
saat melihat datuk dengan anjing anjing milik bibiku begitu sangat kompak..
terdengar suara jeritan.
"blacky..
blacky..
diam..."suara bibi dari jauh ingin mejinak kan anjing anjing nya.
padahal anjing anjingnya sudah pada jinak sama datuk.
bibi berjalan menghampiri datuk.
aku dan ayah belum berani keluar mobil.karna takut anjing nya sewaktu waktu akan menerkam kami.
"maaf siapa ya pak .."tanya bibiku kepada datuk.
namun aku dan ayah tertawa dari dalam mobil saat melihat mereka saling tanya jawab.
"hmmmm saya..
saya datuk ...
daaaatuk teman dara kirana putri..
kenal tak..." terlihat datuk seperti sedikit sulit menerangkan jati diri nya.
"iyaaaa..
kenal..
Ada apa ya pak dengan dara??
saya bibinya.." tanya bibi kepada datuk dengan bingung
"iya jadi saya datuk,
hmmmmm
Bagai mana ya saya akan terangkan pada ibu ya.."ucap datuk sambil terbata bata
"iya gak apa apa pak..
terangkan saja pak..
anjing saya juga sudah pada jinak dan diam sama bapak, jadi sudah tidak ribut lagi..
jadi sebenarnya ada apa sihhhh pak??.." tanya bibi kepada datuk semakin penasaran
ku dengar dari mobil,pada akhirnya datuk menjelaskan bahwasanya datuk adalah calon suamiku.
"ok...
baik lah bu...
saya akan jelaskan.." ucap datuk dengan tegas.
iyaa pak jelaskan saja..
gak apa apa, kalau gak di terangkan gimana saya tau siapa bapak,ada hubungan apa sama ponakan saya dara?? "bibi yang sangat ingin tau.
aku dengar dari mobil datuk mulai menjelaskan jati diri nya dan hubungan kami sambil menggoyang goyangkan tangan nya.
"saya datuk.
nama saya abdullah rajab dari kuala lumpur..
saya ke sini karna saya ingin kenal sama semua sanak keluarga dara..
hmm saya ingin kenal sama semua keluarga karna saya calon suami daraaaa.." datuk mulai menerangkan dan seperti nya ku lihat datuk seperti kurang percaya diri memperkenalkan dirinya sendiri pada bibi.
"ohhhh gitu ya..
ohhh ya gak apa apa namanya jodoh kan Tuhan yang atur..
__ADS_1
jadi dara kemana??
jadi kok tidak sama sama saja ya sama dara datuk ini?? "bibi bertanya
"itu lah..
mereka tidak mau turun dari mobil itu..
karna anjing anjing ini..
ada ayah dara juga di dalam mobil tu.." datuk menjelaskan bahwa aku dan ayah di dalam mobil.
bibi berjalan menuju kami dan langsung menghampiri kami.
aku dan ayah turun dan langsung tertawa tawa gembira melihat bibi.
bibi mengundang kami masuk ke rumah bibi.
di suguh kan bibi teh dan kue.
kue dan buahan oleh oleh kami, sudah kami berikan dan kami makan bersama.
ayah memulai membuka cerita.
"kedatangan kami dek ke sini ingin perkenalkan datuk ini dek..
datuk ini adalah calon suami dara..
mungkin dalam bulan depan akad nikahnya, namun resepsi kemungkinan setelah dara tamat sekolah dek.." ucap ayah memulai bicara menutup keheningan dan memberitahu rencana ku dengan datuk.
"ohhhh..
kalau memang ini sudah mau nya datuk dan dara ya sudah lo bang..
kita orang tua hanya mendukung dan mendoakan,,
yang jalani kamu nak dara...
dewasalah menghadapi suatu hubungan..
supaya langgeng sampai kakek dan nenek.." ucap nasehat bibi untuk ku dan untuk datuk juga.
ini memang mau dara.."ucapku pada bibi menjawab nasehat nya dengan wajah sedih.
walau dalam hati ini rasa nya gak terima kenyataan.
