
Kali ini kami berada di dalam 1 mobil yang sama dengan ibu.
sepanjang perjalanan menuju air port ibu yang duduk di depan bersama supir terlihat kurang senang karena jadwal hari ini di luar keinginan nya.
sebenarnya aku mulai risi saat datuk masih saja merangkul pinggulku dan meletakan kepalaku di bahu datuk..
namun apalah dayaku..
kepura puraan ini terus ku lakukan agar datuk percaya dan membawaku balik ke indonesia ke rumah ayah..
tiba di airport datuk langsung booking 3 tiket menuju indonesia dengan pesawat yang elit..
aku seperti semakin terperangkap, karna ternyata datuk ikut serta ke Indonesia..
"huuuuu bagaimana ini??"dara menarik nafas kencang dan membuangnya secara perlahan
apa nanti saat di pesawat datuk akan tetap merangkul pinggangku dan meletakan kepalaku di bahu datuk lagi??masih sangat risih rasanya
"semoga saja datuk pisah duduk dariku saat di pesawat.." ucapku dalam hati
semua barang barang kita sudah di urus oleh pelayan pelayan datuk.
sangat ku akui bahwa di depan datuk aku sangat spesial,dan tidak boleh sedikitpun kelelahan, jika menginginkan sesuatu suruh saja pelayan ..
bak tuan putri..
namun hati dan tubuh ini tetap masih belum bisa terima kalau aku harus menikah dengan datuk datuk tua ini..
pesawat jalan menuju indonesia,
di dalam pesawat tidak begitu ramai..
ahh ternyata benar datuk kembali merangkul pinggul ku dan meletakan kepalaku di atas bahunya,
suasana seperti nya sepi tanpa ada sedikit suara pun,
tak di sadari ternyata aku sudah benar benar tidur di bahu datuk, hingga pesawat landas di airport kuala namu (medan).
datuk membangunkan ku dengan kelembutan nya..
aku kembali terharu saat melihat kelembutan datuk terhadapku,
yaahhhh sangat terlihat keseriusan nya ingin menjadi suamiku..
di air port ..
saat aku keluar dari pesawat dengan tas sandangku..
Di sana kami kembali sudah di sambut oleh 4 orang ajudan datuk dari medan dan 2 mobil mewah datuk..
ternyata datuk sangat kaya..
namun ntah mengapa tidak ada hatiku tergiur sedikit pun akan harta kekayaan nya,
mungkin karna aku yang masih belum dewasa,masih belum mengerti betapa susah nya mencari rezeki atau uang..
ibu mengajak kami untuk istirahat dan makan lebih dulu di air port..namun aku menolak nya..
aku memberi alasan,bahwasanya aku sudah ingin istirahat di rumah dan sangat ingin bertemu dengan ayah di rumah kampung halaman ku.
dan lagi lagi datuk lebih setuju dengan permintaan ku dari pada ibu ku yang merupakan teman nya..
hatiku sedikit lega karna terlihat dari perlakuan datuk terhadap ku memang benar benar tulus bukan untuk mempermainkan gadis lugu seperti aku..
"Ayuk dong kita langsung berangkat ke rumah calon ayah mertua
...."ajak datuk kepada kami semua seperti tidak sabar ingin bertemu ayahku
aku tersenyum dan masuk mobil..
sedangkan ibu semakin terlihat murung..
******
sampai di kampung halaman ku..
saat mobil kami masuk kedalam gang dan berhenti di depan rumah kontrakan ayah,, semua tetangga melihat mobil kami,, itu membuatku sedikit malu..
salah satu ajudan datuk membuka kan pintu mobil yang ku naiki..
aku keluar dari mobil..ku lihat badan yang kurus tinggi terlihat berdiri di teras rumah..
"ayah..."ucapku sambil menangis
"dara..
kamu sudah pulang nak...
hahaha ayah rindu sama kamu nak..
kamu baik baik saja kan.."ucap ayah
ayah memeluk ku dengan erat,seolah kami sudah bertahun tahun tidak bertemu..
"kamu kenapa menangis nak..
__ADS_1
gimana jalan jalan nya nak..seru gak..hahaha
ayah minta maaf ya nak gak bisa bawa kamu jalan jalan dan bahagia.." ucap ayah padaku membuat air mataku mengalir sangat kencang
"ayah..dara sangat senang jalan jalan nya.."ucapku sambil tersenyum
"baguslah kalau begitu nak.."jawab ayah ku sambil membalas senyumanku
ibu dan datuk keluar dari mobil mewah..
ke empat ajudan datuk juga ikut keluar dan selalu berdiri di belakang datuk..
"ohhh ternyata kamu datang bersama suami mu ya.."ucap ayah kepada ibu
"hello ayahhhh...apa kabar nya..??? tanya datuk pada ayah
"panggil saja taufik pak..
kabar saya baik pak..
terimakasih ya pak sudah bawa anak saya jalan - jalan..
anak saya bahagia katanya..
ohhh iya yuk masuklah dulu..
gak enak di luar ngomong ngomong.."ucap ayah
kami semua masuk,terkecuali empat orang ajudan datuk.
semua tamu duduk di kursi ruang tamu.
aku semakin takut beritahu ayah bahwa laki laki tua yang di pikir ayah suami ibu itu adalah calon suamiku..
"dara...
kamu buatkan teh sana untuk di hidangkan.."ucap ayah padaku namun saat ayah memanggil namaku jantung ku seperti mau copot karna terkejut.
