
terlihat ayah mulai murung.
belum jauh mereka pergi..tapi ayah seperti cemas.
aku tidak tau apa yang membuat dia cemas..
"dara...
apa yang terjadi nak?
kenapa semua begitu tiba tiba ingin menikah..??
ayah masih bingung dengan semua yang terjadi.."tanya ayah padaku dengan kecemasan nya
Aku mulai terlihat bahagia walaupun kenyataannya segala nya sudah hancur.
"ini memang sudah keputusan dara ayah..datuk sangat baik ayah..
secara materi dia sangat cukup..
mungkin secara fisik dan umur jauh berbeda..
tapi dara bahagia kok ayah.."ucapku agar ayah tenang dan gak kepikiran.
"tapi ayah merasa ada yang ganjal di hati ayah nak..
sejak kapan kamu tau tentang materi..???
hah??
putri kecil ayah masih lugu..belum tau tentang pernikahan,tentang materi..
sebenarnya ada apa nak..??
ayo dong jujur nak..
apa ibu yang memaksamu nak..????" tanya ayah dengan sedih
Aku sangat melihat kehancuran di dalam diri ayah.
Tapi aku juga sudah tidak bisa berbuat apa apa selain menjalaninya dengan sabar dan penuh senyuman agar ayah tidak ikut sedih.
"ayahhhhh ini kemauan dara..
dara ingin mengubah hidup kita ayah..
supaya orang orang tidak sepele terhadap kita..
hanya ini kesempatan yang gak boleh di sia siakan.."
"ayah minta maaf kalau secara materi kita sering di sepelekan..
tapi bukan begini caranya nak.."ayah mulai menangis
ku peluk erat ayah.
"ayah jangan minta maaf sama dara..
seharusnya dara yang minta maaf sama ayah karna belum bisa membalas kasihmu untuk dara..
ayahhhh...
dara mohon restui kami ya ayah.."pintaku dengan lembut
"baiklah anak ku kalau itu yang buat kamu bahagia..
nikmati hidup mu ya nak..
jangan sia sia kan..
hidupmu sangat berarti buat ayah..
ayah mau beres beres ya..
ayah mau pergi jualan kue.." ucap ayah dengan sangat sedih
"baik ayah..
ayah hati hati ya..dara sayang banget sama ayah.." aku salam ayah
ayah tersenyum.
namun di balik senyuman nya aku yakin ada banyak kesedihan dan pertanyaan pertanyaan yang gak sanggup di lontarkan nya padaku.
seperti rutinitas ayah setiap hari.
ayah berjualan kue putu bambu di pasar malam dekat rumah.
ku angkat semua pemberian datuk padaku ke kamar..
__ADS_1
ya..
ku ku coba semua baju baju baru yang di beli semalam di kuala lumpur.
seperti layaknya anak anak seumuran denganku.
aku bahagia mencoba baju baju tersebut.
ada banyak sendal,tas,baju dan acesoris mahal yang di belikan datuk padaku.
saat itu juga aku mendengar tetangga tetangga sedang menceritakan keluargaku..
begitulah di dekat rumah ayah..
tetangga semua suka mengusik hidup orang lain.
rasanya kesal,ingin marah pada mereka,
tapi apalah dayaku, aku hanya anak kecil.
rasanya ingin memamerkan baju baju,sepatu,tas dan acesoris ini pada teman temanku yang selalu meremehkan ku..
tapi aku malu,
aku malu karna dengan menikah sama datuk datuk lah aku mampu membeli segala perlengkapan mewah ini.
sekarang..
semenjak kejadian dimalam itu bersama datuk ,aku menjadi malu untuk dekat dengan teman temanku.
bahkan untuk keluar rumah pun rasanya malu.
******
keesokan harinya..
tepat hari minggu pukul sepuluh pagi, aku dan ayah masih di tempat tidur masing masing dengan masih tidur pulas.
terdengar ketokan pintu.
tok....tok...tok..
"permisi...
permisi pak..
