Perjodohan Menjerumuskanku Ke DUNIA MALAM

Perjodohan Menjerumuskanku Ke DUNIA MALAM
Kebiasaan yang ada


__ADS_3

pagi kembali datang menghampiri tidur malam ku yang terlelap.


hingga pukul 10 pagi, tak ada ku dengar suara ibu pelayan memanggil manggil dan menggedor gedor pintu kamar ku seperti hari hari biasanya.


aku bertanya tanya, kenapa mereka semua seperti sedang menjauhi ku.


apakah karna ucapan ku semalam di mobil?


tapi kenapa ibu pelayan juga ikut mendiami aku??


agh biarlah mereka semua berfikir buruk terhadapku, karna aku sudah siap apa pun itu resiko nya.


ku ambil handuk ku, lalu aku mandi.


tanpa ku sadari aku seperti menunggu kebiasaan kebiasaan yang setiap hari ku lalui, yaitu di bangunkan ibu pelayan setiap pagi dan menyuruhku untuk serapan.


namun sekarang mereka semua seperti sengaja diam dan acuh terhadap ku.


ku kenakan baju ku yang rapi,ku poles wajah polos ku dengan bedak dan kosmetik kosmetik lain nya aku benar benar siap siap seperti ingin keluar bersama datuk, karna kalau kalau ibu pelayan memanggil ku aku akan langsung keluar dan menemui datuk.


hingga pukul 12 siang, tidak ada terdengar suara sedikit pun, memang benar benar tidak ada yang membangunkan ku atau mengetuk pintu kamarku.


aku benar benar mencari kebiasaan itu..


hingga perutku mulai terasa lapar.


ku beranikan diri ku untuk keluar dari kamar dengan langkah kaki secara perlahan dan mengintip intip orang orang yang ada di apartemen, selangkah demi selangkah kutelusuri seluruh sudut apartemen, tidak ku temui satu orang pun di apartemen ini,


bahkan ibu pelayan di rumah ini, yang seharusnya selalu stay di sini. ibu itu pun tidak ada di dalam apartemen ini. namun di meja makan sudah terhidang makanan.


kemana mereka semua??


ku santap makanan yang terhidang di atas meja makan,karna sakin laparnya sambil merasa was was, dan berfikir apa yang sedang terjadi?? apakah ada rencana yang tidak ku ketahui di apartemen ini.?


kenapa hanya ada aku di apartemen ini??


apa yang sedang terjadi??


saat aku sedang makan ibu pelayan tiba tiba datang menghampiriku dengan membawa bungkusan plastik putih, sepertinya ibu pelayan baru saja belanja perlengkapan memasak.


"ibu nyonya sudah bangun.." kata ibu pelayan sambil berjalan menghampiri ku dengan membawa plastik putih besar, yang kelihatan seperti keberatan membawanya dan seperti orang sangat kelelahan.


"ibu dari mana sihhh??

__ADS_1


kok gak ada orang di apartemen ini bu??" ucap ku dengan rasa sedikit sedih


"iya buk..


datuk tadi pagi pagi sekali pergi bersama semua ajudan nya, kurang tau juga kemana buk..cuma mereka rapi rapi sihhhh..mungkin urusi kerjaan yang mendadak..." kata ibu pelayan sambil mengeluarkan belanjaan dari plastik.


"habis itu ada ngomong ngomong yang lain gak ya buk.." tanya ku pada ibu pelayan dengan rasa yang sangat penasaran.


"gak ada sihhh buk..


emang kenapa ya buk??


kalian berantem ya..heheheh " kata ibu pelayan kepada ku sambil bercanda dan mengejek ejek ku.


" gak ada apa apa sihhh bu,


cuma aku di tinggal di apartemen sendiri, membuatku bingung, pada kemana dan kenapa pada pergi..


kenapa aku di tinggal sendiri.." jawab ku dengan expresi tidak peduli namun dalam hati ingin mengatakan sebalik nya.


