Perjodohan Menjerumuskanku Ke DUNIA MALAM

Perjodohan Menjerumuskanku Ke DUNIA MALAM
Datuk sering menghubungi ayah


__ADS_3

aku menghampiri mereka di meja makan..


mereka semua sudah menunggu ku lama.


ternyata benar dugaan ku.


datuk menasehati dan banyak bertanya tanya sama ku saat sedang makan


"dara..


semalam saya mendengar semua ucapan ucapan pegawai pegawai supermarket itu..


dan saya juga melihat kamu langsung sedih..


tidak perlu lah kamu sedih atau malu ya..


Itu lah hidup banyak yang tidak suka bila kita senang,


banyak yang cakap cakap tentang hidup kita,padahal orang itu belum tentu baik..


Bisa saja langsung saya bilang ke atasan pegawai di supermarket itu untuk pecat dia yang cerita ceritain kamu itu semalam.


tapi untuk apa kita hambat nafkah orang kan..


jadi biarkan mereka macam itu,tidak perlu membalasnya kan,


Kamu tidak sehina yang orang itu cakap kok..


Kamu akan menjadi istri sah saya nanti setelah akad ya.


cuma kamu di negara ini..


tidak usah merasa malu.. ok


paham tidak maksud saya?? "datuk memberi semangat untuk ku sambil menyantap makana yang tersedia di atas meja.


ternyata datuk mendengar semua cibiran itu di supermarket semalam.


"tapi kenapa datuk diam saja?" ucapku


"tidak usah ambil pusing orang seperti mereka..


sifat manusia itu memang seperti itu.."


"ok la datuk..


dara gak mau ambil open omongan mereka lagi.."walaupun kenyataannya masih belum terima kenyataan.


"huuuu buat mood serapanku hilang saja deh datuk..


kalau cuma ngomong gitu doang ma gampang datuk..


yang jalani dara.." ucapku dalam hati dengan kesal


"ok lah kalau begitu..


nanti kita main ke sanak keluarga kamu ya..


Kamu kenalkan lah saya kepada semua saudara kamu ya..??" pinta datuk pada ku.


"aku memang sangat melihat keseriusan mu terhadapku datuk..tapi maafkan aku hatiku gak bisa bohong..rasanya gak bisa terima..


tapi bagaimana dengan kemewahan ini??


bagaimana kesucian ku yang sudah di renggut datuk ini...


aku benar benar dilema dengan semua ini.."pikirku saat mendengar permintaan datuk.


"dara..


Kamu mau kan ajak saya berkunjung ke sanak keluarga kamu?? " tanya datuk mengulangi permintaan nya kepadaku


"boleh datuk..


tapi dara malu kenalkan datuk pada keluarga dara..


dara belum siap datuk.."ucapku


"dara..


pernikahan kita tinggal 1 bulan lagi saja jadi wajarlah kamu kenalkan saya pada semua keluarga kamu..


saya yang akan jawab mereka semua...

__ADS_1


ok..." datuk menjelaskan dan sepertinya dia bersikeras ingin di anggap dan di kenalkan dalam keluargaku.


"baiklah datuk..


kita akan berkunjung ke rumah saudara saudaraku bersama ayah yah..


karna semua keluarga dari pihak ayah kami lebih dekat. ."ucapku untuk menenangkan hati datuk yang sepertinya sangat ingin di kenalkan sama semua keluargaku.


"ok..


selesai serapan ini kita siap siap ya..


Kamu paham kan..saya tidak bisa berlama lama lagi di medan ini..


banyak urusan yang akan saya selesaikan sebelum kita akad nikah ini.." ucap datuk yang menggebu


"baiklah datuk..


berarti kita ke rumah ayah lebih dulu kan datuk.." aku mencoba menerangkan perjalanan.


"iya la.." ucap datuk dan bergegas serapan.


setelah beberapa menit,meja makan tidak ada suara,


aku mengawali pembicaraan.


"saya sudah siap datuk dan semuanya..


dara ke kamar ya siap siap mau berkunjung ke rumah ayah..


permisi.." aku berdiri dari duduk dan pergi.


"ohhh okelah..


saya juga ingin siap siap "datuk juga langsung pergi ke kamarnya untuk bersiap siap.


di kamarku..


aku menelepon ayah, ingin beritahu bahwa kami akan segera datang dan tiba sekitar 1 jam lagi.


