
"ca... calon suami? " tanya bela yang masih tak percaya,,, ia pun memandang ke arah mesya
"lo harus jelasin semuanya" ujar bela
"jelasin apaan,, orang gue aja baru bangun, " sahut mesya
"lo nggak panas kan? " tanya bela sambil meraba jidat mesya
"ih apa apaan sih lo " kata mesya sambil menyingkirkan tangan bela
"ya sudah kalo begitu, saya balik ke kantor dulu ya,, bela tolong kamu jagain mesya ya,, " pinta Bima , Bima pun berjalan ke kursi dan merapikan leptop nya
"ah... iya.. " sahut bela yang sedikit gugup
" eh bel, mana ketoprak gue? "tanya mesya
" nih,,, tenang gue bawain kok" ujar bela sambil memberikan sebuah tas plastik berisikan bungkusan ketoprak
"sayang, kamu makanya jangan kebanyakan sekedar nya aja ya,,, soalnya kata dokter luka kamu itu dalam proses pemulihan " sahut Bima sambil mengelus kepala mesya
bela yang melihat hal itu pun menjadi semakin gugup,,, jiwa jomblo nya merontak rontak
"i,, iya mas " jawab mesya yang sedikit canggung
"ya udah kalo begitu aku pergi dulu ya,,, " ucap Bima
Bima pun pergi meninggalkan mereka
" mes,,, gue masih nggak nyangka,,, kok bisa, gimana ceritanya, loh udah cinta sama dia? trus kapan nikah? " ujar bela yang memberikan pertanyaan yang bertubi-tubi
"ihh bela, satu satu dong nanya nya,,, " sahut bela yang sedikit kesal
"Hhhe maaf namanya juga kepo" kekeh bela
"gue itu juga baru ketemu sama dia, kata bunda pas malam kejadian itu, mas Bima sama keluarga nya udah dateng ke rumah buat ngelamar gue,,sebelumnya mereka tu udah nge jodohin kita,,, cuman karena sama sama sibuk akhirnya kita belum sempat buat ketemuan, nah malam itu rencana nya mereka datang buat langsung ngelamar, eh tahu tahu nya gue dapat musibah,,, nggak jadi deh ketemuannya,, nah pas gue bangun udah ada bunda, nggak lama mas Bima dateng trus bunda kenalin deh... " penjelasan mesya
"oh gitu,,, ganteng ya mas Bima nya" sahut bela
"yehhh calon suami gue tuh" balas mesya yang sedikit sewot
"ya elah lu jadi temen perhitungan amat,, ketimbang cuman bilang ganteng aja udah marah marah " balas Bela
"apa jangan jangan lo udah suka lagi sama dia...? " tanya bela
"nggak tahu,,, au ah gue mau makan dulu,,, " sahut mesya
"jangan banyak banyak, lo nggak denger tadi ayang beb lo ngomong " goda bela
__ADS_1
"bela ih nyebelin banget sih" sahut mesya
"hhhhe, cie yang lagi jatuh cinta... " balas bela
"bodo.... " sahut mesya sambil memakan ketoprak nya
malam hari pun tiba
kini mesya sudah bisa sedikit bergerak, walaupun itu hanya untuk duduk dan berjalan meski masih di pegangi
mesya berjalan di bantu oleh Bima,,, Bima yang berada di samping mesya ia terlihat sangat siap untuk mengambil ancang ancang,jika sewaktu waktu mesya terjatuh
dan benar saja, Tiba-tiba badan mesya pun tak seimbang dan terjatuh ke belakang, dengan sigap Bima pun menangkap tubuh nya
lama,,,mereka saling bertatap tatapan
sampai tiba-tiba bunda, ayah, dan mama Bima pun datang dan melihat adegan itu
"ekhm.. " deheman ayah
karena suara ayah,, mereka pun kaget dan tersadar dari lamunan masing-masing,,, Bima pun membantu mesya untuk berdiri tegak
"duh jeng kayak nya harus cepet cepet di nikahin nih anak anak kita,,, " ucap mama
"mama.... " gumam Bima
"kenapa kaget ya,, maaf ya ganggu waktu kalian,,, " ucap mama sambil tertawa
ayah pun menghampiri mesya dan langsung memeluk nya
"Hai putri ayah,,, maaf ya ayah nggak bisa nemenin kamu di saat kamu lagi butuh ayah" ucap ayah sambil memeluk mesya dan mengelus kepala nya
"nggak kok ayah,, dengan doa dari ayah alhamdulillah mesya bisa ngelewatin semuanya " sahut mesya
mereka pun melepas pelukan nya
"sayang,, ayah takut kamu kenapa napa lagi,, ayah mau ada yang jagain kamu, ayah udah tua, ayah juga sangat sibuk dengan pekerjaan ayah,," ucap ayah
"maksud ayah? " tanya mesya
"nak kamu mau ya,, menikah sama Bima,, " pinta ayah
mesya pun kembali menatap Bima
"iya sayang, tante juga mau mesya jadi menantu tante " ujar mama Bima
"yah,,, Mesya,,,, " sahut mesya
__ADS_1
"nggak apa apa kok, ayah nggak maksa pelan pelan aja" ucap ayah yang tampak kecewa
"mesya mau kok yah... " sahut mesya
seketika raut wajah sang ayah berubah menjadi senang
sama halnya dengan bunda dan mama, kedua wanita itu pun berpelukan
sedangkan Bima,, ia nampak bahagia,, tak di pungkiri senyuman terukir di bibir nya
"beneran? " tanya ayah
mesya pun menganggukkan Kepala nya
tiba-tiba saja dengan spontan Bima hendak memeluk mesya
tapi ayah menepis tangannya
"eh mau ngapain kamu? " tanya ayah
"eh... ----" ucap Bima sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal
"belum boleh peluk pelukan, belum halal belum boleh, sekarang mesya masih jadi tanggungjawab ayah,, kalo udah sah baru boleh" ujar ayah
mereka pun tertawa mendengar penjelasan dari ayah
"iya bener tu bim,kalo udah sah baru boleh, sekalian buatin kita cucu ya" goda mama
mesya pun tampak malu,, ia pun menundukkan Kepala nya
"ya sudah,,, kalau kondisi mesya udah membaik baru kita bicara kan tentang pernikahan nya ya... " sahut ayah
mereka semua pun mengangguk
malam itu mereka berempat mengobrol dengan hangat layak nya sebuah keluarga
dan untuk ayah nya Bima,, dia sedang ada perjalanan bisnis ke luar kota, mungkin 2 hari lagi baru bisa pulang,,,
-
-
-
-
-
__ADS_1
jangan lupa like dan komen guys
semoga suka ❤