Permaisuri Ku

Permaisuri Ku
3 hari lagi


__ADS_3

sesampainya di rumah Bima,,


Bima berlari ke kamar mamanya,tanpa memperdulikan sapaan dari para pelayan,,


mesya yang melihat itu pun, langsung saja mengikuti Bima dari belakang


sesampainya di dalam kamar, Bima membuka pintu kamar, dan terlihat sang mama yang tengah terbaring lemah di atas tempat tidur


"mama... " panggil Bima sambil berjalan mendekati ranjang


"Bima... kamu udah pulang nak " sahut mama dengan suara yang di buat buat


"mama sakit, kita ke rumah sakit ya ma,,, " bujuk Bima


"nggak usah boy, mama nggak papah,, lagian tadi udah minum obat" sahut mama


"oh ya papa mana? " tanya Bima


"tadi papa kamu ada kerjaan mendadak makanya langsung ke kantor" ujar mama


"papa udah tahu kalo sakit mama kambuh? " tanya Bima


"nggak boy, mama nggak mau papa kamu kepikiran dan nanti bakal ganggu kerjaan nya" jawab mama


"ya udah ma, mama istirahat aja ya.. " ucap Bima


Tiba-tiba, mata desi melihat ke arah pintu, nampaknya mesya yang sedang berdiri sambil memperhatikan mereka berdua


"mesya... " panggil mama yang pura-pura tidak tahu


"iya tan... " sahut mesya, lalu berjalan mendekat ke arah ranjang


"kamu sama Bima? " tanya mama


"iya ma,, tadi Bima sama mesya,, " jawab Bima


"oh, maaf ya, pasti mama udah ganggu waktu kalian" ujar mama


"ma,,, nggak kok.. " sahut Bima


"nggak kok tante,, " sahut mesya


"boy, mama haus pengen minum" ujar mama


"ya udah mama tunggu sini, Bima ke dapur ambilin minum,, mes kamu tolong jagain mama ya,,, " pinta Bima


"iya mas.. " jawab mesya sambil menganggukkan kepala


Bima pun berjalan keluar dari kamar menuju ke dapur


"sayang kamu kenapa, kok kayak gelisah gitu?" tanya mama


"nggak kok tante,, " sahut mesya


"nggak usah bo'ong, kamu pasti ada masalah kan,, kenapa kalian berantem? " tanya mama


"nggak kok tan,,, " sahut mesya


"trus apa dong? " tanya mama


mesya pun tak bisa menjawab pertanyaan dari mama, ia terus memandangi jam dinding di kamar itu


tak lama HP mesya berbunyi,,, di lihat nya nama Bunda


"eh tan,,, mesya permisi sebentar ya mau ngangkat telepon,,, " pamit mesya


"oh ya sudah,,, " sahut mama


mesya pun berjalan menuju ke arah balkon


📱" ***hallo bunda "


📱"kamu kemana,, kamu lupa sama apa yang bunda bilang tadi? " tanya bunda


📱"mesya nggak lupa kok bun ,, tadi itu...


📱" nggak usah banyak alasan,, sekarang juga kamu pulang sama Bima, malam ini juga kalian bakal kita nikahin" ujar bunda


📱"bun,, nggak bisa gitu dong, tadi itu tante desi..

__ADS_1


📱" tante desi kenapa,, kalian jangan banyak alesan,, sekarang juga pulang, bunda tunggu..


tut. tut. tut.


📱"hallo bun,,, bunda...? " teriak mesya***


"duh gimana dong,, mana kayak nya bunda serius lagi.. " gumam mesya


tak lama Bima pun datang dengan membawa segelas air untuk mama


sesampainya dikamar ia tidak melihat keberadaan mesya


"ma, mesya nya mana? " tanya Bima


"ada di balkon, lagi telponan,, " sahut mama


"oh ya udah,, " sahut Bima


tak lama mesya pun berjalan ke arah Bima dan mama, wajah nya tampak pucat, dan gelisah


"kamu kenapa mes? " tanya mama


"ah,, nggak papah kok tan,, " sahut mesya


"eh tan,, mesya boleh pinjam mas Bima nya sebentar nggak, sebentar ajaaa, boleh kan? " tanya mesya seperti orang memohon


"iya boleh" sahut mama dengan tersenyum


"mas boleh ikut aku sebentar? " tanya mesya


Bima pun menganggukkan kepala nya dan berjalan keluar kamar mengikuti langkah mesya dari belakang


mereka pun berjalan ke arah ruang tamu


"mas.. " panggil mesya


"kenapa? " tanya Bima


"kayak nya bunda nggak main main deh,, tadi bunda nelpon aku katanya aku harus pulang sekalian sama kamu,, " ujar mesya


