
setelah selesai makan bunda pun kembali ke kamar untuk mengecek keadaan mesya
di dalam kamar
mesya telah menyelesaikan makan nya,,, kini mereka berdua hanya saling berdiam diri , tak ada pembicaraan...
tak lama
"kamu... " ucap mereka bersamaan
"kamu duluan.." ucap mesya
"kamu aja... " ucap Bima
"eh... kamu nggak kerja? " tanya mesya yang sedikit canggung
"nggak, kan aku bosnya jadi terserah aku dong mau masuk kapan aja " jawab Bima
"oh........eh kamu emang mau di jodohin sama aku? " tanya mesya
"kalo kamu? " tanya Bima balik
"ah?,, eh nggak tahu... " ucap mesya yang gelagapan
"kok aku kayak nggak asing ya sama muka kamu" ujar Bima
sontak saja mesya pun terkejut
"apa di nggak inget sama aku ya? " gumam mesya
"oh mungkin kita nggak sengaja pernah ketemu kali ya,,, " sahut Bima
"mungkin,,, " ucap mesya yang kecewa
" kamu udah punya pacar? " tanya Bima,,,
"eh,,,ada cuman udah putus , kalo kamu? " tanya mesya
" dimas maksud kamu? ,kalo aku nggak punya pacar, tapi aku udah punya calon... " jawab Bima dengan tersenyum ke arah mesya
"duh gombal nya nggak ilang ilang nih orang" gumam mesya
"aku udah tahu hubungan kamu sama dimas, tapi untung aja kalian udah putus" ujar Bima
"emang kenapa kalo belum putus? " tanya mesya
"nggak,,, lagian kalo kamu udah putus atau nggak pun, nggak akan jadi masalah buat aku, kan nantinya kamu juga bakal nikah sama aku" ujar Bima
mesya pun tersipu malu mendengar ucapan Bima
Tiba-tiba
drrt... drrt.. (bunyi hp mesya)
" bela...? " gumam mesya sambil memandangi layar HPnya
" *hallo... " ucap mesya
"hallo mes lo udah siuman,,, syukur deh, gue takut banget lo nggak bangun bangun" sahut bela di sebrang sana
"apaan sih bel,,, gue kan cuman tidur aja... " ucap mesya
"eh gila ya lu, mana ada orang tidur ampe seminggu" sahut bela yang ngegas
"hah, seminggu? " teriak mesya, lalu ia pun memandangi ke arah Bima
Bima pun tersenyum dan mengangguk
"eh yang bener aja dong lo, budek nih telinga gue,,, " ujar bela
__ADS_1
"iya,, iya maaf gue kan kaget,,, " sahut mesya
"ya udah, pulang dari kampus gue ke rumah sakit ya " ujar bela
"iya,,, eh gue titip ketoprak bang andi ya, gue kangen banget,,, " ucap mesya
"kangen sama makanan nya apa orang nya? " goda bela
"apaan sih bel,,, ya sama ketoprak nya lah masa abang nya " sahut mesya"
ia terlihat sedikit gugup karena Bima terus memandangi nya
" Hhhe,,, iya deh inces, gue bawain ketoprak spesial buat lo... " sahut bela
"ok thanks ya" jawab mesya
tut.. tut.. (telepon di akhiri*)
"kenapa kok mukanya kayak gitu? " tanya Bima
"eh.. aku agak risih aja, kalo kamu ngeliatin aku kayak gitu " ucap mesya canggung
"kenapa,,, kan kalo liat calon sendiri nggak apa apa dong" goda Bima
"ya kan masih calon" sahut mesya dengan wajah yang memerah
"oh jadi mau langsung di halalin nih? " goda Bima kembali
"apaan sih... " Ujar mesya sambil memukul kecil lengan Bima
Bima pun merasa gemas dengan tingkah mesya
tak lama bunda pun datang ...