"baik ayah.."jawabku
saat aku beranjak ke dapur ingin buat teh, terdengar suara ibu memulai ucapan nya.
"datuk ini bukan suamiku mass..
aku menjodohkan dara pada datuk ini,
dia adalah calon suami dara mass.."ucap ibu tanpa ada rasa takut
"iya pak perkenalkan pak nama saya abdullah rajab, saya asli orang kuala lumpur tapi saya tak setiap saat di sana ..terkadang bisa di bilang saya berpenduduk kuala lumpur,singapore,indonesia, brunai,thailand and macau.
itu sebabnya saya ingin menikahi putri bapak untuk menjadi istri saya di kota medan ini atau di indonesia ini.."ucap datuk menjelaskan
namun tak ku dengar satu kata pun ucapan ayah menjawab pembicaraan mereka,ayah hanya diam.
ku antarkan teh yang sudah ku buat,dan ku letakan di atas meja..
"dara..."panggil ayah.
aku kembali terkejut saat ayah memanggil ku.
"yahhhh ayah.."ucapku dengan rasa yang sangat takut bahkan menaikan kepala ini saat tunduk pun rasanya tidak berani.
"apakah benar datuk ini calon suami mu nak..??" tanya ayah padaku dengan rasa sedih
"iyah...ayah" aku menangis sekencang kencang nya,hatiku tak mampu lagi menahannya.
"ayah....
maafkan dara kalau dara belum membalas kasihmu padaku..
dara sudah di pinang oleh datuk ini,,"ucapku dengan suara yang terisak isak
"tapi.. Kenapa begitu tiba tiba nak..
bukan masalah membalas kasih..
tapi kamu masih sekolah nak..."ucap ayah semakin sedih
"nanti dia bisa di buat lulus kok dari sekolah,
datuk ini nanti bisa bayarkan semuanya dan semuanya akan beres jadi mas tenang saja.."ucap ibu yang ceplos tanpa memikirkan perasaan ayah.
"bukan masalah itu..
tapi ada yang..."
"sudah lah mas ini sudah kesepakatan dan kemauan dara kok.."ucap ibu memotong ucapan ayah.
"DARA...!!!
DARI TADI AYAH MAU NGOMONG SAMA KAMU,TAPI IBU KAMU TERUS MENJAWAB NYA..!!"ucap ayah mulai marah
ibu diam.
dan aku semakin takut,jantungku berdegup kencang
__ADS_1
"apakah ini memang keputusan dan keinginan kamu nak..?
apakah kamu setuju perjodohan ini nak..???" tanya ayah padaku dengan lembut
aku hanya mengangguk menjawab pertanyaan ayah..namun air mataku terus berjatuhan dan tak terbendung ku lagi.
"dara...
jawaban yang ayah mau..
JAWAB DENGAN BERANI!! "ayah yang mulai tegas.
"iya ayah ini sudah dara pikirkan matang matang.. " jawabku terbata bata
"baiklah nak jika itu mau mu dan membuatmu bahagia..
maka ayah pun ikut bahagia.."
Tapi ku lihat wajah ayah dari duduk nya terpancar wajah kesedihan nya..
"ayah..
dara juga tidak bahagia..
namun dara sudah kotor, hanya ini yang bisa dara lakukan ayah..
tapi ayah tenang saja..datuk sangat baik..
mungkin secara fisik dan umur kami tidak cocok..
namun kasih sayang dan materi itu sangat ada buat dara..." ucapku dalam hati.
"tidak usah sedih pak..
saya sadar saya sudah tua tapi saya akan berikan yang terbaik untuk dara baik itu jasmani atau pun materi..
saya akan tanggung jawab apa pun itu semua kebutuhan dara..
Itu janji saya sama bapak .."ucap datuk memberi semangat pada ayah
"terimakasih datuk kalau kamu memang benar benar tulus menyayangi dan mencintai putriku..
aku pegang janjimu datuk.." ucap ayah pada datuk mulai lega
"masalah sekolah dan keperluan dara biar saya saja yang atur pak..
bapak hanya atur bulan dan tanggal pernikahan saja boleh??.."tanya datuk dengan santai
"baiklah datuk.."ucap ayah
"ok lah..
saya akan balik ke apartemen saya di kota ini..
bapak dan dara jika ingin ikut silakan..
Jika tidak mau juga tidak masalah..
saya tidak akan memaksa .."ucap datuk
tak sengaja aku melihat ibu mulai senyum senyum.
yah....
ini lah yang di inginkan dan yang rencanakan nya.
"besok saya dan dara ingin bertamu ke rumah datuk..bolehkan...??" Tanya ayah pada datuk
"oh sangat boleh dong,,
besok ajudan saya yang akan jemput ya..
jadi saya permisi ingin balek ..
sampai jumpa besok ya pak..dara..inu"ucap datuk sambil meraih tangan ayah dan menyokong tangan ayah ke kepala Datuk.
"baik datuk.."ucap ayah
datuk dan ibu pergi..
aku tidak tau ibu langsung pergi balik ke jakarta atau masih di medan ini.
yang ku tau mereka pergi bersama sama..
atau mungkin saja mereka sedang mengatur rencana..?
ah biarlah.
yang ku rasakan sekarang hanyalah takut.
Apalagi jika nanti ada banyak pertanyaan pertanyaan ayah.
Apa yang harus ku jawab ??
mereka semua sudah pergi yang tersisa hanya ada aku dan ayah yang tertinggal di rumah kontrakan tersebut.
__ADS_1
******