
jam pelajaran pun telah selsai,, seperti biasa mesya berdiri sambil menunggu kedatangan Bima
tak lama, datang sebuah mobil hitam yang berhenti di tepat di depan mesya
tanpa menunggu lama mesya pun memasuki mobil itu,
ternyata tanpa ia ketahui itu bukan mobil nya Bima,,
setelah masuk dan duduk di dalam mobil, ia pun kaget karena yang di samping nya buka Bima
"loh,, kalian siapa?" tanya mesya
dengan cepat mobil pun melaju pergi
di lain sisi, bela menghampiri mesya untuk mengembalikan bukunya, namun sayang mobil nya telah pergi,,,
tak lama Bima pun datang, melihat mobil Bima yang datang untuk menjemput mesya, bela pun nampak bingung
Bima pun keluar dari dalam mobil dan menghampiri bela
"kamu bela kan, temennya mesya? " tanya Bima
bela pun menganggukkan Kepala nya
"mesya nya mana? " tanya Bima
mendengar hal itu, bela pun mengerutkan dahinya
"loh bukannya tadi mas Bima udah jemput mesya ya? " tanya bela
"loh nggak, saya aja baru nyampe " ucap Bima
"trus tadi siapa dong? " tanya bela
"maksud kamu? " tanya bima yang mulai panik
"iya tadi mesya udah pergi naik mobil warna hitam, aku pikir itu mobilnya mas Bima" ucap bela
mendengar hal itu Bima pun cepat-cepat menelpon mesya
namun HP mesya tidak aktif
"duh mesya kamu kemana sih? "
gumam bima
kamu inget plat nomor mobilnya ? "tanya bima
bela pun menggelengkan Kepala nya
__ADS_1
" ya udah makasih ya bel,, kalo begitu saya permisi dulu" ucap Bima
Bima pun dengan cepat masuk ke dalam mobil dan langsung melajukan mobilnya keluar dari halaman kampus
-
di lain sisi, mesya masih berusaha merontak, namun dia kalah banyak dan tenaga,, di dalam mobil terdapat 3 orang pria berbadan besar dan kekar dengan menggunakan pakaian serba hitam
"berenti nggak,,, kalo nggak gue loncat nih! " ancam mesya
para lelaki yang mendengar itu pun hanya bisa tertawa
"hey nona, kalau mau loncat silahkan,,, palingan patah tulang, atau nggak mati kelindes kendaraan lain" ucap seorang pria berbadan besar di akhiri dengan tertawa
"kurang ajar, sebenarnya siapa kalian? " tanya mesya yang sudah tersulut emosi
"kamu nggak perlu tahu siapa kami, nikmati saja perjalanan nya, sebentar lagi kamu akan bertemu dengan bos kami,, dan akan menjadi nyoya kami, apa kau senang? tanya seorang pria yang lain
" siapa bos kalian? "tanya mesya
" Hhha... kamu nggak perlu tahu itu, roy cepat tutup mulut nya, telinga ku sudah perih mendengar suara cempreng nya! "ucap pria yang sedang mengemudi
dengan cepat salah satu pria di belakangnya pun menutup mulut mesya menggunakan lakban
" mmmm.... "teriak mesya yang mulut nya sudah tertutup
" hhhha.. " tawa ke 3 orang tersebut
setelah sampai, dengan cepat mesya pun di bawah masuk dengan paksa ke dalam rumah, mesya yang tak mau kalah ia pun terus memberontak, karena kesulitan menghadapi mesya, salah seorang pria itu pun langsung memukul punggung mesya,, dan alhasil mesya pun langsung pingsan
salah seorang pria tadi pun langsung membawa mesya ke dalam kamar
di dalam kamar,, mesya di baringkan di atas tempat tidur
tak lama datang seorang laki-laki yang tak lain adalah Jimmy
"apa yang kalian lakukan? " tanya Jimmy
mendengar suara dari Jimmy mereka pun menjauh diri dari tempat tidur
"tuan,,, " ucap seorang pria tadi
"aku tanya apa yang sedang kalian lakukan, kenapa kalian membuat nya pingsan? " tanya Jimmy yang sudah tersulut emosi karena melihat mesya yang tak sadar kan diri di tempat tidur
"maaf kan kami tuan, tapi wanita ini terus saja memberontak, dan jalan Satu-satu nya kami..."
bukk...
sebelum pria itu melanjutkan bicara nya, Jimmy sudah memukul wajahnya terlebih dahulu
__ADS_1
"siapa kalian berani- beraninya menyentuh gadisku? " tanya Jimmy dengan mata yang berapi-api
tak lama kepala pelayan pun datang
"tuan.. itu adalah anak buah saya.. " ucap pak lim
"lim? berani nya kau menyuruh mereka untuk menyakiti gadisku? " ucap Jimmy dengan tatapan yang tajam ke arah lim
"maaf tuan, tapi ini jalan satu satu nya agar nona bisa sepenuhnya menjadi milik tuan.. " ucap pak lim
mendengar hal itu, Jimmy pun terdiam,,, ia langsung menyuruh ke 3 pengawal itu untuk pergi
ia pun berjalan mendekat ke arah mesya di atas tempat tidur,,,
di buka nya lakban dari mulut mesya
"maaf sayang , pasti kau sangat ketakutan.. " ucap Jimmy sambil memindahkan anak rambut dari wajah mesya
"lim siapkan makanan dan pakaian untuk nya, malam ini juga dia akan menjadi milikku sepenuhnya
lim pun membungkukkan badannya dan berjalan keluar kamar
Jimmy pun merangkak naik ke atas tempat tidur, ia memposisikan badan mesya untuk menghadap ke arah nya,, dan dengan cepat Jimmy pun memeluk mesya,
di belai nya rambut mesya dan sedikit memberi kecupan hangat di pucuk rambut nya
"maaf kan aku sayang,, tapi ini jalan satu-satunya untuk mendapatkan mu,,coba saja kalau kau mau mendengar kan ku,, maka kau tidak akan mengalami hal ini" ucap Jimmy sambil bermain main dengan rambut mesya
-
di lain sisi, Bima tampak frustasi , ia mencari keberadaan mesya sedari tadi namun tak kunjung di temukan
ia pun menelpon sekertaris pribadinya sekaligus sahabat nya
📱"***hallo rom, tolong kamu suruh anak buah kamu untuk mencari keberadaan mesya.. " ucap Bima
📱"ok Bim .. " ucap romi di seberang sana
📱" tolong kabari aku secepatnya " sahut Bima***
berkali-kali Bima mencoba untuk menelpon mesya, namun seperti nya HP nya telah di matikan,,
Bima terlihat sangat frustasi, sesekali ia memukul badan stir mobil untuk meluapkan kekesalan nya
-
-
-
__ADS_1
-
yuk.. yuk.. makin seru nih, ayo jangan lupa like dan komen