"halo ayah..


ayah sedang sibuk kah??" tanyaku pada ayah lewat hp.


cuma ini lagi beres beres di rumah, karna kalian sebentar lagi sampaikan.."ucap ayah padaku


"ohhh ternyata ayah sudah tau ya..


siapa yang beri tahu ayah ya kalau kita akan datang ke rumah sebentar lagi yahh??? " aku penasaran siapa yang beri tahu ke ayah


"datuk tadi barusan nelepon ayah..


jadi sekarang ayah sedang beresin rumah nak..


ada lagi yang mau kamu sampaikan nak??


karna ayah sedang sibuk.."


"ohhhh datuk ya ayah..


seberapa sering kalian teleponan yah..? tanya ku pada ayah dengan rasa penasaran yang besar


"datuk lumayan seringlah nelpon ayah nak..


tanya kabar..bercanda ria..


dia juga ada kirim paket yang berisikan baju pada ayah nak..


sepertinya datuk memang benar benar serius pada mu nak..


dia sangat baik nak..


hanya saja umur kalian yang selisih sangat jauh.."ucap ayah yang sepertinya mulai setuju akan perjodohan ini.


"iya ayah..


dara juga sudah merasakan kebaikan datuk kok..


ok deh yah..


sampai jumpa nanti ya ayah.." ku tutup telfon


"memang benar datuk sudah menunjukan keseriusan nya terhadapku ayah..

__ADS_1


tapi dara masih belum bisa terima jika harus di rangkul bahkan 1 ranjang sama datuk..


dara masih belum sanggup membayangkan nya." ucapku dalam kesendirian ku


tok..tok...tok..tok..


suara ketukan pintu kamarku.


"ibu nyonya masih lama lagi kah bersiap siapnya..


datuk sudah menunggu di depan pintu apartemen.."ucap ibu pelayan dari depan pintu kamar ku


"baik buk..ini dara sudah siap kok buk.."jawabku dari kamar


"baik bu nyonya..."


aku keluar dari kamar dan langsung keluar pintu apartemen


"buk..dara pergi dulu ya.." ucapku kepada ibu pelayan sambil berjalan terburu buru menuju pintu luar


"baik buk..hati hati ya ibu nyonya "terdengar suara ibu pelayan menjawab pamitan ku dari jauh.


"maaf datuk.. saya kelamaan.." ucapku menghampiri datuk dengan nafas satu satu karna kecapean berjalan dari kamar menuju pintu luar.


"tak apa apa lah..


Ayuk kita berjalan ke parkiran mobil.."ajak datuk


"ohhhh yuk datuk.." jawab ku dengan nafasku yang kecapekan.


saat hendak melangkahkan kaki datuk kembali meraih pinggulku.


"huuuuu sampai kapan rasa risih ini berakhir??


Tuhan tolong berikan perasaan suka yang mendalam padaku untuk datuk..sehingga aku dapat merasakan bahagia saat akan menikah" ucapku dalam hatiku sambil berjalan menuju lobby


kami berangkat dengan 2 mobil.


datuk bersamaku di kawal dengan 2 ajudan, 1 sebagai supir kita dan satu lagi penjaga kita duduk didepan bersama supir.


sedangkan aku dan datuk di kursi belakang.


mobil berjalan.


di dalam perjalanan datuk memulai bicaranya.


"saya lihat tadi pass jalan dari kamar menuju pintu depan apartemen kamu seperti sangat lelah..


ini minum.."kata datuk sambil memberi minuman tersebut kepadaku


aku menerima nya dengan sedikit takut..


kalau saja kejadian itu terulang lagi yaitu di minuman ini sudah di taruh obat seperti waktu itu.


aku sangat trauma akan kejadian itu.


namun aku hanya diam saja dan tidak berani minumnya.


"Kenapa tidak di minum dara ??"


tidak mungkinkan saya buat racun di minuman ini lalu yang minum adalah calon istri saya..


saya juga yang rugi, saya harus kehilangan calon istri, trus di uber uber polisi lagi.." kata datuk kepadaku dengan santai.


aku tersenyum lalu meminum air yang ada pada botol sedang Aqua.


"besok pagi ayuk kita ke lapangan lari pagi ya..


supaya kuat tu body dan sehat..


mau tidak?? " tanya datuk kepadaku


"hmmmm boleh datuk..besok pagi ya.."jawabku


"hmmmm tapiiii baju kamu tidak ada kan..


lusa saja ya..besok kita ke mall saja dulu ya..


Belanja membeli perlengkapan olahraga kamu.."


"terserah datuk saja deh mana baiknya datuk.."jawabku


Sangat terlihat Datuk sangat antusias jika mengurusi tentang ku,bahkan baju olahraga pun terfikir kan oleh nya padahal dia sangat sibuk mengurusi perusahaan nya di berbagai negara.

__ADS_1


Mobil melaju santai dan kami mulai diam sepanjang perjalanan hingga membuatku tertidur di mobil.


__ADS_2