
di kamar tamu ibu seperti memberiku arahan agar aku mau menikah dengan datuk kaya itu tanpa memikirkan perasaanku,bahkan sekolahku.
aku hanya diam sambil menangis.
"pikirkanlah dari sekarang dara! tidak ada sedikitpun niat ibu menjerumuskan mu, kamu akan di perlakukan seperti selayaknya sorang istri kok sayang..
kamu akan punya anak,dan hidup mewah berlimpahan harta..
sayang saja datuk itu tidak suka dengan ibu,kalau saja suka ..ibu tidak akan menjodohkan mu nak..
percayalah dara, ini yang terbaik untuk masa depan mu nak..
karna dimana pun dan sampai kapan pun kamu akan tetap masuk dalam daftar riwayat bahwa kamu istri datuk itu yang sahhhh...
kamu mengerti kan, nak maksud ibu..
jadi jangan sia siakan kesempatan emas ini ya nak.."
ucap ibu yang membujuk ku.
"ibu...tak pernah terpikirku kalau semua hal yang ibu bilang akan terjadi di hidup dara..
tidak ada sedikit pun dipikiran dara menikah dengan datuk datuk kaya..
bahkan terlintas dipikiran ini sedikit pun gak ada bu..
bagaimana mungkin hatiku bisa terima menikah dengan seorang yang cocok ku panggil dengan sebutan kakek..
maaf bu...dara gak bisa, ..
Apakah ini tujuan mu ibu atas perbuatan baik mu selama beberapa hari ini??" jawabku sambil menangis
"apa pun katanya nak.
inilah kebahagian mu jadi maafkan ibu jika ibu memaksamu untuk menikah dengan datuk itu..!"ibu terus memaksaku agar aku mau dinikahi Datuk kaya itu.
aku menangis semakin kencang, karna sudah tak terbendung ku lagi pilu nya, rasanya tersayat sayat hati ini.
"ibu...
kenapa jadi begini..?
kenapa ibu berubah menjadi sejahat ini sama aku ..padahal aku anak kandungmu ibu,dan aku masih sekolah..
ibu.."dara menangis dan mengambil bantal untuk di peluknya.
"sudah 12 tahun ibu meninggalkan ayah dan dara.
ku pikir ibu sudah berubah,sudah tidak memikirkan harta kekayaan dan kemewahan..
ternyata darah salah bu..
ibu masih sama seperti dulu..
bahkan sekarang ibu sanggup ingin menjual ku pada datuk kaya itu.." ucapku sambil menangis tersendat sendat
"sekarang kamu sok jual mahal tapi lihat saja nanti nak!
sudah..
ibu mau ke kamar mandi..
mau mandi dan beres beres..
pokoknya ingat dara ibu akan tetap menikahkan mu dengan datuk itu..
terserah kamu mau bilang ibu jahat,ibu tega,ibu sanggup..
terserah kamu..
yang pasti kamu harus menikah dengan datuk kaya itu..." ucap ibu sedikit sambil marah dan pergi ke kamar mandi
"apa salah ku buk..."menjerit berharap ibu membatalkan rencananya itu.
"Tuhan rasanya aku ingin mati saja..
ingin lari dari tempat ini,atau bahkan dari dunia ini..
ibu.. kenapa ibu sanggup menjodohkan ku dengan datuk kaya itu tanpa bertanya dulu samaku atau sama ayah yang membesarkan ku.."dara menangis dengan kencang
__ADS_1
tok..tok..tok..tok..."suara mengetuk pintu dari luar kamar"
"permisi nyonya..
saya pelayan di rumah ini,ingin menghantarkan makanan..
boleh saya masuk dan menghantarkan makanan ini..?"tanya pelayan datuk dari luar kamar tamu
"ya...sebentar... "ucapku sambil berjalan menuju pintu dan membuka pintu
"Nyonya..
ini makan malam nyonya..
tapi kalaulah nyonya tak suka dengan makanan ini..
Nyonya boleh panggil kita,dan boleh makan keluar bersama ibu nyonya.."ucap salah satu pelayan
"tidak usah..
ini sudah cukup kok mbak..
terimakasih ya.."ucap ku pada salah satu pelayan
"baiklah nyonya..
saya permisi.. "kata pelayan datuk
"baiklah mbak..."ucapku
pelayan pelayan datuk pergi meninggalkan kamar kami.
Selang beberapa menit ibu keluar dari kamar mandi sambil mengering keringkan rambut dengan handuk di kepalanya
"ada apa tadi dara?
kok kayak ada yang ngetuk ngetuk pintu?" tanya ibu ku padaku
"iya bu..salah satu pelayan mengantarkan makanan untuk kita.. "jawabku pada ibu dengan lemas
"lo..kok gak di ajak makan di luar saja ya..
