Perjodohan Menjerumuskanku Ke DUNIA MALAM

Perjodohan Menjerumuskanku Ke DUNIA MALAM
Bertemu musuh di sekolah


__ADS_3

Sesampainya di luar gedung aula,pria itu melepaskan dekapannya terhadap ku di atas tempat duduk yang ada di luar aula,,aku masih belum berani membuka mataku,belum sempat aku melihatnya dengan mataku sendiri .


malaikat itu hanya meninggalkan suara nya yang terdengar sangat lantang,menunjukan karisma lelakinya yang membuat hatiku deg deg kan.


pria itu hanya mengatakan "dalam melangkahkan kaki, harusnya kamu selalu hati hati " pria itu langsung bergerak pergi.


aku hanya diam di dalam duduk ku dalam menanggapi ucapan nya, sambil memegang jaket jas milik malaikat itu.


namun suaranya masih terbayang bayang di telingaku. aku ingat betul bagaimana suaranya yang membuat hatiku deg deg kan itu.


secara perlahan ku buka mataku.


namun tak terlihat satu orang pun di sini.


"siapa laki laki yang menolongku tadi??


apa benar pria tadi seorang malaikat yang tak terlihat wujudnya.


tapi...kenapa hatiku deg deg kan saat mendengar suaranya??


aku juga merasa nyaman saat berada di dekapannya..


siapa namanya?? bagaimana parasnya?? kata ku dalam ke sendirian ku.


bahkan nama dan wajahnya aku belum sempat mengetahui nya. mengucapkan terimakasih pun aku belum sempat.


aku terdiam dalam duduk ku yang masih terbayang bayang akan suara manisnya itu.


"Kamu tidak apa apakan??" suara datuk mengejutkan ku dari lamunanku yang masih bergema gema suara pria itu di telinga ku.


datuk berjalan menghampiriku namun aku tak menjawab sepatah kata pun atas pertanyaannya terhadap ku.


hari ini rasa malu itu semakin besar dan membuatku semakin gak kuat jalani perjodohan terhadap datuk ini.


mental ku gak sekuat perempuan perempuan lain.


saat datuk sudah berada di depanku, aku melihat datuk seperti ingin mengatakan sesuatu namun aku memotongnya dan langsung mengajak nya pulang.


"ayuk kita pulang datuk..dara sudah tidak punya nyali untuk kembali ke pesta itu.


dara sangat malu datuk" kata ku pada datuk dengan wajah yang sedih.


"ohh baik lah jika itu yang kamu inginkan ,tunggu sebentar di sini ya..


saya izin pulang pada teman teman di dalam. ok ??" permintaan datuk padaku,terlihat di mata dan dari cara cara datuk, datuk sangat merasa bersalah.


aku hanya diam dan menunduk menanggapi ucapan datuk.

__ADS_1


namun datuk tetap pergi ke pesta ke ruangan aula untuk permisi pamit


pulang, karna menurutnya itu adalah tanggung jawab nya.


"walau pun begitu aku tau dari lubuk hatimu yang paling dalam datuk,kau tulus mencintai ku, semua terlihat dari cara cara mu terhadap ku datuk."ucap ku dalam hati


datuk kembali menghampiriku, setelah dia izin tadi, dia menarik tangan ku hingga aku berdiri dan kembali meraih pinggulku lalu berjalan menuju luar gedung.


kami menunggu supir datuk datang di depan pintu utama gedung.


saat menunggu tak sengaja ujung kayu kain pel cleaning service menabrak lengan ku saat dia bersih bersih di teras di gedung ini,


"aduh.." ucap ku dengan spontan


"Ada apa dara??.." tanya datuk juga secara spontan.


"maaf bu, saya tidak sengaja.."seorang cleaning service meminta maaf dengan menunduk kan kepalanya dan mencoba mengambil lengan ku untuk di lihatnya, seberapa parah lalu mengelus lenganku dengan lembut.


