Permaisuri Ku

Permaisuri Ku
kehidupan baru


__ADS_3

Bima pun menenangkan mesya dalam pelukan nya, setelah adegan peluk-pelukan itu, Bima pun mengajak mesya ke apartemen milik nya,,


di dalam mobil mesya terlihat aneh, ia tidak banyak bicara, pandangan nya menatap kosong ke depan, mungkin ini faktor trauma yang di ia dapat dari kejadian tadi


Bima yang melihat nya pun semakin frustasi,,,melihat wanita yang di cintai nya berubah dalam beberapa jam, itu membuat otak Bima berfikir keras


sesampainya di lobby apartemen, Bima pun menuntun mesya untuk masuk ke dalam apartemen


namun tingkah laku mesya seperti tidak biasa, ia bahkan tidak mau di sentuh oleh Bima


melihat hal itu Bima pun mengusap kasar wajahnya


sesampainya di dalam, Bima menyuruh mesya untuk membersihkan diri dan berganti pakaian,,


Bima telah menyuruh asisten nya untuk membawakan baju ganti untuk mesya


setelah mandi dan makan, mereka akan kembali ke rumah mesya


-


sesampainya di rumah mesya,


nampak bunda dan ayah yang sedari tadi sedang menunggu kedatangan kedua pasangan itu dengan perasaan yang cemas


"sayang kamu kemana aja, kamu nggak papah kan? " tanya bunda yang mulai khawatir


"mesya nggak Papah kok bun,, udah dulu ya mesya capek, mau istirahat.. " ucap mesya lalu pergi meninggalkan mereka yang masih mematung menatap kepergian nya


"apa yang terjadi bim?" tanya ayah


"nggak papah kok yah, mungkin mesya nya lagi capek.. " ucap Bima yang berbohong


"ya sudah kalau begitu sebaiknya kamu pulang dan beristirahat, karena besok kamu akan melangsungkan pernikahan" ucap ayah


"ya sudah kalau begitu Bima pulang dulu ayah, bunda... " ucap Bima sambil mencium punggung tangan kedua orang tua itu


-


di dalam kamar, mesya sedari tadi terus saja menangis,, hingga ia lelah dan tertidur dengan mata yang sembab


keesokan harinya


hari ini adalah hari H nya Bima dan mesya, untuk melangsungkan pernikahan,,


dikamar mesya


"mes... lo cantik banget,, selamat ya" ucap bela


"makasih ya bel," sahut mesya yang tersenyum kikuk


"mukanya kenapa kok kayak kaku gitu? " tanya bela


"nggak papah gue cuman nerfesh aja kok" ucap mesya bohong


sebetulnya ia masih takut untuk bertemu dengan orang lain,tapi karena bela adalah sahabat Baik nya, jadi ia tidak memperlihatkan rasa takut itu


"duh anak bunda cantik banget... " Ucap bunda yang baru saja masuk ke dalam kamar


"ayo sayang, keluarga pengantin prianya sudah datang" ucap bunda


mereka pun menuntun mesya untuk menuju ke altar pernikahan


semua mata pun tertuju kepada mesya,, Bima yang melihat mesya pun tak berkedip karena kecantikan nya, namun di lain sisi, ia sedih karena mengetahui apa yang di rasakan oleh mesya


acara ijab qabul


"saya Terima nikahnya Mesya Talia putri binti andre Wijaya dengan mas kawin berupa cincin emas seberat 20 gram dan seperangkat alat sholat di bayar tunai..."


sah...


sah...


sah...


ucap semua orang..


stelah pembacaan doa, mereka menandatangani buku nikah dan lanjut bergantian memasangkan cincin di jari manis ...


setelah acara ijab qabul, kini lanjut ke acara resepsi, nampak Bima dengan ramah tersenyum kepada para tamu yang datang untuk bersalaman


di lain sisi,, mesya terlihat gelisah, ketika ada orang yang berjalan mendekat ke arah nya bahkan untuk bersalaman dan mengucapkan selamat

__ADS_1


melihat hal itu Bima pun mengelus pucuk kepala mesya, mendapati Bima yang melakukan hal itu kepada nya, mesya pun tersenyum kikuk,,, rasa trauma itu masih ada, dan ingatan nya masih membekas,,


tapi karena hari ini adalah hari yang berbahagia untuk nya, maka ia membuang rasa takut itu untuk sementara waktu


setelah selesai acara resepsi


Bima pun langsung berinisiatif untuk membawa mesya ke rumah baru yang di belinya untuk di tinggali mereka berdua setelah menikah


mendengar hal itu orang tua mereka pun menyetujui nya, karena berfikir mereka ingin menghabiskan malam pertama, tanpa ada gangguan sedikit pun


sesampainya di rumah baru


Bima pun langsung menuntun mesya untuk masuk ke dalam rumah,


ia pun kembali menuntun mesya masuk ke dalam kamar milik mereka,


setelah mesya masuk ke dalam kamar, Bima langsung menelpon janet temannya yang berprofesi sebagai psikolog untuk membantu memeriksa keadaan mesya


20 menit kemudian, Janet pun tiba


ia pun langsung memeriksa keadaan mesya , setelah memeriksa keadaannya, janet pun langsung memberitahukan kepada Bima


"Bim, saat ini mesya memliki trauma yang mendalam,, mungkin Akibat dari kejadian itu." ucap janet


