
" aku ingin bercerai dengan yang mulia" ucap Xiao Mey
mendengar hal itu kaisar Jin bak di sambar petir,,, ia kembali memohon
"tidak Me'er,,, kau boleh menghukum ku tapi jangan meminta cerai,,,, " ucap kaisar Jin sambil menggenggam Tangan Xiao Mey dan menangis
"nak,,, apa kah permintaan mu ini terlalu terburu buru? " tanya Ibu suri dengan lembut
"tidak Ibu, keputusan ku sudah bulat,, aku ingin bercerai dengan yang mulia... " ucap Xiao Mey sambil melepaskan tangan kaisar Jin dari tangan nya
"ku mohon,,, Me'er tolong maafkan lah aku,,, aku sudah kehilangan anakku dan sekarang aku tidak ingin kehilangan mu,,, " ucap kaisar Jin memelas
kaisar Jin di buat tak karuan, hatinya dan pikiran nya kacau, bahkan ia seperti pengemis yang mengemis meminta pengampunan
"ibu... apa kau lupa dengan janjimu? " tanya Xiao Mey
"ibu tidak lupa nak,,, tapi.....
" ibu kau juga seorang wanita, kau juga ingin di perlakuan sebaik mungkin dan selalu ingin di manja oleh suamimu ,,, tapi kau juga tahu betul bagaimana perasaan ku saat itu, sakit....kau bahkan tidak pernah bertanya apakah aku bahagia menikah dengan anakmu,,, "ujar Xiao Mey
" nak, maafkanlah ibumu ini,,, "ucap Ibu suri
" hari ini aku menagih janjimu ibu ,,, "Xiao Mey dengan tegas
kaisar Jin yang mendengar hal itu pun memasang wajah memelas kepada sang ibu
ia menggelengkan kepala nya pertanda jangan mengabulkan permintaan Xiao Mey
" aku... "ucap ibu suri,
ia sangat bimbang di satu sisi ia tahu betul bagaimana perasaan Xiao Mey tapi di sisi lain ia tidak tega melihat anaknya yang memohon mohon
" jangan ibu... jangan lakukan itu,,, "ucap kaisar Jin sambil bersujud di hadapan ibu suri
para tamu yang melihat nya pun langsung tercengang, kenapa tidak, kaisar yang selama ini di kenal sangat tangguh dan pemberani malah berubah menjadi seorang pengemis itu hanya karena seorang wanita
di lain sisi melihat hal itu, tak ada lagi harapan untuk selir Yun,,, karena marah dan sudah tersulut emosi,, ia memberontak dari penjagaan pengawal, lalu ia berhasil terlepas dari genggaman mereka,,, ia pun menarik pedang milik salah satu pengawal,, lalu ia berlari menyerang Xiao Mey
Xiao Mey yang menyadari hal itu pun dengan cepat menghindar,,, kaisar Lin pun membantu mengendalikan selir Yun yang seperti orang kerasukan
kaisar Jin yang melihat itu pun, menjadi marah lalu ia mengambil pedang di tangan selir Yun, karena selir Yun yang terus saja memberontak dari penjagaan kaisar Jin,,, membuat pedang yang di pegang kaisar Jin tak sengaja menusuk bagian perutnya
clek...
anggap aja itu suara tusukan
kaisar Jin yang menyadari hal itu pun langsung menarik pedang nya dari tubuh selir Yun
sring...
bunyi pedang yang di tarik,,,
ketika di tarik, darah Selir Yun yang tersisa di pedang itu pun tempias ke mana mana,, termasuk ke pakaian kaisar Jin
para tamu pun di buat panik,,, ada yang sudah lari keluar ada juga yang masih tetap di dalam, menyaksikan penusukan itu
tak lama tubuh selir Yun pun goyah,,, ia pun jatuh, tapi kaisar Lin dengan cepat menahan nya,,, terlihat banyak darah yang menetes,,, pakaian nya di penuhi lumuran darah
"tabib, cepat bantu dia... " teriak kaisar Lin
__ADS_1
kaisar Jin hanya bisa diam dan mematung
benar benar sudah hancur hidup nya,,,
sang tabib pun dengan cepat membantu mengobati selir Yun
dan tak di sangka, mala petaka yang sebenarnya telah terjadi
dengan tangan yang penuh dengan darah,,, sang tabib memeriksa dan mengobati selir Yun, tak lama ia pun mengatakan
"ya.. yang mulia,,, se,, selir Yun tengah mengandung... " ucap tabib yang terbata bata
mendengar hal itu, kaisar Jin di buat kaget,,, para tamu yang menyaksikan hanya bisa melihat tanpa berbicara sepatah kata pun
memang author telah mempermainkan takdir kaisar Jin
"pelayanan cepat ambilkan wadah berisi air hangat,,, " teriak sang tabib
para pelayan pun mengambil apa yang di perintah kan,,,
setelah beberapa menit menangani keadaan selir Yun, sang tabib terlihat pucat
"ya.. yang mulia,,, Maaf kan hamba, tapi janin yang ada di kandungan selir Yun tak dapat tertolong,,, " ucap sang tabib
mendengar penjelasan sang tabib,kaisar Jin pun merasa pusing, ia terjatuh ke lantai,, Zhao , pengawal pribadi nya dengan sigap menangkap tubuh kaisar Jin
tak lama kondisi selir Yun semakin kritis...
banyak para pelayan yang berlalu lalang kesana kemari membawa kan wadah berisi air,,,
selir Yun kehilangan banyak darah, dan...
ia telah meninggal,
sang tabib yang memeriksa keadaan selir Yun pun bertambah panik, ia memeriksa nadi dan nafas sang selir namun terlambat,, sang selir telah tiada...
