
Meski dengan hati yang was was,tapi aku tetap ingin menikmati perjalanan..
Memang sangat indah kota dan negara ini..di dalam mobil menuju tempat tujuan, aku melihat lihat suasana malam di kota ini dan aku sangat menikmati suasana malam di negara ini.
gedung gedung tinggi di warnai lampu lampu membuat negara ini indah di malam hari,
negara ini jauh berbeda dari negaraku,terkhusus kampung halamanku yang lumayan kumuh, di negara ini jalur jalan yang satu arah dan bersih..,
ya..seperti itu la negara kuala lumpur ini..
walaupun hatiku hancur aku harus tetap menikmati jalan jalan,karna niatku ke negara ini ialah untuk berjalan jalan bukan untuk bersedih.
tiba tiba mobil yang ku naiki berhenti di depan salah satu gedung tertinggi,aku sempat percaya bahwa di dalam gedung tinggi itu terdapat restoran mewah untuk para bos bos di negara ini,
saat salah satu ajudan datuk membukakan pintu mobil,aku melihat pria berumur, berpakaian jas dengan kaca matanya menyambut kami,
ternyata pria berumur itu ialah datuk yang ingin di jodohkan ibu denganku.
aku kaget,datuk itu pun menyambut ku dan meminta tanganku secara hormat dengan menunduk kan sedikit kepalanya,
seperti cinderella yang di sambut pangeran nya,namun pangeran yang menyambut ku ialah seorang datuk tua yang sangat kaya.
"Tuhan.. aku bingung ..rasanya ingin lari dari tempat ini,namun kemana aku harus lari ini negara orang, aku belum mengerti suasana dan keadaan di negara ini..
bagaimana ini Tuhan..
apa yang harus ku perbuat??" ucapku dalam hati
ibu menghampiriku dan langsung berbisik denganku
"terima lah tangan datuk itu nak,kalau tidak kemana kita akan pergi tanpa datuk itu di negara ini nak.."ucap ibu berbisik ke telingaku
dengan sangat terpaksa ku terima sambutan datuk itu,dan ku berikan tanganku untuk di genggam nya.
astaga ternyata bukan hanya tanganku yang di genggamnya,datuk pun mulai berani merangkul pinggangku,dan mengajak ku berjalan masuk ke dalam gedung dengan merangkul pinggangku..
jika di lihat orang kami berdua berjalan bagaikan anak dengan kakeknya, namun di lihat dari sisi lain, merangkul pinggang terlihat bagaikan seorang pasangan yang serasi.
aku semakin deg deg kan karna rasa takut dan tanganku mulai dingin.
"mau kemana kita ini datuk.."tanya ku dengan gemetaran sambil berjalan masuk gedung.
"hmmmm kita akan menghadiri pesta pernikahan anak client saya..kenapa?? tanya datuk balik padaku
"tidak ada apa apa datuk..
masih jauh ya datuk??
kaki saya terasa begitu berat mengenakan sepatu hills ini.." ucapku yang mulai risi dengan rangkulan datuk padaku sambil berjalan menuju ruangan pesta di gedung itu.
" oh..
sebentar ya.." ucap datuk sambil melepaskan rangkulan nya terhadapku
huuuu sedikit lega rasanya badan ini saat tidak di rangkul oleh datuk,karna saat di rangkul oleh datuk badanku terasa kaku..
"tolong ambilkan sendal jepit untuk nyonya kalian ini.."ucap datuk
salah satu ajudan datuk tersebut meletakan sendal jepit tersebut di lantai tepat di hadapan kakiku..
__ADS_1
namun datuk datang bersujud di kakiku dan membuka kan sepatu heels ku dan mengenakan sendal jepit tersebut ke kaki ku.
astaga ternyata datuk ini adalah pria yang sangat romantis,dia memperlakukan ku layaknya cinderella.
dia rela sujud di kaki ku untuk menggantikan sepatu ku di khalayak ramai bahkan di hadapan ajudan ajudan dan pelayan gedung tersebut.
Padahal datuk adalah orang yang sangat di segani di gedung itu.
rasanya hati ini semakin deg deg kan.
andai saja datuk ini belum berumur seperti sekarang mungkin sekarang kisahku benar benar seperti cerita cinderella.
tapi kenyataan nya dia pantas ku panggil kakek.
aku sedikit malu dan senang saat datuk bersujud di kaki ku..
aku malu pada pelayan pelayan yang ada di gedung tersebut.namun ku lawan rasa malu itu dan tersenyum melihat datuk.
