
waktu menunjukkan pukul 12:10
kini mesya berdiri sambil menunggu kedatangan Bima,, tak lama mobil bima pun datang, mesya pun menaiki mobil tersebut
tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang memperhatikan mereka dengan tatapan tajam
sesampainya di butik
"hallo bim... " ucap tante lala
"hallo juga tan... " sahut Bima
"ini calon istri kamu?, wah cantik banget, pantesan Bima nya langsung mau" ucap tante lala
mendengar hal itu kedua sejoli pun menjadi malu
"ya udah, nama kamu siapa? " tanya tante lala kepada mesya
"mesya tan... " sahut mesya
"oh mesya, nama tante lala,, tante itu tantenya Bima" ucap tante lala
mesya pun menganggukkan kepalanya
"ayo masuk, kita coba bajunya" ucap tante lala
mesya pun mengikuti tante lala dari belakang
setela 5 menit, mesya pun keluar dari kamar ganti
melihat penampilan mesya yang menggunakan gaun pengantin, Bima pun tidak buat takjub dan tak berkedip
"Bim,,, kedip dong,, entar matanya copot lagi" canda tante lala
mendengar hal itu Bima pun tersadar dengan dan cepat dia mengalihkan pandangan nya
ke arah lain
melihat hal itu mesya pun tertawa dalam batinnya
-
setelah dari butik mereka pun menuju ke rumah mesya
sesampainya di rumah
"sayang gimana tadi fitting bajunya? " tanya bunda
"alhamdulillah bun, lancar... " sahut mesya
"kalian udah beli cincin? " tanya bunda
"udah Bima siapin kok bund,,, " sahut Bima
"emang mas tahu ukuran jari aku? " tanya mesya
"ada deh... " sahut Bima
mendengar hal itu mesya pun jadi kesal dan memasang wajah yang cemberut
__ADS_1
"udah dong sayang, jangan cemberut.. masa pengantin nya marah marah mulu,, gimana nanti pas malam pertama nya .. " ucap Bima
mendengar hal itu mesya dan Bunda pun di buat kaget
"massss... " ucap mesya sambil mencubit perut Bima
"au,, sakit sayang... " sahut Bima yang kesakitan
"kalian ini,,, nanti ya bim, kalo udah sah" ucap bunda
"iya bun... " sahut Bima sambil menggaruk Kepala nya yang tidak gatal
karena masih kesal dengan Bima, mesya pun pergi meninggalkan nya
"yang,,, kamu mau kemana? " teriak Bima
mesya pun tetap berjalan tanpa memperdulikan panggilan dari Bima
-
keesokan harinya,
hari ini adalah hari terakhir mesya di kampus karena mulai besok ia akan mengambil cuti selama 1 minggu ke depan
"mes, gue pasti bakal kangen banget deh sama lo... " ucap bela sambil memeluk mesya
"iya gue juga,, tapi lo besok jadikan dateng ke acara gue? " tanya mesya sambil melepaskan pelukan mereka
"jadi dong,,, gue orang pertama yang bakal ngucapin selamat buat lo... " sahut bela
"Hhhe... makasih ya sis,,, " sahut mesya
"yoi bro... " ucap bela
"hay jim... " sapa bela
"hmm" sahut Jimmy, yang langsung duduk di tempat nya
"kok dia kayak aneh gitu ya..? " tanya bela kepada mesya
"lagi ada masalah kali... " sahut mesya
"Jim,, lo kenapa? " tanya mesya
"nggak Papah" sahut Jimmy
"kok lo kayak aneh banget deh hari ini,,, lo ada masalah ya, sini cerita sama kita, kali aja bisa bantu" ucap bela
"kalo gue bilang nggak papah, ya nggak papah,,, " bentak Jimmy
seketika mereka semua pun kaget dan terhentak dari posisi mereka , mereka pun menatap Jimmy dengan wajah yang masih tidak percaya, pasalnya Jimmy adalah salah satu idola kampus yang di gilai para wanita-wanita, terlihat juga orang nya yang kalem
"jim, lo apa apaan sih,, kalo lo ada masalah itu cerita bukannya malah marah marah" ucap mesya yang sudah tersulut emosi
tak tahan dengan situasi yang semakin memanas, Jimmy pun pergi meninggalkan kelas,,, dia bolos mata kuliah hari ini
"dia kenapa sih? " ucap mesya yang kesal
"udah sabar,, Jangan kepancing emosi dulu,, mungkin aja dia perlu waktu buat cerita... " ucap bela yang menenangkan mesya
__ADS_1
-
di sebuah kamar,, Jimmy nampak sangat marah, ia mengobrak-abrik semua benda di depan nya
"akhhhhh.... " teriak Jimmy
"mesya,,, lo harus jadi milik gue,, lo cuman milik gue mesya" teriak Jimmy sambil memandangi foto mesya di dinding dingin kamar nya
ya Jimmy sudah terobsesi kepada mesya sejauh jauh hari
sebenarnya mereka pernah bertemu di cafe, waktu itu mesya sedang manggung, dan Jimmy yang melihat mesya pun langsung jatuh hati kepada nya, ia mulai mengorek ngorek informasi tentang mesya,,, bahkan dia berniat pindah kampus demi bisa bertemu dengan mesya
tapi kini harapan nya harus pupus, gadis itu akan segera menjadi milik pria lain
"nggak,,," teriak Jimmy
"kenapa,, kenapa mes,, gue tuh udah sayang sama lo, gue tuh cinta sama lo,,tapi kenapa lo nggak bisa liat perjuangan gue selama ini? " teriak Jimmy
tak lama datang seseorang dari arah pintu,, terlihat seorang pria paru bayah yang berlari ke arah Jimmy
"tuan... " panggil orang tersebut dengan wajah yang panik
"mesya, mesya lim... " sahut Jimmy kepada pria tersebut
"iya tuan,,, " sahut lim(kepala pelayan) sambil memeluk Jimmy
"tenang tuan,,, nona pasti akan jadi milik tuan.." ucap lim
"bagaimana caranya lim? " tanya Jimmy yang pasrah
kepala pelayan itu pun membisikkan sesuatu ke telinga Jimmy
setelah mendengar apa yang di ucapkan oleh lim, Jimmy pun menjadi sedikit tenang,,
setelah ia merasa tenang,,, ia pun tiba-tiba tertawa
"hhhhha,,, mesya akan jadi milik aku lim,,hhhhha mesya-mesya " ucap nya
ia seperti orang gila, tadi marah marah sekarang malah tertawa
mendengar hal itu lim pun mengangguk sambil tersenyum
lim pun menuntun Jimmy untuk duduk di ranjang, ia berjalan ke arah laci meja dan mengambil botol yang berisikan obat
ia memberikan nya kepada Jimmy, dan mengambil air di meja nakas milik Jimmy
Jimmy pun meminumnya, dan setelah meminumnya Jimmy pun menjadi semakin tenang,, tak lama ia pun ambruk, dan tertidur pulas
melihat hal itu lim pun langsung membersihkan kemar Jimmy yang sudah seperti kapal pecah
-
-
-
-
-
__ADS_1
-
penasaran?, ayo jangan lupa like dan komen ☺