
selesai mata kuliah, mesya pun menunggu kedatangan Bima di depan gedung kampus
mesya tampak celingak- celinguk mencari keberadaan seseorang,,, namun masih belum ada tanda tanda
Jimmy yang sedang berjalan ke luar gedung, mendapati mesya yang berdiri sendiri, ia pun menghampiri nya
" mes,, lo belum pulang? "tanya Jimmy yang berjalan dari arah belakang
mesya pun membalikkan badan nya, untuk melihat siapa yang memanggilnya
dengan malasnya ia menjawab pertanyaan dari Jimmy
" belum,,, " sahut mesya
"oh,,, bareng gue aja,,, " ucap Jimmy
"nggak usah, makasih" jawab mesya dengan nada jutek
"nggak papah kok, sekalian biar bisa lebih deket" sahut Jimmy
"gue udah ada jemputan" ucap mesya
"oh.. yaudah kalo gitu gue temenin lo ya, sampe jemputan lo datang" sahut Jimmy
"terserah... " ketus mesya
tak lama datang mobil hitam, yang berhenti di depan mesya
di turunkan nya kaca mobil,, terlihat Bima yang menyapa mesya
"ayo pulang,,, " ucap Bima dengan senyuman di bibir nya
"iya mas... " sahut mesya
"jim, gue duluan ya... " ucap mesya lalu berjalan memasuki mobil
"eh iya, Hati-hati ya... " sahut Jimmy
di dalam mobil
"siapa itu? " tanya Bima
"temen aku.. " jawab mesya
"oh.., yaudah kita mau kemana nih? " tanya Bima
"kan katanya tadi pulang... " ujar mesya
"emmm, kamu udah makan belum? " tanya Bima
"belum, Hhhe... " jawab mesya sambil cengegesan
"ya udah kalo gitu, kita cari makan dulu ya.." ucap Bima sambil mengacak-acak kecil rambut mesya
mesya pun menganggukkan Kepala nya,
mobil pun melaju keluar dari area kampus.
-
-
-
"siapa ya laki-laki itu, apa pacar mesya,, atau abang nya? " tanya hati Jimmy
di sebuah restoran
"kamu mau pesen apa? " tanya Bima
"eh,, aku ini aja,.. " ucap mesya sambil menunjuk ke buku menu
"ya udah, dua ya mbak,, " ucap Bima
"minuman nya? " tanya pelayan
"jus jeruk aja... " sahut mesya
__ADS_1
"baik mohon di tunggu ya mas, mbak,,, " ucap sang pelayan, lalu pergi meninggalkan meja
"gimana tadi di kampus? " tanya Bima
"biasa aja.. " sahut mesya
"kok biasa aja, nggak seneng ya, ketemu sama temen temen? " tanya Bima yang penasaran
"iya seneng, tapi aku harus kembali berpacu dengan tugas-tugas,, mana udah pada numpuk , gara-gara aku masuk rumah sakit,,, " sahut mesya dengan tidak bersemangat
"hey, udah dong cemberut nya,, entar cantik nya luntur... " Goda Bima sambil mengelus pucuk kepala mesya
"trus mas gimana kerjaan di kantor? " tanya mesya
"biasa aja... " sahut Bima
"kok biasa aja? " tanya mesya
"ya iya, nggak ada yang istimewa, setiap hari harus berhadapan dengan tugas dan laporan,," sahut Bima
"loh bukanya mas itu bosnya ya? " tanya mesya
"iya sayang, tapi kan aku harus ngecek laporan perusahaan,,, " jawab bima dengan nada yang lembut
tak lama datang pelayan dengan membawakan makanan pesanan mereka
akhirnya mereka menyudahi pembicaraan, dan langsung menyantap makanan
skip
setelah selesai makan, mereka pun hendak beranjak dari tempat duduk
Tiba-tiba ada suara yang memanggil nama Bima
"pak Bima... " panggil orang tersebut
Bima dan mesya pun membalikkan pandangan menatap ke arah suara itu,
di lihat nya seorang perempuan cantik, putih dan tinggi bak seorang model,, namun pakaian nya agak sedikit terbuka dan menampakkan bagian atas dari dadanya
" Jesika... "sahut Bima
" iya, saya sama pacar saya Makan di sini... " jawab Bima
mendengar hal itu jesika pun menatap tajam ke arah mesya,, di lihat nya dari ujung kepala sampai kaki
mesya yang di lihat nya seperti itu pun merasa risih..
