Perjodohan Menjerumuskanku Ke DUNIA MALAM

Perjodohan Menjerumuskanku Ke DUNIA MALAM
Kemewahan yang diberikan datuk


__ADS_3

rasanya aku semakin tidak kuat lagi terus terus di cemooh saat keluar bersama datuk.


bukan sekali tapi setiap keluar bersama datuk di mana dan kemana pun itu aku harus mendengar cemoohan orang orang yang tidak tau sama sekali apa yang sebenarnya sudah terjadi di dalam hidupku..


kami pulang dari restoran dengan hatiku yang semakin tidak terima keadaan ini.


kami hantarkan ayah ke rumah ayah.


"dara..


tetap semangat dan jaga diri kamu baik baik ya nak.." ucap ayah kepadaku dari luar mobil di samping tempat duduk ku lewat kaca mobil tersebut.


ayah seolah mengetahui hatiku yang mulai gak sanggup akan perjodohan dan pernikahan ini.ayah juga tampak mulai murung,mungkin dia juga mendengar tadi cemooh dan hinaan orang orang di restoran tadi.


"baik ayah..


ayah juga jangan terlalu banyak pikiran dan jaga kesehatan ya ayah.."kataku kepada ayahku.


aku memberi semangat pada ayah,karna ku lihat terpancar kesedihan di mata ayah, yang membuatku bingung kesedihan apa yang sedang di sembunyikan ayah.


mobil kami berlaju menuju pulang.


datuk seperti sangat kelelahan, sehingga dia menyandarkan kepalanya di bahuku.


aku memang merasakan risih dan beban berat di tubuhku,


tapi melihat datuk yang begitu lelah,ku pertahankan kepala datuk tetap bersandar di bahuku.


hanya keheningan terdengar di dalam mobil ini sepanjang perjalanan pulang.


kami sudah tiba di lobby apartemen,


ku bangunkan datuk dari tidurnya.


"datuk..


kita sudah sampai.." aku mencoba memegang pipi datuk dengan lembut untuk membangunkan nya.


datuk langsung terbangun saat menerima sentuhanku terhadapnya.


"i love you dara...


terimakasih buat hari ini..


aku sangat bahagia..


sekarang aku sudah punya banyak saudara.." ucap datuk padaku di dalam tidurnya yang sedang mengigau.


aku hanya tersenyum saat mendengar ucapan datuk.


dan sedikit heran kenapa datuk sangat lancar dalam berbahasa indonesia.


aku kembali membangunkan datuk dengan lembut,namun datuk tak kunjung bangun dari tidurnya yang sedang di atas bahuku.


aku memanggil ajudan datuk untuk membantu nya masuk kedalam apartemen.


sesampainya di apartemen datuk langsung kami bawa ke kamar nya.


di kamarnya aku membuka sepatu yang di kenakan datuk.membuka tali pinggang LV' yang terlilit di pinggang datuk.dan membuka dua kancing dari kemejanya agar sedikit longgar.


ku pandangi datuk..


ternyata datuk memang tidak cocok menjadi suamiku.

__ADS_1


Karena sepertinya untuk menjadi kakek ku datuk masih wajar.


setelah membereskan datuk, aku bergegas pergi menuju kamarku.


ku panggil ibu pelayan untuk menjagai datuk dari tidurnya.


di kamarku aku juga sangat kelelahan dan langsung menidurkan badan di atas kasur dan terlelap tidur.


*****


saat pagi menyapa.


"tok... tok...tok...


bu...


ohh buk..


bu bangun..."


ibu pelayan mengetuk pintu kamarku dengan sangat kencang,hingga membuatku tersentak dari tidurku dan memaksaku duduk.


aku tersadar ternyata itu suara ibu pelayan yang membuat ku emosi dan menghampiri ibu pelayan.


"ada apa sihhhhhh bu..


masih pagi kali pun sudah gedor gedor pintu kamar dara..


emangnya kenapa sihhh bu..!!!??" ucapku dengan sedikit emosi.


"gini lo bukkkkk...


datuk sudah menunggu lama untuk serapan ibu tak kunjung datang.." ucap bibi padaku namun aku kurang yakin karna aku merasa ini masih terlalu pagi untuk bangun.


bertanya sama ibu pelayan dengan rasa kesal ku,


"bu...


ini sudah jam 10 pagi...


datuk sudah menunggu 1 jam lebih di meja makan.."


ibu pelayan menerangkan


"astaga..baiklah bu..


saya akan mandi dengan cepat..


bu.. minta tolong bilang sama datuk dara ketiduran ya bu.."ucap ku dan langsung ingin bergegas pergi ke kamar mandi namun ibu pelayan menarik ku.