"eh kayak nya bunda ganggu nih,,, " ucap bunda
"bunda apaan sih, orang nggak ngapa ngapain juga" sahut mesya dengan wajah yang tambah memerah
"bunda ah,, kayak mas Bima aja sukanya godain mesya" ujar mesya
"kamu panggil aku apa tadi? " tanya Bima
"oh jadi udah panggil mas- mas aja nih... " goda bunda
"eh.. maksud aku.. " sahut bunda
"nggak apa apa kok, aku suka " sahut Bima dengan senyuman yang termanis
"Hhha,,, ada ada aja anak muda zaman sekarang" ujar bunda sambil berjalan mendekati mesya di tempat tidur
"nak bunda pulang dulu ya,,,mau jemput ayah di bandara! " ucap bunda
"emang ayah nggak tahu kalo mesya di rumah sakit? " tanya mesya
"ayah tahu sayang, cuman ayah nya nggak bisa pulang soalnya kerjaan nya nggak bisa di tinggal " ujar bunda
"oh... yaudah titip salam aku buat ayah yah bund... " sahut mesya
"iya sayang,,, bunda pergi dulu ya" kata bunda sambil mencium pucuk kepala mesya
"nak Bima kamu tolong jagain mesya ya,,, nanti bunda balik lagi kok sekalian sama ayah" ucap bunda
"iya bunda... " sahut Bima
bunda pun pergi meninggalkan mereka berdua...
"eh mes... mas kerja dulu ya.. " ucap Bima
mendengar hal itu mesya pun menjadi gelagapan, pipinya sudah merah merona
__ADS_1
"kenapa kok muka nya merah,,, kamu nggak papah? " tanya Bima sambil memegang dahi mesya
sontak saja hati mesya menjadi tak karuan
"eh nggak Papah kok" ucap mesya sambil menepis tangan Bima
"ya udah kalo gitu, aku kerja dulu ya,,, kalo kamu butuh apa apa, tinggal bilang aja" sahut Bima
Bima pun berjalan ke arah sofa, ia pun duduk dan membuka leptop nya, sambil mengecek data data yang masuk
mesya yang melihat nya pun merasa sangat senang
"makasih ya Allah, ternyata emang bener jodoh tu nggak bakal kemana" gumam mesya
10 menit kemudian
Bima masih sibuk dengan leptop nya, sesekali ia mencuri pandang ke arah mesya yang sedang tertidur
"kok aku ngerasa nggak asing ya sama mesya,, apa cuman perasaan aku aja,,, tapi kenapa rasanya aku akrab banget sama dia, padahal kan baru juga ketemu" gumam Bima
tak lama pintu terbuka dan datang lah bela
"mes... " panggil bela
mendengar suara bela, mesya pun terbangun,,,
"bela... " sahut mesya
bela pun berjalan ke arah mesya dan mereka pun saling berpelukan...
karena sangat antusias bela memeluk mesya dengan sangat erat
melihat hal itu, Bima pun merasa khawatir karena bekas jahitan mesya yang belum benar benar pulih
"sayang,,, Hati-hati nanti luka kamu bedarah.." ucap Bima
mendengar hal itu bela dan mesya pun menjadi kaget dan perlahan melepaskan pelukan mereka
mesya terlihat sangat malu dengan panggilan Bima barusan
"mes,, siap? " Tanya bela sambil melirik ke arah Bima
"dia mas Bima... " sahut mesya
"kok dia manggil lo sayang sih? " tanya bela
Bima pun bangun dari duduknya dan berjalan menghampiri mereka
"perkenalkan saya Bima mahendra,,calon suami nya mesya,,, " ujar Bima
bela pun tersentak dengan penuturan Bima
"ca... calon suami? " tanya bela yang masih tak percaya
-
-
-
-
-
-
ayo guys ramaikan novel ini ,,,dengan mencurahkan tanggapan kalian tentang isi novel nya
ada yang mau ngasih saran dan kritikan silahkan,,,author bakal jadi pendengar yang baik kok
__ADS_1
semoga kalian suka❤