Perjodohan Menjerumuskanku Ke DUNIA MALAM

Perjodohan Menjerumuskanku Ke DUNIA MALAM
Pertemuan dengan saudara sepupu


__ADS_3

datuk mengajak ku ke salon..


kami masuk ke salah satu salon di mall itu, di sana kami sangat di sambut hangat oleh pemilik salon dan pekerja pekerja nya.


ternyata ini adalah salon langganan datuk.


tak sengaja....


aku seperti melihat sepupuku, dari salah satu pegawai kerja di salon itu..


ya...ternyata


sepupuku ada di antara pegawai salon tersebut.


aku terkejut dan malu..


rasa nya aku ingin pergi sebelum sepupuku melihatku bersama datuk.


namun gimana caranya.


mau tidak mau aku harus hadapi.


karna toh nanti dia bakalan tau juga.


aku pura pura belum melihat sepupu ku tersebut.


dan tidak mau banyak bicara.


saat sepupuku lewat aku pura pura sibuk main handphone namun tak sengaja dia melihatku.


tapi aku tetap pura pura tidak melihatnya dan pura pura tidak perduli.


"dara..


atau saya salah melihat ya..???" sapa kak vony sepupuku itu.


pada akhirnya dia pun menyapaku lebih awal.


aku pura pura melepas hp.


"kak vony kan??"sapa ku dalam ke pura puraan ku di atas kursi costumer salon


"iya dek..berarti benar kakak gak salah lihat kan..


ngapain kamu ke sini dek??


ngeri kamu ya dek sudah creambath ditempat yang mahal dan elit.


kamu sama siapa ke sini dek??


ternyata kak vony tidak melihat kami masuk ke salon ini,karna jika dia melihat pasti dia tidak bertanya dengan siapa aku ke salon ini.


"hehehe kakak jangan terkejut ya kak..


daraa sebentar lagi mau nikah kak, 1 bulan lagi mungkin.." ucapku sambil berfikir toh nanti cepat atau lambat bakalan tau,jadi aku beri tahu saja sekarang kenyataan nya.


"ngapain terkejut lo dek..ya namanya jodoh kamu dekat, mana bisa di elak kan lagi"


"apa seperti datuk kah jodohku kak. ??" ucapku dalam hatiku .


"iya kak..


sebenarnya dara gak pernah ada rencana menikah lo kak, ibu menjodohkan dara sama datuk itu kak..


emang datuk kaya..tapi ya kak lihat lah.." ucapku sambil sedikit sedih


"ohh datuk langganan salon ini ya dek..??"


"iya kak.." aku mulai menunjukan kesedihanku, bahwasanya aku tidak bahagia menikah dengan datuk.


"ohhhhh hmmm datuk itu memang kaya sihhhhh dek..


ya mungkin sudah jodoh kamu dek..


ohhh iya ada tamu..kak kesana dulu ya dek..


sekali lagi selamat ya dek"


kak vony pergi meninggalkanku,

__ADS_1


ingin rasanya punya teman curhat itu keluarga sendiri, jadi gak mungkin di umbar aib keluarga sendiri.


tapi aku malu untuk menceritakan aib sendiri,


rasanya gak kuat untuk cerita.


rasanya memang benar benar fresh saat di creambath


sedikit plong rasanya hati dan pikiran.


sudah selesai dari salon.


segala administrasi sudah di bayarkan oleh datuk plus fee buat pegawai yang meng-handle kami.


datuk kembali meraih pinggangku saat hendak keluar dari salon.


aku kembali merasa risih, apalagi di saksikan oleh kak vony,,rasanya malu banget.


kami ke supermarket di dalam mall ini.


aku seperti mendengar salah satu pegawai mengejek ku,mereka seperti mengusik ku mengatai ku dengan sebutan wanita penggoda,perusak rumah tangga orang,*****.


seketika aku sedih dan menjatuhkan air mata.


"Tuhan..sehina itukah aku..


