Perjodohan Menjerumuskanku Ke DUNIA MALAM

Perjodohan Menjerumuskanku Ke DUNIA MALAM
Bertemu dengan orang julid


__ADS_3

Ini adalah mall terbesar di kota ini,di dalam mall ini kami memasuki toko tas branded.


terdengar langsung ke telinga ku bisik bisik banyak karyawan di toko itu yang sedang cerita cerita kalau zaman sekarang banyak anak di bawah umur main nya sama om om sekarang.


dan tak sengaja kakak dari temanku di sekolah menyapa ku.


"dara..


benarkan kamu dara dek?? "tanya kakak itu kepadaku sambil memukul lembut pundak ku.


aku berbalik dan melihat.


rasanya aku malu banget.


ternyata kakak itu adalah kakak dari teman dekat ku di sekolah. kakak itu juga salah satu orang yang mengusik ku dari tadi bersama karyawan karyawan toko yang lain di sini.


"kak mira ya..


kakak kerja di sini ya??" aku malu banget, aku bingung dan gak tau apa yang harus ku buat.


"iya dek.."kak mira memandangku dengan sinis seperti tidak senang dengan ku.


lalu pergi dari hadapan ku.


aku gak tau di mana letak kesalahan ku pada kak mira.


"pilihlah sayang, mana tas yang paling kamu suka.." kata datuk padaku.


tapi rasanya aku sudah gak punya nyali untuk memilih tas tas itu.aku hanya berdiam melihat datuk memilih milih tas.


semua jadi serba salah mau ajak datuk keluar aku juga malu.


sampai kapan aku harus menanggung malu ini??


"Kenapa kamu diam saja sayang..


Ayuk pilihlah, oh atau kita cari dekat toko lain saja ya.." kata datuk padaku sambil meraih pinggulku dan berjalan keluar dari toko tas itu.


datuk kembali membawa ku masuk ke dalam toko hp bermerk.


aku kembali mendengar usikan karyawan karyawan toko itu.


dan membuatku semakin malu.


bahkan aku melihat abang yang tinggal bertetangga di rumah ayah bekerja di sini.


"datuk..


yuk jangan di sini, cari toko lain saja " ucapku pada datuk sebelum di lihat abang itu bahwa aku bersama datuk datuk di sini.


saat datuk menarik pinggulku dan ingin berjalan keluar ternyata abang rendy tetanggaku itu menarik datuk dari belakang dan promosi kan hp hp nya, karna memang itu kerja dia di toko hp ini.


datuk berbalik belakang dan mengajak ku berbalik belakang juga.


"ini pak kita ada hp baru keluaran baru.


bapak mau bermerk apa ya.."bang rendy terdiam sejenak


dara kan dek?" saat menawarkan hp pun bang rendy sempat sempatnya menyapa ku.


aku terdiam dan benar benar malu saat di lihat bang rendy datuk merangkul pinggangku.

__ADS_1


"ohhhh kamu kenal dengan abang abang ini sayang.." ucap datuk padaku seperti tidak ada masalah.


ku lepas rangkulan datuk terhadapku dan aku pergi.


datuk memang tidak sadar atau sengaja mempermalukan aku.


aku menangis di sudut gedung.rasanya seperti di sayat sayat pisau pedihnya perasaan ini.


hatiku benar benar tidak senang sama datuk,tapi bagaimana dengan semua kemewahan ini.


rasanya aku memang benar benar tidak sanggup lagi jalani sandiwara ini.


saat aku menangis dengan puas meluapkan kesakitan hati.


ada sentuhan tangan dengan lembut dari belakangku.


aku langsung menoleh kebelakang,ternyata datuk yang menghampiriku.


dari mana datuk bisa tau aku di sini?


setelah ku ingat ingat ternyata saat aku berlari keluar toko salah satu ajudan datuk mengikuti ku.


"Tuhan kenapa datuk yang menghampiriku di saat aku sangat sedih seperti ini???"" ucapku dalam hati.


rasanya pengen banget ada pria manis berbaik hati yang di kirim Tuhan untuk menghiburku saat ini.