"ya udah kalo itu emang mau mereka, kita turutin aja,, " sahut Bima


"kan kamu sendiri yang bilang, mau malam ini atau besok, ujung ujungnya kita bakal tetep nikah kan" ujar Bima yang kembalikan ucapan mesya


"iya tapi----


" kenapa kamu nggak mau nikah sama aku,,?"tanya Bima


"bukan gitu,, aku belum siap aja" sahut mesya


"siap atau nggak kita bakal tetep nikah, mas siap kok kalo malam ini jadi malam pertama kita" goda Bima


"mass... " sahut mesya dengan manja


"Hhhe ,udah ya sebel nya,, nanti aku pamit ke mama dulu, baru aku antar kamu pulang sekalian bicara sama bunda" ujar Bima yang menenangkan mesya


mesya pun hanya bisa mengangguk


setelah berpamitan dengan mama, Bima dan mesya pun langsung menuju ke rumah mesya


waktu menunjukkan pukul 21:35


-


-


-


-


sesampainya di rumah mesya,, mereka pun langsung masuk ke dalam rumah,


di ruang tamu tampak bunda, ayah dan papa Bima yang sedang mengobrol


"papa... " gumam bima yang melihat papa nya ada disini,, bukannya tadi mama berkata bahwa papa ada kerjaan di kantor..


"boy,,, kamu udah dateng? " tanya papa


"papa ngpain disini? " tanya Bima

__ADS_1


"ya papa lagi ngobrol-ngobrol sama calon besan papa, sekalian nentuin tanggal pernikahan kalian" sahut papa


"loh tapi bukannya kata bunda... " ucap mesya


"sayang maafin bunda ya" ujar bunda sambil berjalan menghampiri mesya


"maksud bunda? " tanya mesya


"sebenarnya ini itu rencana bunda sama tante desi, kita itu udah kepengen kalian cepet cepet nikah, makanya kita ngelakuin itu " jawab bunda


"maafin mama juga ya" sahut mama dari arah pintu masuk


"mama? " gumam Bima


"loh bukannya mama lagi sakit kok kesini? " tanya Bima


"apa ini juga bagian dari rencana kalian? " tanya Bima yang sudah mulai curiga


mama dan bunda pun menganggukkan kepala


"ihh bunda,, bunda tuh udah bikin mesya hampir jantungan tahu nggak,, " ujar mesya yang mulai mewek


"ohh sayang,,, maafin bunda ya.. " sahut bunda sambil memeluk anaknya


"ya sudah, karena semuanya sudah pada ngumpul, bagaimana kalau langsung ke acara inti aja" ucap ayah


mereka semua pun menganggukkan kepalag


semua orang pun sudah duduk di posisi masing-masing,,,


"begini, karena kelihatan nya bunda sama mama udah nggak sabar pengen nimang cucu, jadi gimana kalo kita percepat aja acara nya" ujar papa


"boleh tu,, aku setuju,, gimana bun? " tanya ayah


"bunda setuju,, " sahut bunda dengan antusias


"kalo mama? " tanya papa


"apalagi mama,, setuju banget" sahut mama


semua orang pun terkekeh melihat tingkah laku kedua emak emak itu


di lain sisi Bima terus saja mencuri pandang ke arah mesya


mesya yang menyadari hal itu, pun menutupi wajahnya dengan bantal


"gimana kalo acara nya kita adaain 3 hari lagi.." ujar papa


"boleh,, " sahut ayah


"apa nggak kecepatan pa? " tanya mama


"loh mama ini gimana sih, kan tadi mama sendiri yang mau supaya mereka cepat menikah, kok sekarang jadi ragu? " tanya papa


"buka ragu, tapi kan kita harus tanya dulu sama mereka, apa mereka udah siap lahir batin? " ujar mama


"kalo Bima sih kayak nya udah siap banget, tuh anak kamu dari tadi curi pandang trus sama calon mantu kita " sahut papa


mendengar hal itu mereka pun tertawa


sedangkan Bima dan mesya menjadi malu, dan memilih menutupi wajahnya nya dengan tangan


melihat tingkah laku anak anak mereka, para orang tua pun semakin usil untuk menggoda mereka


-


-


-


-


-


-


maaf ya update nya telat, soal nya author lagi nggak enak badan, alhamdulillah sekarang udah agak mendingan, makanya langsung author publickasikan,


semoga kalian suka❤

__ADS_1


__ADS_2