Tuhan..dara bukan seperti yang mereka bilang kan..??


hanya saja dara terjebak dan memaksaku harus menikah dengan datuk ini.." ucapku dalam hati dengan sedih


ingin rasanya melabrak mereka mereka yang meremehkan ku.


tapi aku takut.


aku hanya bisa mendengarkan dan menangis saat aku di remehkan seperti ini.


yang buatku semakin kesel,


aku tau datuk mendengar mereka mereka yang ceritain aku, tapi datuk tidak perduli dan tetap saja masih merangkul pinggulku.


"kamu ingin apa aja ambil lah..


"gak datuk..


darah sepertinya ngantuk banget.."


"ohhhh Ayuk lah kita balik..


Ngapain juga kita lama lama di sini.


Toh tidak ada yang di beli" ucap datuk yang selalu prioritaskan aku dalam berbagai peristiwa.


kami keluar supermarket tanpa membeli apa pun.


saat sampai di apartemen, aku langsung melepaskan rangkulan datuk terhadapku dan berlari ke kamar.


aku menangis.


baru satu hari aku jalan jalan bersama datuk.


rasanya sudah banyak yang harus ku lewati untuk menjadi istri datuk.


sepupuku sendiri, pegawai pegawai di supermarket.


gimana nanti kalau aku memang sudah sah menjadi istri datuk.?


apa lagi yang harus ku hadapi??


gimana cara aku menghadapi dunia yang jahat ini Tuhan.


Aku menangis sekencang kencang hingga aku kelelahan.


aku hampir terlelap tidur dalam tangisku di kamar. terdengar seperti ada orang yang membuka pintu dan masuk.


mataku rasanya sulit untuk terbuka.


aku seperti melihat orang masuk.aku langsung tersadar. ternyata datuk datang menghampiriku.


namun aku berpura pura sudah tidur.

__ADS_1


aku takut, datuk menginginkan hal yang aneh terhadapku jika melihatku belum tertidur.


datuk semakin mendekatiku..


dan rasa takut ku semakin besar..


aku takut kalau kejadian seperti malam itu terjadi lagi.


di ambilnya selimut lalu menyelimuti ku.


di kecup nya keningku.


dan berbisik ke telinga ku.


"i love you..very very love you ..


good night honey and sweet dreams "


datuk menghidupkan lampu kecil kamarku dan mematikan lampu besarnya.


lalu pergi.


ternyata aku salah pikir.


ku pikir datuk akan melakukannya lagi terhadapku.


ternyata dia melakukan hal manis itu untuk ku.


andai datuk belum tua seperti sekarang,mungkin aku adalah putri yang paling bahagia di dunia ini.


aku kembali tertidur dan sangat terlelap.


********


saat pagi datang.


aku kembali membangkong, karna aku takut kalau aku ikut serapan datuk akan banyak cerita dan bertanya tanya padaku.sedangkan aku sekarang sedang badmood banget sama datuk.


"tok..tok..tok..tok..


ibu nyonya..bangun..


serapan sudah siap..ayuk serapan dulu.."suara ketokan pintu kamarku dan panggilan ibu pelayan.


"bu..oh ibu..


tok... tok..tok..tok.."ibu pelayan kembali membangunkan ku


"baiklah..


sekarang bukan saat nya lagi untuk merajuk, badmood..


sudah saat nya untuk berfikir dewasa dara..


sebentar lagi kamu menikah dengan datuk itu dara, so..apa pun itu harus kamu hadapi.. " ucapan semangat untuk diriku sendiri, dikamar ku.


"ya buk..sebentar ya..


dara baru bangun..


dara mau mandi dulu.."ucapku dari kamar


"ohh baiklah ibu nyonya,kita semua sudah menunggu di meja makan ya buk..


saya permisi..."


"ok..


baik bu.." jawabku dari kamar


aku langsung mandi ..


mencoba tegar dan dewasa dalam menyikapi segala problem itu Seperti kewajiban di dalam hidupku.


sudah tidak ada masa bersama teman teman..masa merajuk, atau apa pun itu..


karna sebentar lagi aku akan menjadi seorang istri.


aku seperti di paksa untuk berfikir dan bersikap lebih dewasa.

__ADS_1


*****


__ADS_2