"tidak perlu menangis sayang..Ayuk kita pulang" kata datuk padaku.aku tak mampu membrontak datuk,


aku masih kurang cukup umur dalam mengambil tindakan untuk melawan atau tetap dalam sandiwara.


aku hanya diam seperti orang bodoh saat datuk kembali meraih pinggulku untuk berjalan ke parkiran.


ternyata bukan sampai di situ saja rasa malu itu terjadi pada hari ini.


awalnya aku tidak perduli karna rasanya aku sudah bosan dengan rasa malu.


tapi ibu itu menyapaku.


"dara..


kamu inikan nak??


dengan siapa kamu ini nak??


sekarang dara main nya sama om om ya??" kata ibu itu padaku tanpa memikirkan perasaanku.


di kampung ku ibu ini adalah orang yang sibuk akan hidup orang lain dan penyebar gosip yang handal.


"kenapa harus jumpa ibu ini sih "ucap ku dalam hati ditengah hati ku yang sedang kacau balau.


aku hanya terdiam tanpa membalas sapaan ibu itu dan langsung menarik datuk untuk pergi.


"ngeri memang anak jaman sekarang cari uang main nya sama om om..


sekali di sapa pura pura gak kenal " ucap ibu itu saat aku berlalu dari hadapan nya dan dia sengaja mengucapkan nya dengan suara yang kuat supaya aku dengar.


rasanya ingin sekali menjambak mulut ibu itu!


tapi aku gak mau malu di hadapan datuk.


"semoga tidak ada lagi orang orang yang ku kenal menghampiriku di sini." ucapku dalam hati

__ADS_1


kami berjalan santai menuju parkiran dengan tangan datuk tetap merangkul pinggul ku.


kembali aku melihat pacar sahabat ku di sekolah bekerja di gedung ini sebagai security di parkiran.


kami berjalan saling berhadapan.


dia sangat menyaksikan rangkulan datuk terhadapku.


dan aku sangat sadar dia memang reno kekasih sahabatku.


bang reno tak berkedip mata saat melihat kedekatan ku sama datuk.namun dia diam saja dan berlalu berjalan dari hadapan kami.


aku kembali merasakan malu.


dalam 1 hari ini, aku menemui banyak orang yang mengenaliku.


dan rasa nya sedih dan malu.


kami masuk mobil dan datuk kembali seperti menguatkan aku saat berada di dalam mobil.


"dara..


tidak perlu kamu malu..


Yang terpenting kamu secara baik baik saya nikah kan,


semua keluarga kamu sudah paham sama kita, bahwa kita akan menikah..


jadi tidak perlu ambil pusing dan sedih ya.."


"karna bukan datuk yang berada di posisi ku sekarang!!" ucap ku dalam hati ingin rasanya memberontak


rasanya ingin melawan semua ucapan gampang datuk itu, tapi aku gak punya nyali untuk itu.


karna pikiran ku masih ke kanak kanakan.


aku hanya diam menanggapi semua nasehat dan ucapan ucapan datuk padaku.


sepanjang perjalanan pulang hanya keheningan yang ada di dalam mobil.


dan tak terasa aku tertidur di pundak datuk karna kelelahan menangis tadi di sudut gedung mall.


aku mendengar di dalam ngantuk ku ajudan datuk seperti mengerti perasaanku.


"aku sangat mengerti pak ke adaan bu dara saat ini..


dia masih terlalu kecil untuk menerima cibiran cibiran orang padanya..


makanya tadi saya ikuti buk dara datuk..


ya takut saja dia melakukan hal bodoh karna rasa malu pada dirinya.." kata ajudan datuk sambil menyetir mobil.


"yaaaa saya juga sangat paham akan hal itu..


jadi apa yang harus saya buat??


saya juga bingung.."kata datuk membalas ucapan supir.


"maka dari itu datuk..


izinkan saya menjaga dan mengikuti setiap langkah bu dara..

__ADS_1


agar hal yang tak di inginkan tidak terjadi.." ucap ajudan memberi semangat pada datuk.


"baiklah.." jawab datuk


__ADS_2