
kami sampai di lobby apartemen.
datuk membantu memberikan bahunya untuk kepalaku saat hendak berjalan dari lobby menuju apartemen.
saat pintu apartemen tiba tiba terbuka ibu pelayan langsung menghampiri kami, ibu pelayan sedikit terkejut kenapa kami begitu cepat pulang dan melihat mataku memerah dan lemas.
"kenapa ya datuk.."tanya ibu pelayan pada datuk tapi datuk tidak menjawab malah menyuruh ibu pelayan membantu membawaku ke kamar ku.
"buk tolong bantu ganti baju dara ya..
saya akan segera keluar ada urusan penting yang tiba tiba harus saya urus..ok.." datuk langsung keluar dari kamar dara dan kembali pergi dengan ajudannya,
aku kurang tau urusan mendadak apa yang mau di selesaikan nya.yang ku tau datuk hanya pergi.
"kenapa sihhh ndok...??
kok sedih, terus lemas gini ndok?
cerita la sama ibuk ndok..." tanya ibu pelayan padaku.
aku semakin menangis tersedu sedu saat ibu pelayan bertanya.
"lo.. lo...lo..kok semakin nangis lo ndok..
sini sama ibuk.."ibu pelayan memeluk ku erat dan meletakan kepalaku di pundaknya.
"cerita saja sama ibuk ndok..jangan malu atau takut di beber beberkan buk.
ibu juga punya masa lalu yang kelam kok, jadi gak usah malu..kita sama sama cerita masa lalu kita yok..
gimana?? tapi karna sekarang kamu yang lagi sedih butuh teman curhat..jadi cerita kamu yang perlu di dengar sekarang..."kata ibu pelayan padaku memberi semangat padaku.
saat ini aku memang sangat ingin meluapkan isi hatiku dan cerita pada orang yang tepat untuk menyimpan rahasia.
aku memulai membuka cerita dan menceritakan semua aib ku.
"bu...dara sudah tidak perawan lagi..
kesucianku sudah di renggut oleh datuk.
semua itu terjadi berawal dari perjodohan yang sudah di rencanakan ibu kandung dara bu..ibu menjanjikan jalan jalan ke kuala lumpur aku sangat senang mendengarnya, namun sesampainya di sana ibu menjodohkan ku dengan datuk bahkan merencanakan waktu yang tepat untuk merenggut kesucian ku..
waktu itu ada pesta teman datuk, ...datuk memberikan ku segelas jus jeruk yang ternyata di dalam minuman tersebut sudah di campur bius sehingga dara tidak sadar apa yang terjadi,..
tiba tiba sudah pagi dara sudah bersama datuk di salah satu hotel dengan keadaan tanpa sehelai pakaian pun di tubuh dara hanya di lapisi dengan selimut putih tebal."
aku mengucapkan nya dengan tangisan yang tersedak sedak.
"ndok..
__ADS_1
kamu masih mending hanya keperawanan dan bersyukur datuk tanggung jawab kok atas perbuatan nya,
datuk juga sangat sayang kok sama kamu..
bahkan dia berikan semua kemewahan dan datuk juga memberikan atas mu hak sebagai istri.
jadi kenapa harus sedih dan menangis lagi ndok??? kata nasehat dan penghibur ibu pelayan kepadaku namun aku masih tetap menangis kencang sampai sampai tersedak sedak.
"masalahnya sekarang dara malu bu..
setiap bertemu teman sekolah,pacar sahabat ku,anak tetangga dara..
bahkan cibiran orang orang yang gak tau apa apa tentang hidup dara..
dara gak kuat bu jalani nya..
bukan hanya sekali tapi setiap keluar bersama datuk..
dara harus menerima cibiran cibiran itu.
dara juga gak ada rasa suka sama sekali sama datuk..
apa yang harus dara buat bu??
dara juga gak ada teman curhat nya..
mungkin di mata ibu pelayan aku adalah perempuan yang beruntung secara materi,
tapi secara hati aku sangat tersiksa.
"sudah..
sini sini ndok..peluk ibuk..
anggap saja aku ibu mu ndok..
kalau boleh kasi arahan ibu hanya bisa bilang mencoba tegar dan mencoba membuka hatimu pada datuk..
karna ibu pikir hanya perselisihan umur yang membuat kamu tersiksa ndok..
kemewahan sudah di berikan untuk mu..
untuk menuju bahagia mungkin ada harga yang harus di bayar ndok..mungkin cibiran cibiran itu lah harga nya yang harus kamu bayar dan terima.
jadi kita harus kuat..
.....
kamu tau gak ndok..dulu ibu hidup nya susah sekali..sampai sekarang ibu gak tau siapa ayah dan ibuku..
__ADS_1
hidup ibu dulu adalah sebagai wanita bayaran,di peluk,di gandeng laki laki yang berbeda beda itu adalah hal yang biasa di depan orang .
cibiran ???
sudah makanan ibu setiap hari, bahkan ibu pernah harus berurusan dengan istri si hidung belang..
tapi ibu tetap tegar kan??
sampai sampai ibu menjadi tua seperti sekarang, sehingga tidak ada lagi laki laki hidung belang yang mau membooking ibu..mungkin di karenakan ibu sudah tua,sudah tidak mampu melayani sih hidung belang itu dengan puas.
ibu sempat menyesal kenapa ibu tidak pernah menabung untuk hari tua..
tapi mungkin karna uang yang di hasil kan dari uang haram maka cepat datang dan cepat juga pergi nya.
sekarang ibu sangat susah tanpa meninggalkan uang tabungan sepeser pun..
untung ada datuk yang masih mau memperkerjakan ibu di apartemen ini..
kalau gak mungkin ibu sudah jadi pemulung di jalanan, dan kita tidak akan bertemu seperti saat sekarang ini..
sekarang harta ibu yang paling berharga hanya tersisa 1 orang putri cantik yaitu anak ibu yang ibu sendiri gak tau Siapa bapak nya..
tapi..mungkin ini lah jalan hidup yang uda di Takdir kan Tuhan untuk ibu.." ibu pelayan menceritakan jalan hidupnya yang kelam sambil mengelus elus rambutku di dalam pelukan nya.
entah kenapa aku merasa tenang dan lega.
mungkin ketulusan hati ibu ini yang membuat kenyamanan saat di peluk nya.
"terimakasih banyak ya bu atas pelukan dan motivasinya mudah mudahan dara kuat bu jalani hidup ini di dalam perjodohan pernikahan ini."ucapku dengan tersedak sedat di dalam peluk ibu pelayan.
"lo...kenapa mudah mudahan ndok..
coba kamu tekad kan kalau kamu kuat jalani nya ndok.." ibu pelayan sudah seperti ibu ku kandung yang memberi nasehat kepadaku dengan lembut.
tidak seperti ibu ku kandung yang kasar dan pemaksa bahkan seperti menjual ku.
"terimakasih buk sudah mau jadi teman,ibu,dan juga sahabat..
aku pasti akan mengingat mu buk.." ucapku dalam hati.
ibu pelayan terus mengelus elus rambut ku dengan penuh kasih sayang hingga aku terlelap tidur, mungkin di karenakan kelelahan menangis.
secara perlahan ibu pelayan melepas tangannya dan meletakan ku tidur di atas kasur tempat tidur ku lalu pergi meninggalkan kamar ku.
aku benar benar istirahat hingga pagi.
aku tidak tau apa yang terjadi setelah curhat curhatan sama ibu pelayan.yang ku tau aku tertidur sangat lelap.
******
__ADS_1