Perjodohan Menjerumuskanku Ke DUNIA MALAM

Perjodohan Menjerumuskanku Ke DUNIA MALAM
#25 Ninda mengajak ku ke diskotik


__ADS_3

Ninda menyuruhku ke salah satu salon langganannya di dekat rumah kontrakannya di kota ini.


Katanya dia akan menyusul ke salon setelah pulang ke rumah kontrakannya sebentar.


Aku menyetujuinya.


Aku masuk ke salon tersebut.


Ternyata sudah banyak perempuan yang antri untuk nyalon di sana.


Aku hanya terdiam lalu duduk di kursi tunggu.


Berselang 30 menit Ninda masuk menghampiriku yang sedang sibuk main game dengan hp berlogo apel di gigit itu.


"Hey...dara...main hp melulu.."Ninda mengagetkanku


"Huuuu kaget tau...!!"


"Mbak..kenapa teman gue belum di pegang sih ini....nanti kami terlambat Lo kak e..


Kak kan tau aku langganan tetap kakak dan kemana kita akan pergi hahaha..."ucap Ninda pada salah satu pekerja di salon itu


"Mana kita tau kalau itu teman Lo Ninda...


Lagian dia diam saja dari tadi kayak ayam begok..hehehehe


Sini dek biar mbak pegang ...


Mau di apakan ini rambutnya sayang .. "


Ucap salah satu pekerja salon dengan suara Melo nya, yang ternyata waria.


Aku berdiri lalu duduk di kursi tamu salon untuk di per indah rambutku.


Begitu juga ninda..


Gak lama kemudian juga ninda langsung di pegang rambutnya untuk di per indah


Waktu sudah menunjukan pukul 21:30.


Saat rambut kami sudah selesai di percantik kami pergi ke boutique yang ada di samping salon ini.


Ninda kembali memilihkan baju yang cocok untuk ku kenakan ke diskotik nanti.


"Sudah malam ...


Apa gak sebaiknya kita pulang aja nin ??


Besok saja kita ke diskotik nya ya.." tanyaku dengan polos


Ninda spontan tertawa terbahak bahak mendengar permintaanku itu.


"Lo itu lucu banget sihhh dara..


Emang ada ya orang ke diskotik siang hari?"


Ninda tertawa mengejekku.


"Aku takut aja ninda..."


"Loe takut apa sihhh???


Ini hidup Lo..


Loe berhak mau ngapain aja..


Udah ya ini pakai.." Nadin menyerahkan baju yang di ambilnya dari butik ini.


"Apaan sih Ninda...


Bajunya kayak kurang bahan gini..


Bagian dadanya juga terbuka banget .."


"Sudah dehhh dara Pakai saja..


Biar gue tunjukkin dunia malam yang sesungguhnya sama loe..

__ADS_1


dari pada loe suntuk di rumah mikirin Datuk loe yang gak penting menurut loe...


Kan loe sendiri yang bilang gak suka, gak cinta...


Jadi mendingan kita happy happy aja yuk..."


Ajak Ninda dengan berbagai rayuannya.


Jujur saja aku mempunyai rasa penasaran yang besar tentang dunia malam yang baru saja di sebut Ninda.


Ku beranikan diriku.


Ku kenakan baju yang di berikan Ninda tersebut.


Walau sedikit risih karena bagian dadanya sangat terbuka sehingga membuat payudaraku seperti ingin memuntahkan isinya.


rok pendek berbahan lee yang ku kenakan juga sangat ketat dan menampakan bagian kulit pahaku.


"Yang benar saja!!!


Masa bajunya seperti ini ninda??"


Aku menunjukan pakaian yang ku kenakan di hadapan Ninda.


"Yups...beautiful..


Loe gak lihat baju yang gue pakai ini,


Bagian dada, pusat, dan paha semua terbuka....


By the way kita perginya naik mobil loe ya...


Tadi gue naik taksi online dari rumah gue kesini nya..."ucap Ninda


"Boleh boleh saja sihhh tapi aku risih Ninda dengan baju ini."


"Sudah gak usah pakai tapi tapian yuk pergi,


Kita sudah di tunggu sama teman teman gue di sana.."


Ninda meraih tas dan kantongan plastik yang ada di atas meja kasir tersebut. Lalu menarik ku keluar dari butik tersebut dan membawa ke dalam mobilku.


Ninda memang sangat jauh berubah bahkan mengendarai mobil dia juga cukup mahir.


