Perjodohan Menjerumuskanku Ke DUNIA MALAM

Perjodohan Menjerumuskanku Ke DUNIA MALAM
Kesucian ku di renggut


__ADS_3

Aku sudah tidak sadar atas apa yang terjadi pada diriku..


yang ku inginkan ialah istirahat dan rebahan karna badan ini terasa sangat berat.


waktu terus berputar 1 malaman aku tidak sadar apa yang terjadi dan yang di perbuat oleh datuk terhadap diriku.


.....


pagi telah tiba..


badanku masih terasa berat rasanya saat ingin bangun..


ku paksa buka kedua mataku..


"selamat pagi my princess "ucap datuk


aku masih kurang sadar..


"ya siapa kamu..."ucapku


"aku adalah calon suami kamu sayang... "ucap datuk dengan rasa gembira


"Apa calon suamiku.." ucapku


aku langsung terbangun dan terkejut..


apa aku salah dengar??


saat hendak bangun dan duduk dari tidurku,selimut yang ku kenakan hampir terlepas dari tubuhku..


aku tersadar..


ternyata aku sedang tidak mengenakan sehelai pakaian pun..


apa yang terjadi tadi malam..


apakah datuk sudah menodai kesucianku?


tidak mungkin ini terjadi..


dunia terasa goyang, hidupku seperti hampa tiada arti...aku sempat tidak percaya atas apa yang terjadi padaku dan hidupku..ini semua pasti hanya mimpi..


ku tutup mataku lalu ku buka mataku secara pelan pelan..


ya...


ternyata memang ini lah kenyataan nya kesucian ku telah di nodai oleh datuk tua itu..


ternyata dugaan ku terhadap datuk ini salah.


ku pikir dia adalah laki laki yang terhormat,yang tidak akan menodai perempuan tanpa ikatan pernikahan,karna ku lihat dari perbuatan nya semalam terhadap diriku sungguh membuat ku terharu dan berfikir kembali atas perjodohan yang dibuat oleh ibu ku..


namun sekarang..


pikiran itu berubah menjadi benci,apa yang harus ku perbuat jika sudah terjadi seperti ini..


Tuhan ..


mengapakah harus terjadi seperti ini di dalam hidupku..??


ayah..


gadis kecil yang engkau rawat sendiri selama 12 tahun ini telah di nodai oleh datuk tua ..


ibu..


inikan yang kamu mau..!! Ucapku dalam hati dan tanpa menyadari cairan bening kembali membasahi pipiku


Dunia seakan runtuh menimpaku dan bahkan mengangkat tangan ku pun aku sudah tidak berdaya.


"tak usah kamu menangis sayang..


saya akan bertanggung jawab..


saya akan menikahi kamu segera..


ya..."ucap datuk menenangkan ku


aku hanya dapat menangis.


ku ambil pakaian ku yang berantakan di atas lantai dengan beralaskan selimut ditubuh ku,


dan membawanya ke kamar mandi..


ku bersihkan tubuh ku yang kotor ini sambil menangis..


saat aku keluar dari kamar mandi datuk sudah menyiapkan serapan yang ku lihat sepertinya sangat lezat, namun mulut ini rasanya tidak ingin menyantap apa pun itu..


"dara..

__ADS_1


Ayuk kita serapan..


sini duduk,mari kita bahas pernikahan kita,


saya akan tanggung jawab dan segera memperistrikan kamu.."ucap datuk menenangkan ku


bagaimana mungkin aku sanggup menikah dengan pria tua seperti dia..rasanya tubuh dan hati ini belum siap jika harus melayani dia suatu saat nanti..


aku mulai mendekati datuk secara perlahan dan duduk di kursi tepat di hadapan nya..


ku pandangi datuk sambil memegang sendok..


"Tuhan..


datuk kah pria yang telah kau siapkan untuk menjadi suami ku??


dia kah jodoh ku Tuhan?