"ada apa? " ketus mesya
"eh,, nggak kok bu,, " jawab jesika sambil tersenyum palsu
"kamu sendirian? " Tanya Bima
"iya Pak,,, " sahut jesika dengan senyuman manis
"oh ya sudah, kalo begitu saya pergi dulu ya,, ayo sayang... " ujar Bima sambil merangkul pinggang mesya
jesika yang melihat nya pun menatap tajam ke arah mesya sambil memasang senyum palsu
Bima dan mesya pun berjalan keluar dari restoran
"siapa dia? " tanya mesya
"oh jesika.? " tanya balik Bima
"aku nggak nanya namanya... aku tanya siapa dia, ada hubungan apa mas sama dia?" ketus mesya
"dia itu sekertaris aku,, kenapa? kamu cemburu ya? " tanya Bima yang senang melihat mesya cemburu
"nggak... " sahut mesya
"nggak papah, kalo cemburu kan tandanya kamu cinta" goda Bima
"aku nggak suka aja cara dia liatin aku tadi.. " ucap mesya
"emang kenapa? " tanya Bima
__ADS_1
"mas nggak Liat tadi dia ngeliatin aku kayak gimana? " ketus mesya
"iya aku lihat,,, " sahut Bima
"udah tahu, pake nanya.. " ketus mesya
mesya pun pergi meninggalkan bima sendirian.. Bima masih bingung dengan sikap mesya barusan,, ia masih saja terpaku di tempat nya sambil melihat mesya yang berlalu meninggalkan nya
"mas jadi pulang nggak? " teriak mesya yang sudah membuka pintu mobil
"eh.. iya... " sahut Bima yang baru tersadar dari lamunan nya,,
ia pun berjalan menghampiri mesya untuk masuk ke mobil,,, setelah itu mobil pun berjalan meninggalkan restoran
skip
sesampainya di rumah,, mesya turun dari mobil tanpa memperdulikan Bima
Bima yang melihat itu pun merasa terabaikan
"apa begini ya sikap orang kalo lagi cemburu?" gumam Bima
mesya pun berjalan masuk ke dalam rumah
"mesya, udah pulang? " tanya bunda
"iya bund,,, " sahut mesya
"kamu kenapa kok mukanya gitu? " tanya bunda
"nggak Papah kok bund, cuman kecapean aja,, aku ke kamar dulu ya... " ucap mesya, lalu berjalan menuju ke kamar nya
tak lama datang Bima
"Bim, kamu udah makan? " tanya bunda
"udah kok bund,,, oh ya mesya nya? " tanya Bima yang menggantung
"dia udah masuk ke kamar, ada apa kok mesya nya kayak bete gitu? " tanya bunda
"nggak papah kok bun, mungkin karena sekretaris aku tadi,,, " jawab Bima
"sekertaris kamu,, emang dia ngapain? " tanya bunda
Bima pun menceritakan semua nya tanpa ada yang terlewat
"oh,, gitu, ya mungkin aja tuh anak lagi cemburu! " ujar bunda
"iya bun, kayak nya cemburu deh .. " sahut Bima
"bagus dong.. " ucap bunda
"kok bagus sih bun? " tanya Bima yang penasaran
"itu tanda nya dia udah suka sama kamu,,gini ya, mesya itu nggak pernah sepeduli ini sama orang,, dan kalo ada yang buat dia sakit hati, ya siap-siap aja di cuekin sama dia" ujar bunda
"jadi nanti Bima bakal di cuekin dong sama mesya,,? " tanya Bima polos
"tergantung.. " sahut bunda
"tergantung? " tanya Bima
"tergantung kamu bisa buat dia ceria lagi,, kasih dia kejutan, soalnya dia suka banget dengan yang namanya suprise.. " sahut bunda
"oh, ok deh bun, makasih ya info nya" ucap Bima
"iya sayang, makanya kamu harus sering-sering konsultasi sama bunda buat lebih mengenal mesya" ucap Bunda
"Hhhe, iya bun,, " sahut Bima cengengesan sambil menggaruk Kepala nya yang tidak gatal
"ya udah, Bima jalan dulu ya bun, masih ada kerjaan di kantor... " ucap Bima sambil mencium punggung tangan bunda
"iya kamu hati-hati ya nak" sahut bunda sambil mengelus kepala Bima
tak lama Bima pun pergi meninggalkan rumah dengan mobilnya...
di kamar
__ADS_1
"sumpah, pengen gue gampar tuh orang, udah kayak ja***ng aja, sok soan pake baju gitu, mau dia apa sih, ngegoda Bima,,? " gumam mesya