"ya,, yang mulia,,, selir Yun telah meninggal" ucap sang tabib yang gemetaran
bagai di sambar petir berkali-kali,,, kaisar Jin nampak lemas dan kembali terjatuh,,, kali ini ia pasrah dengan takdir,,, ia juga merasa telah di permainkan oleh takdir,,,
hari yang seharusnya menjadi hari yang paling indah dalam hidupnya, berubah menjadi hari terburuk,,,
hari ini ia telah kehilangan 2 anaknya, dan selir kesayangan nya, tak lupa pula , hari ini pernikahan nya telah berakhir dengan Xiao mey
Xiao mey yang melihat bagaimana terguncang nya sang kaisar pun merasa prihatin, tapi dendam yang telah mengebu gebu, seakan menutupi hatinya,,,
ibu suri yang menyaksikan semua kejadian itu , merasa pusing dan jatuh pingsan,,,
kaisar Lin yang melihat hal itu pun langsung menggendong tubuh sang ibu
ya,, walaupun ibu suri bukanlah ibu kandung kaisar Lin tapi, ia menyayangi nya seperti ibu kandung nya,,,
para tamu pun mengerti akan kondisi keluarga kerajaan yang sedang di rundung masalah, mereka pun akhirnya meninggalkan ruang aula dan pergi dari istana, pulang kembali ke rumah mereka masing-masing,,,
akan ada berita yang besar, setelah kepergian para tamu undangan,,,
entah bagaimana nasib sang kaisar kedepan nya, hanya author yang tahu,,,
Xiao mey pun berjalan mengikuti kaisar Lin Dan meninggal kan kaisar Jin ,,,
__ADS_1
🌿🌿🌿di kediaman ibu suri 🌿🌿🌿
ibu suri tengah terbaring tak sadar kan diri di atas tempat tidur nya
kaisar Lin pun mengajak Xiao mey berbicara di luar
sesampainya di luar
"aku tidak menyangka akan terjadi seperti ini,, " ucap kaisar Lin
"aku juga,,, tapi mau bagaimana lagi, bukan aku yang membunuh nya,,, " ucap Xiao mey acuh
"lalu sekarang apa yang akan kau lakukan? " tanya kaisar Lin
"aku akan mengurus perceraian ku dengannya,,,
" lalu,,, setelah itu apakah kau akan ikut bersamaku? "tanya kaisar Lin
" hmm, aku akan ikut bersama mu,, "ucap Xiao mey sambil menganggukkan Kepala nya
" aku juga ingin menjalani hidup yang sesungguhnya,,, aku sudah lelah bersandiwara, aku juga ingin mencintai,, dan di cintai.. "ucap Xiao mey
" maka aku akan mencintai mu,,, "ujar kaisar Lin sambil memeluk Xiao mey
tak di sangka ada sepasang mata yang melihat kelakuan mereka berdua dari kejauhan
di hampiri lah mereka oleh seseorang tersebut yang tak lain adalah kaisar Jin
" Xiao mey... "ucap kaisar Jin dengan nada tinggi
mendengar hal itu, Xiao mey dan kaisar Lin pun melepaskan pelukan mereka
" apa yang kau lakukan,,,kenapa bisa kau melakukan ini di saat aku masih menjadi suami mu,,,, "tanya kaisar Jin
" sebentar lagi, kau akan menjadi mantan suami ku,,, dan kau tidak punya hak atas diriku,,, "ucap Xiao mey
" itu tidak akan pernah terjadi, karena aku tidak akan membiarkan mu pergi,,, kau akan selamanya di sisiku dan tetap menjadi istri ku, sampai kapan pun" teriak kaisar Jin
"jangan bermimpi,,, aku bahkan tidak sudi menjadi istri mu,,, setelah apa yang kau perbuat,,, bahkan kau seperi orang gila, yang kecanduan akan diriku,,, " ucap Xiao Mey
melihat hal itu kaisar Lin pun menarik tangan Xiao mey,,,
melihat kaisar Lin yang menarik tangan Xiao mey, kaisar Jin pun tak mau kalah, ia menarik tangan Xiao mey yang satunya lagi
terjadi lah aksi saling tarik menarik... tak lupa pula, ada tatapan peperangan di mata kedua laki-laki tersebut,,, mereka memperebutkan seorang wanita,,, yang telah menghancurkan hidup dan keluarga mereka,,,
-
-
-
-
-
-
siapakah yang akan memenangkan tarik tambang ini,,, apakah kaisar Jin atau kah kaisar Lin,,, author tunggu jawaban kalian di kolom komentar,,,
__ADS_1