"pak..
saya ajudan datuk..
saya datang ke sini bertujuan menjemput bapak dan putri bapak.."ucap ajudan pada ayah
"ohhhhh..iya iyah
silahkan duduk dulu pak..
maaf saya kelupaan, boleh kalian menunggu dulu dan kami siap siap..??" ucap ayah yang ternyata lupa atas perjanjian semalam bersama datuk
"ohh boleh boleh pak.."ucap ajudan sambil senyum
"baiklah pak.." ucap ayah
"dara..dara...
bangun nak..
sudah bangun nak?
kita mau pergi tempat datuk loh.."
astaga..
aku lupa,ternyata hari ini akan bertemu datuk lagi.
huuuu rasanya malas sekali,karna akan bertemu datuk.
tapi ya harus ku jalani, mungkin ini sudah jalan hidupku mau gak mau ya harus di jalani..
"iyah ayah..
ini dara mau mandi dan siap siap.." ucap ku dari kamar tidurku
mudah mudahan nanti kalau jumpa datuk, datuk tidak berani rangkul pinggangku saat jalan..
karna rasanya sangat risih.
pikirku saat mandi
kami berangkat bersama ajudan datuk..
__ADS_1
saat sampai di kota,mobil yang kami naiki masuk kedalam gedung yang sangat tinggi.
"pak...
ini kita mau kemana ya..? tanyaku penasaran pada ajudan datuk
"ini kita ya mau ke tempat tinggal datuk di medan ini,dia tinggal di apartemen ini di lantai 7,
makanya saya ke sini,saya mau parkir mobil nya terlebih dulu ,dan setelah itu saya akan hantarkan bapak dan ibu ke apartemen nya datuk.."ucap ajudan
"ohhh gitu ya..
hahahaha makasih banyak ya pak sudah mau terangkan pada kami.."ucapku pada ajudan datuk
saat mobil sudah siap di parkir di lobby gedung,ajudan mengajak kami keluar dan mengajak naik lift.
Agar sampai di apartemen datuk..
ternyata bukan hanya di kuala lumpur rumah datuk besar dan mewah.
ternyata di kota ini apartemen nya juga sangat besar dan luas..
sangat ku sadari datuk memanglah sangat kaya.
namun saat ini tidak ada rasa ingin memiliki itu semua,
yang ku inginkan hanyalah rumah tangga atas cinta bukan atas paksaan atau perjodohan seperti yang ku alami ini.
walau Aku tau ada banyak kehidupan rumah tangga bahagia karena perjodohan.tetapi mungkin tidak denganku.
Ajudan membawa kami ke ruangan tamu apartemen ini.
ayah terheran heran melihat besar dan mewahnya apartemen datuk..
di tambah lagi barang barang dan pernak pernik di apartemen itu sangat cantik dan mewah..
"nak...
apakah ini rumah datuk itu ya?"tanya ayah padaku
"iya benar ayah..ini rumah datuk di medan rumahnya yang di kuala lumpur jauh lebih besar dari ini ayah..."jawabku
"ohhh gitu ya nak.."ayah terdiam dan melihat lihat kemegahan apartemen nya.
maklum la kami orang susah yang tinggal di rumah kontrakan yang kumuh.
"kapan tibanya di sini pak..??"ucap datuk yang tiba tiba datang
"sudah dari tadi datuk..cuma kita tidak melihat datuk jadi kita lihat lihat isi rumah ini.."ucapku menjawab datuk
"ohh Ayuk kesini dan duduk di sini.." ajak datuk menunjuk sofa
ku panggil dan ku ajak ayah yang masih heran akan kemegahan rumah datuk.
"ayah..
yuk...datuk sudah duduk di ruangan sana.." ucapku pada ayah
"nak inikah rumah calon suamimu?.."tanya ayah padaku
"iyah ayah.." jawabku
"sekali lagi ayah tanya padamu nak..
kamu bahagiakan nak..??
bukan karna terpaksa..??
jujur saja.. sekarang ayah sedang bingung,
apa yang akan ayah sampaikan pada datuk itu..
karna hati ayah berkata bahwa kamu terpaksa jalani perjodohan ini.."tanya ayah padaku dengan muka sedihnya
"tidak ada yang terpaksa ayah..
ini permintaan dara, dan keinginan dara ayah..
jadi ayah jangan lagi berpikiran yang aneh aneh ya
...."ucapku mencoba menjelaskan sambil tersenyum
"baiklah nak..
maafkan ayah yah nak karna sudah berfikiran buruk terhadapmu nak..
ayah harap kamu selalu bahagia nak.."ucap ayah padaku membuatku semakin sedih namun aku gak boleh terlihat cengeng di hadapan ayah..
aku harus terlihat selalu kuat agar ayah tidak curiga.
__ADS_1