"hahaha jadi ibu dara takut ya.. "kata ibu pelayan dengan mengejek ejek ku.


"hahaha gak kok buk..cuma sedikit bingung saja lo buk,kenapa tiba tiba berubah dari kebiasaan dari hari hari yang lalu.." ucap ku menyauti ejekan ibu pelayan.


"ohhh gitu ya..tidak ada apa apa kok ibu nyonya.


yuk bantu bantu saya buk, hitung hitung untuk membantu ibu menjadi istri datuk nanti,


kalau di dapur ini sebenarnya gak ada rugi nya lo bu..hahah.." ucap ibu pelayan sambil bercanda, namun di dalam candaan nya dia seperti sudah takut meminta bantuan ku untuk urusi dapur.


padahal itu semua gak ada masalah bagi ku, malahan lebih baik, karna seorang perempuan mainnya memang di dapur, pikirku


"ohh boleh boleh bu..


oh ya emang mau ada acara ya buk makanya kita masak sebanyak ini?? " aku bertanya pada ibu pelayan


"gak ada sihhh bu, cuma kebiasaan kita di sini setiap datuk akan pergi kita makan bersama,.."kata ibu pelayan.


"ohhh gitu ya buk..


datuk sudah bilang sama ibu ya kalau besok dia mau pergi ke negara lain?" tanya ku dengan sangat penasaran,


karna,,gak tau kenapa aku senang banget kalau datuk tidak ada di sini,

__ADS_1


rasanya bebas dan lega.


"iya bu..besok pagi pagi benar dia sudah naik pesawat katanya..


emang sama ibu gak ada cerita ya bu??


kalian lagi kete an ya bu? " kata kata ibu pelayan dengan mengejek ku sambil bercanda canda.


aku menjawab ejekan ibu pelayan dengan serius dan bercerita lagi sama ibu pelayan.


"iya bu..kita lagi kete an mungkin..


gak tau mungkin karna ucapan ku waktu di mobil semalam,


mungkin sedikit menyinggung perasaan datuk buk.."ucap ku pada ibu pelayan


"ohhhhh kalau ibuk lihat ini ya..tadi pagi datuk muka nya gak murung kok nak, malahan dia senyum senyum dan bilang siapin makanan yang enak enak, karna besok dia mau balik ke makau deh tadi kayak nya,


atau negara yang lain, bibi kurang ingat lagi, yang jelas dia mau pergi deh kayak nya.." kata ibu pelayan kepada ku


gak tau entah kenapa ada rasa bahagia dari lubuk hati ku yang paling dalam saat mendengar datuk akan berangkat ke luar negri.


apa iya hatiku belum terima akan perjodohan ini, itu makanya hatiku bahagia saat datuk akan pergi.


tapi saat datuk akan pergi ke luar negri itu berarti hari pernikahan ku dengan datuk semakin dekat.


pikir ku


"ohhh gitu ya buk..


ya sudah yuk kita buru masaknya buk, takutnya datuk cepat pulangnya, kita belum siap masak pula lagi..hehehe" kata ku menjawab ibu pelayan


"oh ya buk..sambil cerita cerita masak nya kan juga gak apa apa lo buk..


biar lebih seru..hahaha" kata ibu pelayan sambil canda ria dengan tawa yang lepas.


terlihat dari wajah ibu pelayan dia sangat bahagia.


"ngomong ngomong kok kayak nya tawa nya kok bahagia banget ya buk..ada apa sihhh?? cerita dong buk.." ucap ku mengejek ejek ibu pelayan.


"hahaha saya mah memang selalu begitu buk..


selama ini gak sadar ya buk??

__ADS_1


udah capek sedih sedih buk gak ada untung nya, jadi mau bahagia saja terus ..hahaha" jawab cetus ibu pelayan.


kami bercanda sambil memasak dan gak terasa waktu terus berjalan hidangan makanan pun selesai di hidangkan.


__ADS_2