
di suatu pagi yang cerah,, tampak mentari bersinar sangat terang, cahaya nya menembus sebuah kaca rumah sakit,
terlihat seorang wanita cantik sedang terbaring tak sadar kan diri, di samping nya terdapat seorang wanita paruh bayah yang sedang mengelap badan nya menggunakan tisyu basah
tak lama jari tangan sang wanita pun perlahan lahan terangkat
melihat hal itu wanita paruh bayah yang tak lain adalah ibunda dari sang wanita tersebut pun kaget,,, di lihat nya putri kecilnya sedang merespon perlakuan nya
dengan cepat ia pun menekan tombol darurat
tak lama dokter pun datang memeriksa keadaan wanita tersebut
yang tak lain adalah Mesya, ya..sekarang dia bangun dan kembali ke kehidupan aslinya setelah melewati masa masa yang panjang dan koma selama seminggu
"kaisar Lin... " ucap Mesya yang setengah sadar
"sayang ini bunda nak,,, " ucap bunda yang menggenggam tangan putri nya
"bunda.... " ucap Mesya kembali yang telah sadar sepenuh nya
"iya sayang ini bunda" ucap bunda sambil mencium tangan Mesya
"syukur lah pasien telah melewati masa kritis nya " ujar sang dokter
"Terima kasih dok " sahut bunda
"kalau begitu saya permisi dulu,,, " ucap dokter lalu pergi meninggalkan mereka berdua
"ibu apa yang telah terjadi? " tanya Mesya
"sayang kamu tidak ingat? " tanya bunda
Mesya pun menggeleng kan kepalanya
"nak ada yang telah mencoba melukaimu,,malam itu bunda dapat telepon dari seseorang katanya kau mengalami insiden penusukan, dan kau di bawa lari ke rumah sakit,,, " ujar bunda
Xiao mey pun mengingat ngingat kembali apa yang telah terjadi
flashback on
" hallo bund.? " tanya Mesya di telepon
"sayang kamu di mana, cepat pulang ada sesuatu yang mau bunda bicarain" sahut
bunda di seberang sana
"iya bun ini udah mau pulang kok,," ucap mesya
"ya udah, kamu hati hati ya di jalan,,," sahut bunda
"iya bund,,, " ucap Mesya*
Mesya sedang berada di kamar mandi,,, kini ia akan beranjak keluar namun tiba-tiba tangan nya di cegat dari belakang, waktu ia berbalik sebuah pisau menancap ke arah perut mesya
bruk Mesya pun jatuh ke lantai
__ADS_1
di dengar nya suara seorang wanita yang ia kenal
"hhhhha rasain lo, itu buat loh yang udah ngambil semua job gue, dan udah ngambil Dimas dari gue,,, " ucap Alexa sambil memegang pisau yang berlumuran darah,,,
"lo...gu,, gue nggak nyangka, al... lo bisa setega i.. ini sama gue,, " ucap Mesya sambil terbata-bata
"Hhha gimana rasanya, sakit?? " tanya Alexa dengan nada mengejek...
setelah itu mesya pun tak mengingat apa apa lagi, yang ia tahu ia bangun dan sudah berada di tubuh Xiao mey
flashback off
"kamu sudah ingat semua nya? " tanya bunda
Tiba-tiba suara pintu kamar yang di buka
terlihat sosok seorang pria tampan dengan menggunakan jas yang rapi,, hidung mancung dan bibir yang merah
ia berjalan mendekat ke arah mesya dan bunda
"eh nak Bima sudah datang? " tanya bunda
"iya bu.. " ucap nya sambil mencium punggung tangan bunda
Xiao mey yang melihat laki laki itu pun merasa tidak asing,,,
"kok kayak pernah liat ya,,, tapi dimana? " gumam mesya
seketika wajah nya berubah menjadi panik, matanya melotot ke arah laki-laki tersebut
sontak saja bunda dan Bima di buat kaget oleh panggilan yang baru saja di lontar kan mesya
"siapa itu kaisar Lin? " tanya bunda
"dia,,, dia orang nya bun,,, " ucap mesya sambil menunjuk ke arah Bima
Bima pun mengerutkan dahinya
"nak dia bukan kaisar Lin,,, namanya Bima, calon suami kamu" ujar bunda
mesya pun di buat Tersentak oleh penuturan bunda nya
"ca.. calon suami? " tanya mesya
"iya sayang, kamu ingat waktu malam itu bunda telepon kamu suruh kamu pulang cepat itu karena keluarga Bima sedang datang untuk melamar kamu, tapi sayang nya hal yang tidak di inginkan terjadi,,, " ujar bunda dengan nada yang berubah menjadi sedih
"kau tenang saja, pelaku nya sudah tertangkap,, dan sekarang dia telah mempertanggung jawab kan perbuatan nya " sahut Bima
"oh ya Bim,,, ini anak bunda " ucap bunda sambil memperkenalkan mesya
"Bima.....
" mesya.....
mereka saling berjabat tangan
__ADS_1
"bund dimas mana? " tanya mesya
mendengar hal itu pun seketika raut wajah Bima berubah menjadi fals...
"sayang kamu nggak usah mikirin dia lagi, bunda nggak mau sampai terjadi apa apa sama kamu lagi,,, " ucap bunda
"emang kenapa bun? " tanya mesya
"waktu kamu masuk rumah sakit dan nggak sadarkan diri, dia datang menemui bunda dan minta maaf,,, dia juga merasa sangat bersalah,,,dan katanya dia akan pindah ke luar kota,,," ujar bunda
mesya pun mendengar kan penjelasan dari bunda nya,, ia pun menganggukkan kepala nya
"trus selama mesya tidur panjang siapa yang jagain mesya? " tanya mesya
"kadang bunda ,, kadang juga Bima.. " sahut bunda
mendengar hal itu mesya pun langsung menatap ke arah Bima
"tidak ku sangka kau memang betul kaisar Lin, ya Tuhan Do'aku telah terkabul,,, Terima kasih ya Allah" gumam mesya
Bima yang di tatap pun merasa canggung
"eh bunda udah makan belum? " tanya Bima sambil mengalihkan topik pembicaraan
"belum " sahut bunda
"kenapa belum makan sih bund..., bunda harus makan, kalo bunda nggak makan trus sakit, siapa dong yang jagain mesya" ucap mesya dengan nada yang sedikit manja
mendengar hal itu Bima pun tersenyum tipis ke arah mesya
"ya udah kalo begitu bunda tinggal makan dulu ya, Bima bunda titip mesya ya,,, oh iya mesya nya belum makan tolong kamu suapin ya " ujar bunda
tak lama bunda pun pergi meninggalkan mereka berdua
"ayo makan dulu" ucap Bima sambil mengambil sekotak bubur di atas meja
ia pun menyodorkan makanan ke mulut mesya
"eh,, aku bisa sendiri,,, " tolak mesya
"aku tidak menerima penolakan" sahut bima dengan wajah yang Datar
mesya pun dengan terpaksa menelan bubur yang di Sondor kan Bima
-
-
-
-
-
jngn lupa like and komen y
__ADS_1