Tuhan..


dulu aku pernah bermimpi menjadi cinderella 1 hari pada hari pernikahan ku dengan pangeran tampan ..


apakah semua itu tidak akan pernah terjadi?? " ucapku dalam hati


"Ayuk kita makan.."


perlukah saya suap?? tanya datuk


"tidak perlu datuk.." jawabku


Sambil menyantap makanan yang tersedia di atas meja


"sudahlah kamu tidak perlu menangis lagi ya..


bukan nya kita akan menikah?


tenang saja lah saya bukan pria yang jahat..


saya adalah pria yang baik hati..


saya akan urus pernikahan kita segera,dan apa pun yang kamu inginkan akan saya penuhi..kamu tinggal sebut saja ya..


jangan sungkan sungkan dengan saya.." ucap datuk yang selalu meyakiniku


"baik datuk.." jawab ku


haa.. semoga aku sanggup jalani nya.." pikir ku


saat datuk melihat ku..


aku mulai membuka hatiku dan tersenyum


"nah begitu lahh saya pun ikut senang..


terimakasih ya sudah senyum terhadap saya..


saya sangat bahagia.."ucap datuk padaku dan tersenyum


"hmmmm selesai cek out dari hotel ini kamu mau kemana?


ke mall kah berbelanja..??


karna saya lihat pun pakaian kamu tidak ada..


Kamu mau tidak ke mall..??tanya datuk


"terserah datuk saja ..


sebenarnya aku juga sudah risi dengan pakaian ini.."ucapku pada datuk


"Sebentar kalau gitu biar saya telpon pelayan supaya bawakan baju yang bagus untuk kamu ya..


Sebentar ya.." ucap datuk padaku yang ku pikir datuk adalah pria yang sangat perhatian,hanya saja umur kami yang terpaut sangat jauh.


haa sudahlah mungkin ini sudah takdir hidup ku..


"hello merry..


boleh kamu antar baju untuk nyonya indonesia kah?


hmmm yang cocok style jalan jalan ke mall lah ok.." terdengar ucapan datuk di telfon bersama salah satu asisten nya


Hanya selang beberapa menit.


tok..tok...tok..


"datuk..ini saya marry.. "terdengar suara dari luar


"yaaa...

__ADS_1


masuk lah..."jawab datuk dari kamar


"datuk ini saya ada bawa beberapa style boleh di cocokan saja ya yang mana yang di inginkan oleh ibu nyonya.." ucap marry dan memberikan beberapa baju yang sangat cantik cantik kepadaku..


ternyata saat di pesta tadi malam marry ada di sana dan memperhatikan nyonya boss nya tersebut, sehingga dia bisa tau memprediksi baju yang cocok buat dara.


kami pun mencocokan pakaian yang di bawakan marry..


"ku rasa ini sudah cocok denganku mbak.."ucap ku pada marry


"ohh jadi ini saja ya..


ok..


mari saya bantu mengenakan nya ibu nyonya.."jawab marry


"baiklah.." jawabku


saat aku berkaca dengan style jalan jalan ke mall ..


aku seperti orang orang kaya yang ada di tv yang pernah ku lihat..


lengkap dengan sepatu,tas, acesories nya menambahkan kemewahan semua barang yang ku kenakan..


aku memang sangat di perhatikan oleh datuk..


namun hatiku dan tubuhku masih belum bisa terima kenyataan bahwa datuk adalah yang terbaik untuk menjadi suamiku bahkan menikah pun belum pernah terfikir di bena ku..


"baik datuk..


saya sudah boleh izin pergi kan.."tanya marry


"ok..ok..


terimakasih ya marry.."ucap datuk


"baik datuk..


saya permisi ya datuk dan ibu nyonya.."marry berlalu pergi dari kamar


jujur saja.. saat ini aku mulai risau..


gimana nanti saat jalan jalan pasti datuk akan merangkul pinggangku lagi...


huft...


datuk tersenyum melihat penampilan ku..


aku juga ikut senyum balik pada datuk..


"Datuk..kenapa kita tidak ajak ibu saya.."tanya ku pada datuk


"hmmm dia ikut lah bersama kita.


karna ibu juga nginap di hotel ini.."jawab datuk


"oh Tuhan....


hatiku semakin sedih..ibu mengetahui datuk membawaku kesini..


ternyata ini memang sudah di rencanakan ibuku..


Apakah salah kalau hatiku punya pikiran bahwa ibuku sudah menjual ku..


ibu..


sekarang sudah puas kah menghancurkan hidup putrimu ini.."ucapku dalam hati


tak terasa air mataku pun menetes lagi.


"kamu kenapa lagi??


Kenapa menangis lagi.."tanya datuk padaku dengan rasa bersalah


"aku tidak apa apa kok datuk..


aku hanya rindu ayahku.."jawab ku


"ohh tak masalah besok kita akan balik indonesia la,


so jangan sedih atau nangis lagi ya.."jawab datuk membujuk ku


"baiklah datuk.."


jawabku


"Ayuk kita pergi mereka semua sudah menunggu kita di luar.." ucap datuk.


kami pergi keluar kamar hotel.

__ADS_1


__ADS_2