"kalau ibu mau makan di luar ibu tinggal panggil pelayan yang ada di luar..dan aku tidak ingin ikut dengan mu bu!!" ucapku dengan kesel
"kamu lihat kan nak..
jika kamu jadi istri datuk itu kamu akan di layani seperti ini..
emang kamu tidak tertarik ya dengan di layani seperti ini setiap hari,hidup sudah pasti mewah nak.."ucap ibu membujuk ku lagi agar aku mau menikah dengan datuk tua itu..
"cukup ibu..!
cukup..!ibu memang kejam,ibu ingin menjual aku sama datuk tua itu.
dimana hatimu ibu.
pokoknya aku tidak mau menikah dengan datuk tua itu." ucapku dengan keras
"terserah kamu dara..!!
kamu mandi sana,,lalu beres beres kita akan makan keluar dan sambil melihat lihat pemandangan malam kota kuala lumpur ini ..kamu mau kan anak ku?" ajak ibu padaku dengan lembut
aku hanya menangis dan pergi ke kamar mandi lalu mandi.. aku sengaja berlama lama di kamar mandi agar tidak ikut pergi bersama ibu....
beberapa waktu kemudian.
"dara..."panggil ibu dari luar kamar mandi.
namun aku tetap diam tanpa menghiraukan panggilan dari ibu.
"daraa.."panggil ibu lagi dengan suara yang kencang
"kenapa dara apa perut kamu sakit ya makanya lama di dalam??
makan apa saja sihhh kamu tadi dara.."ucap ibu dari luar
"aku gak apa apa kok bu..cuma lagi sedih jadi pengen sendiri."ucapku dari kamar mandi..
"sudahlah sedih nya..
__ADS_1
nanti kamu pasti akan bahagia kok sayang..
cepat ya nak..biar kita pergi keluar jalan jalan" ibu terus membujuk ku
"apakah datuk itu ikut bersama kita bu..?" tanyaku dari kamar mandi
"gak kok nak..hanya ibu dan ajudan nya..datuk lagi banyak urusan.."ucap ibu membuatku sedikit lega
"baiklah bu.."kataku menjawab ucapan ibu
aku pun bergegas dari kamar mandi.
ternyata ibu sudah mengirim pesan ke datuk untuk makan di luar bersamanya.
baju yang akan kukenakan pun sudah di belikan oleh datuk itu,
baju tersebut diantar oleh pelayan dan di terima oleh ibu.
saat aku keluar dari kamar mandi terlihat gaun indah yang sangat cantik dan mewah bersama dengan hillsnya juga hand bag yang mewah terletak rapi di atas tempat tidur.
namun aku hanya diam.karna aku takut ibu sudah punya rencana busuk lagi yang tidak ku ketahui.
"daraa..itu gaun nya kamu pakai ya..
cantik bukan..
anak ibu pasti akan seperti ratu.."ucap ibu merayuku
"ibu..
apalagi rencana mu?"jawabku
"sayang kita akan makan di restoran mewah di kuala lumpur ini. jadi kita juga harus berpakaian mewah.."ucap ibu
"tapi datuk itu tidak ikut kan, bu..
hanya kita saja kan?" tanyaku memastikan
"gak kok sayang hanya kita saja.."jawab ibu yang berbohong
"baiklah bu.."
ku kenakan gaun indah dan mewah itu.
ku kenakan sepatu hills yang mewah dan ku ambil handbag mewah tersebut.
saat aku berkaca wow..aku sangat terkejut betapa cantiknya aku dan mewah nya gaun yang ku kenakan ini .. ya aku seperti cinderella yang ada di dongeng dongeng itu.
tapi hatiku risau dari mana baju,sepatu dan handbag ini?
kenapa harus berpakaian seperti ini kalau hanya untuk makan malam saja.
Aku menghampiri ibu yang sibuk berhias diri nya, agar tak kalah cantik
"ibu..
kalau hanya cuma makan malam kenapa begitu sangat mewah seperti ini? "tanyaku sedikit curiga, jangan jangan ibu sudah mempunyai banyak rencana yang aku tidak tau
"iya nak...restoran nya sangat mewah jadi kita juga harus mewah..
kamu tidak lihat ibu juga mewah seperti ini.."ucap ibu
"kenapa kita harus di make up seperti ini juga ibu,kok kayak mau undangan saja ibu.."tanyaku semakin penasaran
"dara...
di sini ada ibu,jadi kamu jangan takut ya..
ini restoran khusus untuk para bos bos di negara ini..
jadi kamu beruntung nak,kita bisa makan di situ.."jawab ibu sambil merias dirinya
aku hanya diam dan resah
Memang tubuh dara yang kurus langsing dan tinggi serta kulit yang putih mulus itu menambah penampilannya menjadi sangat cantik bak putri raja yang ada di negri dongeng.
kami bergegas berangkat menuju mobil mewah dan di kawal oleh ajudan ajudan datuk itu meski sepatu hills yang di kenakan dara sedikit kurang nyaman karena belum terbiasa pakai sepatu hak tinggi.
****
__ADS_1