"ehhhhhhh bentar buk.


ada yang mau ku sampaikan lagi bu.."bibi menarik tanganku, aku pun spontan tertarik dan berdiri tepat di hadapan ibu pelayan.


"ada apa lagi bukk??? " tanya ku


"datuk juga berpesan ibu langsung pakaian rapi dia mau ajak ibu nyonya jalan jalan katanya gitu bu.." ucapan bibi yang terlihat ikut senang saat aku di ajak datuk jalan jalan.


"masa bukkkk?? datuk gak marah sama dara buk, dara kan sudah buat salah lama bangun dan buat datuk lama serapan nya.


padahal datuk makan sendiri kan bisa kan buk.


mesti banget tungguin dara.."aku menceritakan isi hatiku pada ibu pelayan.

__ADS_1


"ya sudahlah buk, gak penting semua itu yang penting datuk tidak marah dan semua keperluan ibu nyonya terpenuhi.."ibu pelayan memberi aku semangat


"iya sihhh buk..ya sudah deh buk saya siap siap dulu ya buk.."


aku bergerak masuk untuk mandi dan bersiap siap karna kami hendak jalan jalan juga.


setelah semua selesai dan aku sudah rapi.


ku hampiri datuk yang sudah menungguku lama di meja makan.


rasanya memang sangat takut. tapi aku harus tetap jalani dan kuat.


"Kenapa kamu bangun nya kesiangan my prince??


silahkan duduk dan yuk kita serapan ya.." datuk mengajak ku tanpa marah sedikit pun.


"terimakasih datuk sudah mengajak ku serapan dan sudah menunggu ku berjam jam, sampai sampai datuk serapan terlalu siang seperti sekarang.." kataku pada datuk dengan rasa bersalah.


"tidak apa apa lah..


Ayuk lah kita serapan.." kata datuk padaku dengan sabar.


datuk memang gak pernah marah terhadapku.


kami berdua serapan bersama.


"kata ibu pelayan datuk mau mengajak dara jalan jalan ya datuk?? " tanyaku pada datuk.


aku mulai terbiasa dengan kehidupan mewah yang datuk berikan pada ku.


sampai sampai terkadang aku lupa diri bahwa aku terlahir sebagai orang susah.


"ohhh iya lah..


saya ingin ajak kamu jalan jalan ke mall sambil belanja lah.." ucap datuk padaku.


"hmmmm belanja lagi ya datuk..


ok dehhh dara ini cepat cepat serapan nya.."


selesai serapan datuk kembali berdiri di sampingku lalu meraih pinggul ku dan kami berjalan menuju lobi gedung ini.


kami jalan jalan ke mall yang ramai pengunjungnya.


hatiku sangat senang karna datuk pasti akan mengajak ku belanja tas,baju,sepatu, aksesoris yang ber branded dan mewah.


Walaupun sebenarnya rasa risih terus menghantui saat datuk memeluk pinggul ku.


tapi demi kemewahan yang datuk berikan aku rela pinggul ku di peluk oleh datuk sambil jalan jalan.


aku mulai terlena akan kemewahan itu sampai aku mulai mengabaikan perasaan risih atau gak suka itu.


di perjalanan di dalam mobil datuk sudah bilang nanti kita belanja apa pun yang aku mau, tak masalah baginya seberapa banyak dan seberapa mahal.


bagi datuk ialah kesenangan ku la yang terpenting.


mobil kembali di parkirkan di parkiran VIV.


kami berjalan masuk ke mall yang ramai pengunjung nya di kota ini.


bukan hanya ramai pengunjung nya tapi juga mall terbesar dan ramai juga toko toko branded di dalam nya.


sebelum nya aku memang belum pernah ke mall ini.

__ADS_1


hatiku senang karna pada akhirnya tempat tempat bagus sudah ku jalani di kota ini..,restoran mahal juga sering kami kunjungi dan makan di sana ,toko toko yang menjual barang barang branded pun dapat dikunjungi dan ku beli barang nya.


__ADS_2