juga ya..hahaha.."


Seketika wajahku pucat dan hanya terdiam, apa Ninda sudah tau ya??


Tapi tau dari siapa kalau aku akan menikah dengan Datuk Datuk tua yang kaya.


"Kenapa Lo diam trus muka Lo kelihatan pucat ..Lo sakit ya dara..


Ini tas Lo guci aslikan, hp Lo iPhone tipe paling tinggi..


Truss sendal Lo...???"


Aku hanya menangis lalu memegang tangan Ninda erat.


"Cukup Ninda...


Iya aku akan menikah dengan Datuk tua yang kaya raya..


Tapi jujur aku takut, aku malu, aku gak cinta, aku gak suka dengan Datuk tua itu Ninda.." sambil tertunduk dan menutup mataku, ku ceritakan semua aibku kepada sahabatku itu.


"Huuuu..tenang dara..."


Dara melepaskan genggamanku lalu mengelus kepalaku yang tertunduk di atas meja.


"Sebentar ya gue pesan minum dulu..


Kak...


Aku pesan cofe late nya ya 1.."


"Dara..


Setiap manusia itu punya takdir yang berbeda, lihat gue..


Dulu gue juga orang yang selalu di ejek, di hina...


Sekarang Lo lihat kan..gue bisa berubah..


Loe boleh cerita kok apa aja ke gue...

__ADS_1


Dan gue janji gak akan kasi tau kepada siapa pun.." Ninda kembali mengelus rambutku


"Sekarang hidupku Uda hancur ninda...


Asal kamu tau aku sudah gak suci lagi..."dara bercerita dengan terbata bata dan terisak isak menangis.


"Hidup Lo belum hancur dara...


Loe cantik, berkulit putih, tinggi dan langsing.." ucap ninda tak ingin sahabatnya merasa buruk


"Bulan depan aku akan menikah dengan Datuk tua itu, yang lebih pantas menjadi kakek ku bukan suamiku.."


"Namun Kemewahan ada di sana kan??


Bukankah itu impian kita dulu waktu sekolah, menjadi kaya raya..??"


"Tapi bukan yang seperti ini yang aku mau ninda..."


"Semuanya harus ada yang di relakan untuk mendapatkannya dara..


Kamu lihat sekarang aku!


Aku menjadi wanita panggilan sekaligus menjadi simpanan om om genit..


Kamu masih mending hanya ada 1 lelaki yang menikmati tubuhmu, gue ada banyak lelaki berhidung belang yang memanggilku untuk memuaskan nafsunya...


Dan yang paling sakitnya lagi kamu tau 1 bulan yang lalu aku di telfon mami untuk melayani seorang lelaki, dia memang membayar ku dengan harga yang fantasi tapi loe tau..gue di siksa dulu lalu tiduri dengan gaya yang dia inginkan, aku belum profesional di bidang ini namun dia terus memaksaku untuk memuaskannya..


Sakit banget rasanya tau...!!! Ninda ikut menangis mungkin karena terbayang kejadian itu.


"Bahkan gue seperti anjing di buat bapak tua itu..demi apa dara..demi uang..


Loe masih mending akan di nikahi..."


Aku terkejut..ternyata segala kemewahan yang ku lihat pada Nadin itu dia dapat dari hasil menjual dirinya.


"Ternyata takdir kita sama ya dara..


Ingin kaya tapi dengan cara yang salah...


Oh iya rasanya waktu kita bersama kurang lama kalau tidak menginap bersama, loe tinggal di mana sekarang ???


Boleh gue nginap di rumah loe??


Gue pengen mabuk hahaha pengen nikmati hidup ..sesak rasanya hatiku saat ini karena mengingat masa lalu itu..!!


Gimana kalau malam ini kita ke diskotik???" Tanya Ninda


"Diskotik???


Tempat apa itu nin??"


"Uda Lo pasti suka..


Tapi kita ke salon dulu ya...hehehe biar cantik ..." Ucap ninda sambil meraih tas Hermes nya dan mengeluarkan bungkusan rokok lalu mengambil satu dan menyalakan api dengan korek api di mulutnya.


"Loe mau !!" Tanya Ninda padaku dan meletakan bungkus rokok itu di atas meja tepat dihadapan ku


Tanpa berfikir panjang ku raih rokok tersebut lalu menggunakan nya.


Karena ayah juga merokok jadi rokok bukan hal baru yang ku lihat.


"Huk..huk...huk.." aku terbatuk batuk saat memulai menghisap rokok tersebut


"Hahahaha...loe baru nyoba merokok ya...


Lucu deh...hahahaha kalau Masi anak anak gak usah coba coba dehhh"


Aku juga ikut tertawa dan kembali mencoba mengisap rokok itu kembali.

__ADS_1


Aku Masi belum menikmati apa arti dari rokok ini, namun aku juga ingin melepaskan kegundahan hati ini.


*******"""


__ADS_2