"bibi...andai bibi tau aku sama sekali tidak bahagia dengan semua ini dan andai bibi sudah mengetahui yang terjadi antara aku dan datuk..
apa bibi akan tetap mendukung ku, ??
Atau tidak melanjutkan pernikahan ini..
aku sangat tersiksa bik dengan perjodohan ini..
dan kenyataan yang sudah terjadi.." ucapku dalam hatiku walau rasanya ingin ku ungkapkan pada bibi.
"tapi memang kamu sudah yakin kan dara ini memang sudah keputusan kamu nak.." ucap bibi pada ku mengulangi bertanya..seperti tidak senang akan pernikahan ku ini.
mungkin bibi bisa melihat wajah dan perasaan ku yang sama sekali tidak bahagia akan pernikahan ini.
"iya bik..
dara sangat yakin atas pernikahan ini.." lagi lagi aku membohongi perasaan ku yang sesungguhnya.
setelah membahas tentang pernikahan ku.
kami bercerita,bercanda ria.
datuk kembali cerita tentang pengalaman pengalaman hidupnya.
yang ternyata dulu di waktu masih kecil dia adalah orang yang sangat miskin.
aku terharu mendengar cerita datuk di masa lampau.
ya..
__ADS_1
aku merasa dulu hidupku lah yang paling susah secara materi, ternyata riwayat hidup datuk lebih susah.dia sengaja di tinggalkan orang tuanya sewaktu jalan jalan,di keramaian ibunya seperti sangat sengaja membuangnya.
namun sekarang hidupnya sangat lah berkelimpahan dengan 4 istri di negara yang berbeda.
datuk cerita hanya keluarga dari istri istri datuk lah keluarga nya, datuk tidak punya keluarga sebelum datuk menikah.
makanya aku melihat datuk sangat bahagia saat bertemu keluarga keluarga ku yang lain.
tapi maafkan aku datuk..ungkapan dan ceritamu di masa lampau pun tidak mampu mengubah perasaan ini.
walau sesungguh nya aku ingin rasaku ini ada untuk datuk..
agar tidak tersiksa seperti sekarang yang ku rasa.
gak terasa hari semakin sore.
ayah mengajak kami untuk permisi pulang.
"dek...
gak terasa hari sudah sore..
kami permisi pulang lah ya.." ucap ayah kepada bibi.
"baiklah bang..
nanti kalau mau akad pernikahan dara undang aja ya bang lewat telpon.."ucap bibi pada ayah
"Iya dek pasti itu"
"ok lah
kita balek ya bik..
lain waktu kit jumpa lagi ya..
kita cerita cerita lagi ya.."datuk ikut serta permisi pulang.
saat di rumah keluargaku, aku sangat senang melihat datuk begitu care dan akrab dengan semua keluargaku.
bahkan datuk juga sangat sopan,
padahal dia orang yang sangat di hargai di apartemen atau di kalangan kalangan pebisnis di negara tapi di dalam keluargaku datuk sangat merendah.
"terimakasih banyak ya bik sudah mau nerima kita orang bertamu di rumah bibi ini..
saya senang apalagi ada anjing anjing bibi..
hahahaha" datuk permisi pulang dengan sangat bahagia
sangat terpancar bahagia dari wajah datuk.
"iya gak apa apa..
jangan lupa main main lagi ke sini kalau ada waktu ya datuk ya dara.." ucap bibi pada kami
mobil kami melaju jalan menuju pulang..
datuk sepertinya sangat kelelahan sampai sampai dia tertidur di mobil saat kami hendak pulang.
tapi terlebih dulu kami antarkan ayah pulang.
sebelum antarkan ayah pulang,
kami singgah di rumah makan,
lagi lagi datuk memegang tanganku saat hendak masuk ke rumah makan..
ya..malu..
risih..
saat semua pelayan melihat kedekatan ku dengan datuk..
mereka selalu menganggap ku perempuan bayaran datuk..
__ADS_1
lagi lagi aku harus kuat dan sabar saat menerima tudingan dan cemooh orang orang yang melihat kami.
inilah hidupku yang penuh cemooh dan sandiwara.