"Emangnya diskotik tempat seperti apa sihh ninda??" Tanyaku saat diperjalanan didalam mobil dengan rasa sangat penasaran.


"Loe penasaran ya??


Ya nanti loe bakalan tau kok.." jawab Ninda seraya menyetir mobil.


"Oh baiklah.."


"Tuh kita sudah sampai.."ucap Ninda dari keheningan beberapa menit lalu.


Ninda mengajak ku keluar dari mobil lalu masuk ke gedung tersebut.


Jam menunjukan jam 23.30 malam.


Saat hendak masuk kami di sapa beberapa pria yang seperti tidak asing lagi bagi Ninda.


Ninda melontarkan senyumannya terhadap beberapa pria tersebut.


Mungkin saja itu teman teman Ninda pikirku.


Kami memasuki ruangan yang gelap dengan sinar lampu yang berkedip kedip dipojok sana dan sangat pengap dengan asap rokok.


Banyak lelaki yang sedang minum minuman keras, merokok,serta mabuk mabukan di sana.


Bahkan sesekali terlihat olehku payudara Ninda di remas remas oleh lelaki di sini.


Ninda hanya menjerit lengking sedikit sambil tertawa.


Ada juga lelaki yang mulai menarik ku untuk di ajak joget dengan tubuh yang saling berdekatan.


Bahkan mulai ikut meremas bagian dadaku.


" AW...apaan sihh pegang pegang !!" Celotehku yang mungkin saja tidak di dengar orang tersebut di karenakan musik disco yang amat keras.

__ADS_1


Ninda segera menghampiriku.


"Dara...ini minum dehhh enak tau...


Loe bakal merasa dunia ini milik loe..." bisik Ninda di telingaku karena di sana sangat ribut dengan suara disco.


"Masa iya sihhh."


Aku meminum minuman beralkohol itu.


Rasanya lumayan manis seperti air anggur.


Dan Ninda terus meneguk kan minuman itu sebanyak mungkin untuk ku.


Hingga membuat pandanganku buyer melayang layang.


Aku merasa bebanku sedikit lega.


Dan mulai ikut berjoget ria di sana.


Hingga aku mulai lemas dan duduk di salah satu kursi di sana.


Ninda menghampiriku.


"Gimana??? Loe puas gak??


Puaskan aja say..lepasin semua beban loe di sini.."


Dara meneguk kan minuman keras yang ada di gelas lalu menghisap rokoknya.


Aku hanya diam lalu sesekali tertawa.


"Gue puas Ninda..nanti lain kali bawa gue ke sini ya .hahaha.." ucapku dengan sangat lemas berbisik di telinga Ninda


"Ok...nikmati saja hahaha.."


Kami kembali berjoget joget ria di ruangan gelap itu.


Dan tanpa tersadar aku terjatuh.


Ninda langsung meraihku.


"Ya udah deh sini kita pulang saja yuk..


Gue lihat loe udah mabuk berat.."


Ninda merangkul ku di bahunya dan membawaku keluar dari tempat itu.


Memang rasanya sangat berat tubuh ini.


Ninda masih sangat sadar sehingga dia membawaku pulang ke rumah kontrakannya.


Mungkin dia sedikit kasihan melihat keadaanku yang mabuk berat hingga muntah muntah.


"Boleh tidak Datuk dara meminta sesuatu sama Datuk..


Dara tidak sanggup menikah dengan Datuk..


lebih baik dara mati aja dari pada harus nikah sama Datuk..."dara mengigau di dalam mobil sambil mengantupkan kedua tangannya memohon mohon lalu muntah muntah lagi


"Hais jorok banget sihh kamu dara!!!


Untung saja ini mobil loe, bukan mobil gue!!"


Celoteh Ninda dan memijak kan gas pada mobil agar semakin kencang.


Karena hari sudah sangat larut malam kota ini sangat sepi.


Sehingga membuat kami cepat sampai tujuan.


Kami istirahat di rumah kontrakan ninda.


Sekarang ninda mengontrak rumah di kota ini.


Bahkan sekarang dia sudah punya mobil serta kontrakan yang bagus, dibandingkan rumahnya bersama keluarganya di sudut kota ini yang bisa di katakan sangat tidak layak.


Setibanya di kontrakan ninda membopongku ke kamarnya dan mengganti bajuku serta membersihkan bekas muntahan.

__ADS_1


Ninda serta ikut membersihkan diri serta mengganti bajunya lalu berbaring istirahat.


*******


__ADS_2