"saya gak apa apa kok bu.." ucapku dan mengangkat badan ibu itu yang menunduk lalu melihat ibu cleaning service tersebut.


astaga ternyata ibu itu adalah ibu dari teman akrab aku waktu di sekolah SMP, wulan namanya.


"kamu dara kan nak." ucap ibu cleaning service itu dengan sangat senang melihat ku.


"iya bu.." jawabku dengan lemas.


Tuhan..


aku sudah gak sanggup menahan malu ini.


sudah cukup Tuhan.." ucap ku dalam hatiku


"sekali lagi maaf ya nak dara ibu benar benar tidak sengaja.." kata ibu cleaning service dengan rasa yang sangat menyesal


"iya bu..gak apa apa buk..


dara gak apa apa kok.." jawab ku agar ibu cleaning service tidak merasa bersalah.


"bapak gak marah kan sama saya pak..


karna bapak di sini orang yang di segani, jadi saya juga meminta maaf sama bapak ya.." kata ibu pelayan pada datuk.


aku merasa kesel, kenapa datuk di mana mana di sanjung sanjung sedangkan aku di cemooh, di cibir cibir buruk, ini semua gak adil.


"tak apa apa la bu,,


ibu juga kawan dara kan..tak payah lah minta minta maaf kepada saya ya.."kata datuk pada ibu teman ku itu (cleaning service)

__ADS_1


"terimakasih ya pak..


terimakasih banyak ya nak daraa..


saya permisi " kata ibu cleaning service sambil menunduk kan kepala lalu pergi membawa kain pel bersama ember kecil nya.


mobil dan ajudan datuk tak kunjung kunjung datang.


aku takut ada banyak orang yang ku kenal akan berjumpa dengan ku di sini, apa lagi dalam keadaan di rangkul begini.


cukup sudah rasa malu itu.


aku sudah bosan malu.


tak sengaja aku melihat ada kakak cantik hendak masuk ke dalam gedung ini yang mirip dengan kakak kelas ku dulu yang pernah beradu mulut dengan ku di sekolah.


ya ternyata kakak kelas ku sudah bekerja sebagai receptionist di sini.


"dara..."panggil kakak kelas itu padaku.


aku malu dan sangat malu,kenapa tidak, dulu aku beradu mulut dengannya karna pacarnya lebih memilih aku dari pada dia. dan sekarang kakak itu harus melihat ku sedang bersama datuk Datuk tua, bahkan dia melihat datuk merangkul pinggul ku.


"ya..."ucap ku ketus


"hem sudah main om om sekarang ya,padahal dulu kamu bunga di sekolah..


kamu sihhh memang lebih cocok main nya sama om om karna kamu itu memang pere atau si perusak hubungan orang!!! " kata kakak itu dengan muka emosi dan berlalu pergi


"siapa pula itu tiba tiba emosi pada kamu dara..?


memang tidak ada sopan santunnya itu orang!!" kata kata datuk sambil emosi.


"ini jacky mana lagi..lama nya jemput pun


huuuuu buat emosi saya saja semua..!!!" datuk yang semakin marah.


aku tersenyum saat melihat datuk marah, ternyata datuk marah bukan semakin menakutkan melainkan ke lucuan yang terlihat.


"Apakah kamu sedang tersenyum dara???..


hahah akhirnya saya bisa juga buat kamu tertawa..hahaha"datuk melihat ku dengan senang sambil tertawa terbahak bahak menampakan kegirangan nya dari lubuk hati nya.


tanpa di sadari saat aku melihat tawa datuk yang terbahak bahak, aku juga ikut tertawa lebar seperti tidak ada beban.


kami berdua tertawa lebar bagaikan orang yang kurang waras. sehingga membuat semua mata yang menyaksikan kami terheran heran.


begitu lah hidup walau kadang menyakitkan,menyedihkan,malu, di hina namun ada masa kita tertawa terbahak bahak.

__ADS_1


****


__ADS_2