"terimakasih datuk" ..ucapku sambil tersenyum
"selama di jalan menuju gedung kamu pakai sendal jepit ini ya..
tapi nanti kalau sampai ruangan kamu boleh ganti lagi ya..
malu dong masuk ke ruangan pesta dengan sendal jepit iya kan..
karna di sana semuanya rekan rekan hebat di bisnis saya..
hmmmm gak apa apa kok... kamu boleh sandang kan badan kamu pada saya saat pakai sepatu heels saya tak keberatan lah.."ucap datuk padaku
"baiklah datuk.."ucapku karna memang sedikit sulit mengenakan hills tanpa adaa yg di pegang
saat berada di depan pintu ruangan datuk pun kembali bersujud di kakiku dan mengganti sepatu hills.
ya....ternyata datuk adalah orang yang sangat baik hati dan perhatian,
datuk kembali merangkul pinggangku dan kami pun memasuki ruangan pesta..
di tempat pesta kami sangat di sambut hangat oleh semua orang yang ada di tempat itu..
ternyata datuk adalah tamu terhormat yang sangat di tunggu tunggu.
semua mata tertuju pada kami..dan aku pun mulai gugup.
"datukkkk..saya belum pernah menghadiri pesta yang di hadiri oleh orang orang penting seperti ini..
saya gugup dan takut datuk..
apa yang harus ku perbuat datuk??" tanyaku dengan gugup dan takut
"gak apa apa dong..rileks
anggap saja kamu ratu di sini,jadi tak usah risau ok..
tak ada yang berani meremehkan dan menghina kamu di sini.." ucap datuk
datuk masih tetap merangkul pinggangku kemana pun dia bergerak dan bersalaman dengan rekan rekan nya, aku pun selalu ikut tersenyum saat rekan rekan datuk tersenyum padaku.
tapi kemana ibuku dan ajudan ajudan datuk??
__ADS_1
"datuk...
kemana pergi ibuku dan ajudan ajudan datuk?? tanyaku pada datuk
"ohhh mereka ada di restoran di luar ruangan ini,
mereka tak boleh masuk karna undangan hanya untuk dua orang saja tak boleh lebih,
jadi mereka tunggu kita di luar..
gak apa apa kan?" datuk menjelaskan
"ohhh begitu ya tuk..
gak apa apa kok datuk.." ucapku sedikit lega
"ini minum..
dari tadi saya lihat kamu gak ada minum..
minum lahh biar agak rileks jangan tegang gitu..ok.."datuk mulai menenangkan ku
"ohhh baik datuk.."jawabku
"ini juga makanannya tidak kamu makan..makanlah ...."datuk mengambil makanan yang tepat berada di hadapan kami dan memberikan kue tersebut kepadaku
"terimakasih datuk "ucapku sambil menerima kue nya dan juga meminum minuman nya
setelah beberapa waktu saling sapa antara tamu..
penglihatan ku mulai membayang bayang dan kepalaku oyong.
ada apa denganku pikirku.
rasa takutku semakin dalam ku pegang erat tangan datuk.karna biar gimana pun yang ku kenal di ruangan ini hanya datuk.
ku sandangkan kepalaku pada datuk karna mulai terasa berat badanku..
ya ternyata di minuman ku sudah di berikan obat penenang sehingga aku mulai oyong oyong..
tetapi aku tidak mengetahuinya
aku pun meminta datuk untuk pulang.
datuk pun bergegas permisi pada rekan rekan nya bahwa dia lebih awal pulang.
sadar dan tidak sadar datuk seperti mengangkat ku dan membawaku ke salah satu kamar di gedung itu.
aku hanya diam dalam kesadaran dan tidak sadar ku.
ya..ternyata datuk membawa ku ke salah satu kamar terbaik di gedung atau hotel tersebut
aku tidak sadar apa yang telah di perbuat datuk terhadapku,
sadar tidak sadar datuk seperti membuka sepatu hills ku dan pakaian yang ku kenakan.
namun aku hanya lemas dan ingin tidur saja rasanya dan terlelap.
******
__ADS_1