"trus, apa yang harus aku lakukan? " tanya Bima


"mungkin perlu beberapa waktu untuk kembali pulih, tapi cobalah kau membuat nya merasa nyaman dulu ketika ia berada di sisi mu,,, mungkin dengan begitu ia bisa menceritakan apa yang ada di benaknya, dan dengan begitu dia pasti akan merasa sedikit lebih tenang,,, ini hanya tentang waktu,,, jadi kau harus ekstra sabar dan jangan memaksa nya " ucap janet


"baiklah,, terimakasih janet" ucap Bima


"tidak masalah, kalau begitu aku permisi dulu.. " ucap janet sambil beranjak dari tempat duduk


"baiklah mari ku antar kau sampai ke depan" ucap Bima


"tidak perlu bim, kau temani saja mesya,,, aku bisa sendiri.. " ucap Janet


"Terima kasih sekali lagi janet" ucap Bima


"sudah lah Bima, sampai kapan kau akan berterimakasih kepadaku,,kini aku merasa sedikit kasihan kepada mu" ucap Janet


"kenapa? " tanya Bima


"sialan kau net,,, tidak apa-apa, masih ada banyak waktu untuk membuat kan ponakan yang lucu untuk mu "ucap Bima


mendengar hal itu janet pun menganggukkan Kepala nyan sambil tersenyum


*hari demi hari Bima jalani dengan sabar, ia harus membuat mesya merasa senyaman mungkin ketika berada di dekat nya,


kini hari itu berubah berganti bulan, lambat laun mesya pun sudah mulai terbuka, dan menceritakan semua yang ada di benaknya,


betul saja setelah menceritakan keluh kesahnya,, hatinya merasa lebih tenang dan mulai kembali beraktivitas seperti sedia kala


**5 tahun kemudian***


kini mesya dan Bima telah memiliki seorang anak laki-laki yang sangat tampan,dan cerdas di usianya


pagi itu mesya tampak sibuk dengan menyiapkan sarapan untuk anak dan suaminya


"mami... " panggil sang anak


"ada apa afi? " tanya mesya


"afi pengen main di taman... temenin afi main mi.. " ucap raffi


"sayang mami lagi sibuk, coba kamu tanya sama papi kamu? " ucap mesya


"kata papi, papi juga lagi sibuk,, katanya suruh tanya ke mami" ucap raffi


"Maaf ya sayang, tapi mami bener-bener lagi sibuk" ucap mesya


mendengar hal itu raffi pun tampak cemberut


tak lama datang lisa (LinLin) adik kandung dari Bima


"pagi kak.. " sapa lisa


"pagi juga lis... udah sarapan? " tanya mesya


"Hhhe belum kak, ini mau numpang makan" Ucap lisa sambil cengengesan


mendengar hal itu mesya pun menggelengkan Kepala

__ADS_1


"aunty... " panggil raffi


"ada apa afi? " tanya lisa


"temenin afi main di taman yuk" rengek afi sambil mengayunkan tangan lisa


"Baik, baiklah,,, tapi selesai sarapan ya.. " ucap lisa


mendengar hal itu raffi pun menganggukkan Kepala nya, dan tampak sangat bersemangat


"yeeeee.... main di taman" sorak raffi


tak lama datang Bima yang keluar dari ruang kerjanya


"ada apa boy, kenapa kau sangat senang? " tanya Bima


"papi,,, afi mau main sama aunty di taman" ucap raffi


"benarkah, ya sudah pergilah tapi jangan nakal ya " ucap Bima


"nggak janji ya... " ucap raffi sambil memperlihatkan wajah polos nya


sontak saja membuat semua orang terkekeh


"tuh mas,,, gen kamu tuh " bisik mesya Kepada bima


" ih sayang, tapi kamu suka kan? "goda Bima


" apaan sih" ucap mesya yang langsung memalingkan wajahnya karena malu


"ekkhemm,,, kalo mau mesra mesraan jangan disini, kasihan penonton nya masih di bawah umur" canda lisa


mendengar hal itu, mereka semua pun tertawa


raffi yang melihat mami, papi dan aunty nya tertawa, ia pun ikut tertawa


"hhheee... " tawa raffi


mendengar raffi tertawa mereka pun semua langsung menatap ke arah raffi


"apa yang kau tertawakan afi? " tanya mesya


"nggak tahu! " ucap raffi dengan wajah polosnya


melihat hal itu mereka pun tampak gemas dengan tingkah raffi, Bima pun langsung menggendong Raffi,,


ia pun langsung menggigit tangan mungil raffi saking gemesnya


"auuuu... " ringis raffi


melihat anaknya yang di gigit oleh suaminya, mesya pun memukul lengan Bima


"mass... " ucap mesya sambil memukul lengan Bima


"Hhhe maaf sayang, abisnya anak aku gemes sih" ucap Bima sambil mencubit pipi raffi


"anak kita mas..." ucap mesya yang tidak Terima


"Hhhe,,, anak kita ya sayang?, abis ini bikin adek buat raffi yuk! " ucap Bima


mendengar hal itu mesya pun langsung mencubit pinggang Bima


"au.. sakit sayang" ringis Bima


"Hhha papi cengeng... " ledek raffi


"hey, papi tidak cengeng ,papi ini sangat tangguh, kalau tidak percaya tanyakan saja pada mami mu " ucap bima


raffi pun menganggukkan kepalanya sambil tersenyum cengengesan


pagi itu mereka menghabiskan sarapan dengan suasana keluarga yang hangat


-


-


-


-


masih ada part selanjutnya ya guys, jadi jangan kemana mana,, jangan lupa like dan komen guys ☺

__ADS_1


__ADS_2